
...Jadilah seseorang yang tidak terlalu menampakan diri, namun selalu ada, memberi manfaat, tanpa harus menjadi yang paling terlihat ...
...☘️...
Setelah sebelumnya mengantar Marissa ke kamar nya, Khadijah lantas berencana untuk menuju kamar nya. Selain karena pekerjaan membereskan meja makan sebelumnya telah selesai, Khadijah juga merasa sedikit tidak nyaman dengan perutnya, itu Mengapa dia ingin sejenak merebahkan tubuhnya.
Deg.
Begitu masuk ke dalam kamarnya Khadijah cukup terkejut sebab Aksara nyatanya telah lebih dulu berada di sana.
Entah sejak kapan namun Khadijah begitu gugup tatkala mendapati sang suami tengah menatap dirinya, tidak lupa dengan senyum yang tentu sangat sulit untuk Khadijah artikan sebab nya.
"Ma. Mas Aksara butuh sesuatu ?" gugup Khadijah bertanya.
Jujur saja ketika hanya berdua saja, Khadijah merasa bingung ingin melakukan apa. Ingin berbicara pun rasanya juga serba salah sepertinya.
Tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Khadijah sebelum nya, Aksara justru berjalan semakin mendekatinya. Sontak hal itu membuat Khadijah semakin gugup rasanya.
"Aku tidak membutuhkan apapun, karena aku hanya membutuhkan dirimu !"
Bisikan bernada godaan dari Aksara tentu seketika membuat jantung Khadijah berdesir kencang rasanya. Bahkan Khadijah merasakan bulu kuduknya berdiri tanpa aba-aba, mendengar suara lembut Aksara yang mendayu di telinganya.
"Em. Em. Mas Aksa bukan nya harus ke kantor ?" tanya Khadijah dengan terbata.
Begitu gugup dan berdebar jantungnya hingga beberapa kali Khadijah harus mengurai kepanikan di hatinya. Mencari segala cara agar Aksara tidak semakin mendekat padanya.
Namun ucapan Khadijah sebelumnya tentu hanya dianggap angin lalu saja bagi Aksara, sebab saat ini Aksara justru semakin mendekatkan tubuhnya menautkan kedua tangannya di pinggang ramping Khadijah.
"Mas. Emmasss Aksa Mau apa ?!" bergetar suara Khadijah.
Senyum di wajah Aksara tentu semakin membuat Khadijah panik. Dan lagi tentu saat ini Aksara tidak main-main atau sedang mengerjainya saja.
Aksara terlihat serius dengan apa yang dia lakukan pada Khadijah, dan Khadijah pun merasakan nya.
"Kita perlu membiasakan diri untuk ini"
"Sepertinya kamu belum terbiasa"
__ADS_1
Benar-benar luruh seketika jantung Khadijah, mendengar bisikan lembut dari Aksara tepat di telinga nya.
"Tapi mas Aksa bukankah harus ke kantor ?"
"Dijah siapkan baju mas Aksa ya" Tawar Khadijah dengan berusaha melepaskan tangan Aksara.
Namun bukan mengiyakan, Aksara justru hanya menggelengkan kepala, Seolah dia memang benar-benar tidak ingin berpisah dari istri yang baru di sadari keberadaan nya ini.
Lagi-lagi Khadijah berusaha mencari pengalihan, bukan tidak ingin menuruti sang suami, hanya saja Khadijah takut jika semakin lama begini, akan semakin menantang Otong suami nya, tentu hal itu sangat tidak di harapkan oleh Khadijah sementara dia tengah berhalangan.
Sebab di dalam al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat al-Malikiyah dan as-Syafi'iyah serta al-Hanafiyah.
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ - ٢٢٢
Artinya:
“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campuri lah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (Al Baqarah ayat : 222 ).
Terdapat ilmu modern yang membuktikan bahwa ada faktor berbahaya jika berhubungan **** saat haid atau setelah darah kotor berhenti namun masih dalam masa menstruasi.
Salah satu bahaya yang bisa terjadi karena berhubungan intim ketika menstruasi bisa mengalami infeksi rahim. Saat menstruasi, mulut rahim terbuka sehingga bisa menyebabkan kuman atau bakteri masuk ke dalam rahim ketika penetrasi.
"Aku tidak akan meminta lebih. Percaya lah"
Mendengar ucapan Aksara, Khadijah pun seketika menautkan kedua alisnya, dia yang begitu awam soal hubungan pria dan wanita, tentu merasa gamang dengan ucapan Aksara.
"Lalu mas Aksa mau apa ?"
Khadijah serius bertanya, namun agak nya, pertanyaan nya justru di salah artikan oleh Aksara, yang menganggap jika Khadijah tengah menggoda dan menantang diri nya.
"Jadi kamu mau tahu apa yang aku mau ?"
Glug.
Susah payah Khadijah menelan ludahnya, sebab Aksara saat ini semakin mengikis jarak diantara mereka, dan membuat Khadijah terpojok dengan dada sang suami yang begitu dekat dengan diri nya.
"Bukan begitu mas Maksud nya"
__ADS_1
Khadijah begitu bingung memberikan penjelasan pada Aksara, niat untuk beristirahat malah menjadi malapetaka untuk dirinya. Bukan tidak suka, hanya saja Khadijah memang belum siap untuk melakukannya.
"Tenang saja, Aku hanya ingin membiasakan mu dekat dengan ku, karena aku tidak ingin saat kita benar-benar melakukannya kamu justru pingsan seperti saat itu."
Mendengar hal itu, sontak Khadijah pun mendorong dada Aksara dengan sekuat tenaga, jujur Dia sangat malu mengingat kejadian itu.
Ucapan bernada sindiran serta ejekan keluar begitu saja dari mulut Aksara, tidak ada tujuan lain, selain Aksara yang ingin menggoda diri nya.
"Mas !!!!"
Khadijah sedikit meninggikan suaranya, Rona merah di pipinya sudah tidak lagi dapat Khadijah tutupi, Jujur saja dia begitu malu hingga tanpa sadar menutupi wajah dengan Kedua tangan nya.
Melihat Khadijah dengan muka merahnya, tentu Aksara pun tidak tega, seketika Aksara mendekat pada Khadijah dan kembali memeluknya dari belakang, seraya menautkan kedua tangannya di pinggang, hingga melingkar sempurna di bagian perut ramping Khadijah.
Sensasi geli tentu saja membuat Khadijah seketika bergidik ngeri, sebab tangan Aksara terasa begitu dekat menyentuh kulitnya.
Khadijah berusaha berontak untuk melepaskan tangan Aksara, namun sekuat itu pula Aksara menahannya.
"Kenapa harus malu, Bukankah aku suamimu ??"
"Jangan menolak ku"
Mendengar hal itu, Khadijah pun hanya dapat tersipu malu, Sebab dia yang tidak terbiasa, tentu bingung menyikapi sang suami yang agaknya mulai agresif pada dirinya.
Saat ini Khadijah merasa jika Aksara benar-benar terang-terangan memperlihatkan ketertarikannya pada Khadijah.
Bahkan Khadijah merasa Aksara sudah tidak lagi seperti Aksara yang dulu Khadijah kenal, di mana dia yang selalu dingin dan Arogan padanya. Jauh dari kata tertarik apalagi tergila-gila padanya.
Mau tidak percaya Namun nyatanya laki-laki yang berada di belakangnya adalah Aksara 'suaminya', yang tengah memeluknya dengan begitu manja.
"Aku tidak menolak Mas Azka, hanya saja aku takut jika Mas Aksa menginginkan lebih dari apa yang bisa Khadijah dari saat ini"
"Memangnya apa yang bisa kamu beri padaku, saat ini ??!"
Deg.
Salah lagi. Khadijah merasa justru dirinya yang masuk pada perangkap yang dia buat sendiri. Aksara begitu cerdik dan lihai membolak balikan kalimat nya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Khadijah sebelumnya, Aksara pun bersemangat untuk meminta apa yang bisa Khadijah berikan pada dirinya, tentu hal itu membuat Aksara merasa begitu bahagia.
***