TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.


__ADS_3

...Ini hanya tentang perjalanan, Jangan dipikirkan endingnya , Nikmati saja prosesnya....


...☘️...


Mendapati tatapan sang suami, jujur Khadijah pun takut dan merasa bersalah, telah menertawakan Aksara, yang sebenarnya hal itu terjadi juga atas kesalahannya, lalai karena tidak lebih dulu menyiapkan kebutuhan Aksara sebelum dia memintanya.


Khadijah sadar karena melayani sang suami merupakan kewajiban seorang istri. Diantaranya pakaian, makanan, minuman, dan juga termasuk kebutuhan biologi sang suami.


Istri yang shalihah ialah yang patuh pada suami. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an, suami adalah pintu surga bagi istri yang taat, asalkan tidak dalam hal kemaksiatan.


Namun, suami juga bisa menjadi pintu neraka bagi istri yang membangkang kepadanya. Wajib diketahui bahwa suami adalah sosok yang paling mulia bagi istri dalam rumah tangga, jadi harus dihargai.


Khadijah sadar, tak ada satu hal pun yang mampu menandingi kemuliaan suami di mata istri. Ketika perempuan tersebut telah dipinang, maka suami adalah yang utama.


وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا


(Wa may ya'mal minaṣ-ṣāliḥāti min żakarin au unṡā wa huwa mu`minun fa ulā`ika yadkhulụnal-jannata wa lā yuẓlamụna naqīrā)


Artinya: “Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.” (QS An-Nisa: 124).


"Maaf Mas, Khadijah tidak bermaksud--"


Belum sempat Khadijah menyelesaikan ucapannya, Aksara nyatanya telah berjalan mendekati nya, dan hal itu jujur saja membuat Khadijah gugup dan takut pada tatapan Aksara yang sulit untuk di artikan nya.


Aksara semakin mendekat , begitu juga dengan Khadijah yang reflek memundurkan badannya, hingga saat Khadijah sudah tidak lagi dapat melangkah ke belakang karena di belakang tubuhnya terdapat pintu.


"Mau ke mana ?!"


Deg.


Begitu dekat dengan Aksara, tentu saja hal itu membuat Khadijah merasakan jantungnya tidak baik-baik saja.


Suara Aksara yang begitu dekat di telinganya, seketika membuat desiran aneh di jantung nya.

__ADS_1


Ingin menghindar namun rasanya sia-sia saja. Sebab Aksara telah begitu dekat dengan tubuh nya.


"Kenapa tidak tertawa lagi ?. Aku ingin melihat wajah yang sebelumnya menertawakan ku?" Bisik Aksara


Khadijah pun terpaku mendengar ucapan sang suami, terdengar begitu menyudutkan bagi nya, pertanyaan bernada sindiran yang Aksara berikan, tentu membuat Khadijah semakin menyadari kesalahan nya.


Belum lagi tatapan mata serta senyum yang sulit untuk diartikan.


"Ma maaf Mas, aku tidak bermaksud untuk---"


Lagi-lagi belum sempat Khadijah menyelesaikan ucapan nya, Aksara lebih dulu meraih tangannya dan menggenggam erat pergelangan tangan Khadijah.


Tidak sampai di situ saja, Bahkan Aksara pun memberikan usapan lembut di punggung tangan Khadijah. Sontak Hal itu membuat Khadijah merasakan merinding seketika.


Aksara semakin mendekatinya, mengikis jarak diantara mereka, dan tentu saja hal itu membuat Khadijah semakin merasakan gugup saja.


Khadijah terperangah.


Entah apa yang akan dilakukan Aksara, Khadijah pun hanya bisa pasrah saja, hingga Khadijah tidak kuasa menatap wajah Aksara dan memilih untuk menundukkan wajahnya.


Saat ini bahkan Khadijah dapat merasakan hembusan nafas hangat Aksara yang menyentuh bagian kulit pipi nya.


Namun di saat jantungnya bertalu-talu tak menentu, Aksara justru meraih baju yang berada di tangan Khadijah. Baju milik Aksara yang belum sempat dia berikan sebelumnya.


Khadijah pun lantas bernafas dengan lega, karena nyatanya apa yang dia takutkan tidak di lakukan oleh Aksara. Hingga beberapa kali bahkan Khadijah menghela nafas dalam, dan mengurai kepanikan dalam diri nya.


Melihat ketakutan dan ketegangan di wajah Khadijah, sontak hal ini membuat Aksara justru tidak dapat menahan tawa nya.


Sementara Khadijah yang menyadari Aksara hanya menggodanya, jujur hal itu semakin membuat Khadijah masakan sangat malu.


Tanpa terasa wajah Khadijah pun menghangat, mungkin saja jika tidak tertutup oleh Cadar yang dia kenakan, Aksara dapat dengan jelas melihat betapa merahnya wajah Khadijah saat ini.


Jelas dalam pandangan Khadijah, Aksara begitu menikmati kekonyolan nya, Masih dengan gelak tawa di bibir Aksara , hingga punggung kekarnya menghilang dibalik pintu kamar mandi di hadapan Khadijah.

__ADS_1


Namun Khadijah cukup beruntung karena Aksara saat ini telah kembali ke kamar mandi. Sempat terpikir oleh Khadijah jika Aksara mungkin saja akan mengganti pakaiannya di kamar ini.


Namun ternyata pikirannya salah, Khadijah cukup lega karena dia tidak harus menutup matanya dari sesuatu yang mungkin saja belum sanggup untuk dia lihat.


Sementara Aksara masih berada di kamar mandi. Khadijah memilih untuk menenangkan pikiran dan hatinya, berusaha menguasai kembali dirinya yang sebelumnya hilang entah ke mana.


Rasa malu dan gugup begitu mendominasi dalam diri Khadijah, menyadari ternyata pesona Aksara tidak dapat diabaikan begitu saja.


Hingga tanpa sadar Khadijah merasa bahagia, hantunya berbunga, menyadari apa yang sebelumnya Aksara lakukan pada nya, dan kekonyolan Khadijah.


Senyum manis terlihat di balik cadar yang di kenakan Khadijah, hingga rona merah kembali terlihat di pipi nya.


Sosok laki-laki tampan dan kaya, yang memiliki sejuta pesona, nyatanya laki-laki tersebut merupakan suaminya. Ingin sekali Khadijah tidak mempercayainya, namun itulah kenyataan yang ada, Aksara dan dirinya merupakan sepasang suami dan istri, meski ikatan diantara mereka hanya karena alasan keterbatasan saja.


'Apa aku berdosa jika mencintaimu' batin Khadijah dalam hati nya.


Ini tidak bisa dibiarkan, 'pikir Khadijah'


Khadijah hanya wanita biasa, jika terus bersama Aksara bisa saja dia benar-benar mencintai nya, sementara Aksara sendiri menikahinya hanya karena alasan ingin mengikatnya, Khadijah pun sadar akan hal itu, bahkan Khadijah sadar jika dia tidak bisa berhadap lebih dari pernikahan yang dia bina bernama Aksara.


Khadijah yang tidak bisa mendeskripsikan kegundahan di hati nya, hanya bisa mendefinisikan jika memang dia mulai tertarik dan mungkin saja telah jatuh cinta pada suaminya.


Namun bagaimana dengan Aksara, apakah dia juga mencintai nya, Apakah perasaan Khadijah akan bertepuk sebelah tangan saja, Jujur saja Khadijah sungguh takut memikirkannya, jujur sebagai seorang wanita Dia sangat takut akan rasa kecewa.


Lelah bergelut dengan hati nya, Khadijah memilih untuk kembali membereskan koper dan beberapa baju sang suami untuk di masuk kan kedalam lemari.


Tidak banyak yang Aksara bawa, namun dari beberapa yang Khadijah lihat, ada baju Koko dan jubah yang Aksara masukan kedalam koper nya.


Entah mengapa sudut hati Khadijah menghangat hanya dengan melihat nya saja, menyadari Aksara memang telah mempersiapkan sebelum nya.


Hingga tanpa terasa Khadijah tersenyum melihat nya.


***

__ADS_1


__ADS_2