Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 23


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Kantor Gabriel Group.


Gerrald kembali ke ruang kerjanya setelah menyelesaikan rapat yang sempat tertunda sebelumnya.


Pria itu memandangi sebuah bingkai foto keluarga.


Jari telunjuknya menyentuh foto tersebut lalu mengelus tepat di foto putra satu satunya.


"Kamu sudah dewasa sayang, ayah harap kamu bisa melupakan mendiang Tasha, dan memulai mencoba membuka hati" Pria paruh baya itu menyunggingkan senyum nya, seraya jari jarinya masih terus mengusap lembut bingkai foto tersebut, tepat di wajah Giorgio.


Kediaman keluarga Gabriel.


14.00 siang


Sepasang anak manusia berbeda gender nampak tertidur saling membelakangi di ranjang king size mendominasi putih di kamar tersebut.


Flashback ON <<<


Graceva keluar dari dalam kamar mandi setelah membersihkan diri.


Sejenak ia melirik pada pria yang duduk di tepi ranjang dan fokus menonton TV, takut - takut pria itu melihat ke arahnya yang hanya mengenakan handuk membalut tubuh polosnya.


Setelah di rasa aman, ia berjalan cepat masuk ke ruang ganti.


Gadis itu menatap dua lemari besar di hadapannya, "aku kan tidak mempunyai pakaian satu pun di rumah ini" Gadis itu teringat jika dirinya tak memiliki pakaian apapun di rumah ini.


Dengan rasa ragu, gadis itu membuka lemari di hadapan nya, seketika matanya membelalak saat melihat deretan pakaian miliknya ada di dalam sana.


Kemudian gadis itu teringat ucapan paruh baya yang saat ini baru saja menjadi mertuanya, " Sayang semua pakaianmu sudah ada di dalam lemari kamar kalian".


Gadis itu menyunggingkan senyum nya kemudian, mengenakan pakaian rumahan yang biasa ia kenakan.

__ADS_1


Graceva keluar dari ruang ganti, kemudian melangkahkan kakinya menuju tepian tempat tidur, kemudian mendudukkan tubuhnya secara perlahan, kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.


Gadis itu memusatkan pandangan nya ke TV di hadapan nya, yang menyiarkan tayangan kartun.


"Hahaha, aku tak menyangka dia menyukai kartun" Gadis itu menggeleng tak percaya.


Sementara itu, pria yang tengah asik menonton tv, mulai merebahkan tubuhnya, sesaat kemudian pria itu tertidur, tak jauh berbeda dengan Giorgio, Graceva pun tak lama tertidur dalam posisi menghadap meja rias yang terletak di samping kanan ranjang.


Flashback OF >>>


Gadis itu menggeliat, menggerakkan tubuhnya lalu membuka matanya perlahan, pria yang tertidur bersamanya pun, mulai membuka matanya.


Pria itu menoleh pada jam digital yang ada di atas nakas.


"Selamat siang kak" Suara Graceva terdengar.


Pria itu menoleh ke arah suara, "siang" Jawabnya singkat, seraya beranjak berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, lalu kemudian masuk ke ruang ganti, dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih rapih.


"Saya mau ke Edelweis Hotel" Giorgio berucap seraya menggunakan jaket dan mengambil kunci mobil dari dalam laci nakas samping tempat tidur.


Graceva berdiri, kemudian mengikuti sang suami keluar kamar.


"Mau kemana? " Tanya Geofany, saat keduanya melewati ruang keluarga.


"Hotel" Sahut Giorgio, masih terus melangkahkan kakinya menuju garasi bawah tanah.


Sedangkan Graceva menoleh ke arah Geofany lalu melemparkan senyumannya seraya menunduk.


Geofany tersenyum manis.


"Fan, tadi siapa? " Anita bertanya sambil menyenggol lengan Geofany seraya mengerutkan kening.


Anita yang bosan di kampus, sebab sahabatnya itu berkuliah online, akhirnya ia putuskan main ke rumah sahabatnya tersebut, lalu mengikuti perkuliahan online juga.

__ADS_1


"Istrinya Giorgio".


"Ha? ".


Anita jelas terkejut atas penuturan sahabatnya itu ia tak menyangka, bagaimana bisa Giorgio yang usianya jauh di bawahnya sudah menikah, sedangkan dirinya, jangankan menikah, pacar saja tak punya.


" Istri, mereka nikah? " Tanyanya lagi makin mengerutkan kening.


Geofany menjelaskan semuanya pada Anita, Anita menganga mendengarnya.


Kembali pada Giorgio dan Graceva....


Keduanya berjalan menuju pada sebuah mobil sport berwarna putih.


"Hati hati kak" Graceva tersenyum pada Giorgio.


Giorgio masuk ke dalam mobil, kemudian melajukan mobilnya, sedangkan Graceva kembali memasuki rumah.


Giorgio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia memarkirkan mobilnya di landasan parkir, lalu masuk ke dalam hotel, kemudian naik ke lantai ruang kerjanya, lantas memasukinya.


Beberapa jam berlalu.....


"Gio" Dion berucap.


"Gas lah kita nobar balapan" Ajak Ecxel.


Keduanya sengaja menghampiri saudaranya itu setelah pulang sekolah.


"Jam berapa? " Giorgio berucap masih fokus menatap laptop di hadapan nya.


"Lo mau? " Tanya Ecxel bersemangat.


"Hmm" Giorgio berdahem.

__ADS_1


<<<<<... Bersambung... >>>>>


__ADS_2