Takdir Cinta Graceva

Takdir Cinta Graceva
Bab 42


__ADS_3

Setelah semua orang berkumpul di taman belakang rumah, dan duduk lesehan di rumput sintetis yang terbentang luas, dengan 1 (Satu) tumpeng berukuran cukup besar di tengah taman dan daging yang sudah siap di bakar dan di nikmati, syukuran kecil kecilan itu dimulai dengan doa bersama, lalu di lanjutkan dengan makan - makan, tak lupa semua para pelayan yang ada di rumah itu pun turut merayakan syukuran atas kelulusan Giorgio dan yang lainnya.


Mereka menikmati acara tersebut dengan rasa bahagia, mereka menikmati itu semua dengan di selingi perbincangan hangat, bahkan Guwen nampak berbincang bincang akrab dengan para pelayan tanpa ada rasa batasan di antara majikan dan bawahan, hal itu yang membuat Guwen sangat di segani oleh semua para pelayan.


Graceva mengamati Giorgio yang duduk di sampingnya, Giorgio nampak sangat menyukai daging yang sudah di bakar oleh Geofany dan di siapkan ke atas piring Giorgio, Geofany yang memang tahu jika Giorgio sangat menyukai olahan daging sapi yang di bakar dengan bumbu balado, ia semangat menyiapkan daging bakar untuk Giorgio.


Graceva beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Geofany, ia penasaran bagaimana cara membuat daging bakar yang sangat di sukai oleh Giorgio, dengan senang hati Geofany mengajarkan adik iparnya untuk mengolesi bumbu balado ke satu potong daging yang sudah siap di bakar, dan mengajarkan Graceva untuk membakar daging tersebut dan mempersiapkannya untuk Giorgio, setelah daging bakar hasil karyanya, Graceva segera memberikan sepiring satu potong daging yang tadi hasil karyanya, tentu saja tanpa pikir panjang Giorgio langsung memakannya hingga tandas dan bersendawa cukup keras, membuat semua orang yang semula asik dengan perbincangan mereka masing - masing, berhenti seketika, dan memusatkan pandangannya ke arah Giorgio.


Giorgio yang mendapati semua orang tengah menatapnya, ia cuek - cuek saja, bahkan ia malah mengambil piring dan meletakan satu potong tumpeng ke atas piringnya lalu memakannya, semua orang yang melihat Giorgio nampak cuek membuat semua orang tertawa dengan keras, bahkan semua para pekerja di rumah itu pun ikut tertawa, Geofany yang gemas dengan tingkah Giorgio ia langsung meninggalkan aktivitasnya lalu mencium pipi Giorgio, hingga meninggalkan noda lipstik.

__ADS_1


Graceva yang melihat Geofany mencium pipi Giorgio, dan membuat pipi Giorgio memerah karna noda lipstik Geofany, bukannya cemburu, ia malah tertawa renyah, Geofany yang menyadari jika sekarang adiknya sudah memiliki istri dan secara tidak langsung semua yang ada dalam diri Giorgio sudah menjadi milik istrinya, hanya menyengir pada Graceva.


"Maaf Grace"


Geofany berucap seraya menyengir dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Tegakan Kepalamu"


Giorgio berucap tegas saat melihat Graceva menunduk, dan masih di dengarkan oleh yang lainnya, membuat Graceva yang mendengar ucapan Giorgio, segera menegakan kepalanya.

__ADS_1


"Ma maf" balas Graceva sedikit takut, sebab setelah menikah, baru kali ini ia mendengar Giorgio berucap sangat tegas, sebab biasanya pria itu hanya berucap seadanya dan berbicara dengan nada ketus dan dingin.


"Untuk? " balas Giorgio sembari menaikan satu alisnya.


Graceva menggerakkan bola matanya kesana kesini, mencari jawaban atas pertanyaan dari Giorgio, sementara semua orang yang menyaksikan itu hanya diam, dan mulai merasa menegang.


"Tidak ada yang perlu di maafkan, dan tidak ada yang perlu meminta maaf" balas Giorgio dengan tegas.


Graceva yang mendengar ucapan Giorgio langsung menganggukkan kepalanya cepat, ia menghembuskan nafas lega, sebab ia tadi berpikir Giorgio akan memarahinya, semua orang yang melihat itu semua, dapat bernafas lega sebab mereka berpikir jika Giorgio akan memarahi Graceva dan akan membuat Graceva menangis, jika hal itu terjadi tentu saja, Ayah Gerrald dan Papah Wilson tidak akan tinggal diam.

__ADS_1


__ADS_2