TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 21. TAMPARAN


__ADS_3

...Jika salah, perbaiki. Jika gagal, ubah lagi. Jika kamu menyerah, semua akan pergi. ...


...☘️...


Malam semakin larut, membayangkan bagaimana kesedihan yang di rasakan Dirga, cukup membuat Khadijah merasa tidak tega, jujur saja jika di perbolehkan untuk memilih Khadijah menginginkan untuk tidak mengetahui perasaan Dirga.


Khadijah telah bersuami, bahkan Dirga kini juga telah menjadi adik ipar nya, mengapa harus mengungkit sesuatu yang pada akhirnya tidak akan pernah bisa di perjuangkan 'Batin Khadijah'.


"Empat tahun Dijah !."


"Empat tahun aku menjaga rasa ini !"


Terdengar pelan namun penuh penekanan, Bagaimana Dirga berbicara dengan lirih, namun jelas masuk ke telinga Khadijah.


Khadijah sadar mungkin Dirga mengatakan ini karena dia sendiri sudah tidak tahan untuk selalu memendam, terlebih nyatanya sudah selama itu dia menyimpan rasa cinta dalam dada.


Melihat bagaimana penyesalan begitu besar menguasai hati Dirga, jujur saja Khadijah merasa iba, namun Khadijah tidak lantas harus menanggapi perasaan Dirga.


"Maaf Mas" Lirih Khadijah


Mendengar ungkapan hati Dirga, Khadijah hanya bisa terdiam dengan rasa tidak percaya. Entah harus tersanjung atau kah harus kecewa, jujur saja Khadijah sungguh tidak ingin memikirkan nya.


"Kamu tahu ?"


"Ka Aksa, tidak akan pernah mencintaimu Dijah. Aku yakin sampai kapan pun dia tidak akan pernah mencintaimu"


"Aku berharap kamu mempertimbangkan hal itu"


Entah keberanian dari mana, namun Dirga seolah telah kehilangan akal sehatnya, sehingga berusaha meyakinkan Khadijah jika hanya dia yang mencintai wanita di hadapan nya.


Khadijah sendiri tidak habis pikir kenapa Dirga begitu berani mengatakan itu, padahal jelas Aksara merupakan Kaka kandung nya.


"Maaf mas Dirga. Tapi sepertinya kita tidak perlu lagi membahas masalah ini"


"Kenapa ?"


Khadijah terdiam mendengar sanggahan dari Dirga. jujur saja apa yang di katakan Dirga bisa jadi benar, bisa jadi juga salah, sementara Khadijah sadar jika hanya Allah sang Maha membolak balik kan hati manusia.


Mungkin memang saat ini Aksara tidak mencintai Khadijah, karena mula pernikahan mereka hanya lah karena keterpaksaan saja.


Meski tidak pernah di harapkan oleh Aksara, namun Khadijah tidak pernah menganggap pernikahan ini hanya permainan semata.

__ADS_1


Meski siri dan hanya sederhana saja, namun Khadijah yakin dan sangat meyakini, jika ikrar ijab qobul yang di ucapkan Aksara, telah menggema di laukhilmahfudz, tidak hanya Allah, Abah dan Umi yang menjadi saksi, tapi juga para malaikat pun turut mengamini.


"Hentikan mas !"


Lirih Khadijah dengan penuh permohonan, terlebih mendengar Dirga yang semakin meninggikan suaranya. Khadijah berusaha untuk mereda emosi dalam diri Dirga, Khadijah hanya tidak ingin masalah ini menjadi lebih panjang dan akan semakin berbuntut panjang nanti nya.


"Kenapa ?"


"Kamu takut ?"


Dirga masih terus menuntut jawaban atas penolakan Khadijah, meski Dirga tahu Khadijah tidak memiliki jawaban dalam hati nya. Karena Dirga jelas yakin orang seperti apa Khadijah.


"Kamu takut dengan Ka Aksa !"


"Bahkan Dia saja tidak menganggap mu sebagai istrinya ?"


"Lalu untuk apa kamu bertahan Dijah"


Plakk !!!.


Sebuah tamparan melayang begitu saja di pipi Dirga.


Namun untuk saat ini Khadijah hanya berusaha meneguhkan hatinya pada satu nama yang telah menghalalkan dirinya 'Aksara' , itu lah orang yang akan selalu Khadijah perjuangkan dalam hatinya, meski saat ini Aksara tidak mencintai nya.


"Sungguh aku tidak bermaksud menampar Mu"


"Dijah hanya ingin menyadarkan Mas Dirga dari kekeliruan ini"


"Dan lagi, Dijah hanya berusaha mengusir iblis yang telah menguasai hati mu, sehingga kamu berubah menjadi orang yang seperti ini"


Setelah mengatakan semua isi hati nya, Khadijah lantas pergi meninggalkan Dirga yang masih berdiri dengan rasa tidak percaya nya.


Jujur saja, Dirga mungkin tidak menyangka jika Khadijah akan melakukan ini pada dirinya.


Namun dengan satu tamparan keras Khadijah, Dirga sadar jika memang dia telah salah dalam mengambil tindakan nya.


Namun meski begitu hati tidak bisa berbohong, jika Dirga masih sangat mencintai Khadijah.


Dengan langkah cepat Khadijah masuk kedalam kamar nya, niatan sebelumnya ingin menunggu Aksara, namun saat ini dia urungkan saja, lebih baik dia mengurung dirinya, dari pada akan ada fitnah yang timbul antara dirinya dan adik ipar nya. 'pikir Khadijah'.


Tanpa disadari oleh keduanya, Aksara telah berdiri di balik pintu, mendengarkan setiap perbincangan antara istri dan adik kandungnya.

__ADS_1


Jujur saja Aksara tidak begitu tertarik dengan pelik nya kisah asmara adik nya, hanya saja Aksara cukup kagum dengan sikap teguh Khadijah.


***


Waktu menunjukan pukul 02.30.


Sudah merupakan kebiasaan, Khadijah akan melaksanakan sunah yang begitu di anjurkan.


Sudah sejak beberapa menit yang lalu Khadijah bergelut dengan mukenah dan sajadah panjang nya. Meluapkan keluh kesah yang jujur saja begitu menyesakkan dada.


Jujur saja meski baru dua hari, Khadijah sudah sangat merindukan Umi dan Abah nya. Selain pada almarhum kedua orang tua nya, Khadijah tidak lupa menitipkan doa untuk Abah dan Umi Amina.


Dalam larutnya suasana malam, sayup-sayup Khadijah mendengar suara yang samar namun jelas di telinga Khadijah.


'Maling ?' Pikir Khadijah.


Jujur Khadijah ingin mengabaikan nya, namun suasana tenang nya malam, membuat suara tersebut terasa jelas terdengar di telinga nya.


Hingga pada akhirnya Khadijah memberanikan diri untuk melihat keadaan di luar kamar nya. Tidak lupa Khadijah mengenakan Cadar nya, dan bergegas mengambil fas bunga di meja, hanya satu tujuan nya, untuk berjaga-jaga saja.


Dengan langkah pelan Khadijah keluar dari kamar. Mengedarkan pandangan ke seluruh ruang, dan langkah kaki nya menuntun Khadijah mencari sumber suara yang agaknya berasal dari dapur rumah besar Bu Gita.


Deg.


Sedikit terkejut namun Khadijah lega karena sosok di hadapannya merupakan Aksara.


"Mas ?"


Pyarr !!!


Terkejut dengan kedatangan Khadijah, hingga gelas di tangan Aksara jatuh dan pecah begitu saja.


"Astaghfirullah!"


Reflek Khadijah mendekat dan langsung memunguti kaca di bawah kaki suami nya. Sementara Aksara yang masih terkejut seketika terdiam dalam lamunan nya.


"Auch"


Hingga Aksara mendengar pekikan suara dari Khadijah yang saat ini tengah terluka.


***

__ADS_1


__ADS_2