TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 26. KEPANIKAN


__ADS_3

...Jika kamu mencintai seseorang sebelum menikah, maka tidak ada yang halal bagimu selain Do'a....


...☘️...


Sepanjang langkah Khadijah, semua mata tampak tertuju pada dirinya, tatapan intimidasi, dan begitu menghakimi.


Entah apa yang salah, hanya saja Khadijah sadar jika memang seharusnya dia tidak datang ketempat ini, terlebih tanpa izin Aksara sebelum nya.


Tatapan tidak suka banyak Khadijah lihat dari pasang mata yang tengah menatap nya.


Semakin cepat Khadijah mengayunkan langkah kaki nya, jujur saja rasanya Khadijah ingin menghilang, dan tidak lagi menampakkan wajahnya di hadapan para bawahan Aksara yang seolah tengah menertawakan dirinya. Hingga tanpa terasa tubuh ringkih Khadijah membentur sesuatu.


Brugg!!


Beruntung Khadijah tidak mengalami cedera, sebab yang sebelumnya bertabrakan dengan nya adalah manusia bukan tembok atau kaca.


"Maaf !"


"Maaf saya tidak sengaja !"


Khadijah menundukkan wajahnya, menyadari kesalahan dan keteledoran nya, yang tidak hati-hati, sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman karena berbenturan dengan dirinya.


"Khadijah !!"


Panggilan yang begitu akrab di telinganya. 'Mas Dirga' Batin Khadijah.


Benar saja, saat mendongakkan wajah nya, dengan jelas Khadijah bisa melihat teduh wajah Dirga menyapa dirinya. Wajah yang selalu menampakkan kehangatan, meski Khadijah tidak benar-benar bisa merasakan.


"Astaghfirullah!"


Cepat-cepat Khadijah kembali menundukkan wajah nya. Segar di ingatan Khadijah, bagaimana malam tadi Dirga telah mengatakan perasaanya pada Khadijah.


Kejadian semalam tentu sedikit banyak membuat Khadijah harus menjaga jarak dengan laki-laki yang telah berstatus sah sebagai adik ipar nya. Tidak hanya untuk terhindar dari fitnah, juga untuk menjaga kehormatan dirinya dan harga diri suami nya.


Sekilas ada yang berbeda dari penampilan Dirga, Dirga yang Khadijah lihat saat ini, terlihat lebih dewasa dengan stelan jas yang melekat di badan nya, bukan Dirga yang biasa Khadijah lihat dengan kemeja polos dan balutan jas lab dokter di kampus nya.


Tidak ingin berlama-lama Khadijah memutuskan untuk segera berlalu saja.


"Maaf Mas Dirga, Dijah tidak sengaja "

__ADS_1


Khadijah berlalu begitu saja, setelah mengatakan permohonan maafnya, Khadijah tidak lagi ingin terlibat perbincangan yang nantinya akan semakin menyudutkan diri nya.


"Khadijah !!"


Hingga panggilan dari Dirga pun, Khadijah abaikan begitu saja, sebab Khadijah lebih memilih menjaga jarak dengan teman kuliah sekaligus adik ipar nya.


Selain karena alasan tidak ingin terlibat perbincangan dengan Dirga, juga karena Khadijah tidak ingin Dirga melihat air mata nya, yang justru nanti nya akan semakin menguatkan dugaan Dirga jika Aksara memang tidak benar-benar menginginkan Khadijah.


***


Ruang kerja Aksara.


"Masuk !!"


Ucap Aksara dari balik dinding kaca ruang kerjanya, setelah beberapa kali terdengar ketukan di sana.


Sudah kurang lebih satu setengah jam, Aksara kembali berkutat dengan pekerjaan nya, karena ada sedikit masalah dan perlu perbaikan ulang, sehingga membuat Aksara merasa murka bahkan pada Khadijah sebelum nya.


"Permisi Pak !"


Tajam mata Aksara menatap asisten pribadi nya. Dan hal itu tentu juga mengundang kebingungan dari Dion atas tatapan bos besar nya.


"Maaf, maksud bapak ?"


Tanya Dion dengan bodoh nya, karena jujur dia tidak tahu apa maksud ucapan Aksara.


Dua bola mata Aksara membulat sempurna, menyadari pertanyaan nya pada Dion justru bersambut dengan pertanyaan lain nya.


"Oh. Maaf Pak, Bu Khadiah menolak saya antarkan"


Melihat tatapan tajam Aksara, Dion baru paham kemana arah pembicaraan mereka.


"Tapi seharusnya Bu Khadijah sudah sampai rumah Pak"


Belum sempat Dion mengatakan tujuan nya, menemui Aksara. Aksara lebih dulu bangkit dari duduk nya, dan pergi entah kemana. Meninggalkan Dion dalam kebingungan nya.


Langkah jenjang nya cukup membantu Aksara dengan cepat mencapai tujuan nya, hingga tidak butuh waktu lama, Aksara telah berada di luar kantor nya. Menatap dan mencari keberadaan Khadijah, namun sial nya dimana-mana Aksara tidak mendapati keberadaan Khadijah.


Namun jika di pikir, tentu Khadijah sudah pulang, sudah sejak satu jam yang lalu, jika masih disini pun untuk apa, 'pikir Aksara'.

__ADS_1


'Apa dia pulang' dalam hati Aksara bertanya.


Tanpa pikir panjang Aksara segera menghubungkan panggilan dengan Orang di rumah nya. Karena sudah satu jam lebih sejak perdebatan dirinya dengan Khadijah, jika pulang seharusnya Khadijah telah sampai 'Batin Aksara'


Tut Tut Tut


Setelah panggilan telepon terhubung, Aksara mendapati Mbok Nah dari ujung telepon.


Namun wajah Aksara berubah seketika, tatkala mendengar ucapan dari sosok di balik panggilan nya, yang entah mengatakan apa.


Wajah Aksara pucat begitu saja, mengingat hanya butuh waktu 15 menit saja jarak kantor ke rumah nya, tapi ini kenapa sudah satu jam lebih lama nya Khadijah meninggalkan kantornya namun belum sampai di rumah 'Pikir Aksara'.


Segar di ingatan Aksara saat Mbok Nah sebelum nya, mengatakan jika Khadijah belum berada di rumah, sebab sebelumnya Dion menjemput dan membawa atas perintah Aksara.


'Kemana dia'


Kebingungan dan kepanikan seketika menghantui perasaanya, membayangkan Khadijah sendiri di kota yang baru beberapa hari ini dia singgahi, terlebih ini juga merupakan kali pertama Khadijah keluar dari rumah nya.


Entah perasaan dari mana, namun sekelebat wajah cantik Khadijah terbayang begitu saja di dalam otak Aksara, membayangkan banyak pria hidung belang berkeliaran diluar sana, tentu wajah cantik istrinya tidak akan di lewatkan begitu saja oleh banyak pria nakal di luar sana.


Dalam kebingungan yang Aksara rasakan, Tidak berselang lama Dion datang menghampiri nya.


"Siapkan Mobil" titah Aksara


Dion lantas mengangguk dan menyiapkan mobil yang sebelumnya dia parkir tidak jauh dari pintu lobby tempat mereka berdiri.


Namun ada yang berbeda dari sikap Aksara kali ini, dia menerobos Dion yang baru saja keluar dari bangku kemudi, dan langsung duduk di tempat duduk Dion sebelum nya.


"Kau urus semua nya, aku akan mencari dia !!"


Dion jelas tahu 'Dia' yang dimaksud Aksara. Dan senyum terkembang seketika melihat kepanikan di wajah Aksara, bukan bahagia melihat kepanikan bos nya, hanya saja Dion melihat perubahan sikap Aksara.


Anggukan kepala menjadi jawaban Dion atas ucapan Aksara sebelum nya. Tidak lupa Dion menunduk kan sedikit tubuhnya untuk memberi hormat Bos besar nya.


Mobil pun melaju dengan Aksara yang duduk di balik kemudi. Sudah sejak lama dan sangat lama mungkin, terakhir kali Aksara memegang stir kemudi, Namun skill dan kepiawaian Aksara dalam berkendara tidak bisa di anggap remeh begitu saja.


Mantan pembalap Sirkuit yang akhir bermigrasi menjadi seorang CEO mudah, awal mula karena terpaksa, hingga pada akhirnya Aksara terbiasa. Sebab Pak Lukman yang sudah tidak lagi bisa memimpin perusahaan, Perusahaan yang berada dalam ambang kebangkrutan saat itu. Hingga Aksara memilih terjun dan mengembalikan kejayaan perusahaan orang tua nya.


Padat nya jalanan ibu kota tidak menyurutkan niat Aksara untuk mencari keberadaan Khadijah. Kepanikan jelas terlihat di wajah tampan Aksara.

__ADS_1


***


__ADS_2