Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 38


__ADS_3

...Bab 38...


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Ceklek!


Gerrald masuk ke dalam mobil, Bengamin segera memutari mobil dan masuk ke dalam mobil, kemudian mengemudikan nya dengan kecepatan tinggi.


Tak lama berselang, Geofany keluar dari rumah dengan pakaian rapih, lalu Geofany masuk ke dalam mobil dan mengemudikan nya dengan kecepatan tinggi, dan di ikuti beberapa mobil serba hitam di belakangnya.


"Mana barang yang ku minta? "


Gerrald menatap Bengamin dari spion tengah mobil.


"Di koper, Kursi samping Anda tuan"


Balas Bengamin menatap Gerrald dari spion tengah mobil.


Gerrald segera meraih koper di sampingnya, dan melihat satu persatu barang yang ia minta sudah ada di dalam sana, Gerrald mulai mengenakan, dari rompi anti peluru, pistol lipat yang ia sisipkan di kedua lutut, dan menyelipkan pisau lipat ke dalam jaket.


"Halo, Apa kalian mendengar ku? "


Geofany berbicara melalui alat komunikasi di telinganya, sedang tangannya masih fokus mengemudi.


"Jelas Nona"


Sahut dari semua para pengawal yang terhubung dengan Geofany.


"Halo Kak" Ucap Gerraldine yang baru saja terhubung.


"Dek"


"Maaf Kak, baru masuk jam istirahat" Sahut Gerraldine.


"Ya" Balas Geofany.


Ceklek!


Bengamin membuka pintu mobil, Gerrald menurunkan satu kakinya, Bengamin memberi hormat pada Gerrald, Gerrald mengedarkan pandangannya melihat restoran yang nampak sepi.


"Mengapa resto ini sangat sepi? "


Gerrald bertanya pada Bengamin seraya menurunkan lagi satu kaki lainnya.


"Sepertinya, sengaja di sewa tuan"


Bengamin kembali menutup pintu mobil, Bengamin mengikuti Gerrald dari belakang, tak lupa mengedarkan pandangan, berjaga jaga kalau ada anak buah Baskoro yang menyerang tiba - tiba, sebab ia tahu betapa liciknya Baskoro.


"Tunggulah di sini! "


"Tapi tuan? "


Tanpa mendengar perkataan Bengamin, Gerrald berjalan masuk ke dalam restoran tersebut, seorang pelayanan mengantarkan Gerrald ke meja yang sudah di pesan oleh Baskoro.


Bengamin memicingkan matanya, melihat iring iringan mobil serba hitam yang berhenti tak jauh dari restoran, Bengamin menaikan alisnya, melihat 1 (Satu) mobil serba hitam berhenti tepat di depannya.


Bengamin mengintip dari sela sela yang terbuka, melihat siapa yang hendak turun dari mobil, Bengamin segera memberi hormat setelah tahu siapa yang turun dari mobil.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan Baskoro"


"Hmm"


"Anda sudah di tunggu tuan Gerrald"


Bengamin membungkukkan setengah tubuhnya, mempersilahkan Baskoro masuk ke dalam restoran, Bengamin melirik 3 (Tiga) pria bertubuh besar yang di yakini adalah para pengawal Baskoro, berdiri tak jauh dari posisinya dengan ekor matanya.


"Selamat pagi Baskoro"


Gerrald berdiri dari duduknya, menyambut Baskoro dan mempersilahkan pria itu untuk duduk di kursi hadapannya.


Tanpa membalas salam Gerrald, Baskoro duduk di hadapan Gerrald dengan angkuh dan menatap Gerrald dengan berapi api.


"Untuk apa kau ingin bertemu denganku? "


Baskoro menatap Gerrald sinis, ia menyelipkan satu batang rokok di sela sela jari telunjuk dan jari tengah, ia menyulut rokok tersebut, menghisap nya dalam lalu menghembuskan asap ke udara.


"Apa maksudmu mengirim orang untuk memata matai ku? "


Gerrald berkata langsung pada intinya, Gerrald menatap Baskoro dengan tatapan dingin serta raut wajah datarnya, percayalah saat ini Baskoro sedang berusaha menutupi perasaan kegugupan nya.


Drrttt...


Drrrttttt.....


Bengamin segera meraih ponsel dari saku celananya yang bergetar.


"Nona"


Bengamin menaikan alisnya, sebab tak biasanya sang nona menghubunginya, segera ia mengangkat panggilan nya.


"Berhati hatilah paman, Baskoro telah memasang bom di restoran itu"


Tut.. Tut.. Tut...


Geofany memutuskan panggilan sepihak.


Bengamin terkejut dan merasa cemas pada sang atasan, Bengamin melirik tajam 3 (Tiga) pengawal Baskoro yang berdiri tak jauh dari posisinya, kedua tangan Bengamin terkepal di bawah sana, rahangnya mengeras dan giginya bergemeletuk.


"Bukan urusan mu" kata Baskoro


"Kau yakin itu bukan urusan ku? "


Gerrald berbalik bertanya menatap Baskoro dengan manik mata yang memerah, Gerrald berusaha sebisa mungkin untuk menahan gemuruh di dadanya.


"Huhuahahaha"


Baskoro tertawa dengan keras, membuat Gerrald mengernyitkan dahi.


"Ku rasa kau tahu, Apa yang ku inginkan? " sinis Baskoro menatap Gerrald dengan nyalang.


"Pulau pribadi di Kalimantan bukan"


Gerrald menaik turunkan alis, membuat Baskoro semakin kesal.


"Ya" sahut Baskoro malas.

__ADS_1


"Baiklah aku akan memberikannya padamu"


Gerrald berkata sesuatu yang membuat Baskoro tercengang mendengarnya, Baskoro masih tak percaya, Gerrald akan menyerahkan sesuatu yang selama ini ia inginkan dengan mudah.


"Ada lagi yang kau inginkan? "


Gerrald menatap Baskoro lekat, menunggu Baskoro kembali membuka suara.


Tampak keduanya hening beberapa saat.


Gerrald yang merasa sudah tidak ada yang ingin di bicarakan oleh Baskoro, ia berdiri dari duduknya dan beranjak hendak bergegas pergi.


"Tunggu, Apa kau tidak sedang membohongi ku? "


Gerrald menoleh dan berbalik menatap wajah Baskoro, beralih pada tangan Baskoro yang tengah mengacungkan pistol ke arahnya.


"Kau tahu aku bukan? Aku tidak pernah bermain main dalam ucapanku"


Gerrald tersenyum semir pada Baskoro, ia membungkukkan setengah tubuhnya kemudian melenggang pergi ke luar restoran.


Dor!


Baskoro menembak punggung Gerrald, namun meleset, peluru itu menembus botol wine yang berjajar di sudut meja tak jauh dari posisi Gerrald berjalan.


Gerrald tak menggubris tembakan Baskoro yang mengarah padanya, ia masih terus melangkahkan kakinya.


Ceklek!


Bengamin membukakan pintu mobil untuk Gerrald, Gerrald masuk ke dalam mobil di susul Bengamin masuk ke dalam mobil duduk di balik kemudi, dan tak lama di susul rombongan Geofany dan pengawal yang perempuan itu bawa.


"Ben, 3 pria tadi siapa? "


Gerrald bertanya, sebab ia tadi melihat ada 3 (Tiga) pria bertubuh besar tergeletak tepat di depan pintu restoran.


"Anak buah Baskoro tuan"


Jawab Bengamin menundukkan kepala, melirik Gerrald dari spion tengah mobil.


"Siapa yang memukuli mereka? " Gerrald menaikan alisnya.


"Saya tuan"


Gerrald terkejut atas perkataan yang di lontarkan Bengamin.


"Kenapa kamu memukuli mereka Ben? "


"Mereka memasang bom di dalam restoran itu tuan"


Jawab Bengamin membuat Gerrald semakin bingung, ia tahu Baskoro cukuplah licik, namun ia tak sampai berpikir jika Baskoro akan melakukan hal itu hanya karena persaingan bisnis.


JEDOR!


Suara ledakan besar memekakan telinga dan membuat tanah di sekitarnya bergetar dengan kuat, Gerrald meminta Bengamin menghentikan mobilnya, Gerrald segera turun dari mobil dan melihat restoran yang baru saja ia tinggalkan sudah di lalap si jago merah dengan rakusnya.


"Ayah"


Geofany turun dari dalam mobilnya saat mobil sang ayah berhenti, Geofany menghampiri sang Ayah yang berdiri tegap menatap sebuah restoran yang sudah di lahap si jago merah.

__ADS_1


Gerrald menoleh pada asal suara, terkejut saat netra matanya melihat putri sulungnya berdiri di tempat yang tak jauh dari posisinya.


Bersambung...


__ADS_2