TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA


__ADS_3

...Tidak ada kalimat 'Semua Akan Indah Pada Waktunya' , Karena setiap hari pun semua terlihat indah jika kita pandai Mensyukuri nya....


...☘️...


Dalam keheningan suasana ruang, jujur saja semakin membuat Khadijah merasa gugup berhadapan dengan suami nya. Suami yang entah menganggap dirinya ada, atau kah justru sebalik nya.


"Kenapa kamu tidak kembali ke kantor saja tadi ?"


Ucapan Aksara yang tiba-tiba mencarikan ketegangan di hati Khadijah.


Mendengar ucapan suami nya, Khadijah pun menghentikan makan nya, menyimpan kembali sendok dan garpu diatas piring nya.


Meski gugup namun Khadijah berusaha menatap lawan bicara nya.


"Apa kah jika aku kembali, dan meminta bantuan. Mas Aksa tidak akan menganggap ku mencari kesempatan atau melihat seberapa banyak kuasa dan harta yang Mas Aksa punya ?"


Jujur saja, jika mengingat kembali betapa sebelumnya ucapan Aksara sangat menyakitkan bagi Khadijah. Ingin rasanya Khadijah membalas dan berkata kasar pada Aksara, yang dengan mudahnya bertanya hal itu pada Khadijah.


Sementara sebelumnya dia begitu tegas dan keras mengatakan asumsi buruk pada Khadijah.


Namun itu tidak lantas Khadijah lakukan, mengingat seorang istri dan wanita muslimah tidak di benarkan bersikap kasar terlebih terhadap suami, apapun alasan nya, seorang suami haruslah di patuhi.


Selama tindakan dan perkataan Aksara tidak menjurus pada sesuatu keburukan dan melanggar islam, maka yang sebelumnya di lakukan Aksara, Khadijah anggap sebagai ujian semata.


Setiap pasangan suami istri akan menghadapi ujian pernikahan dan Khadijah pun sadar akan hal itu. Hanya saja, jenis dan kadar ujiannya berbeda-beda pada setiap pasangan nya.


Karena pada dasarnya, setiap peristiwa yang terjadi pada kehidupan seseorang selalu mengandung hikmah atau pelajaran, termasuk ujian pernikahan.


Khadijah pun teringat sebuah hadis tentang kesabaran. Termasuk di dalamnya dalam menghadapi dilematika dan problematika dalam rumah tangga.


Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 153:


يٰٓاَيُّهَاالَّذِيْنَاٰمَنُوااسْتَعِيْنُوْابِالصَّبْرِوَالصَّلٰوةِۗاِنَّاللّٰهَمَعَالصّٰبِرِيْنَ


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).


Sementara Aksara hanya diam dan kembali menyelesaikan makan an nya, sempat terjeda karena merasa bersalah terhadap Khadijah, namun Aksara masih cukup gengsi untuk mengakui.


Setelah perbincangan singkat sebelumnya, Khadijah dan Aksara kembali menghabiskan makanan nya, tidak butuh waktu lama keduanya telah selesai dengan makan an di meja.

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul 16.55


Setelah menyelesaikan dan membayar semua tagihan, Aksara kembali membawa Khadijah menuju mobil nya.


Kali ini entah kemana tujuan Aksara, karena yang Khadijah lihat ini bukan merupakan jalanan menuju ke rumah nya.


Jelas di benak Khadijah Aksara semakin membawa nya ke daerah padat perkantoran dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi dan Mall Mall yang berjajar di kiri dan kanan.


"Mas kita Mau kemana ?"


Begitu penasaran, hingga pada akhirnya, Khadijah memberanikan diri untuk bertanya.


Namun agaknya Aksara begitu malas untuk menjawab nya, hingga Aksara hanya diam dan sekilas menatap pada Khadijah.


Namun tidak berselang lama dari pertanyaan Khadijah sebelumnya, Aksara membawa mobilnya masuk ke sebuah Mall.


Tidak perlu repot mencari tempat parkir, karena Valet parking sudah menyambut kedatangan Aksara dan Khadijah.


Keduanya lantas turun dari mobil dan masuk kedalam Mall.


Melihat betapa serius nya wajah Aksara, Khadijah hanya diam dan mengekor saja, jujur banyak pertanyaan di kepala nya, namun rasa-rasanya dia urung untuk bertanya, karena tanggapan Aksara akan tetap sama, Diam dan hanya menatapnya sekilas saja.


Hingga Aksara menghentikan langkahnya di sebuah toko dengan tas bermerek berjajar rapi di dalam sana.


Namun lagi-lagi Khadijah memilih untuk diam dan mengikuti sang suami.


"Apa kau suka ?"


Entah angin dari mana, yang jelas Khadijah begitu terkejut mendapati Aksara menyodorkan sebuah tas mahal pada nya.


Tidak langsung menjawab nya, Khadijah memilih untuk melihat dulu barang yang di sodorkan oleh Aksara, bukan tidak suka hanya saja Khadijah tahu jika pilihan Aksara itu sangat mahal harganya, mungkin saja sebanding dengan uang Semester Khadijah di kampus nya.


"Tidak Mas" Dengan cepat Khadijah menolaknya.


Mendengar Khadijah mengatakan itu, Aksara kembali meletakkan tas di tempatnya, dan kembali melihat-lihat koleksi lainya. Hingga kembali dia menyodorkan tas dengan bentuk dan corak yang berbeda namun sudah pasti sama mahalnya 'Pikir Khadijah'.


Hingga gelengan kepala menjadi jawaban Khadijah atas pertanyaan Aksara sebelumnya, dan sama seperti sebelumnya pula, Aksara kembali mencari koleksi lainnya.


Sampai di sini, Khadijah baru menyadari jika kata 'Tidak' yang sebelumnya dia katakan, dianggap Aksara jika Khadijah tidak menyukai pilihan nya, sehingga Aksara kembali memilih barang lainya. Sementara maksud Khadijah adalah menolak karena alasan harga yang selangit tentu nya.

__ADS_1


Jujur ingin sekali, Khadijah berbicara dan menjelaskan penolakan nya pada Aksara, namun Khadijah sungkan untuk mengatakan nya, terlebih dibelakang mereka ada dua orang yang ikut berkeliling, dengan tujuan melayani mereka tentu nya. Ingin rasanya Khadijah menjelaskan pada Aksara jika lebih baik tidak membeli barang disana.


"Bungkus ini !" titah Aksara pada dua pelayan di belakang nya.


Tidak lagi meminta pendapat dari Khadijah, Aksara langsung saja menentukan pilihannya.


Mendengar ucapan Aksara pada pelayan yang sedari tadi mengikuti mereka, jujur saja Khadijah sempat tidak percaya jika Aksara benar-benar membeli barang itu untuk dirinya. Sayang sekali, 'pikir Khadijah'.


Belum puas dengan satu barang di tangan nya, kini Aksara kembali menyodorkan sebuah Dompet berbahan kulit tentunya, corak dan warna yang jujur saja mirip kulit buaya sepertinya.


Aksara kembali memberikan barang tersebut pada dua pelayang yang sedari tadi setia mengikuti mereka.


"Baik Pak. Ada lagi lainya ?"


Terdengar sopan salah satu pelayan bertanya pada Aksara, namun hal itu tentu sudah biasa mereka lakukan, mengingat target penjualan yang juga harus terus berjalan.


Aksara pun mengibaskan tangannya, isyarat jika sudah tidak ada lagi barang yang ingin di cari atau di beli lagi.


Sehingga kedua pelayan sebelumnya, kembali dan bersiap membungkus pesanan Aksara.


"Mas"


"Em"


"Apa tidak sayang uangnya, itu terlalu mahal"


Sesal Khadijah, membayangkan Aksara akan mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk dua buah kulit buaya yang dianyam menjadi tas dan dompet saja, Sayang sekali rasanya 'Lagi-lagi batin khadijah meronta'


Namun bukan menanggapi ucapan Khadijah, Aksara hanya kembali diam dan sekilas menatap wajah Khadijah dengan cadar yang menutupi nya.


Semua tagihan telah Aksara selesaikan, kini tujuan mereka tinggal kembali pulang.


"Apa ada hal lain yang ingin kau beli ?"


Tidak disangka Aksara masih saja bertanya tentang keinginan Khadijah, sementara sejak pagi tadi Aksara terus menghujaninya dengan rupiah, dalam berbentuk barang belanjaan.


Haruskan Khadijah bahagia dan bergembira dengan sikap dan perhatian Aksara ?, 'Entah lah' , namun yang jelas Khadijah tidak begitu menyukai sikap Aksara yang terlalu mudah mengeluarkan rupiah.


"Tidak mas. Terima kasih"

__ADS_1


Jawab Singkat Khadijah.


***


__ADS_2