TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 55. LINGERIE


__ADS_3

...Saudara ku. Arahmu jauh lebih penting dari laju kecepatan mu...


...☘️...


Setelah kepergian Dion, Aksara pun hanya dapat menghembuskan kembali nafas kasarnya, mengingat ucapan Dion tentu saja mengisyaratkan hal lainnya. Dan Aksara sendiri paham apa maksud nya.


"Siapa Mas tamu nya ?"


Suara Khadijah seketika mengagetkan Aksara. Khadijah pun lantas bertanya pada suami nya, tentang siapa yang baru saja datang menemui mereka di tengah malam buta seperti ini.


  sebab setelah mendengar bunyi bel, tidak ada seseorang yang masuk ke dalam apartemennya,


"Tidak. Hanya kurir saja" jawab Aksara sekena nya.


Setelah mengatakan itu Aksara pun lantas mengundurkan tangannya dengan sebuah paper bag yang sebelumnya dia lihat merupakan baju milik wanita,, dan tentu saja itu merupakan milik Khadijah.


Khadijah pun lantas menerima, dan melihat Apa isinya. Sepertinya memang sesuai dengan dugaannya di mana di dalam sana terdapat baju ganti untuk dirinya, Khadijah begitu bahagia karena Aksara begitu memperhatikan dirinya, hingga pada baju ganti pun Aksara telah mempersiapkannya, 'pikir Khadijah'.


"Terima kasih Mas"


Khadijah pun lantas kembali kedalam kamar nya, dengan membawa sebuah paper bag yang sebelumnya di berikan oleh Aksara.


Setelah melewatkan sepanjang sore di perjalanan, Khadijah merasa sekujur tubuhnya terasa kotor dan lengket, hingga tujuan pertama adalah membersihkan dirinya, dan mengganti pakaian dengan yang telah di siapkan oleh Aksara, 'Pikir Khadijah'.


Tidak butuh waktu lama Khadijah telah selesai dengan ritual mandi dan membersihkan diri nya. Terasa begitu segar dan nyaman tentu nya.


Menatap kaca besar di hadapan nya, dengan tubuh yang terbalut handuk milik Aksara, Khadijah pun tersipu melihatnya, entah mengapa Khadijah merasa wajahnya seketika memerah dengan sendiri nya.


Membayangkan jika Aksara melihatnya tentu senyum Khadijah akan sirna, sebab Aksara mungkin saja akan menertawakan dirinya.


Tidak ingin terus fokus pada pikiran kotor, yang selalu membuatnya membayangkan Aksara, Khadijah pun lantas meraih pabrik di hadapannya.


Yang paling benar adalah segera mengganti pakaiannya, 'pikir Khadijah'.


Khadijah lantas meraih baju yang ada di dalam sana, terasa lembut bahan yang di pilih Aksara, dan membayangkan dia memakainya tentu akan membuat Khadijah nyaman.

__ADS_1


Namun alangkah kaget nya, melihat baju yang baru saja dia rentangkan jauh dari dugaan nya. Baju yang baru saja dia sentuh dan Khadijah kucing pikir merupakan baju gamis atau sejenisnya, ternyata merupakan gaun malam.


'Lingerie'


"Tidak salah ini ? Mas Aksa ---"


Khadijah pun menggantungkan ucapannya, mengatupkan kedua bibirnya rapat-rapa, menyadari mungkin kah Aksara benar-benar memintanya untuk mengenakan pakaian tersebut.


Melihat bagian dada, dari baju malam yang di pegang nya, sangat terbuka, Khadijah merasa sungguh malu namun Khadijah hanya bisa tersipu, dengan merah jambu yang kini kembali menghiasi pipinya.


***


Sementara Khadijah tengah bergelut dengan pikirannya, membayangkan Bagaimana reaksi Aksara ketika dia melihat dirinya. Justru di bawah sana dua orang tengah tertawa bersama.


"Bagaimana, beres ??"


"Beres Bu, aman terkendali"


Tidak disangka dua paperbag yang sebelumnya Dion serahkan pada Aksara merupakan baju yang dipilihkan oleh Bu Gita.


Menyadari hal itu, Bu Gita pun menyusun sebuah rencana, tentu dengan Dion terlibat di dalamnya.


Bu Gita dan Dion pun kompak tertawa bersama. Keduanya pun sama-sama tengah membayangkan, bagaimana jika nanti Aksara melihat Khadijah dengan balutan baju yang serba kekurangan bahan, tentu sangat kontras dengan kebiasaan Khadijah setiap harinya.


Bu Gita yang sudah pernah melihat bagaimana Khadijah ketika hanya mengenakan handuk saja, sangat yakin jika sang putra pun akan langsung jatuh hati pada Khadijah.


"Apa rencana kita akan berhasil Bu ?"


Tanya Dion sedikit ragu, pasalnya sebelumnya dia melihat Aksara begitu kesal saat Dion datang ke apartemennya. Bukan apa-apa, hanya saja Dion khawatir jika apa yang sudah mereka bayangkan tidak terjadi sebagaimana mestinya.


"Entahlah, kita doakan saja semoga semuanya berhasil"


Sejujurnya Bu Gita sendiri juga tidak begitu yakin dengan rencananya, namun tidak ada salahnya dia mencoba segala cara untuk menyatukan Khadijah dengan Aksara.


Untuk Khadijah sendiri mungkin tidak akan sulit untuk menaklukkan hatinya, namun lain hal nya dengan Aksara, Bu Gita tidak yakin akan mudah, Sebab Dia sendiri tahu bagaimana karakter dan watak putranya sulung nya.

__ADS_1


"Bagaimana apa Ibu saya antar pulang sekarang ?"


Cukup lama keduanya berbincang, hingga Dion pun memberikan tawaran untuk mengantar orang tua Aksara kembali ke rumahnya. Dan Bu kita pun menyetujui usulan Dion sebelumnya dan akan kembali melanjutkan rencana esok hari. Berharap semua yang telah mereka rencanakan akan sesuai alur nya. 'Pikir Bu Gita'.


***


Khadijah merasa dilema antara akan mengenakan pakaian yang sebelumnya diberikan oleh Aksara, atau dia tetap mengenakan gamis lamanya.


Namun jika tidak mengenakannya sama saja Khadijah menolak pemberian Aksara, atau bisa jadi Aksara akan menganggap Jika Khadijah tidak menghargainya, memikirkan hal itu saja membuat Khadijah merasa pusing rasanya.


Setelah cukup lama bergelut dengan pikirannya, Khadijah pun memutuskan untuk mengenakan pakaian yang ada di tangannya. Pakaian yang sedari tadi terus saja dia pandangi.


Namun meski mengenakan lingerie, Khadijah cukup beruntung sebab malam ini dirinya tidak akan tidur bersama Aksara.


'Tidak buruk' gumam Khadijah


Melihat lingerie tipis yang membalut tubuh nya, Khadijah pun lantas mengulas senyum kecil di bibir nya. Meski merasa malu sebab dirinya yang tidak pernah mengenakan pakaian-pakaian seperti itu, namun setidaknya ini cukup membantu.


Khadijah yang telah selesai mengenakan baju barunya, kini kembali membereskan gamis lama yang dia kenakan sebelum nya, untuk gantung dan esok akan dia kenakan kembali, 'Pikir Khadijah'.


Khadijah telah selesai dengan semua pekerjaannya, dan entah mengapa perutnya tiba-tiba saja keroncongan, namun segar di ingatan nya, jika sejak siang tadi memang Khadijah belum sempat mengisi perutnya. Meski begitu lapar namun, Lelah tubuhnya membuat Khadijah ingin segera merebahkan tubuhnya.


Tidak masalah jika dia melewatkan makan siang dan malam, sekali saja, 'pikir Khadijah'.


Khadijah pun lantas keluar dan bersiap untuk mengistirahatkan tubuh lelah nya.


Ceklek.


Dua bola mata Khadijah membulat sempurna tatkala menyadari sosok Aksara, berdiri tepat di ambang pintu kamar mandi nya. Sontak Hal itu membuat Khadijah refleks menutup bagian dadanya.


Cepat-cepat Khadijah kembali mencari outer dari lingerie yang sebelumnya menjadi satu di dalam paper bag.


Tidak jauh berbeda dengan Khadijah yang begitu terkejut melihat Aksara, Aksara pun sama, bahkan saat ini dia mematung melihat Khadijah dengan tampilan yang sangat jauh berbeda dari biasanya.


***

__ADS_1


__ADS_2