TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 51. TERKEJUT


__ADS_3

...Saat mengharapkan bahagia dari Manusia. Maka siapkan satu rumah untuk menyimpan Kecewa. ...


...☘️...


Aksara masih tetap terdiam dengan rasa tidak percaya, hingga sampai pada saat Marissa memeluknya dengan erat. Marissa seolah tengah mencurahkan kerinduan yang begitu mendalam.


"Aku merindukanmu Aksa"


Deg.


Mendengar ucapan itu, Bukankah seharusnya Aksara bahagia ?, namun mengapa ini justru sebalik nya. Aksara bahkan merasa risih berada sedekat ini dengan Marissa.


Sementara jika di ingat-ingat, Aksara paling menyukai pelukan dari mantan kekasihnya ini.


Tampak Dion yang juga baru saja muncul, begitu terkejut melihat interaksi antara Aksara dengan mantan kekasihnya, hingga Dion hanya bisa menatap dengan mengatupkan kedua bibirnya.


Jujur saja ini sangat tidak terduga, dan Aksara sendiri tidak menyangka akan kembali di pertemukan dengan Marissa, dengan statusnya yang telah berbeda.


"Apa kamu tidak merindukan ku ?" Ujar Marissa dengan manja


Menyadari pelukan yang Marissa berikan pada Aksara tidak bersambut sebaliknya, bahkan tangan Aksara masih berada di dalam saku celana nya.


Marissa pun sedikit kecewa dengan sikap Aksara pada dirinya. Namun Marissa sadar jika Aksara mungkin juga masih sangat marah pada dirinya. Sebab dulu Marisa meninggal kan Aksara begitu saja, tentu tidak mudah bagi Aksara untuk menerima Marissa kembali, namun bukan berarti tidak mungkin, Sebab Marissa telah bertekad untuk kembali meluluhkan hati Aksara.


"Untuk apa kamu kembali ?" Ucap Aksara dengan nada suara dinginnya.


Mendengar pertanyaan Aksara, Marissa pun seketika bergelayut manja di lengan kekar laki-laki yang telah berstatus sebagai mantan kekasihnya.


"Honey. Maafkan aku, aku bisa menjelaskan kejadian waktu itu"


Seolah tidak pernah merasa bersalah , Marissa pun mencoba kembali meyakinkan Aksara. Tekad yang sudah bulat, membuat Marissa menghilangkan rasa malunya, demi kembali mendapatkan Aksara.


Aksara hanya diam dengan sikap dan ucapan yang keluar dari mulut Marissa. Meski pernah begitu sangat mencintai, namun Aksara tentu tidak cukup bodoh untuk kembali ke lubang yang sama.


"Apa sugar Daddy mu sudah bangkrut ?"


Aksara berbicara dengan setengah menertawakan Marissa, sontak saja hal itu pun mengejutkan nya, dari mana Aksara mengetahui semua nya, 'pikir Marissa'

__ADS_1


"Honey Apa maksud kamu ?"


Tidak ingin kehilangan kesempatan begitu saja, Marisa pun lantas kembali memeluk Aksara dengan begitu eratnya. Marisa sekolah tidak ingin melepaskan Aksara, sebelum Aksara memaafkan dirinya.


"Jangan Kau pikir aku tidak tahu bagaimana kelakuanmu !!"


"Meski aku mencintaimu, namun aku sadar jika cintamu untukku hanyalah palsu"


"Dan aku beruntung saat itu kamu meninggalkanku !!"


"Aku mungkin memang pernah terluka !! namun setelahnya aku sadar, wanita sepertimu tidak layak mendapatkan cintaku !!"


Meski Aksara berbicara dengan berbisik, namun dia yakin jika Marissa dengan jelas mendengarnya, Aksara pun tidak berusaha melepaskan pelukan Marissa dari nya, namun Aksara menghantam mental wanita yang pernah begitu dia cinta dengan kata-kata yang begitu menohok di telinganya. Hingga Marissa lah yang melepaskan dirinya dari tubuh Aksara.


Sudut bibir Aksara pun terangkat, melihat bagaimana raut kepanikan di wajah mantan kekasih.


Namun tidak berselang lama, sorot mata Aksara kini menjadi tajam, dengan pandangan lurus ke depan, Aksara seolah kembali di kejutkan dengan sesuatu yang tidak terduga. Hingga untuk yang kedua kalinya Aksara menautkan kedua alisnya, menajamkan penglihatannya dan meyakinkan kebenaran sosok di hadapan nya.


'Khadijah'


Wanita bercadar, yang diyakini Aksara merupakan Khadijah istrinya, kini berjalan melangkah mendekatinya. Dan hal itu semakin menguatkan dugaan Aksara jika memang wanita tersebut betul-betul merupakan istrinya.


Dan benar saja Khadijah pun menghentikan langka nya tepat di depan Aksara dan Marissa. Aksara pun hanya terdiam, Sebab semua kejadian ini di luar dugaan nya.


Aksara tidak menyangka akan kembali ditemukan dengan Marissa, begitu juga dengan Khadijah, yang tiba-tiba datang ke bandara menghampirinya, sebab sebelumnya Khadijah terlihat kecewa pada Aksara saat dia meninggalkan kediaman Abah dan Umi Amina.


Sementara Dion yang hanya menjadi pengamat ketiga nya, hanya berharap jika tidak akan ada perang dunia antara Istri dan mantan kekasih bos besar nya.


Entah apa jadi nya jika mereka melakukan keributan di tempat tersebut, selain malu juga tentu reputasi Aksara akan terganggu karena nya.


"Sayang... Maaf ya, kamu nungguin lama ya ?"


Tidak kalah mesra, Khadijah pun kini juga bergelayut manja di tangan kiri aksara. Sebab di sebelah kanan ada Marissa.


Marissa begitu terkejut dengan kedatangan Khadijah, hingga tanpa sadar dia membulatkan kedua bola mata nya.


Namun nyatanya tidak hanya Marissa saja, sebab Aksara pun juga sama terkejutnya, setelah mendengar kata 'sayang', yang baru saja dia dengar, keluar dari mulut seorang Khadijah.

__ADS_1


Dan tidak hanya Aksara dan Marissa saja, nyatanya Dion juga sama terkejutnya, sebab perang dunia yang dia khawatirkan ternyata jauh dari dugaan nya, dan akhirnya Dion pun dapat bernafas lega, karena justru Khadijah bersikap manja pada Bos besar nya.


"Sayang. Ini siapa ?" tanya khadijah dengan mengatakan telunjuknya pada Marissa.


Detik itu juga kesadaran Aksara kembali sepenuh nya.


"Marissa !!. Sahabat dekat Aksara!!"


Belum sempat Aksara membuka mulutnya, Marisa ternyata lebih sigap untuk menjawab pertanyaan Khadijah.


Namun agaknya Aksara tidak begitu menyukai gelar 'sahabat' yang Marissa sematkan untuk dirinya.


"Hanya teman !. Teman lama !" Tukas Aksara


Khadijah pun lantas tersenyum di balik cadar yang dia kenakan. Jujur saja Khadijah kecewa, sebab apa yang dia lihat sebelumnya tentu sudah begitu menegaskan dan menjelaskan siapa sosok wanita di hadapan suami nya.


Khadijah hanya berusaha menguatkan diri, dan menyembunyikan sakit hati, sebab sebelumnya apa yang di lakukan Aksara dengan Marisa tentu terekam jelas dalam penglihatan nya.


"Oh. Kenalkan !. Saya Khadijah !!"


"Istri Mas Aksara!!"


Tegas Khadijah mengatakan siapa dia dan memiliki status apa di dalam kehidupan Aksara. Meski terluka dan kecewa pada Aksara, namun Khadijah perlu untuk melindungi rumah tangga nya.


Khadijah pun lantas menepis tangan Marissa yang masih setiap bertengger di lengan kanan suaminya.


"Haram !!" Ucap Khadijah dengan mengulas senyum pias di wajah nya.


Khadijah tetap berusaha bersikap biasa saja, meski dia tahu segala nya, sebab jika dia mengikuti ego dan kemarahan di hati nya, justru hal itu akan semakin membuka peluang dan kesempatan bagi para wanita-wanita di luar sana yang haus kasih sayang suami tetangga.


"Sayang. Kamu kok nggak pernah cerita punya teman se cantik Marissa?" Puji Khadijah, untuk mencairkan suasana canggung diantara mereka.


Mendengar pujian bernada sindiran dari Khadijah, Aksara pun hanya tersenyum saja, sebab dia menyadari jika saat ini mungkin saja kecemburuan menguasai hati sang istri.


Dan hal itu tidak mudah di sembunyikan oleh Khadijah, meski sekalipun dia menyembunyikan wajahnya di balik cadar yang dia kenakan.


***

__ADS_1


__ADS_2