
...Jangan merasa paling berjasa, Karena sejatinya Kita hanya perantara. Bagi Orang lain tentu nya. ...
...☘️...
Panjang lebar Aksara memberikan penjelasan pada Khadijah, hingga pada akhirnya Khadijah paham dan memilih untuk mengalah.
Khadijah menyadari jika apa yang di lakukan Aksara hanya untuk membahagiakan diri nya, atau mungkin saja penebusan rasa bersalah Aksara pada Khadijah.
"Jadi malam ini kita akan menginap di sini ?"
Khadijah kembali mengulangi pertanyaan sebelumnya, dan dengan yakin Aksara menganggukkan kepala nya.
"Lalu Marissa??" Khadijah kembali bertanya.
Aksara hanya mengangkat sudut bibirnya, dan mengatakan 'Biarkan saja'.
Khadijah lantas berkeliling di dalam kamar, melihat begitu indah nya ruangan tersebut, seketika mata nya terbelalak melihat dua hiasan angsa dan kelopak mawar merah diatas kasur disana.
Sudut hati Khadijah menghangat begitu saja, menyadari manis nya sikap Aksara pada diri nya. Buah kesabaran Khadijah menjaga hati nya, nyatanya benar-benar dia mendapatkan yang begitu baik seperti Aksara.
Khadijah semakin melangkahkan kaki nya, di atas meja samping tempat tidur terdapat dua buah kotak hadiah yang cukup besar.
"Buka lah, itu untuk mu" ucap Aksara yang baru saja muncul di belakang Khadijah.
Mendengar hal itu Khadijah pun tersenyum, dan meraih salah satu kotak yang berwarna pink, menarik.salah satu ujung pita di atasnya, dan membuka tutup kotak tersebut, terlihat di dalam sana pakaian yang tentu tidak asing bagi Khadijah.
Sebelumnya beberapa kali Khadijah telah mengenakan nya, dan sepertinya kali ini sama, hanya terlihat warna dan motifnya saja yang sedikit berbeda.
"Mas Aksa mau aku pakai ini ?"
Dengan semangat Aksara menganggukkan kepalanya, berharap jika Khadijah akan mau menuruti keinginan nya.
Khadijah pun lantas tersenyum, melihat wajah sang suami yang terlihat begitu lucu, aksara seolah merupakan anak kecil yang berharap untuk diberikan sesuatu.
"Baiklah" dengan Rona merah di wajahnya, Khadijah pun menganggukkan kepala.
"Yes !!!" seketika Aksara mengepalkan tangan nya.
Sore tadi Aksara sempat keluar untuk menemui asistennya, dan ketika kembali dia cukup terkejut mendapati Khadijah tengah melaksanakan tiga rakaat kewajibannya. Otak Aksara berkeliling seketika, menyadari jika istrinya telah siap untuk diajaknya bercocok tanam bersama nya.
Karena sebab itu pula Aksara malam ini membawa Khadijah menginap di hotel, Sebab di apartemen tidak mungkin nyaman karena Marissa tentu juga tidak akan diam saja, 'pikir Aksara'.
Aksara sungguh tidak sabar menantikan Khadijah keluar dari pintu kamar mandi di hadapannya. Membayangkan Khadijah mengenakan pakaian pilihannya, membuat jantung Aksara bergetar dengan kencangnya.
Sungguh Aksara begitu tidak sabar untuk segera melihat Khadijah, tujuh Kali sudah Aksara mengitari kamar hotel, sebab seketika kepanikan menyeruak begitu saja dalam pikirannya. Membayangkan kemolekan tubuh Khadijah dengan balutan lingerie tentu membuat Adrenalin Aksara semakin terpacu saja.
Ceklek.
Cukup lama Penantian Aksara, hingga pintu di hadapannya perlahan terbuka, dari balik pintu yang dia tatap, sosok Khadijah muncul dengan begitu Anggun dan tentu cantik.
Sementara Khadijah yang baru saja membuka pintu, merasa jika suasana kamar terasa sunyi hanya temaram lampu terlihat menerangi.
'Apa Mas Aksa sudah tidur ya' Batin Khadijah
Menyadari cukup lama Khadijah berada di dalam kamar mandi sebelumnya. menyadari jika mungkin saja aksara telah lelap dalam hidupmu Hadijah pun memilih untuk suaminya. Namun belum sempat Khadijah mencapai tempat tidur, sosok dari belakang tubuhnya telah dengan erat memeluknya.
"Mas" Kaget Khadijah mendapati Aksara ternyata tidak tidur seperti bayangannya.
__ADS_1
"Em"
"Belum tidur" tanya Khadijah
Khadijah berusaha bersikap biasa saja, meski dalam hatinya begitu gemetar menahan rasa yang begitu menyesakan dada.
"Mana Bisa tidur Sayang , Bukanya malam ini malam pertama ku?" Bisik Aksara tepat di telinga Khadijah
Mendengar ucapan suami nya, Khadijah cukup merinding mendengarnya. Hingga tidak ada untaian kata yang bisa terucap di mulut nya.
Khadijah merasa wajahnya begitu panas, dan jika suasana kamar sedang terang, tentu saja Aksara akan dengan jelas melihat Rona merah di wajahnya.
Khadijah merasa, saat ini jantungnya tengah bertalu-talu tak menentu. Mungkinkah malam ini saatnya dia akan menyerahkan apa yang dia simpan selama ini pada Aksara , dan menyerahkan sepenuhnya hak Aksara atas dirinya, 'Semua tanpa terkecuali'
Diam Saja, mungkin merupakan pilihan yang paling tepat, dibandingkan harus berkata namun semakin mengundang debaran jantung nantinya.
Setelah tidak mendapatkan jawaban dari Khadijah, Aksara tampak menghela nafas kasar, semakin erat dia memeluk pinggang istri nya, menikmati setiap aroma wangi Khadijah yang masuk menusuk hidung.
"Kenapa kamu lama sekali Sayang" tanya Aksara
"Em. Emmaaf ma" bergetar suara Khadijah memberikan jawaban pada Aksara.
Suasana semakin dingin, terasa hembusan angin yang menyusup melalui celah jendela yang terbuka.
"Kamu sudah siap ?"
Pelan namun pasti Aksara menangkap anggukan kepala dari Khadijah, seolah tidak lagi ada penolakan dari istri nyan. Perlahan Aksara membalik tubuh Khadijah, menghadapkan sosok wanita yang kini sah berstatus sebagai istrinya agar Khadijah juga dapat menghadap dirinya.
Aksara menarik dagu runcing istrinya, dia ingin Khadijah menatap wajah nya, seperti saat ini Aksara juga sedang menatap Khadijah. Meski malu pada akhirnya Khadijah mau, menatap wajah tampan suaminya.
MashaAllah tampan , kesan pertama yang Khadijah berikan untuk sang suami, jika sebelumnya Aksara memeluk Khadijah dari belakang, maka kali ini berbeda Khadijah dapat dengan jelas melihat bagaimana wajah tampan suaminya.
Tanpa sadar Khadijah mendongakkan wajah nya, mengagumi ketampanan suami nya, hingga dia mulai mengusap lembut pipi dan alis Aksara, untuk sesaat Khadijah benar-benar kagum , terlebih bagian dada yang terasa kokoh, entah dorongan dari mana Khadijah ingin sekali untuk menyentuhnya, hingga beberapa kali Khadijah menusuk dada Aksara dengan telunjuk nya.
Hal ini merupakan yang pertama bagi Khadijah berada sedekat ini dengan seorang pria.
Dan saat ini Khadijah telah memantapkan hatinya untuk melayani sosok laki-laki yang sah sebagai Suami nya, teman hidup , teman berkeluh kesah, dan juga teman ranjang Nya.
"Apa kau menyukainya ?" bisik Aksara
Khadijah terperangah, tanpa sadar dia membulatkan kedua bola mata nya , mendengar pertanyaan sang suami, sungguh rona merah di wajahnya kini semakin terlihat, namun sejujurnya Khadijah memang sangat menyukainya, terlihat begitu kuat dan perkasa.
Aksara mendekatkan wajahnya pada Khadijah, mengusap lembut bibir ranum milik istrinya , tidak butuh waktu lama, Aksara melahap dan **********, dengan gerakan lembut namun menuntut, hingga Aksara merasa tubuh Khadijah menegang seketika.
Di saat yang bersamaan Aksara pun menghentikan aktivitasnya. Hal itu seketika membuat Khadijah terkejut dan menatap bingung Aksara.
"Ada apa mas ?"
Mendengar pertanyaan Khadijah , Aksara pun lantas tersenyum.
"Jika aku sudah memulainya, Aku tidak yakin bisa menghentikannya" bisik Aksara tepat di telinga Khadijah
Khadijah lantas tersenyum dan tersipu malu, hal ini merupakan yang pertama bagi dirinya, dan ucapan Aksara tentu seketika membuat Khadijah merasa gugup membayangkan nya.
Di tengah daru nafas Khadijah yang tidak menentu, membuat Aksara tidak sabar untuk kembali ******* bibir ranum wanita di hadapannya, kali ini terasa menuntut dan memaksa.
Bercumbu dengan banyak wanita di luar sana mungkin kerap Aksara lakukan, termasuk dengan mantan kekasihnya Marissa, namun soal hubungan di atas ranjang Ini juga baru pertama kalinya bagi Aksara.
__ADS_1
Sensasi aneh yang baru Aksara rasakan pertama kalinya, tidak hanya Aksara, namun tentu juga Khadijah merasakan yang sama. Sungguh tegangan tubuh Khadijah membuat Aksara tidak sabar untuk berlama-lama.
Aksara seolah menjadi raja, karena Khadijah berusaha selalu mengimbangi gerakan nya, Khadijah pun memberi hak penuh atas dirinya pada Aksara. Itu sebabnya mungkin yang menjadikan Aksara begitu bahagia.
Khadijah masih terlihat pasif , bingung mau melakukan apa, sampai pada saat Aksara menggigit kecil bibir bawahnya, Khadijah pun membuka mulut nya dan di sana dia dapat merasakan sentuhan nikmat dari laki-laki di hadapan nya.
Tangan yang semula di bagian belakang kini telah berpindah kebagian depan, satu tangan Aksara aktif menelusup kedalam lingerie yang di kenakan Khadijah.
Aksara pun melepaskan pagutan nya tatkala Khadijah mulai kehabisan udara, Tatapan keduanya seakan terkunci, Khadijah yang awalnya malu-malu, kini mulai menikmati setiap sentuhan dari sang suami.
Rasa lelah yang sebelumnya melanda, kini berubah menjadi candu penuh bahagia. Nyatanya Khadijah juga menginginkan lebih dari sekedar berciuman saja.
Entah dorongan dari mana ******* kecil lolos begitu saja , tatkala Aksara meremas miliknya, hal itu tentu membuat Aksara semakin bersemangat untuk melanjutkannya.
Aksara memang tidak ingin terburu-buru meski miliknya selalu ingin segera bertemu, dia ingin memberikan kesan pertama yang tidak pernah Khadijah dapat lupakan seumur hidupnya.
Aksara mengangkat tubuh Khadijah, dia baringkan tubuh ramping itu diatas singgasana, Aksara kembali memulai aksinya, mencari pengait bra yang di kenakan oleh Khadijah.
Aksara kembali mendongakkan wajah, Memastikan Khadijah telah siap memberikan hak nya, sebab malam ini akan menjadi malam panjang yang tidak pernah terlupakan bagi Aksara dan juga Khadijah.
Perlahan Aksara melepaskan pengait milik Khadijah , satu persatu dia longgarkan, sampai seluruhya terlepas. Sesuatu yang cukup besar dan menarik pandangan Aksara terekspos sempurna tepat di depan wajah nya.
Jiwa setan dalam tubuh Aksara keluar tanpa aba-aba hingga salah satu benda di hadapannya menjadi sasaran kebrutalan nya.
******* dan melahap tanpa ampun dan tanpa jeda tentu nya, membuat sang pemilik menggelinjang seketika, menahan segala rasa yang menyesakkan dada, namun sangat menyenangkan rasanya.
Tidak ingin melewatkan kedua nya, Aksara pun berganti pada sisi lainya, Tanpa aba-aba dan persetujuan dari Khadijah, Aksara kembali melahap nya, meremas sisi lainya, dan tidak memberikan kesempatan untuk mendiamkan hidangan yang begitu menggoda.
Hal itu tentu membuat Khadijah sangat terkejut, sebuah kenikmatan yang baru dia rasakan, hingga tanpa sadar Khadijah pun membusungkan dadanya, untuk membuat ruang yang lebih lebar bagi Aksara.
Sebab apa yang ada dalam dirinya adalah milik Aksara sepenuh nya, dan Khadijah sudah begitu yakin menyerahkan semua yang di miliki nya, termasuk aset berharga yang selalu dia jaga di bawah sana.
Sungguh nikmat dan sangat menggoda bagi Aksara, hingga berkali kali melahap habis, ******* dengan rakus benda kenyal di hadapannya.
Sampai pada saat penyatuan panjang yang terasa menegangkan. Aksara berhasil merobohkan pertahanan Khadijah.
Beberapa kali Aksara menanamkan miliknya, hingga tanpa terasa sesuatu yang hangat mengalir di bawah sana, Aksara menyadari jika itu merupakan sesuatu yang paling berharga dari Khadijah telah di miliki nya.
Aksara semakin yakin jika dinding pertahanan Khadijah telah dia lewati malam ini, karena Aksara mendapati Khadijah meringis menahan sakit. Terdengar rintihan dari bibir Khadijah, hingga membuat Aksara tidak tega untuk melanjutkan nya.
"Apa sesakit itu ?" Bisik Aksara
Meski belum bisa melepaskan yang di bawah sana, namun sejenak Aksara menghentikan Aktifitasnya.
Meski samar, namun Aksara dapat melihat anggukan kepala Khadijah di bawah kukungan nya. Sempat berniat mengakhiri nya, namun nyatanya Khadijah melarang dan meminta Aksara tetap melanjutkan nya.
"Mas Aksa bilang, jika telah memulai tidak akan bisa untuk berhenti bukan ?"
"Aku pun demikian, Jika sudah ku serahkan tidak akan aku hentikan"
Dengan yakin Khadijah mengatakan hal itu pada Aksara, dan mendengar penuturan dari Khadijah, Aksara pun semakin bersemangat untuk melanjutkan nya, Namun kali ini dia akan melakukan dengan begitu hati-hati tentu nya.
Gelapnya malam yang sunyi tanpa bintang gemintang, menyatukan dua anak manusia yang kini tengah dimabuk Asmara. Dibawah temaram lampu keduanya habiskan untuk saling memberikan kasih sayang.
***
Maaf kan Jika Kurnag Puas dengan Ceritanya, Tapi gini aja ngedit nya udah panas dingin 😅🤭🙏
__ADS_1