TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 76. SALAH PAHAM


__ADS_3

Masih terlihat terang, namun ibukota sudah menunjukan pukul 16.55. Dion dan Asilla baru saja selesai dengan tugas mereka.


Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu kurang dari setengah jam, justru harus berakhir hampir satu jam. Bukan tanpa alasan, hal ini terjadi karena Asilla dan Dion kerap berdebat dan banyak bicara daripada bekerja, Omelan Asilla selalu membuat Dion merasa jengah mendengar nya.


"Coba tadi sama pak Aksa, pasti udah selesai" Gerutu Asilla.


Lagi-lagi Asilla melemparkan kekesalannya pada sosok lelaki tampan Asisten pribadi Aksara.


"Jangan terlalu naif, Lagi pula, belum tentu juga Pak Aksa mau pada mu"


"Sadar diri dan sadar posisi itu perlu Asilla!!"


Ucap Dion dengan menahan tawa nya, jujur saja dia tidak begitu minat menanggapi ocehan Asilla, hanya saja telinganya terus berdenging mendengar ocehan sekertaris bos besarnya.


Mendengar ucapan Dion, tentu saja Asilla merasa kesal, namun ada benarnya juga ucapan nya, sebab selama ini Asilla merasa dia terus saja berusaha, sementara Aksara tidak pernah sedikitpun tergoda pada dirinya.


Keduanya telah bersiap untuk meninggalkan ruang rapat, sampai pada saat Dion menatap tajam Asilla.


"Apa lihat-lihat !!" ketus Asilla


Masih dengan tatapan tajamnya Dion mendekat ada Asilla. Tentu saja hal itu membuat Asilla bergidik ngeri melihat tatapan laki-laki di hadapan nya.


"Awass ya kamu, jangan main-main, Aku bisa lapor pak Aksa !!"


Asilla berjalan mundur, seiring dengan langkah kaki Dion yang semakin mendekat pada dirinya. Tatapan Dion tentu juga tak kalah membuat Asilla merasa takut dan tidak nyaman.


Hingga tanpa aba-aba, Dion meraih kerah baju kemeja Asilla dan menarik Asilla semakin mendekat pada dirinya. Sontak hal itu membuat nyali Asilla menciut, hingga dia hanya dapat menutup rapat kedua mata nya begitu saja.


"Apa saat di bangku Sekolah Dasar kau tidak di ajari mengancingkan baju dengan benar !!"


Dua bola mata Asilla membulat sempurna, menyadari Dion telah mengancingkan satu kancing kemeja nya, yang awalnya jujur dia sengaja membuka dua kancing di bagian atas, sebab niatnya untuk menggoda Aksara.


"Belajarlah menggunakan baju dengan benar !!"


Dion berkata dengan sedikit mendorong bahu Asilla untuk memberi jarak dengan dirinya, dan setelah itu, Dion pun bergegas berlalu meninggalkan Asilla yang masih terdiam memaku.

__ADS_1


'What !!' gumam Asilla dalam hati nya.


"Dasar Bodoh !!"


Asilla begitu malu pada dirinya sendiri, betapa dia sangat percaya diri Dion akan melakukan sesuatu yang tidak senonoh pada dirinya, namun nyatanya justru dia dibuat telak dengan perlakuan Dion sebelum nya.


"Aaaaa...." Asilla berteriak dengan rasa malu nya.


***


Dari kejauhan terlihat sesuatu yang cukup familiar bagi Dion. Bergegas dia mempercepat langkahnya untuk menemui sosok di ujung koridor.


"Selamat Sore Bu"


"Tumben Bu Khadijah datang ?"


Mendapatkan sapaan dari Asisten pribadi suami nya tentu saja Khadijah merasa bahagia, sebab sebelumnya saat di lobby banyak orang menatapnya dengan tatapan aneh.


"Sore. Mas Aksa nya ada ?"


Tanya Khadijah tanpa basa basi. Karena tujuan nya datang ke sini memang hanya untuk menemui Aksara suami nya.


Khadijah mengulas senyum dibalik cadarnya, bahagia sebab yang dia cari masih berada di sana.


"Mari Bu saya antar" Tawar Dion


Khadijah kembali tersenyum


"Tidak usah,saya bisa sendiri, terima kasih ya" ucap Khadijah


"Assalamualaikum "


Khadijah lantas berlalu meninggalkan Dion setelah mendapatkan jawaban salam dari asisten pribadi suami nya.


Ini bukan kali pertama Khadijah datang ke ruang kerja suami nya, dan tentu saja dia sudah cukup familiar dengan posisi ruang kerja suami nya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, dengan sebuah paper bag berisi makanan di tangannya, Khadijah melangkahkan kaki menuju ruang kerja Aksara.


Ceklek.


Niat untuk memberi kejutan pada Aksara, dengan membawakan suaminya makanan kesukaan nya, Tanpa permisi dan salam sebelumnya Khadijah masuk begitu saja ke ruang kerja Aksara.


Belum sempat memberikan kejutan pada Aksara, justru saat ini Khadijah lah yang mendapatkan kejutan. Khadijah mendapati sang suami tengah bersama wanita lain, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah wanita tersebut duduk di atas pangkuan suaminya.


"Astaghfirullah!!"


Khadijah menjatuhkan begitu saja paper bag yang sebelumnya dia bawa, tidak percaya pemandangan di hadapannya sungguh sangat menyakitkan baginya. Khadijah pun tidak percaya jika Aksara tega melakukan hal itu bahkan dengan mantan kekasihnya.


Ingin rasanya tidak mempercayai penglihatannya, namun rasa-rasanya sulit, sebab pemandangan di hadapannya sungguh sangat nyata bagi Khadijah.


Sama hal nya dengan Aksara, yang tidak menyangka Melihat Khadijah berdiri di ambang pintu ruang kerja nya. Tanpa pikir panjang Aksara bangkit dari duduknya dan Marissa jatuh tersungkur begitu saja.


"Khadijah!!"


Aksara mengejar sang istri yang baru saja berlalu meninggalkan ruang kerja nya.


"Aksa !!"


Marissa berteriak, memohon pada Aksara untuk tidak meninggalkan nya, namun teriakan dan raungan Marissa nyatanya diabaikan begitu saja oleh Aksara.


Khadijah berlari, dengan menyeka Air mata yang terus saja membasahi pipi nya.


Tidak disangka di ujung sana Khadijah berpapasan dengan Dion dan Asilla yang sepertinya akan menemukan Aksara.


"Bu Khadijah baik-baik saja ?" Tanya Dion


Namun lagi-lagi pertanyaan nya diabaikan begitu saja oleh Khadijah, dan berlalu meninggalkan keduanya, hingga Khadijah menghilang dalam lift yang di tumpangi nya.


Dion dan Asilla masih tidak tahu ada masalah apa, dan Tidak berselang lama Aksara pun juga berlari menyusul Khadijah.


Keduanya hanya saling menatap, melihat keanehan antara Khadijah dan Aksara yang berlarian, entah karena sebab apa.

__ADS_1


Namun kebingungan keduanya sirna begitu saja, tatkala melihat Marissa muncul dari dalam ruang kerja Aksara. Keduanya saling pandang, dan menyadari jika sosok Marissa lah yang telah menjadi biang keladi.


***


__ADS_2