
...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...
...Karya : Grendys 08...
...Bab 28...
Happy Reading πΉπΉπΉπΉπΉ
Giorgio terbangun di tengah malam sebab ia merasa tenggorokan nya kering, ia menatap gadis cantik yang tertidur miring menghadap ke arahnya.
ia berjalan ke ranjang, tangan nya terulur untuk mengelus wajah cantik itu, kemudian tanpa sadar ia mendekatkan wajah nya dengan wajah gadis itu, lalu mencium kening gadis itu,
kemudian, Giorgio melavaskan sebuah doa, "Tuhan, berkatilah pernikahan kami, berkatilah gadis ini, jauhkanlah gadis ini dari fitnah, jadikanlah gadis ini sebaik baiknya istri untuk ku, amin".
Graceva menggeliat saat merasakan ada yang menyentuh keningnya, perlahan Graceva membuka matanya dan pertama kali yang ia lihat ada dada bidang yang di yakini itu milik seorang pria, kepalanya mendongak dan wajah suaminya memenuhi kornea matanya, Graceva melihat Giorgio yang tengah memejamkan mata, tanpa ia sadari, senyuman tipis terbit dari bibir mungil nya.
Giorgio yang menyadari ada pergerakan dari Graceva, ia menjauhkan wajahnya dari wajah Graceva lalu memasang wajah datar, "apa saya mengganggu tidur mu? " Giorgio bertanya seraya menutupi kegugupan nya, sebab ia kepergok mencium kening Graceva.
Graceva menggeleng lalu tersenyum manis, "kakak butuh bantuan? " ucap Graceva seraya bangun dari posisi tidurnya kemudian beranjak duduk.
"Tidak" Giorgio berucap seraya melenggang pergi keluar kamar menuju dapur untuk mengambil segelas air lalu menenggak nya hingga tandas.
sementara itu di kamar, Graceva memegang keningnya, "apa tadi kak Gio mencium kening ku? " Graceva tersipu malu.
__ADS_1
Giorgio masuk ke dalam lift dan menekan tombol di lift itu agar turun ke bawah tanah, Giorgio berjalan di lorong yang tak terlalu panjang, langkahnya terhenti di sebuah pintu besar dan ada 3 pria bertubuh tinggi, tegap berpakaian serba hitam dengan bersenjatakan lengkap mengarahkan senjata mereka ke arah nya.
"Selamat malam paman" Giorgio menundukkan kepala, bertanda memberi hormat, "malam tuan muda Giorgio" sahut 3 pria itu bersamaan, seraya membungkukkan setengah tubuh "ada yang bisa kami bantu? " tanya salah satu dari ketiga pria itu, "saya mau mencairkan uang" Giorgio menunjukan kartu ATM di tangan nya ke arah 3 pria di hadapan nya, ketiga pria itu mempersilahkan tuan muda mereka masuk, mereka masih dengan posisinya yang menodongkan senjata ke arah Giorgio, ketiga pria yang tak lain adalah personil triple G mafia yang di tugaskan Gerrald untuk menjaga ruangan brangkas tersebut.
Giorgio masuk ke dalam ruangan tersebut, setelah menempelkan sidik jarinya di dinding samping pintu besar ruangan itu, dan terbukalah pintu besar itu, tampak lah tumpukan uang dan emas yang berjajar rapih di beberapa rak besar dan ada beberapa mesin ATM di sudut ruangan itu, ia melangkah ke arah mesin ATM tersebut lalu mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan, lalu kembali ke kamar, di masukan lah beberapa lembar uang seratus ribuan itu ke dalam sebuah amplop coklat dan meletakan amplop itu ke dalam laci nakas samping ranjang, dan kembali melanjutkan tidurnya.
keesokan harinya...
kediaman keluarga Gabriel
6.15 pagi
"pagi bun" Gerraldine berjalan menuju meja makan yang di sana sudah ada ayah dan bundanya di sana, "pagi sayang" balas Guwen tersenyum pada putri kecilnya, sedangkan Gerrald, hanya berdahem ia asik dengan satu piring nasi goreng miliknya.
Di rumah yang sama, di tempat yang berbeda.
"kak bangun" ucap Graceva sedikit tersengal sebab dadanya terasa sesak, tangan nya memukul mukul lengan Giorgio yang melingkar di perutnya agar suaminya melepaskan rengkuhan tangannya dari perutnya.
Giorgio mengerjap ngerjapkan matanya, mata Giorgio membulat saat melihat Graceva ada di atas tubuhnya sambil tersenyum manis padanya, matanya turun ke tangan yang melingkar di perut Graceva, sejenak mereka saling bersi tatap, "apa gue meluk dia? " batin Giorgio.
"maaf Grace saya nggak sengaja" ucap Giorgio setelah sadar dari lamunan nya, ia melepaskan tangan nya dari perut Graceva, matanya tertuju pada pakaian Graceva yang sudah rapih dengan pakaian sekolahnya, kemudian matanya beralih melihat ke jam digital yang ada di nakas, matanya membulat saat melihat waktu menunjukan pukul 6.15 pagi.
Giorgio bangun, lalu melucuti semua pakaiannya hingga polos, tanpa rasa malu pada Graceva yang menutup kedua matanya dengan tangan, "siapkan pakaian sekolah ku" Giorgio berucap seraya melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Graceva tersenyum, dan segera menyiapkan pakaian sekolah Giorgio.
Giorgio membersihkan diri dengan cepat, tak lama ia keluar dari kamar mandi dan segera mengenakan pakaian sekolah yang sudah Graceva siapkan.
Giorgio membuka laci samping ranjang lalu mengambil amplop coklat yang ia letakan di sana tadi malam, lalu menyerahkan amplop tersebut pada Graceva, "untuk kamu" Giorgio berucap sambil masih menggantungkan tangan nya di udara.
Graceva melirik amplop yang di pegang Giorgio, "apa ini kak? " Graceva menaikan kedua alisnya, "ambil" Giorgio menelungkupkan amplop yang tak kunjung di sambut Graceva ke tangan gadis itu, Graceva membuka amplop itu dengan rasa ragu, matanya membulat melihat isi amplop di genggaman nya, sebab ia melihat 10 lembar seratus ribuan, membuat ia makin bingung, "uang jajan mu hari ini" ucap Giorgio yang mengetahui kebingungan Graceva, "untuk apa? " Graceva kembali bertanya, "anggap saja saya menafkahi kamu" Giorgio berucap sambil mengambil kartu ATM berwarna hitam, lalu menyerahkan nya juga pada Graceva, Graceva menerima kartu ATM itu, meski ia bingung untuk apa semua ini, Graceva serta merta memeluk Giorgio, "terimakasih banyak kak" ucap Graceva mengusap punggung Giorgio dengan lembut.
"Tuhan berkati suamiku, berikanlah rezeki yang cukup untuk kami, berkatilah juga pernikahan kami" Graceva melavaskan doa untuk suaminya, tak sadar cairan bening luruh dari kedua pelupuk matanya.
keduanya keluar dari kamar lalu menuju meja makan.
"selamat pagi semua" ucap Graceva sembari menarik salah satu kursi dan mendudukinya, sementara itu, Giorgio memasang raut wajah datarnya sambil duduk di samping Graceva, "pagi" sahut semua orang di sana bersamaan.
"kak Fany mana? " tanya Gerraldine yang menyadari sedari tadi kakaknya itu tidak ada di meja makan, "sudah pergi ke kampus dari pagi tadi, ada kelas pagi katanya" jawab Guwen, Gerraldine mengangguk mengerti, tak lama ia melebarkan matanya setelah menyadari sesuatu, "terus aku di antar sekolah sama siapa? " tanya Gerraldine mengerucutkan bibir, Guwen melirik suaminya, "apa kamu bisa mengantarnya ke sekolah? " bisik Guwen pada suaminya, Gerrald melirik, lalu menggelengkan kepala, "kenapa? " tanya Guwen lagi, "aku mau jemput Ricard dan anak istrinya di bandara" balas Gerrald berbisik.
Ricard dan ank istrinya akan tinggal di negara tersebut, sebab istri dari salah satu asisten nya itu akan melanjutkan jenjang perkuliahan nya di negara itu, meskipun Ricard akan di jemput oleh personil triple G mafia, namun ia tetap ingin menjemput keluarga kecil asisten nya itu,,, ya begitulah Gerrald, ia sangat menyayangi dan menghormati semua rekan kerjanya, tanpa melihat status dan derajat, karena menurutnya semua manusia di dunia ini sama rata dan sama kedudukan nya.
Guwen menatap anak dan menantunya bergantian, "Gio apa bisa bunda minta tolong kamu mengantar Gerraldine sekolah? " tanya Guwen menatap Giorgio dengan tatapan memohon.
Giorgio berdahem menanggapinya.
...<<<<<... Bersambung... >>>>>...
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan Like, Komen, dan vote, ya!
lop yu se kebon toge β€