Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 26


__ADS_3

...Hai, selamat datang dalam novel : "Takdir Cinta Graceva"...


...Karya : Grendys 08...


...Bab 26...


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Pandangan Giorgio dan Graceva bertemu, Graceva melemparkan senyum manis pada Giorgio, lalu ia kembali menunduk.


"Gue boleh gabung? " Rangga datang entah dari mana langsung duduk di kursi kosong samping Graceva, "iya" Sahut Andini.


Giorgio memandang Graceva dan Rangga bergantian dan menatap datar, Ecxel menyadari perubahan mimik wajah Giorgio, "kayanya bakal ada Danur kedua di sekolah ini" Bisik Ecxel di telinga Dion, Dion melirik Giorgio kemudian menepuk bahu Giorgio, "ada masalah? " Dion berucap sambil menahan tawa, padahal dalam hati dia mencibir saudaranya itu, "tidak" Jawab Giorgio masih dengan menatap datar ke arah Graceva dan Rangga.


Rangga terus saja mengajak Graceva berbicara, sementara itu, Graceva menggigit bibir bawahnya dengan gusar, ia sudah beberapa kali melirik Giorgio yang menatapnya dengan tatapan datar, sepertinya Rangga seperti tak mengerti kegusaran Graceva.


"Nanti pulang gue anter ya" Rangga menawarkan diri untuk mengantar gadis di sebelahnya itu pulang, ia menawarkan diri sebab ia tak melihat motor Graceva di parkiran, Giorgio yang sudah selesai dengan makannya, ia ingin berdiri namun ia mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan Rangga.


Entah mengapa Giorgio memukul meja yang tadi ia gunakan untuk makan dengan sangat keras, membuat semua orang terperanjat kaget, tatapan Giorgio terus menatap Graceva dengan tatapan yang sulit di artikan, "show time" Bisik Ecxel di telinga Dion, sementara itu, Graceva menelan ludahnya kasar, "woy lo kenapa? " Teriak Rangga, "nyamuk" Giorgio berucap tak kalah meninggi.


Giorgio meninggalkan kantin dan di ikuti Dion dan Ecxel, "maaf ya hari ini aku di jemput papah" Tolak Graceva kemudian dengan cepat ia pergi dari sana, untuk menyusul suaminya, dan di ikuti Andini dan Nadiya, sementara itu Rangga mendengus kesal, "ahh sial" Umpatnya menjambak rambutnya ke atas.


Graceva mengejar langkah panjang Giorgio dengan sedikit berlari, "tunggu kak" Graceva menarik lengan Giorgio dengan keras agar pria itu menghentikan langkahnya, sementara itu Dion dan Ecxel menghentikan langkah Andini dan Nadiya membuat kedua gadis itu kesal.

__ADS_1


"Biarkan mereka berdua bicara" Dion berucap tegas tak ingin di bantah, membuat dua gadis itu bingung, "emangnya apa yang mau mereka omongin sih? " Ucap Andini kesal, "biar Graceva yang menjelaskan ke kalian, kalau waktunya tiba" Dion berucap lagi.


Graceva menghambur memeluk Giorgio, untung keadaan di sana cukup sepi, sebab jam istirahat sudah usai, di sana yang melihat hanya Dion, Ecxel dan kedua sahabat Graceva, sedangkan Andini dan Nadiya yang melihat hal itu, makin bingung.


"Aku bisa jelasin kak" Graceva merenggangkan pelukannya, Giorgio sedikit menunduk, "jelasin apa? " Giorgio berucap datar, "kalo kamu mau pulang bareng dia, pulanglah bersamanya" Giorgio berucap, seraya tangan nya melepaskan tangan Graceva yang masih menggenggam lengan nya, kemudian pergi, di susul oleh Dion dan Ecxel.


Graceva menyandarkan tubuhnya pada dinding di dekatnya, matanya menatap langit langit, Andini dan Nadiya berjalan mendekati Graceva kemudian mengelus bahu gadis itu, "sebenernya ada apa sih Grace? " Nadiya bertanya, "maaf girls gue gak bisa jelasin ke kalian" Jawab Graceva masih terus mendongakkan kepala menatap langit langit.


"Mas Giorgio di panggil ke ruang kepala sekolah mas" Lelaki berpakaian seragam satpam berucap saat berpapasan dengan nya, Giorgio segera pergi ke ruang kepala sekolah.


"Silahkan duduk Giorgio" Ucap lelaki yang tak lain sang kepala sekolah mempersilahkan dirinya duduk di hadapan lelaki yang menjabat kepala sekolah itu.


Tak lama pintu ruangan itu kembali terbuka dari luar, "masuk, silahkan duduk" Kepala sekolah itu berucap sambil menunjuk kursi kosong samping Giorgio.


Giorgio melirik ke orang yang baru saja duduk di kursi sampingnya, matanya memicing saat melihat siapa yang duduk di sampingnya, yang tak lain adalah Graceva, kemudian kembali menatap kepala sekolah di hadapan nya dengan tatapan tajam.


"Kalian kemarin menikah? " Kepala sekolah itu bertanya, membuat tubuh Graceva menegang, "ya" Jawab Giorgio datar, kepala sekolah itu tersenyum penuh arti, kemudian menjelaskan jika pihak sekolah telah mengetahui prihal pernikahan keduanya.


"Kami pihak sekolah memberikan toleransi pada kalian, karena orang tua kalian menjamin kalian" Ucap kepala sekolah itu, "kalau bisa kamu jangan hamil dulu ya" Ucap kepala sekolah itu melirik Graceva yang tengah menunduk karena perasaan takut dan malu menjadi satu.


Sedangkan Giorgio sudah tersulut emosi, Giorgio berdiri, kemudian memukul meja kepala sekolah itu dengan keras, membuat kepala sekolah di hadapan nya sangar terkejut, "bukan urusan anda" Teriak Giorgio tepat di depan wajah sang kepala sekolah, kemudian tangan nya menarik Graceva pergi dari sana.


Keduanya masuk ke dalam mobil, dengan cepat Ecxel melajukan mobil.

__ADS_1


"Itu Grace pulang bareng kak Giorgio? " Nadiya bertanya bingung, Andini dan Nadiya mengikuti Graceva sedari tadi, saat gadis itu di minta satpam untuk ke ruang kepala sekolah, "entahlah" Andini menggelengkan kepala.


Giorgio menoleh ke arah Graceva yang tertunduk, entah apa yang di pikirkan gadis itu.


"Hey lihat saya" Giorgio berucap, membuat pemikiran Graceva buyar, gadis itu menaikan pandangan nya dan menoleh pada Giorgio yang juga tengah menatapnya dengan lekat.


"Kamu pilih melayani saya? , atau saya jajan di luar? " Ucap Giorgio ambigu, membuat Graceva mengerutkan kening, "maksud kakak? " Tanya Graceva bingung.


"Lupakan" Giorgio berdecak, Graceva mengangguk, "Grand Edelweis Hotel" Ucap Giorgio menepuk kursi kemudi yang di duduki Ecxel.


Tak lama mobil itu berhenti di depan lobi hotel, Giorgio dan Graceva turun kemudian masuk ke dalam gedung itu.


Semua karyawan hotel tersebut menatap heran namun juga kagum dengan dua orang beda gender itu masih berpakaian sekolah, "siang mas Giorgio" Ucap resepsionis itu tersenyum lembut, resepsionis itu melirik Graceva mengejek, Graceva memutar bola matanya malas.


"Siang" Giorgio berucap dingin, kemudian berjalan masuk ke dalam lift dan di ikuti Graceva.


Mereka masuk ke ruangan Giorgio yang sebenarnya adalah ruangan Gerrald, Graceva mengedarkan pandangan nya, menatap takjub ruangan besar tersebut, "kalo kamu mau tidur, bisa tidur di sana" Ucap Giorgio sambil menunjuk sebuah pintu di sudut ruangan, setelah melihat anggukan dari Graceva, Giorgio berjalan lalu duduk di kursi kerjanya.


Sementara itu Graceva mendudukkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari meja kerja Giorgio, tak bosan bosan nya ia melemparkan senyum manis pada Giorgio.


Kediaman Wilson...


Gracia duduk di sofa, dengan ponsel di genggaman nya, seketika ia menepuk keningnya saat teringat ia ingin menghubungi putrinya, "o ya ampun aku lupa mau menelfon Grace" Gracia mengsekrol layar ponselnya lalu menghubungi putri kesayangan nya itu.

__ADS_1


"Halo mah" Terdengar sahutan dari seberang, keduanya pun, berbincang hingga tertawa tawa.


...<<<<<... Bersambung... >>>>>...


__ADS_2