Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
S2 #4


__ADS_3

Malam harinya, Giorgio, Mr J dan seluruh anggota clan di markas tersebut sudah berkumpul di meja makan, baru saja mereka selesai melakukan makan malam bersama, semua orang diam memperhatikan Giorgio, dan menunggu Giorgio untuk membuka suara.


"Mr J, jelaskan padaku apa yang terjadi dengan negara itu? " Giorgio mulai bicara dan langsung di awali dengan pertanyaan.


Mr J tampak mengatur nafas, dan melirik orang-orang yang duduk di sampingnya, dan mulai membuka suara.


"Awalnya, hanya sebuah debat kecil dan akhirnya perang saudara dan berlanjut perang negara, dari perang negara itu, sebenarnya sudah mulai terhenti sejak 3 tahun lalu, namun di saat yang bersamaan ada sebuah organisasi mafia muncul dan mengendalikan salah sepihak negara tersebut, dan dampaknya seperti yang Anda lihat saat ini–" belum usai Mr J berbicara, Giorgio sudah langsung memotongnya.


"Mafia apa itu? " Giorgio kembali bertanya.


"Mafia dari negara bagian timur Amerika, clan itu biasa mengedarkan narkotika" jawab Mr J.


Giorgio tampak manggut-manggut.


"Seberapa kuat mereka Mr J? "


Mr J mengerutkan kening mendengar pertanyaan yang di lontarkan Giorgio, "Maafkan saya Bos, saya kurang tahu pasti, namun menurut pengetahuan saya, organisasi tersebut memiliki kurang dari 10,000 orang" jawab Me J sedikit ragu.


"Jika di bandingkan dengan Gabriel, apa bisa mafia itu di lumpuhkan? "


Deg.


Jantung semua orang sejenak berhenti berdetak mendengar ucapan Giorgio, pimpinan besar Gabriel mafia saat ini.


"Jika menurut data mereka tentu kalah jumlah dengan anggota kita yang ada disini, namun untuk kekuatan, saya sendiri belum bisa memastikannya Bos, mohon maaf" jawab Mr J.


"Seperti itu ya" batin Giorgio mengangguk.


"Kumpulkan seluruh bawahanmu segera Mr J, kita tumpas organisasi itu, karena organisasi itu juga lah, banyak orang-orang ku yang menjadi korban" Giorgio berbicara tegas, membuat Mr J sedikit tertekan dengan ucapan Giorgio, terlebih melihat mata Giorgio yang begitu tajam.


"Baik Bos" jawab Mr J patuh.


"Kau tahu lokasi markas organisasi itu Mr J? "


"Saya mengetahuinya Bos"


"Malam ini juga kirimkan bawahanmu untuk mengawasi markas itu" titah Giorgio yang langsung mendapat anggukan dari Mr J.

__ADS_1


Giorgio kembali masuk ke dalam kamarnya dan segera beristirahat, sementara Mr J yang mendapatkan perintah dari Giorgio, saat itu juga Mr J menunjuk beberapa bawahannya yang sudah cukup terlatih, untuk mengintai markas dari mafia yang akan menjadi target dari Bosnya.


"Kalian tadi sudah mendengar apa yang di perintahkan oleh Bos, jadi aku menunjuk kalian untuk mengawasi markas itu dan menjadi kata-kata untuk tim selanjutnya" ucap Mr J kepada bawahannya yang kini berada di hadapannya.


"Baik Mr J" sahut orang-orang itu dan segera meninggalkan markas besar itu, tak lupa membawa semua keperluan mereka.


Mr J masuk ke dalam ruang kerjanya dan menghubungkan panggilan nirkabel ke monitor yang berada di meja kerjanya.


"Halo Mr J" sahut seorang dari balik panggilan vidio yang di lakukan Mr J.


"Kalian berkumpul lah di markas besar saat ini juga, karena Bos besar Giorgio meminta semua untuk berkumpul" ucap Mr J tegas.


"Baik Mr J, malam ini juga kami akan bergerak menuju markas besar" balas dari seorang lagi di balik panggilan vidio, lalu sambungan vidio itu terputus.


Mr J memantau pergerakan GPS yang terpasang pada kendaraan yang di gunakan para bawahannya yang sedang dalam perjalanan menuju markas Dark Moon, sekaligus Mr J mengawasi pergerakan bawahannya yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju markas besar memenuhi panggilan Giorgio.


Berjam-jam Mr J memandangi monitor di hadapan, hingga akhirnya suara ponselnya berdering, terlihat nomor rahasia terpampang di layar ponsel, Mr J segera mengangkat panggilan tersebut.


"Halo" sahut Mr J setelah mengangkat panggilan.


"Kami sudah tiba di markas target, dan sudah menempati posisi kami masing-masing, dan hanya tinggal menunggu perintah" balas dari salah seorang bawahan Mr J dari balik telepon.


4 jam berlalu, kini pukul 3 pagi, terdengar suara beberapa mesin kendaraan, terdengar memasuki lingkungan markas besar tersebut, semua orang di markas besar itu berhamburan keluar dan langsung menyiagakan senjata masing-masing, berjaga-jaga jika markas besar mereka di serang, Mr J tersenyum melihat kendaraan-kendaraan yang memasuki lingkungan markas besar itu dari vidio pergerakan yang di tampilkan di monitornya, Mr J segera keluar dan ikut bergabung dengan bawahannya yang sedang menodongkan senjata ke arah rombongan yang berhenti di depan markas tersebut.


"Turunkan senjata kalian, mereka adalah orang-orang kita" teriak Mr J, membuat para bawahannya segera menurunkan senjata yang berada di tangan mereka.


"Malam Mr J, selamat malam kawan-kawan" rombongan orang itu turun dari kendaraan mereka lalu memberi hormat dan menyapa pada Mr J dan yang lainnya.


"Malam" sahut para bawahan Mr J.


"Selamat datang" Mr J menyambut senang kedatangan orang-orang itu.


"Masuklah" Mr J mempersilahkan rombongan tersebut masuk, dan langsung membawa semua orang ke ruang bawah tanah markas tersebut yang cukup untuk menampung semua orang.


"Kau membawa berapa orang ken? " tanya Mr J pada orang yang di panggilnya Ken.


"Aku membawa 9,000 orang, dari total 9,600 orang, 600 orang ku tinggal untuk menjaga 10 markas kita lainnya" jawab orang yang bernama Ken.

__ADS_1


"Aku akan membawa 4,000 orang dari markas ini, dan aku pun meninggalkan 200 orang untuk berjaga di markas ini 100 orang, dan akan ku kirim 100 orang lainnya ke 6 markas lainnya" Mr J menimpali.


"Good" sahut Ken.


"Tunggu, akan ku panggilan yang lainnya, kau dan bawahanmu beristirahatlah" Mr J pergi untuk memanggil orang-orang lainnya untuk ikut bergabung di ruang bawah tanah markas tersebut, kemudian Mr J berjalan menuju kamar Giorgio dan mulai mengetuk pintu kamar Giorgio sambil memanggil nama Giorgio.


Tok tok tok...


"Bos"


"Iya" sahut Giorgio dari dalam kamar, yang ternyata sudah bangun sedari tadi.


"Ada apa Mr J? " tanya Giorgio sambil kembali menutup pintu kamar.


"Semua orang sudah berkumpul di aula pertemuan ruang bawah tanah Bos" beri tahu Mr J pada Giorgio.


"Ayo"


Giorgio melangkah panjang menuju aula pertemuan yang berada di bawah tanah, semua orang berdiri melihat Giorgio masuk ke dalam aula tersebut.


"Bos"


"Duduklah" Giorgio mengangguk menjawab sapaan para bawahannya, dan langsung bergerak ikut duduk di ujung kursi yang sudah di siapkan oleh Mr J.


"Sudah berkumpul? " Giorgio bertanya, dan langsung di jawab serentak oleh semua orang.


"Sudah"


Giorgio menjelaskan semua strategi yang akan di lakukan untuk melumpuhkan Dari Moon, Giorgio hingga menyiapkan 3 rencana cadangan.


"Mengerti? " tanya Giorgio.


"Ya Bos" jawab semua orang serentak.


"Sebisa mungkin untuk meminimalisir korban dari pihak kita, saling menjaga satu sama lain" ingat Giorgio pada bawahannya untuk saling menjaga satu sama lain, dan tampak semua orang mengangguk.


"Kalian bersiap untuk menyerang? " Giorgio bertanya dengan nada menggebu.

__ADS_1


"Siap" serentak semua orang.


...****************...


__ADS_2