TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA


__ADS_3

...Sederhana saja dalam bersikap, jika nanti tidak sesuai ekspektasi, maka tidak akan terlalu sakit hati. ...


...☘️...


Cepat-cepat Dion menghabiskan sisa kopi di cangkirnya, sebab tatapan Aksara tentu tidak akan memberi toleransi keterlambatan nya. Bukan tanpa Alasan, tentu karena kopi buatan Khadijah terasa pas di lidah nya, hingga Dion tidak ingin menyisakan meski seujung jari saja.


Uhuk !!!


Dion tersedak seketika, namun bukan karena kopi yang tengah di minum nya. Dion tersedak sebab melihat sosok Marissa berada di apartemen bos besarnya.


'Bagaimana bisa ?' gumam Dion bingung memikirkan nya.


Marissa terlihat segar dengan dress rumahan yang terlihat ketat membalut tubuh nya, terlihat pula dua gundukan besar di dada nya, meski tertutup namun baju ketat yang dia kenakan tentu tidak serta Merta bisa menutupi nya.


Bahkan penampilan Marissa membuat Dion menggelengkan kepala nya, bukan tergoda, hanya saja dia tidak menyangka Aksara akan menyimpan dua wanita dalam rumahnya, dimana yang satu merupakan masa lalu, dan satu nya lagi merupakan masa depan Aksara.


"Habiskan kopi mu dan segera Pergi !!"


Uhuk !!!


Untuk yang kedua kalinya Dion kembali tersedak dengan suara Aksara yang terdengar menggelegar di telinga nya. Tidak hanya itu saja, kemunculan Marissa seolah membangkitkan sifat Aksara sebelum nya, dingin dan terkesan menakutkan tentu nya.


Terlalu segan bagi Dion untuk bertanya kenapa Marissa bisa ada di sana, hingga Dion memilih untuk mengabaikan saja, dan menganggukkan kepala nya pada Aksara.


"Terima kasih pak, Saya permisi !" Ucap Dion dan segera berlalu pergi.


Setelah kepergian Dion , Aksara sempat sekilas menatap Marissa, Tidak ada yang perlu dia bicarakan dengan nya, Aksara pun memilih untuk kembali menyusul Khadijah di kamar mereka, sebab hari ini Aksara sangat ingin menghabiskan waktunya bersama Khadijah.


"Aksa !"


Baru beberapa langkah, Aksara terpaksa menghentikan kaki nya. Dengan muka datar Aksara menoleh pada Marissa.


"Bisa kita bicara"


Mendengar ucapan bernada permintaan dari Marissa, Aksara hanya diam dan memperhatikan saja.


"Sebentar saja, tidak akan lama"


"Katakan !!" ucap Aksara


"Bisa kita bicara di sana" Tunjuk Marissa pada balkon apartemen Aksara.

__ADS_1


Tanpa ba-bi-bu Aksara pun melangkahkan kakinya ke balkon, tempat di mana sebelumnya Marissa meminta bicara dengan nya.


Sesampainya di balkon Aksara memilih untuk berdiri dan menyilangkan tangan nya di dada, terlihat malas dan enggan sejujurnya.


"Apa Kamu bahagia ?"


Mendengar pertanyaan Marissa, Aksara pun hanya menautkan kedua alisnya, jujur dia tidak menyangka jika itu yang akan Marissa bicarakan dengan nya.


"Maksudnya apa kamu bahagia dengan pernikahan mu ?"


Marissa kembali mengulangi pertanyaan yang sama, dengan bahasa yang berbeda, dan untuk kedua kalinya Aksara menautkan alisnya.


"Aku rasa kamu tidak perlu tahu !!!"


Mendengar jawaban Aksara, tiba-tiba saja mimik wajah Marissa berubah seketika, kesedihan jelas terlihat di wajah nya.


"Aku pikir kamu tentu tidak bahagia, sebab wanita seperti dia bukan lah selera mu ?"


Ucapan Marissa seketika membuat Aksara terkekeh begitu saja, bahkan untuk sesaat Aksara tidak bisa menghentikan tawa nya.


Melihat tawa di bibir Aksara, agaknya Marissa sedikit merasa bingung, kenapa Aksara seolah tengah meremehkan dirinya.


"Jujur saja, kamu sangat lucu"


Mendengar ucapan bernada pujian dari Aksara, tentu saja Marissa tersipu malu, terasa sudah sangat lama sejak terakhir kali mereka saling tertawa dan bercanda bersama.


"Aku tidak menyangka selain akting, ternyata kamu pandai juga bergurau"


"Kenapa tidak jadi pelawak ??"


Marissa pun membulatkan kedua bola matanya, mendengar ucapan Aksara yang begitu menohok di hatinya.


Ucapan Aksara yang baru saja Marisa dengar tentu saja membuatnya kecewa dan marah, bahkan Marissa merasa begitu kesal, hingga dia mengepalkan kedua tangannya, menatap tidak percaya pada Aksara.


Namun kemarahan Marissa sirna begitu saja, tergantikan dengan wajah sedih dan seolah tak berdaya, namun Aksara hanya tersenyum saja, sebab dia sudah sangat paham dengan kepribadian mantan kekasih nya.


Bertahun-tahun menjalin Asmara dan baru saat ini Aksara menyadari betapa lihainya Marissa mempermainkan diri nya. Mungkin Aksara dulu terlalu dibutakan oleh cinta sehingga dia tidak sadar ternyata wanita di hadapan nya merupakan ular berbisa.


Ular yang selama ini selalu mengelabuhi dirinya dengan segala tipu muslihat nya.


Setelah berpisah dengan Marissa barulah Aksara mencari tahu dan mencari informasi tentang keberadaan dan kepribadian mantan kekasihnya, dan ternyata Marissa di luar dugaan Aksara.

__ADS_1


Wanita yang sempat Aksara pikir baik sikap dan tutur kata nya, nyatanya hanya wanita yang memanfaatkan kekayaan nya saja.


Dan untuk saat ini tentu saja Aksara tidak akan tertipu lagi. Sudah cukup bagi Aksara bermain-main dengan Marissa, karena Aksara akan mengambil sikap tegas pada mantan kekasihnya.


"Tidak bisakah kita kembali bersama ?


Mendengar ucapan Marisa, tentu saja Aksara hanya bisa mengangkat sudut bibirnya, jujur dia masih ingin tertawa, namun melihat di hadapannya merupakan seorang wanita rasanya Aksara tidak cukup tega untuk menertawakan kedua kalinya.


"Sudah lah Marissa, hentikan omong kosong ini"


Aksara hanya menggelengkan kepalanya, menyadari Marissa yang seolah tidak puas dengan jawaban Aksara sebelumnya.


"Aku yakin kamu tidak bahagia bersamanya, pernikahan kalian saja hanya Siri, bukan pernikahan resmi !!"


Tegas Marissa mengatakan hal itu pada Aksara, namun agaknya sedikitpun Aksara tidak bergeming dengan ucapan wanita di hadapan nya.


"Kita bisa memulai kembali Aksa, dan Percayalah aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama" Ucap Marissa meyakinkan Aksara


"Dan aku pun juga tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya !!!" timpal Aksara.


Tidak ingin lebih lama terlibat perdebatan yang tidak ada artinya dengan Marissa, Aksara memilih berlalu meninggalkan Marissa disana.


Namun belum juga Aksara sempat melangkahkan kaki. Marissa lebih dulu mencekal dengan menautkan kedua tangannya di pinggang kekar Aksara.


Deg.


Menyadari hal itu, untuk sesaat Aksara pun memejamkan mata nya. Jujur dulu mungkin Aksara sangat menyukai sikap manja Marissa, namun saat ini rasanya hal itu sangat tidak Aksara sukai.


"Lepaskan !!" Tegas Aksara


Ucapan Aksara sepertinya tidak di indahkan oleh Marissa. Dan justru semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku tidak mau !!" jawab Marissa dengan sedikit meninggikan suara nya. Terasa gelengan kepala Marissa di punggung Aksara. Menolak untuk melepaskan pelukannya pada Aksara.


Hal itu tentu membuat Aksara merasa jengah dan semakin malas meladeni Marissa.


"Masss..."


Suara lembut yang terdengar mendayu merdu. Sontak saja mengagetkan Aksara dan Marissa di sana.


***

__ADS_1


__ADS_2