
...Kita hanya perencana, bukan penentu. Karena kita hanya bisa berusaha, dan semoga Allah membantu....
...☘️...
Puas memandangi wajah Khadijah , Aksara pun mencoba mendekatkan dirinya, Entah dorongan dari mana namun ingin sekali Aksara menyentuh pipi mulus istri nya.
'Ternyata kamu lebih cantik dari dugaan ku' batin Aksara
Sudut bibir Aksara seketika terangkat keatas, menyadari kekonyolan yang berakibat merugikan wanita di hadapan nya.
Mungkin saja dia memang telah bersikap kelewatan, 'Batin Aksara'.
Jujur saja sebelumnya Aksara hanya berniat menggoda Khadijah saja, tidak terpikirkan akan menjadi seperti ini.
Beruntung Dewi Fortuna masih berpihak pada Aksara dimana Dirga yang tidak mengatakan kejadian sebenar nya yang di lakukan Aksara pada Khadijah.
'Maafkan aku'
Ingin sekali Aksara mengatakan hal itu, namun nyatanya kalimat itu hanya sampai di dalam hatinya saja, sementara bibirnya masih beku.
"Astaghfirullah!!"
Menyadari tangan Aksara mengusap pipi nya, sontak hal itu membuat Khadijah merasa takut melihat nya. Perhatian yang justru membuat Khadijah ketakutan.
"Maaf Mas" lirih Khadijah dengan menundukkan wajah nya.
Begitu juga dengan Khadijah, Aksara pun juga merasa kan hal yang sama, yang juga terkejut saat Khadijah tiba-tiba bangun dan beringsut menjauhi diri nya.
Nanar mata Khadijah menatap suami yang baru saja membuatnya begitu takut melihat nya. Hingga Khadijah hanya bisa menundukkan wajahnya. Jujur saja untuk menatap mata suami nya, mungkin tidak lagi ada keberanian di hati Khadijah.
Cepat-cepat Khadijah menyingkap selimut yang menutupi separuh tubuhnya, dan beranjak meninggalkan kamar Aksara.
"Tunggu !"
Belum sempat Khadijah turun dari tempat tidur, Aksara lebih dahulu menghentikan nya.
"Tetaplah di sini, Aku akan tidur di sofa"
Mendengar ucapan Aksara, Khadijah pun lantas menautkan kedua alisnya, Entah mengapa dia tidak begitu yakin dengan ucapan suami nya. Terlebih mengingat bagaimana sikap Aksara sebelumnya.
"Tidak Mas, Dijah akan tidur di kamar saja"
Khadijah lantas menurunkan kaki nya, dan beranjak untuk berdiri.
"Aku tidak meminta !, tapi aku memerintah mu, untuk tetap di sini !"
Deg.
Khadijah lantas membulatkan kedua bola mata nya, mendengar ucapan permohonan bernada perintah dari Sang suami.
Jujur Aksara ingin berkata dengan lembut, namun lidahnya terasa kelu untuk meminta pada Khadijah, atau mungkin saja ego Aksara masih begitu mendominasi hati. 'Entah lah'.
__ADS_1
Khadijah pun tertunduk mendengar ucapan suami nya, jujur entah itu permintaan atau perintah. Sebagai muslimah tentu Khadijah tahu apa tugas dan tanggung jawab seorang istri.
"Percayalah. Tidak akan terjadi sesuatu diantara kita" ujar Aksara pada akhirnya.
Entah karena keterpaksaan, atau karena Aksara memang ingin bersama Khadijah, atau karena Aksara ingin membuka hatinya, 'Sungguh hanya Aksara yang tahu'.
Melihat keseriusan di mata suami nya, Khadijah pun juga tidak bisa menolaknya, hingga pada akhirnya Khadijah menurut dan menyetujui ucapan Aksara.
Sementara Aksara yang melihat Khadijah kembali menaikkan kaki nya, lantas dia sendiri mengambil satu bantal di sisi samping dan berjalan menuju sofa.
"Istirahatlah" ucap Aksara
Khadijah masih terdiam, melihat sang suami membalikan punggungnya menghadap sandaran sofa. Jujur saja Khadijah merasakan hangat di hati nya, entah karena alasan apa namun sikap Aksara yang baru saja di lakukan nya, cukup membuat Khadijah percaya jika Aksara sudah mulai merubah hati dan mungkin saja juga pikiran nya.
***
Waktu menunjukan pukul 02.45
Aksara terbangun dengan rasa sakit di tenggorokan nya, jujur dia yang terbiasa minum sebelum beranjak tidur, semalam melupakan rutinitas itu.
Namun Aksara pun membulatkan kedua bola mata nya, menyadari tidak ada Khadijah di atas kasur nya.
'Kemana dia' pikir Aksara.
Aksara yang merasa khawatir, entah karena sebab apa, bergegas mencari Khadijah di kamar nya.
Tujuan Aksara adalah kamar mandi, mungkin saja Khadijah berada di sana, 'Batin Aksara'.
Tidak pikir panjang Aksara keluar kamar dan mencari keberadaan Khadijah, tujuan berikutnya 'dapur', namun dari ujung tangga Aksara melihat lampu di dapur masih padam, dan itu berarti Khadijah tidak berada di sana.
Ditengah kepanikan dan kebingungan nya, Aksara mendapati suara merdu dari salah satu kamar tamu.
Aksara pun mengayunkan kaki nya, melangkah menuju kamar tamu yang pintu nya sedikit terbuka, Benar dugaan Aksara jika di dalam sana Khadijah berada.
Melihat Khadijah tengah bersimpuh di atas sajadah panjang nya, jujur saja Aksara merasakan teduh di hati nya.
Dorongan di hati Aksara membuatnya masuk meski tanpa izin dari Khadijah sebelum nya, Aksara larut dalam merdunya suara Khadijah.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya: “Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 'Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepadanya kami akan kembali)',” (QS. Al-Baqarah: 155–156).
Lantunan Ayat yang begitu merdu membuat Aksara terlena dan duduk diatas Kasur kamar Khadijah tanpa di minta, tepat berada di belakang Khadijah menjalankan sholat malam sebelumnya.
Aksara menatap punggung sang istri yang begitu tenang dengan bacaan nya. Hingga membuat Aksara mendelik menyadari sudah cukup lama dia tidak melakukan Sholat, bahkan bacaan nya saja mungkin Aksara sudah lupa.
'Mengaji ?, Apa lagi'. Mungkin terakhir kali saat dia berusia 16 tahun, bertepatan dengan agenda pesantren kilat program Sekolah saat Ramadhan.
Cukup lama Khadijah tertunduk diatas sajadah panjangnya, hingga tanpa terasa kumandang subuh telah menyapa telinga nya.
__ADS_1
Khadijah lantas meletakkan kembali Mushaf Alqur'an diatas meja dan beranjak dari duduknya untuk melaksanakan sholat subuh.
Kurang lebih 10 menit, Khadijah telah selesai dengan dua raka'at pagi beserta sedikit amalan yang selalu dia amalkan setiap pagi.
Khadijah pun beranjak untuk kembali membereskan Mukena dan sajadah, kemudian meletakkan Mukena tepat di samping mushaf milik nya.
Pagi ini Khadijah sangat ingin sekali menikmati hangatnya Jahe madu, sejujurnya Khadijah sudah baik-baik saja, hanya saja tubuhnya membutuhkan Asupan yang akan lebih membuat Khadijah bugar seperti sebelumnya.
"Astaghfirullah!!"
Khadijah lantas membekap mulutnya, melihat seseorang tengah tertidur pulas diatas kasur nya.
'Mas Aksa !' Batin Khadijah.
Entah sejak kapan Aksara berada di sana ' Batin Khadijah'. Khadijah hanya bisa menatap dengan rasa heran dan kebingungan nya.
Melihat wajah Aksara yang teduh tanpa dosa, jujur membuat Khadijah ingin melihat nya, meski hanya sebentar, namun entah mengapa Khadijah sangat ingin memandangi wajah tampan suami nya.
Jika di lihat-lihat Aksara mungkin bukan tipe orang yang keras, atau pun jahat. Namun Khadijah lantas menautkan kedua alisnya, menyadari sikap sang suami yang selalu membuat nya merasa takut ketika berhadapan dengan nya.
Khadijah lantas duduk di sisi samping Aksara, dan terus memandangi teduh wajah suami yang sangat jarang bisa dia nikmati.
Karena setiap bersama Aksara sebelumnya, Aksara tidak jarang menampakkan muka masam atau wajah garang pada Khadijah.
'Apa kah aku berdosa jika menatapnya ?, 'Batin Khadijah'
Khadijah pun lantas tersenyum begitu bahagia, melihat suami nya pulas dengan dengkuran halus terdengar di sana.
***
Sinar Surya sudah mulai menampakkan pesona nya. Hiruk pikuk kota mulai tampak di mana-mana.
Tidak terkecuali di dapur rumah Bu Gita.
"Masak Apa mbok ?"
Mbok nah pun Terkejut mendapati Majikanya sudah berada di sana.
"Eh Ibu. Masak Opor telur sama Udang Asam Manis sama sambal goreng Kentang Bu"
Jawab Mbok Nah dengan sopan, sembari melanjutkan aktifitasnya.
"Dijah belum turun Mbok ?"
"Nah itu Bu. Mungkin Mba Dijah Masih sakit Bu" Ucap Mbok Nah dengan menduga-duga.
Aktifitas di dapur memang selalu di mulai jam 5 dan khadijah selalu membantu mbok nah di sana. Namun karena kejadian semalam tentu membuat Khadijah merasa tidak baik-baik saja. 'Pikir Bu Gita'
"Ya udah mbok, Saya mau lihat Dijah dulu di Kamar Aksa" Ucap Bu Gita sembari berlalu meninggalkan Asisten nya.
***
__ADS_1