TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 64. ISI HATI AKSARA


__ADS_3

...Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang dari Pandainya dia berkata-kata, Tetapi juga perlu di nilai buah Pikiran, serta tingkah laku nya....


...☘️...


Aksara begitu pandai memanfaatkan situasi dan kondisi, ketidak berdayakan Khadijah justru di manfaatkan Aksara untuk terus menggoda nya. Dan Khadijah hanya bisa pasrah saja dengan keadaan yang tidak berpihak pada diri nya.


Aksara semakin mendekatkan tubuhnya , hingga tanpa di sadari saat ini Khadijah telah kembali menghadap tubuh kekar Aksara.


"Maafkan aku"


Khadijah yang sebelumnya menutup mata, sebab Aksara semakin mendekatkan wajahnya pada Khadijah, kini justru terbelalak sempurna, mendengar dua kata dari Aksara.


"Maksud mas Aksa ?"


Jujur saja khadijah belum memahami apa maksud dari ucapan Suami nya, rasanya aneh saja, tiba-tiba Aksara mengatakan maaf pada diri nya.


"Maafkan aku karena telah menempatkan mu dalam situasi sulit"


"Aku pun masih tidak menyangka, jika pada akhirnya aku benar-benar jatuh cinta"


"Aku pikir pernikahan kita akan berakhir dengan perceraian saja"


Panjang lebar Aksara mengungkapkan isi hati nya, dan Khadijah pun begitu terharu mendengar ucapan suami nya, sebab secara tidak langsung Aksara pun mengungkapkan perasaan cinta nya pada Khadijah.


Khadijah terdiam dengan semua kata-kata manis Aksara, setelah sekian lama, dan setelah banyaknya keraguan di hati nya, nyatanya Aksara benar-benar menautkan hatinya pada Khadijah.


Aksara membawa tubuh ramping Khadijah ke atas tempat tidur di sana, sementara Khadijah hanya pasrah saja. Karena Khadijah tahu jika Aksara tidak akan melakukan lebih pada dirinya.


Benar saja, Aksara hanya memeluk Khadijah saja, diatas tempat tidur itu, Aksara mencurahkan segala isi hati nya, Aksara menempatkan Khadijah, dalam pelukannya, membelai lembut kepala Khadijah yang masih tertutup dengan hijab besar nya.


Aksara memang tidak meminta Khadijah untuk melepas nya, karena ini jauh lebih baik untuk diri nya.


"Mungkin tidak banyak yang kamu ketahui, Tapi aku menyesal dulu pernah melakukan nya"


Untuk yang kedua kalinya Khadijah mendengar suara serak dari suami nya, namun benar Khadijah memang tidak tahu apa-apa.


"Maksudnya bagaimana mas, Kenapa mas Aksa harus menyesal ?"


Hangat pelukan Aksara membuat Khadijah merasa tenang berada di sana, hingga Khadijah merasa sudah benar-benar dekat dengan Aksara, baik jiwa maupun raga.


Mendengar pertanyaan Khadijah, seketika terdengar tarikan nafas dalam dari Aksara , begitu jelas Khadijah merasakannya, sebab saat ini kepalanya tepat berada di atas dada Aksara.

__ADS_1


Tidak hanya satu kali, bahkan berkali-kali Khadijah mendengar helaan nafas dalam dari Aksara. Namun meski begitu Khadijah tidak lantas kembali bertanya. Khadijah memilih menunggu jawaban dari Aksara.


"Mas Aksa bisa bercerita, mungkin saja setelah bercerita Mas bisa menjadi lebih lega" ujar Khadijah.


Setelah mengatakan itu, terasa semakin erat Aksara memeluk Khadijah.


"Aku menyesal dulu telah memecat Pak Hakim, tanpa mencari tahu terlebih dahulu sumber masalah nya"


"Belakangan aku tahu, jika korupsi besar-besaran di perusahaan ku, Hanyalah ulah Kakak mu dan beberapa rekan kerja dia, yang juga sudah aku pecat sebelum nya"


"Pak Hakim nyatanya tidak terlibat sama sekali di sana"


Terdengar sesal dari nada suara Aksara, sementara Khadijah masih setia mendengar penuturan dari suami nya, terlebih saat ini yang dia bicarakan merupakan Bapak nya.


"Aku memecat Orang tua mu, tanpa memberikan sepeserpun pesangon, meski sudah begitu lama Pak Hakim berkerja di perusahaan"


"Aku juga lah orang yang telah mencabut beasiswa pendidikan mu, dan membuat orang tua mu kalang kabut saat itu"


"Aku tahu kecelakaan yang menimpa kedua orang tua mu, karena sebab beliau bingung mencari biaya kuliah untuk mu"


"Dan bodohnya aku, saat itu aku justru bahagia"


Aksara menggantungkan ucapanya, sebab Khadijah menutup mulutnya dengan tangan yang dia letakkan diatas bibir Aksara.


"Semua sudah menjadi masa lalu Mas"


"Kecelakaan Bapak dan ibu tentu sudah menjadi takdir dari sang Maha Kuasa"


"Mungkin dengan cara itu pula, Allah hadirkan mas Aksa untuk Khadijah"


Meski terpaut usia cukup jauh, nyatanya Khadijah bisa menyikapi permasalahan Aksara dengan bijaksana, tidak ada sedikitpun kemarahan di wajahnya, tidak pula Khadijah menyimpan dendam untuk suami nya.


"Mungkin dulu kamu memang bukan tipe ku, Namun sejak Abah menawarkan untuk menikahi mu, Sejak saat itu pula aku sangat yakin Pada diri mu"


"Aku tidak tahu kenapa, bahkan sampai sekarang aku juga masih mencari jawaban atas keyakinan ku pada diri mu"


Lagi-lagi Khadijah begitu bahagia, dengan penuturan Aksara yang begitu membuat nya berbunga-bunga. Nyatanya Aksara benar-benar memiliki kepribadian ganda. Aksara yang saat ini berada di hadapannya tentu sangat jauh berbeda dengan Aksara yang dulu Khadijah kenal tentu nya.


"Jawabanya hanya satu Mas"


Mendengar ucapan Khadijah, Aksara pun menundukkan wajah nya, menatap lekat Khadijah yang saat ini juga tengah menatap dirinya.

__ADS_1


"Karena Allah telah mentakdirkan Khadijah menjadi Jodoh Mas Aksa"


"Tidak akan pernah ada yang bisa menukar nya, Sebab Khadijah hanya untuk Mas Aksa"


Meski malu-malu, namun Khadijah begitu lembut memberikan tanggapan atas pernyataan Aksara sebelum nya, dan Aksara pun tersenyum seketika, menyadari jika memang keajaiban itu nyata. Dan Khadijah merupakan bentuk salah satunya, keajaiban dalam hidup Aksara.


Dengan lembut pula Aksara membalik tubuhnya, saat ini Khadijah berada tepat di bawah nya, Aksara lantas mendekatkan bibirnya.


Meski Khadijah merasakan jantungnya bertalu tak menentu, namun Khadijah pasrah dengan apa yang akan Aksara lakukan pada nya.


Benar saja, tidak butuh persetujuan dari Khadijah Aksara mendaratkan bibirnya di atas bibir Khadijah. Sensasi pertama yang baru Aksara rasakan tentu membuatnya semakin tergoda, Bibir ranum Khadijah begitu menantang nya.


Khadijah yang masih belum terbiasa tentu bingung untuk melakukan apa, Namun Aksara dengan sabar membuat Khadijah nyaman dengan ciuman pertama nya.


Meski Aksara merupakan pemain profesional namun dengan Khadijah, dia yakin untuk melakukan semua nya pelan-pelan saja, sebab wanita yang berada di bawah kukungan nya ini tentu sangat istimewa dan terjaga dari sesuatu yang buruk di luar sana, dan Aksara merasakan nya.


Dengan lembut dan hati-hati Aksara ******* dan menyesap bibir ranum wanita yang telah sah menjadi istri nya.


Merasakan sensasi yang baru pertama kali ini Khadijah rasakan, tentu saja seketika membuat dada nya sesak pula, bahkan Khadijah berusaha menghimpun udara sebab Aksara cukup lama menautkan bibirnya.


Menyadari hal itu, Aksara pun melepaskan pagutan nya, Dan benar saja Khadijah terengah setelah nya, Keduanya lantas tertawa bersama, menyadari kenikmatan dunia yang baru Khadijah rasakan dari suami nya.


"Maafkan aku. Apa aku menyakitimu ?"


Meski malu-malu namun Khadijah menggelengkan kepala nya, mengisyaratkan jika tidak masalah, Aksara melakukan itu pada diri nya.


"Boleh sekali lagi ?" Pinta Aksara pada Khadijah.


Keduanya saling bertatapan, Khadijah dapat dengan jelas melihat ketulusan di mata suami nya, dan perlahan dia pun menganggukkan kepala nya.


Tanpa pikir panjang, Aksara kembali menautkan bibirnya, memberikan sentuhan lembut, dan menyusuri setiap Inch bibir ranum Khadijah.


Perlahan Aksara membuat Khadijah mau membuka mulut nya, dan dengan lidahnya, Aksara bermain di sana, menyesap dan ******* sesuatu yang bisa memuaskan hasrat nya.


Hingga tanpa di sadari tangan Aksara telah menyentuh satu buah gundukan di hadapannya, meski dari bagian luar saja, namun nyatanya hal itu mampu membuat Khadijah membusungkan dada nya.


Kepiawaian Aksara tidak di ragukan lagi, tidak hanya dalam hal pekerjaan namun soal wanita tentu Aksara merupakan jago nya, entah sejak kapan namun Khadijah merasakan resleting gamisnya telah terbuka, dan Aksara memberikan usapan lembut pada salah satu aset milik nya.


Dan hal ini tentu juga sangat aneh bagi Aksara, sebab baru dengan begini saja, sudah bisa memuaskan hasratnya, belum dengan sesuatu yang Khadijah jaga di bawah sana.


***

__ADS_1


__ADS_2