
...Kekuranganmu akan dianggap sempurna oleh hati yang benar-benar ditakdirkan untukmu...
...☘️...
Sinar surya di ibukota terlihat begitu cerah pagi ini, namun Tentu saja tidak secerah hati Aksara dan juga Khadijah, yang keduanya tentu merasa canggung di depan Bu Gita.
Sementara Bu Gita begitu menikmati suasana pagi ini, Aksara memang terlihat cuek dan dingin, tentu hal itu untuk menghilangkan rasa canggung nya, namun Khadijah justru terlihat salah tingkah, dan ini merupakan kombinasi yang sangat serasi menurutnya.
"Sebaiknya tidak usah ke kantor dulu Aksa"
"Kamu kan lagi sakit, harus banyak istirahat dulu" ujar Bu Gita.
Mendengar ucapan Bu Gita, Aksara pun menoleh sekilas, sebagai anak tentu Aksara tahu apa maksud dari ucapan sang mama.
Sejujurnya tentu hal ini menguntungkan untuk Aksara, namun entah mengapa, Aksara tidak sanggup berlama-lama bersama Khadijah, dia tidak akan bisa menahannya, mengingat untuk saat ini Aksara memang masih harus berpuasa.
Mengingat bagaimana kemolekan tubuh Khadijah tentu saja sudah membuat otak Aksara tersiksa, hanya dengan membayangkannya saja dia sudah begitu menginginkan nya, bagai mana jika selalu bersama, 'Bisa gawat' Pikir Aksara.
Aksara hanya laki-laki biasa, dan juga sangat minim agama, bisa bahaya jika terus bersama Khadijah. Dia tidak akan sanggup menahan hasrat nya, sebab sebelumnya dia hampir saja mendapatkan Khadijah.
"Aksa banyak kerjaan ma !"
Mendengar ucapan putra nya, Bu Gita pun lantas menautkan kedua alisnya, jujur saja ada gelagat dusta yang Bu Gita tangkap dari putra nya. Sementara Khadijah hanya diam dan fokus pada makanan di hadapan nya.
Setelah selesai menyiapkan makanan diatas meja, Ketiganya lantas bersiap untuk sarapan bersama. Suasana sarapan terasa berbeda tentu nya, sebab mereka hanya bertiga saja, tidak seperti saat di rumah, yang suasana ramai dengan banyak anggota keluarga serta pelayan rumah Bu Gita.
"Dijah ?"
"Iya ma?"
Menyadari panggilan dari ibu mertua nya, Khadijah pun menyimpan kembali alat makan diatas piring nya.
"Mama kok kepingin ya ketemu sama Abah dan Umi mu"
Uhuk...!!!
Ucapan sang mama tentu membuat Aksara tersedak seketika, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba ingin bertemu dengan orang tua Khadijah.
Tidak hanya Aksara, Khadijah pun juga cukup terkejut mendengar nya, namun dia bahagia, sebab ibu mertua nya justru ingin menemui Abah dan Umi Amina.
__ADS_1
Sempat ada obrolan saat Khadijah di rumah Abah dan Umi Amina, dimana keduanya ingin bertandang ke ibukota untuk bersilaturahmi pada orang tua Aksara. Namun niatan itu harus tertunda sebab diantara Khadijah dan Abah serta Umi Amina kembali berfikir, sebab pernikahan mereka hanya karena paksaan saja.
"Alhamdulillah Ma. Abah dan Umi pasti senang sekali" ucap Khadijah.
Bu Gita lantas tersenyum mendengar jawaban menantunya. Keinginan ini juga sebenarnya sudah cukup lama Bu Gita pikirkan, namun masih belum memiliki kesempatan, mungkin saat ini adalah waktu yang baik untuk saling bersilaturahmi.
"Tidak !! Tidak !! Tidak !!"
Khadijah dan Bu Gita seketika kaget mendengar ucapan Aksara, kalimat bernada penolakan yang Aksara lontarkan tentu menciptakan kebingungan.
"Kemarin kan Aksa sama Dijah baru dari sana ma"
Tegas Aksara menolak usulan sang mama. Bukan apa-apa hanya saja Aksara belum siap untuk kembali ke Jombang.
"Kenapa ?"
Bu Gita terlihat tidak suka dengan penolakan sang putra.
"Kamu kan Sibuk. Banyak kerjaan !!"
"Mama, Papa , sama Dijah aja udah cukup, kamu nggak ikut nggak papa !!" Sindir Bu Gita.
Tidak kalah ketus, Bu Gita pun juga kembali menimpali ucapan sang putra. Sementara Aksara hanya bisa terdiam tanpa kata, sebab membalas ucapan mama nya sama saja hasilnya, Sia-sia saja sebab Aksara akan tetap kalah oleh sang mama.
Mendengar perdebatan dua orang di hadapannya tentu saja Khadijah hanya bisa diam saja.
Mendengar ucapan sang Putra, sudut bibir Bu Gita pun terangkat ke atas, menyadari ada hal lain dari sang putra.
Dan benar saja, tentu ada maksud lain Aksara yang belum ingin menemui mertua nya, karena Aksara ingin kembali bertemu dengan Abah dan Umi Amina, saat Aksara benar-benar telah menjadi suami Khadijah sepenuh nya.
Setelah perdebatan sengit yang tidak mendapatkan solusi pada akhirnya, ketiga nya memilih kembali melanjutkan sarapan yang tertunda.
"Ma !" Panggil Aksara
"Em !" Jawab Bu Gita.
Bu Gita tampak menjawab sekena nya, sebab dia sendiri tengah sibuk dengan makanan dalam mulut nya.
"Mama emang nggak papa lama di sini?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan sang putra, kedua alis Bu Gita pun seketika saling bertautan.
"Kamu ngusir mama ?!"
"Bukan ma, Bukan gitu maksud Aksa, Aksa cuma khawatir sama papa. Takut papa nyari mama !!"
Tidak menyangka jika reaksi sang mama akan begitu terpancing dengan ucapan nya, hingga Aksara memilih untuk berkelit demi menghindari amukan sang mama.
"Mama kan tidak biasa keluar pagi-pagi begini, Gitu maksud Aksa "
Aksara pun lantas mendekat pada mama nya, memeluk sang mama dari belakang dan memberikan kecupan diatas puncak kepala.
Tentu saja tindakan Aksara mampu meluluhkan pertahanan wanita paruh baya di hadapan Khadijah. Dan benar saja, Bu Gita yang awalnya bersungut kesal kini justru tersenyum lebar.
Khadijah pun turut bahagia melihat interaksi antar ibu dan anak di hadapan nya, Aksara yang saat ini Khadijah lihat tentu bukan Aksara yang biasa Khadijah lihat sebelum nya.
Kepribadian lain yang baru saja Khadijah lihat dari suami nya, penyayang dan berhati lembut, itulah kesan Khadijah pada suami nya.
Sempat tidak percaya jika Aksara memiliki kepribadian selembut sutra, namun nyatanya laki-laki yang begitu lembut memperlakukan ibu nya itu adalah suami nya, 'Aksara'.
Entah mengapa sudut hati Khadijah menghangat melihat nya.
"Kamu ini !!. Bisa aja kalau ngerayu !!"
Bu Gita yang paham maksud dari putranya tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
"Ah. Ya udah deh.. Mama Pulang aja !!"
Meski bernada ketus, namun wajah Bu Gita tampak tersenyum bahagia. Menyadari sang putra ingin bersama istri nya.
Wanita yang sudah lama berstatus sah sebagai istri nya, namun baru saat ini Aksara menyadari nya.
Mendengar ucapan sang mama, Aksara pun sontak tertawa bahagia, dan keduanya pun kompak tertawa pada akhirnya. Sementara Khadijah hanya melongo saja.
"Dijah, kamu lanjutin ya sarapannya, makan yang banyak, Biar kuat !!"
Mendengar ucapan Bu Gita, untuk sesaat otak Khadijah membeku seketika. Bukan tidak paham apa maksudnya, hanya saja dia tentu tidak siap menghadapi Aksara, jika yang di maksut Bu Gita seperti pagi tadi, 'pikir khadijah'
"Tapi ma. Makanan nya kan belum habis, Kita sarapan aja dulu sama-sama ma" Pinta Khadijah.
__ADS_1
Namun ucapan Khadijah tentu dianggap angin lalu saja oleh ibu mertua nya, sebab saat ini Bu Gita telah bangkit dari duduk nya, dan bersiap mengambil tas nya. Itu berarti tidak lama lagi Bu Gita akan meninggalkan mereka berdua.
***