TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 77. BERTEMU


__ADS_3

Dengan langkah jenjang nya Marissa mengayunkan kaki, merasa begitu bahagia telah membuat Khadijah kecewa pada Aksara.


Terlihat senyum penuh kemenangan, dan itu jelas di saksikan oleh kedua bawahan Aksara. Mereka yang awalnya tidak tahu apa-apa, kini paham alasan Aksara mengejar Khadijah sebelum nya.


Marissa mengibaskan rambutnya dan berjalan dengan anggun melewati Dion dan Asilla tanpa menyapa atau berbasa-basi pada kedua nya.


Asilla dan Dion tentu sudah sangat mengenal Marissa dan bagaimana tabiatnya, mengingat saat keduanya dulu masih bersama Marissa kerap menemukan Aksara di kantor.


Tidak hanya Asilla dan Dion saja, namun sebagian besar karyawan, tentu telah mengetahui siapa Marissa. Karena hampir setiap hari dulu Marissa kerap mendatangi Aksara.


***


Ditempat lain Aksara tengah kebingungan mencari keberadaan Khadijah, Aksara sempat menghubungi Satpam di rumahnya untuk menanyakan apakah Khadijah telah tiba. Namun nyatanya Aksara tidak mendapati Khadijah kembali ke rumah.


Aksara sendiri tidak mungkin menanyakan pada orang tua nya, sebab akan semakin kacau jika dia menanyakan Khadijah pada kedua nya.


Untuk saat ini Aksara memilih untuk mencari sendiri keberadaan Khadijah. Dibantu Dion sang asisten dia yakin keberadaan Khadijah tidak akan sulit untuk di temukan.


Aksara menepi kan mobilnya, setelah dering telepon terdengar berusaha menghubungkan panggilan dengan nya.


'Dion'


Tidak salah lagi,seseorang yang baru saja Aksara titah untuk mencari keberadaan Khadijah tengah menghubungkan panggilan dengan nya.


Segera Aksara mengalihkan ikon tanda hijau pada layar ponselnya.


"Halo !!"


Aksara terlihat mengangguk-anggukan kepala nya, mendengar apa yang Dion katakan dari ujung telepon nya. Meski terlihat cemas, namun raut wajah Aksara terlihat lebih berbeda dari sebelumnya. Aksara terlihat lebih tenang dari sebelumnya.


"Aku akan kesana sekarang juga !"

__ADS_1


Ucap Aksara sebelum dia mematikan sambungan telepon nya dengan Dion sang Asisten.


Tanpa pikir panjang Aksara segera mengemudikan kembali mobil nya, menyusuri padatnya jalanan ibu kota.


Senja yang mulai menyapa, serta lelah tubuh tidak menyurutkan niat Aksara untuk segera menemukan Istrinya.


Setelah beberapa saat Aksara kembali menepi kan mobil nya. Tidak jauh dari tempat dimana Aksara berada, terdapat sebuah masjid yang menjadi tujuan nya. Menurut informasi yang sebelumnya Aksara dapatkan dari Dion, Khadijah berada di sana.


Aksara mempercepat langkah kakinya, jujur saja dia tidak sabar ingin bertemu dengan Khadijah, selain ingin segera bertemu Aksara juga merasa cemas dan mengkhawatirkan Khadijah.


Namun Aksara tiba-tiba menghentikan langkah kakinya tatkala melihat dari jarak yang cukup jauh, Khadijah bersama sosok yang sangat dia kenal.


Entah mengapa melihat Khadijah bersama sang adik Aksara merasa tidak suka, tatapan tajamnya menghujam pada keduanya, entah karena sengaja atau kebetulan semata, yang jelas Aksara tidak menyukai interaksi antara keduanya.


Hingga tanpa disadari tatapan keduanya saling beradu, Khadijah pun tidak percaya dihadapannya berdiri sosok tegap sang suami, yang saat ini juga menatap dirinya, tentu dengan tatapan yang sulit pula diartikan oleh nya.


Sadar di sampingnya ada sosok Dirga, tentu saja membuat Khadijah juga merasa tidak nyaman, meski keduanya bertemu karena ketidaksengajaan saja, namun agaknya Khadijah sadar jika Aksara tidak menyukai nya.


"Kalian ada masalah ?"


Ucapan Dirga yang seketika membuyarkan pandangan Khadijah pada Aksara yang berdiri cukup jauh dari nya.


"Oh. Em. Tidak"


Terdengar nada bingung dari jawaban Khadijah, dan Dirga sadar jika diantara keduanya mungkin memang sedang ada masalah.


"Kami baik-baik saja"


Meski Khadijah berusaha meyakinkan Dirga tentang hubungannya dengan sang kakak, jika memang keduanya baik-baik saja, namun Dirga tidak bisa begitu saja mempercayai ucapan wanita di hadapannya, sebab gelagat Khadijah tentu mengisyaratkan hal lain.


"Selesaikan Urusan kalian, aku akan pergi"

__ADS_1


"Assalamualaikum"


Khadijah terdiam mendengar ucapan Dirga, yang setelahnya dia berlalu meninggalkan Khadijah.


"Waalaikumsalam " Jawab Khadijah pelan.


Setelah kepergian Dirga, Khadijah masih tampak berdiri di tempatnya, sementara Aksara kini mulai berjalan mendekati Khadijah.


Jujur saja melihat tatapan sang suami, Khadijah merasa bergidik ngeri, Sulit mengartikan tatapan Aksara, terlebih Sebelumnya Khadijah tanpa sengaja bertemu dengan Dirga, itu pula yang mungkin saja memicu kemarahan dan kecemburuan di hati Aksara.


Khadijah beberapa kali menghela nafas dalam, mengurai kepanikan dalam hatinya, dan bersiap menghadapi Aksara , bahkan mungkin saja dia akan mendapatkan omelan dari suaminya, namun Khadijah hanya berharap jika Aksara akan meredam nya, sebab saat ini keduanya berada di tempat umum.


Semakin dekat dengan Aksara, Khadijah semakin merasa kan kepanikan menyeruak di hati nya, hingga tanpa sadar dia mencengkram erat gamis yang dia kenakan.


"As Assalamualaikum mas"


Bergetar suara Khadijah, tatkala menyapa Aksara suami nya, keduanya kini tengah berdiri sangat dekat dan saling berhadapan, Aksara masih sama dengan sebelumnya, tajam menatap Khadijah.


Merasa tersudutkan oleh situasi dan kondisi yang terjadi, Khadijah sadar jika saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa, meski pertemuannya dengan Dirga hanya semata karena ketidaksengajaan saja.


Hingga tidak ada hal lain yang bisa Khadijah lakukan selain menundukkan wajahnya, menghindarkan matanya dari tatapan sang suami yang terlihat menghujam menusuk di hatinya.


Sempat terpikirkan oleh Khadijah, 'Bukankah seharusnya dia yang marah', namun entah mengapa melihat tatapan Aksara membuat nyali Khadijah mengecil begitu saja.


Cukup lama Khadijah menunggu balasan salam dari nya, namun agaknya Aksara masih setia dalam diam dengan tatapan menghujam pada diri nya.


Hal itu semakin membuat Khadijah merasa jika Aksara tidak baik-baik saja, 'Mungkinkah Aksara cemburu dengan dirinya yang bersama Dirga?' pikir Khadijah.


'Entah lah'


Khadijah memilih untuk tetap diam, bukan apa-apa, hanya saja Khadijah juga merasa seharusnya dia yang marah' dan menuntut penjelasan dari Aksara.

__ADS_1


***


__ADS_2