
...Sejujurnya Kisah Kita Akan Menjadi Nostalgia Pada Akhirnya...
...☘️☘️☘️...
Malam semakin larut, Marissa semakin menikmati alunan musik bersama teman-temannya. Mengabaikan sang papa yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya.
Setelah kehidupan nya berantakan, Marissa bukan semakin introspeksi diri, justru semakin menjadi. Bahkan sebelum akhirnya dia menemukan Aksara, Marissa sempat menjual diri untuk memenuhi gaya hidupnya.
Menjadi simpanan beberapa pria kaya dan menguras habis hartanya, sampai pada saat sang papa menyadarkan Marissa untuk kembali mengejar Aksara, karena beberapa laki-laki yang di pacari Marissa tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan Aksara, yang tentu tampan mapan dan kaya-raya tentu nya.
Tidak hanya kehidupan rumah tangga orang tuanya, namun juga bisnis dan segudang usaha yang dulunya di geluti oleh papa dan mama nya hancur begitu saja.
Marissa yang tidak terbiasa dan tidak bisa hidup susah pun memilih untuk menjual dirinya pada pria kaya meski diantara mereka tidak jarang telah berkeluarga. Tidak jauh dari sang papa yang juga nyatanya suka memacari wanita muda seusia anak nya. Itu pula lah yang salah satunya menjadi kan kehidupan rumah tangga serta bisnis orang tua Marissa hancur.
Aksara di nilai mampu menjadi harapan baru bagi orang tua Marissa, terutama sang papa. Yamg berniat memanfaatkan Putrinya untuk kembali menggaet Aksara, dengan begitu rencana nya untuk mengembangkan kerajaan bisnisnya bisa terwujud dengan bantuan Aksara.
Waktu menunjukan pukul 23.55. Sudah tengah malam dan Marissa masih enggan beranjak meninggalkan tempat haram disana.
Tidak jauh dari tempatnya Marissa duduk, seorang pria tengah memandangi dengan tatapan tajam dan seringai di wajah nya.
Nahas tidak ada satupun sahabat Marissa yang memperdulikan kondisinya, sehingga mereka memilih meninggalkan Marissa, meski tahu kondisi Marissa sedang tidak baik-baik saja.
Meski Marissa tergolong penikmat jenis minuman beralkohol, namun dalam jumlah banyak tetap saja membuat wanita tersebut tak berdaya.
Hingga dalam keadaan tidak sadar Marissa dengan mudah nya dibawa pergi oleh laki-laki yang sedari tadi mengamati nya.
Senyum seringai tidak pernah lepas dari bibir sosok laki-laki yang tengah memapah Marissa.
"Sayang, kamu mau bawa aku kemana ?"
Dalam keadaan tidak sadar Marissa hanya merasa Aksara lah yang berada di sampingnya. Bahkan meski begitu dekat, Marissa tidak dapat membedakan Aksara dengan laki-laki yang ada di sampingnya.
Senyum seringai jelas terlihat dari laki-laki yang saat ini membawa Marissa pergi entah kemana. Sementara Marissa yang merasa begitu bahagia dan menganggap nya adalah Aksara, dengan agresif menyandarkan tubuhnya pada lengan kekar pria di sampingnya.
Menggerayangi tubuh kekar sosok pria yang tengah mengemudikan mobilnya, mungkin sekilas memang tidak jauh berbeda postur tubuh Aksara dengan pria di samping Marissa. Hal itu pula lah yang semakin meyakinkan Marissa jika memang disampingnya adalah Aksara.
"Sayanggg... Aku sangat merindukanmu"
__ADS_1
Racau Marissa dengan mencium dada pria di sampingnya, meski tengah mengemudi namun seolah pria di samping Marissa tidak sedikitpun terganggu dengan aksi nya.
Cukup lama keduanya berkendara, hingga Laki-laki tersebut membawa Marissa pada sebuah penginapan di pinggiran kota. Cukup jauh dari tempat mereka sebelumnya.
Entah apa tujuan laki-laki tersebut membawa Marissa, yang jelas seringai di wajahnya tidak sedikitpun pudar, menyadari Marissa semakin menempel pada nya.
***
Kediaman Bu Gita.
Sayup sayup angin malam semakin membuat Aksara mengeratkan pelukan pada sang istri.
Dalam balutan gaun malam tipis yang membalut tubuh Khadijah, tentu membuat Aksara begitu bahagia. Mutiara yang tersimpan dibalik cadar dan gamis panjang yang di kenakan Khadijah, membuat Aksara begitu merasa beruntung telah bertemu dan menjadi pendamping wanita Solehah seperti Khadijah.
Malam ini terasa begitu istimewa, setelah beberapa kali kedua nya lalui dengan saling memberi kenikmatan ditengah dingin nya malam.
Dua anak manusia yang tengah menikmati indahnya malam, dengan saling memberikan kehangatan, membuat suasana semakin membahagiakan.
Beberapa kali Aksara memberikan kecupan diatas puncak kepala Khadijah, sebagai ucapan terima kasih sebab Khadijah selalu memberikan dan melayani keinginan Aksara meski berkali-kali.
Dengan sekali tekan tombol remote yang ada diatas meja samping tempat tidur. Hordeng di kamar Aksara pun terbuka dengan lebar nya, dari tempat keduanya merebahkan tubuh, jelas terlihat bintang bertaburan di angkasa.
"Mas Nggak capek ?"
Menyadari sang suami yang masih begitu bersemangat membuka mata nya, meski telah bertempur beberapa kali sebelumnya, seolah tenaga Aksara justru pulih setelah nya.
Gelengan kepala dan senyuman menjadi jawaban Aksara atas pertanyaan Khadijha.
"Bahkan jika kamu mau, aku masih sanggup melakukanya sayang" Bisik Aksara tepat di telinga Khadijah.
Kalimat nakal Aksara tentu membuat wajah Khadijha merona seketika, meski hanya berdua, dan Aksara adalah suaminya, namun tetap saja hal itu membuat Khadijah merasa malu.
Khadijah pun tidak menjawab, dan memilih menenggelamkan wajahnya dibawah ketiak Aksara.
"Sayang"
Cukup lama keduanya terdiam, setelah obrolan sebelumnya yang membuat Khadijah tersipu malu.
__ADS_1
"Em"
Khadijah pun mendongakkan wajahnya, menatap lekat pada Aksara yang agaknya ingin mengatakan sesuatu yang penting pada nya.
Benar dugaan Khadijah, sebab Aksara terlihat menghela nafas sebelum memulai berbicara pada Khadijah. Meski begitu penasaran, namun Khadijah memilih tetap diam dan menantikan sang suami berbicara.
"Sayang, Rencana ku besok kita akan ke Jombang"
Senyum bahagia terlihat merekah di wajah Khadijah, jujur saja Khadijah memang sudah begitu merindukan Abah dan Umi Amina, hanya saja Khadijah masih belum cukup berani meminta izin sang suami.
"Benar kah ?"
Aksara menganggukan kepala nya, dan tersenyum manis pada Khadijah.
"Kita akan berangkat besok sore"
"Tidak hanya kita saja, tapi juga papa dan mama akan bersama kita pergi ke sana" Ucap Aksara
Mendengar hal itu Khadijha semakin bahagia, bagaimana tidak hal ini sudah Khadijah nantikan sejak lama, pertemuan antara Abah dan Umi serta kedua mertua nya.
Ini akan menjadi kali pertama mereka saling bertemu dan bersilaturahmi, tentu Khadijah merasa begitu sangat bahagia.
"MashaAllah, benar mas ?"
Tidak begitu saja percaya, Khadijha memilih kembali menanyakan kebenaran ucapan Aksara. Dan benar saja Aksara mengangguk mantap pada Khadijah.
"Aku tidak mungkin membohongimu sayang"
"Dion sudah menyiapkan penerbangan kita ke Surabaya"
Mendengar hal itu, Khadijah pun semakin mengeratkan pelukan nya pada Aksara, malam ini menjadi malam yang paling membahagiakan bagi Khadijah tentunya.
"Em. Ohya, ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan"
Ada sedikit keraguan di wajah Aksara, dan hal itu tentu mengundang rasa penasaran Khadijah.
"Katakan saja mas"
__ADS_1
Khadijah bersikap biasa saja, meski tegang di wajah Aksara jelas terlihat di mata Khadijah.
***