
Giorgio Dion dan Ecxel berjalan melewati lorong menuju kelas dengan langkah panjang dan tenang.
Semua siswi di kelas yang dilalui mereka, memandang mereka dengan tatapan takjub dan memuja.
"Ganteng.. apalagi Giorgio hmm sorot matanya itu loh bikin aku gila" Seloroh seorang siswi.
"Dion juga, sepertinya nyaman dalam pelukannya" Siswi lain menimpali.
"Ecxel itu looh senyumnya bikin aku melting" Seloroh siswi lainnya.
"Aaaahhhh iya tampan tampan banget sih ciptaan Tuhan yang tiga ini" Siswi lain menimpali.
"Iyaaa.. " Ucap mereka kompak mengiyakan.
Giorgio dan Dion hanya bergeming tidak menanggapi satupun siswi yang tengah membicarakan mereka, mereka masih fokus dengan langkahnya dan masih menampilkan ekspresi datar.
Berbeda dengan Ecxel dia yang memang biasa dikelilingi wanita, ia sangat senang bahkan ia dengan senang hati melemparkan senyum manis dan tatapan genitnya.
Setelah di izinkan masuk kelas oleh guru yang tengah mengajar di kelas.
Mereka bergegas masuk dan duduk ditempat masing masing dan kegiatan pembelajaran pun dilanjutkan.
Di rumah, Guwen tengah menyiapkan air hangat untuk sang suami, karena suaminya itu tak lama akan pergi ke yayasan pendidikan miliknya.
"Sayang.. Bangun air hangatnya sudah siap" Ucap Guwen sembari menggoyang goyangkan tubuh sang suami.
"Iya terimakasih sayang" Jawab Gerrald seraya mengerjap ngerjapkan matanya.
__ADS_1
Gerrald beranjak duduk dan mencium puncak kepala sang istri lantas melenggang ke kamar mandi.
Guwen berjalan ke ruang ganti untuk mengambil pakaian rapih yang akan dikenakan sang suami lalu meletakkan di sisi ranjang.
"Sayang pakaianmu sudah siap di sisi ranjang" Teriak Guwen agar sang suami mendengarnya.
"Ya sayang" Jawab Gerrald tak kalah berteriak.
Guwen melenggang pergi keluar kamar menuju meja makan.
"Bun" Panggil Geofany dari arah meja makan yang melihat Bunda kesayangannya berjalan kearahnya.
"Geofany kamu tidak pergi ke kampus ?" Tanya Guwen yang sedikit bingung karena anak pertamanya itu masih ada di rumah.
"Pembelajaran online Bun, Dosennya ada rapat katanya" Jawab Geofany.
Sesaat kemudian Gerrald, Guwen dan Geofany nampak makan bersama dimeja yang sama dalam diam hanya terdengar suara gesekan sendok pada piring mereka sesekali.
KRINGGGG... KRINGGGG... KRINGGGG... KRINGGGG... bel sekolah berbunyi menunjukan waktu istirahat tiba.
Gerrald tiba di yayasan pendidikan yang ia kelola bertepatan dengan bel istirahat berbunyi.
"Selamat pagi pak" Ucap kepala sekolah membungkukkan setengah tubuhnya.
"Selamat datang pak" Ucapnya lagi sembari mengulurkan tangan untuk menjabat tangan pemilik yayasan pendidikan tempatnya bekerja.
Gerrald mengulurkan tangan untuk menjabat tangan lelaki dihadapannya.
__ADS_1
"Bagaimana perkembangan sekolah? Apa semua berjalan dengan lancar? " Tanya Gerrald dengan ramah namun tak menghilangkan kewibawaannya.
"Semua baik Pak" Jawab kepala sekolah dengan yakin.
Gerrald menganggukkan kepala sembari memasang indra pendengarannya dengan baik guna mendengarkan semua laporan laporan yang disampaikan oleh orang kepercayaannya di sekolah itu, kakinya terus melangkah panjang mengikuti langkah kepala sekolah yang ingin membawanya ke ruang kepala sekolah.
Saat ini Gerrald, kepala sekolah beserta beberapa dewan guru nampak terlibat dalam pembicaraan serius.
"Gio aku mau ke kantin, mau nitip sesuatu? " Tanya Dion menepuk bahu Giorgio yang tengah asik memainkan ponsel ditangannya.
Giorgio menoleh kearah sahabatnya.
"Tidak terimakasih" Ucapnya sembari mengibaskan satu tangannya.
Dion dan Ecxel pergi ke kantin langsung memesan makanan yang ingin mereka makan.
Setelah mereka menandaskan makanannya, walaupun Giorgio menolak dibawakan apapun dari kantin mereka tetap membelikan makanan untuk Giorgio makan, karena mereka tau sahabatnya itu belum makan sedari tadi pagi.
"Ecxel Dion kalian hanya berdua ? Giorgio mana ? " Tanya Natasha yang melihat kedua sahabat kekasihnya itu ke kantin tanpa sang kekasih.
Dion dan Ecxel yang merasa dipanggil, sontak mereka menoleh kearah Natasha.
"Dikelas" Jawab Dion singkat dengan nada dingin dan menampilkan ekspresi datarnya.
Tanpa berbicara apapun lagi Dion dan Ecxel beranjak menuju ke kelas untuk memberikan apa yang mereka bawa.
Namun langkah keduanya terhenti di depan ruang kepala sekolah saat manik mata mereka menangkap sosok seorang paruh baya yang tentu sangat mereka kenal dengan baik.
__ADS_1
"Dion Ecxel" Panggil Gerrald yang berpapasan dengannya saat keluar dari ruang kepala sekolah.
<<<<<<<>>>>>>>