
Wilson melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata.
Sesampainya mereka di tempat yang dituju.
Wilson memarkirkan mobil di garasi yang berada di depan rumah yang mereka tuju.
Mereka melangkah mendekati pintu rumah itu.
Dua orang wanita berpakaian pelayan membukakan pintu.
"Tuan Wilson? " Tanya salah satu wanita berpakaian pelayan tersebut.
"Iya benar mbak" Ucap Wilson tersenyum ramah.
"Mari saya antar, tuan Gerrald telah menunggu" Jawab salah satu pelayan itu lagi.
Graceva memberikan barang yang ia bawa pada salah satu pelayan itu, "ini mbak untuk tuan rumah".
"Terimakasih Nona" Ucap pelayan itu membungkukkan setengah tubuhnya.
"Mari tuan, Nona" Ucap pelayan lainnya mempersilahkan tamu mereka masuk.
Pelayan itu membawa Wilson dan Graceva memasuki lift, untuk mengantar tamunya menemui majikannya.
Graceva sedikit bingung, kenapa mereka harus menaiki lift, bukankah rumah ini tidak bertingkat. "Tanyanya dalam hati".
Wilson terkekeh geli saat melihat ekspresi kebingungan putrinya itu.
Dia sudah tau jika pusat kehidupan di rumah ini ada di ruang bawah tanah.
Ting, Lift terbuka..
Saat pintu lift terbuka, Graceva terkejut saat mata indahnya melihat ruangan di hadapannya yang begitu besar dan mewah.
Graceva tersadar dari keterkejutannya saat mendapati tangan kekar papahnya menepuk nepuk lengannya.
"Ayo sayang kita sudah di tunggu sahabat papah" Tegur Papah Wilson menepuk nepuk lengannya.
"Mari tuan Nona ikut saya" Ucap pelayan itu ramah.
Wilson dan Graceva kembali melangkahkan kaki mengikuti pelayan itu.
"Maaf permisi tuan, tuan Wilson sudah datang" Ucap pelayan itu menangkupkan kedua tangannya di dada dan membungkukkan setengah tubuhnya.
"Terimakasih Mbak" Ucap Wilson tersenyum ramah.
"Sama sama tuan, sudah menjadi tugas saya" Jawab pelayan itu membungkukkan setengah tubuhnya ke semua orang yang ada di sana lalu melenggang pergi.
Semua orang di meja makan itu memalingkan pandangan mereka kearah dua orang yang baru saja bergabung di antara mereka, terkecuali Giorgio ia asik dengan ponselnya.
Gerrald berdiri lalu memeluk sahabat lamanya itu.
Semua orang pun ikut berdiri.
"Ouhh Wilson selamat datang, apa kabarmu?" Ucap Gerrald melepaskan pelukannya.
__ADS_1
" Aku baik Gerrald, kau ini kita baru dua hari lalu bertemu" Seloroh Wilson.
"Anakmu? " Tanya Gerrald melirik Graceva yang nampak tersenyum.
"Selamat sore paman" Ucap Graceva menarik punggung tangan Gerrald dan menciumnya.
Wilson mengangguk.
"Cantik" Seloroh Gerrald berbisik di telinga Wilson.
"Bibit unggul" Jawab Wilson bangga juga berbisik.
Mereka berdua nampak tertawa.
"Selamat sore semuanya" Ucap Wilson tersenyum menatap satu persatu semua orang yang ada di sana.
"Sore" Jawab mereka serempak.
"Silahkan duduk" Ucap Gerrald menarik dua kursi kosong untuk kedua tamunya.
"Thanks Bro" Ucap Wilson menepuk bahu sahabatnya itu.
Semua kembali duduk ke kursi mereka masing masing.
Mereka nampak mulai memakan makanan yang sudah di siapkan pelayan sedari tadi, mereka memakannya dalam diam, sesekali terdengar tawa Gerrald dan Wilson.
"Cewe kenalan dong" Celetuk Eccel di tengah makannya saat melihat gadis yang duduk dihadapan Giorgio makan dengan diam tak mengeluarkan satu patah kata pun.
"Tuk tuk"
Dion menoyor kepala saudaranya itu, dia tak habis pikir dengan Ecxel dia seperti tak melihat tempat untuk menggoda lawan jenis.
Ecxel mengelus kepalanya yang terasa sedikit sakit.
"Hey kita satu sekolah? " Tanya Dion pada Graceva saat mata elangnya melihat seragam almamater sekolah yang gadis itu pakai sama dengan seragam almamater sekolahnya.
Graceva nampak bergeming ia masih fokus dengan makanan di hadapannya.
Giorgio menaikan pandangannya dan menaikan kedua alisnya saat melihat gadis yang duduk dihadapannya diam saja.
Giorgio menelungkupkan sendok dan garpunya, karena makanan di piringnya sudah tandas.
Sejenak manik mata tajamnya bersi tatap dengan manik mata indah gadis di hadapannya.
"Tampan" Gumam Graceva dalam hati.
"Hey siapa namamu? Apa kau tak mendengar pertanyaan kedua saudaraku dan kau tak ingin menjawabnya? " Cecar Giorgio dengan ekspresi datar dan tatapan tajamnya.
Semua orang menghentikan makannya, mereka memandang Giorgio dan Graceva bergantian.
Geofany yang sedari tadi sibuk menyuapi Gerraldine ia berhenti dan ikut melihat kearah yang adiknya lihat.
Restoran xxx
Pusat kota..
__ADS_1
"Terimakasih Natasha, semoga besok mendapatkan nilai bagus" Ujar Nadin berdiri dan mencium kedua pipi Natasha.
"Da sayang muachh" Laura mencium pipi Natasha lalu mereka melenggang pergi.
Tadi sepulang sekolah Natasha, Nadin dan Laura pulang kerumah hanya untuk mengganti pakaian kemudian pergi ke restoran xxx untuk mengerjakan tugas kelompok.
"Ahhh gak di angkat" Ujar Natasha sendu.
Ia dari tadi menghubungi kekasihnya itu namun tak ada tanggapan.
"Sudah malam aku harus segera pulang" Gumam Natasha kemudian melenggang pergi.
Rumah keluarga Gabriel...
Sejenak semua terdiam.
Giorgio memutar bola matanya malas, saat tak mendapatkan respon dari gadis yang duduk di hadapannya.
Sebenarnya siapa yang sedang ia ajak bicara, "apakah aku bicara dengan patung" Pikirnya.
Giorgio mengulurkan tangan untuk mengajak gadis di hadapannya berjabat tangan. "Giorgio" Ucapnya memperkenalkan diri.
Semua orang terkejut saat Giorgio mengulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya.
Pria yang biasa enggan memberikan identitasnya pada orang lain, bahkan cenderung tertutup. Kini ia tanpa berpikir memperkenalkan dirinya.
Dengan ragu Graceva mengulurkan tangan dan menyambut uluran tangan dari pria yang duduk di hadapannya, "Graceva kak" Ucapnya tersenyum, "iya kak kita satu sekolah" Jawab Graceva melirik sekilas kearah Dion tanpa melepaskan tautan tangannya pada Giorgio.
Ecxel melepaskan genggaman Giorgio dan Graceva secara paksa, lalu menautkan tangan Graceva dengan tangannya, "Ecxel" Ucap Ecxel tersenyum mengedipkan satu matanya genit.
"Graceva kak" Jawab Graceva dengan tersenyum manis.
Graceva langsung melepaskan tautan tangan mereka kemudian mengajak Dion untuk menjabat tangannya.
"Graceva kak" Ucap Graceva tersenyum lembut.
"Dion, salam kenal ya Graceva" Jawab Dion ramah.
Mereka melanjutkan makannya hingga tandas.
"Apa yang ingin Ayah bicarakan" Tanya Giorgio menatap Gerrald saat ia melihat semua orang sudah menyelesaikan makannya.
Semua orang melihat ke arah Gerrald menunggu jawaban pria paruh baya yang masih tegap dan tampan.
Gerrald menatap satu persatu semua orang yang ada di sana.
Gerrald menarik nafas panjang, kemudian membuangnya secara perlahan.
"Giorgio, Dion, Ecxel aku membutuhkan bantuan kalian, ku harap kalian dapat membantuku" Ucap Gerrald menatap anak dan kedua keponakannya bergantian.
<<<<>>>>
Gimana ya ekspresi keterkejutan Graceva ? pasti sangat lucu πππ
Apa sih sebenarnya yang ingin Gerrald bicarakan ? Bikin penasaran aja sihhhh..... πππ
__ADS_1
<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>