
...Cinta dalam diam bukan karena tidak berani mengungkapkan, Karena hanya pada Allah lah akan datang dengan sejuta kebaikan....
...☘️...
Tidak butuh waktu lama Khadijah telah selesai dengan kegiatan beberes nya, sama hal nya dengan Aksara yang ternyata juga telah selesai mengganti pakaian nya.
Aksara tampak lebih segar dengan balutan kaos berwarna hitam dengan dan celana dengan warna senada.
Kaos yang sepertinya berukuran lebih kecil dari ukuran tubuh Aksara, membuat sesuatu yang menonjol di dada dan lengan nya sedikit terlihat menyembul ke permukaan baju yang di kenakan nya.
Khadijah sedikit terpesona dengan penampilan sang suami, yang jarang di lihat nya, karena sering kali Khadijah melihat Aksara dengan balutan kemeja dan juga jas nya.
Tidak heran jika mungkin saja banyak wanita di luar sana menginginkan suami nya, Khadijah saja merasa jika Aksara sangat mengagumkan. Terlepas dari dia yang selalu kasar dan kerap mengabaikan nya.
"Apa aku tampan !!"
Ucapan Aksara yang seketika membuyarkan lamunan Khadijah. Khadijah terlihat salah tingkah hingga dia berusaha memalingkan wajah nya.
Tanpa di sadari Aksara telah berada tepat di depan Khadijah, dan sontak hal itu kembali membuat jantung Khadijah bertalu-talu tak menentu.
Khadijah semakin memalingkan wajahnya, berusaha menghindari tatapan Aksara yang agaknya saat ini selalu membaut nya tidak nyaman berlama-lama dengan laki-laki yang telah berstatus sah menjadi suami nya.
Namun buka pergi, justru Aksara kembali semakin mendekati. Sekilas melihat senyuman di wajah suami nya, jujur saja Khadijah sulit mengartikan apa maksud dari senyuman nya.
"Apa kamu akan tetap menggunakan ini meski saat tidur ?"
Aksara berbisik di telinga Khadijah, dengan menyentuh cadar yang menutupi wajah nya.
Jujur saja mendengar suara lirih Aksara yang menelusup masuk kedalam telinganya, membuat jantung Khadijah berdesir hebat.
Aksara semakin mendekat kan wajahnya, dan spontan Khadijah pun menutup rapat mata nya. Ini sangat sangat membuat Khadijah merasa tak berdaya dan tidak kuasa menahan kegugupan nya, bahkan Khadijah merasakan betisnya bergetar karena gemetar.
Namun sekian lama menutup mata, agak nya tidak terjadi apa-apa, dan Khadijah perlahan mulai membuka kembali mata nya. Benar saja Aksara terlihat tertawa dengan tingkah konyol nya. Dan lagi-lagi Khadijah merasa begitu malu menghadapi suami nya.
Untuk yang kedua kalinya, malam ini Aksara hanya menggoda nya, meski lega namun agak nya Khadijah harus terus bersiap dan membiasakan diri dengan sikap sang suami.
Kejutan dari Aksara yang tiba-tiba tentu membuat jantung Khadijah tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Aksara terlihat berjalan meninggalkan Khadijah dengan tanpa rasa berdosa. Duduk diatas tempat tidur dan bergegas merebahkan tubuhnya di sana.
Rasa lelah yang bersarang di tubuhnya, membutuhkan tempat untuk segera Aksara merebahkan tubuhnya.
Khadijah masih terpaku tidak percaya, bahkan setelah membuatnya ketakutan dan tidak karuan, Aksara tetap biasa saja, mungkin kah hal hal seperti ini memang sudah sangat biasa bagi suaminya? 'pikir Khadijah'
Sementara Khadijah yang tidak sekalipun pernah merasakan berpacaran atau dekat dengan laki-laki, hanya merasa jika semua yang dia lakukan bersama Aksara merupakan hal baru bagi nya.
"Apa kamu akan berdiri sepanjang malam?"
Melihat Khadijah yang masih berdiri di tempat nya semula, agaknya hal itu kembali mengundang tanya dari Aksara.
Meski mendengar pertanyaan dari suaminya, Khadijah hanya diam saja, sebab rasa malu masih begitu menguasai hati nya.
Khadijah memilih untuk berjalan ke meja rias nya, dan langkah kaki Khadijah mengundang penasaran Aksara. Hingga dia yang awalnya ingin segera beristirahat, mengurungkan niatnya dan mengamati kegiatan Khadijah, sosok wanita yang kini mulai mencuri perhatian Aksara.
Perlahan namun pasti Khadijah melepas ikatan di belakang kepala nya, Menampakkan sebagian kecil wajah Khadijah dari samping.
Deg.
Melihat wajah yang sudah pernah Aksara lihat sebelumnya, membuat Aksara merasa kini jantungnya tidak akan baik-baik saja.
Namun saat ini rasanya berbeda, 'pikir Aksara'.
Khadijah meletakkan cadarnya diatas meja, dan saat itu pula Aksara benar-benar dapat dengan jelas menatap wajah cantik wanita nya.
Jika tadi Khadijah, mungkin saat ini justru Aksara yang merasa salah tingkah satu kamar bersama dengan istri nya.
Namun belum puas Aksara memandangi wajah Khadijah, Khadijah telah beranjak dari duduk nya, kembali berjalan menuju kamar mandi. Dan sontak hal itu kembali mengundang rasa penasaran Aksara
Entah apa yang di lakukan Khadijah, namun sudah cukup lama Aksara melihat kearah pintu kamar mandi, dan Khadijah tidak kunjung menampakkan batang hidung nya.
Ceklek.
Begitu fokus dengan pintu kamar mandi, sampai Aksara merasa kaget dengan suara pintu yang terbuka tanpa aba-aba.
Dari dalam sana menampakkan sosok Khadijah dengan penampilan berbeda, Khadijah mengenakan pakaian yang lebih terbuka dari biasanya.
__ADS_1
Yang lebih mengejutkan adalah Khadijah menanggalkan seluruh hijab yang selalu menutupi kepala dan keindahan mahkota di kepala nya.
Untuk sesaat Aksara terpaku melihat nya.
Namun hal itu tentu tidak di sadari oleh Khadijah, sebab sedari tadi Khadijah terus menundukkan wajahnya, selain karena malu juga karena Khadijah masih merasa kesal sebab Aksara sebelumnya selalu menggoda nya.
Khadijah berjalan kembali menuju meja rias nya, terlihat basah air di pipi nya masih menyisakan titik-titik embun disana, dan Khadijah perlahan mengusap nya dengan tisu kering di meja nya.
Semua pergerakan Khadijah tentu tidak sedikitpun luput dari pengamatan Aksara, semua yang tampak dalam mata nya adalah sesuatu yang sempurna, dan ini tentu baru pertama kali juga Aksara lihat dari sosok wanita yang telah berstatus sah sebagai istri nya.
Rambut hitam yang tergerai rapi, kulit putih dan bersih, serta tubuh ramping dengan balutan dress hitam rumahan.
'Luar biasa' batin Aksara.
Hingga tanpa terasa, bagian bawah Aksara menegang seketika, entah karena sebab apa. Namun Aksara merasakan sesuatu yang begitu menyiksa dirinya tengah meronta, dan meminta dituruti keinginan nya.
Keringat dingin mulai bermunculan di keningnya, menyadari betapa Aksara mungkin saat ini tidak bisa untuk terus menatap Khadijah.
Kegelisahan jelas terlihat di wajah Aksara, meski beberapa kali Aksara terlihat menyeka keringat yang terus saja membasahi pelipis nya.
Dan gelagat aneh Aksara tentu di sadari oleh Khadijah.
"Mas Aksa kenapa ?"
Merasa khawatir sebab sebelumnya Aksara baik-baik saja, Khadijah pun mendekat dan memastikan kondisi Suami nya.
"Mas Aksa sakit ?"
Pucat di wajah Aksara tentu mengundang rasa penasaran Khadijah untuk menyentuh kening sang suami.
Namun respon berbeda justru tampak dari Aksara, yang berusaha menghindari Khadijah, serta menepis tangan Khadijah yang akan menyentuh kening nya.
"Aku baik-baik saja" Jawab ketus Aksara.
Mendengar jawaban Aksara, bukan meras lega, justru Khadijah semakin mengkhawatirkan kondisi suaminya, yang terus saja berkeringat di tengah sejuk nya udara.
Jujur saja Khadijah merasa bingung dengan keanehan dari suami nya.
__ADS_1
***