TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 32. KAMAR AKSARA


__ADS_3

...Bersabarlah atas pahit nya kehidupan, Sebab pengalaman hanya bisa di peroleh dari kerasnya Ujian. ...


...☘️...


Jika tadi Aksara berusaha mengendalikan mata adik nya, justru kini dia harus berusaha keras mengendalikan hati nya.


Hingga tidak ada pilihan lain selain menghindar dari Khadijah.


"Mas Aksa Mau kemana ?"


Menyadari suaminya akan pergi, lantas Khadijah mencoba untuk menghentikan nya.


"Jangan pernah berusaha untuk menggoda ku, Karena aku tidak akan pernah tergoda dengan rayuan mu !!"


Nahas ucapan Khadijah sebelumnya nyatanya disalah artikan oleh Aksara, yang beranggapan Khadijah berusaha menggoda nya.


Padahal kenyataanya Khadijah menghentikan Aksara hanya untuk mengatakan jika dia ingin meminta izin pada Aksara untuk menemui Abah saja.


Brak !!


Untuk yang kedua kalinya Khadijah di kejutkan dengan suara bantingan pintu kamar nya yang terdengar begitu memekakkan telinga.


Kepalang tanggung Khadijah pun mengejar Aksara, bahkan kini Khadijah mengejar suami nya yang sudah mulai menaiki satu persatu anak tangga.


"Mas !!. Tunggu !!"


Beberapa kali panggilan Khadijah diabaikan begitu saja oleh Aksara.


Namun meski begitu Khadijah tidak menyerah, Khadijah tetap berusaha untuk meminta izin pada Aksara, apa pun nanti keputusan Aksara, setidaknya Khadijah telah berusaha.


"Mas !!"


Hingga tanpa terasa Khadijah telah berada di lantai dua. Berada tepat di depan pintu kamar Aksara yang tertutup rapat, agaknya Khadijah mulai ragu untuk mengutarakan niat nya, namun bagaimana Aksara tahu, jika dia tidak mengatakannya 'Batin Khadijah' .


Tok tok tok


Tidak begitu keras , namun terdengar jelas. Khadijah beberapa kali mengetuk pintu di hadapnya, pintu yang membatasi dirinya dengan suami nya.


Berharap Aksara akan berbelas kasihan dan membuka kan pintu itu untuk Khadijah.


"Mas Aksa. Bisa Dijah bicara, sebentar saja"


Mohon Khadijah dengan suara lirihnya. Jujur saja Khadijah sangat takut jika suara nya akan mengganggu istirahat orang yang ada di rumah besar itu.


"Mas ?"


Tok tok tok


Sudah cukup lama Khadijah berdiri, dan sudah beberapa kali Khadijah mengetuk pintu di hadapan nya, Tanggapan Aksara tetap sama, diam dan mengabaikan keberadaan Khadijah begitu saja.


Lelah dengan penolakan yang dia terima, Khadijah lantas berbalik dan berencana kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Mungkin besok saja dia akan mengatakan dan meminta izin pada Aksara, 'pikir Khadijah'.


Namun yang tidak di sangka, Aksara membuka pintu dan langsung mengangkat tubuh Khadijah begitu saja.


Deg.


Khadijah begitu terkejut, mendapati sikap Aksara yang berubah seketika, tanpa aba-aba dan tentu tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Hingga Khadijah hanya bisa terdiam dalam pelukan Aksara, jujur saja Khadijah tidak paham kenapa Aksara begitu mudah merubah kepribadian nya.


Brug.


Masih dalam mode kebingunganya, kini kembali Khadijah merasa tidak percaya, berada sedekat ini dengan laki-laki yang telah sah berstatus suami.


"Ini Kan yang kamu mau ?" Seringai tipis terlihat jelas di bibir Aksara.


"Mas. Bukan begitu---"


"Kamu bilang ingin menggoda ku bukan ?, Lantas kenapa justru sekarang kamu diam ?"


Belum selesai Khadijah dengan ucapanya, Aksara kembali menyela dengan kalimat menohok nya.


Aksara semakin menghimpit, dan membuat Khadijah tidak berdaya di bawah kukungan nya.


Berada di bawah tubuh kekar Aksara sungguh sangat mendebarkan rasanya, namun ada yang berbeda dalam benak khadijah, apakah setiap pasangan akan melakukan hal semacam ini dengan kasar 'Pikir Khadijah liar berkelana'.


Aksara kini tengah menindihnya Khadijah, namun bukan debaran cinta yang Khadijah rasakan, justru sebalik nya, Khadijah merasakan sebuah kemarahan.


"Mas "


"Hentikan Mas !" Lirih Khadijah dengan wajah takut nya.


Namun bukan merasa iba, Aksara justru semakin menghimpit Khadijah, mengikis jarak diantara keduanya, dan hal itu semakin pula membuat Khadijah merasa ketakutan.


"Mas. Jangan seperti ini"


Entah sejak kapan, namun Khadijah merasakan sudut mata nya berembun seketika. Menyadari sikap Aksara yang jauh dari dugaan nya.


Melihat ketakutan di wajah Khadijah, Aksara pun justru mengangkat sudut bibir nya. Menampakan seringai tajam di sana, dan hal itu semakin membuat Khadijah merasa ngeri melihat nya.


Jujur saja Aksara merasa puas bisa mempermainkan Khadijah dengan sesuka hatinya. Sementara Khadijah hanya bisa diam dan tidak berdaya.


Ini mungkin merupakan sisi lain dari suami nya, menyadari kesalahan yang baru saja dia lakukan, Khadijah merasa telah membangunkan singa dalam diri sang suami.


"Mas. Maaf. Aku tidak bermaksud mengganggu Mas Aksa !"


"Maafkan Aku Mas"


Bergetar suara Khadijah memohon agar Aksara tidak semakin menghimpit nya, dan semakin membuat Khadijah takut dengan sikap brutal suami nya.


'Sakit ?' tentu saja.

__ADS_1


Sudah seperti ini pun Aksara tidak lantas melepaskan Khadijah cuma-cuma. Seolah Aksara tengah ingin menggoda dan memberi pelajaran pada Khadijah.


Tidak sampai di sini saja, Aksara lantas meraih dagu Khadijah, mendekatkan bibirnya, dan semakin mengikis jarak diantara mereka.


Meski Khadijah meronta dan meminta untuk di lepaskan, namun Aksara justru semakin membabi buta.


Aksara yang sekarang justru tidak lagi bisa menganggap ini hanya permainan saja, sebab yang di bawah sana nyatanya telah bangun tanpa Aksara minta.


'Gidsk seperti biasanya' batin Aksara


'Apa ini !' pikir Aksara menyadari kesalahan nya.


Namun meski tahu ini salah, kenapa Aksara justru tidak segera menghentikan nya, Aksara semakin menginginkan lebih dari sosok wanita di bawah nya. Wanita yang telah sah menjadi istri nya.


"Mas. Maaf. Aku cuma ingin bicara dan meminta izin pada Mas Aksa untuk pulang Karena Abah sakit !! "


Bergetar suara Khadijah mengatakan hal itu pada Suaminya, jujur saat ini Khadijah sudah tidak bisa menatap Aksara, karena rasa takut menyelimuti hati nya.


Khadijah hanya bisa terus memejamkan mata nya, menyadari Aksara semakin menikmati permainan yang awalnya hanya untuk memberi pelajaran Khadijah. Justru berujung Aksara, benar-benar menginginkan nya.


"Mas Hentikan !!"


Khadijah sedikit meninggi kan suara nya. Berharap Aksara akan memahami apa maksud nya.


Kalaupun Aksara menginginkan Khadijah, Khadijah hanya berharap untuk diperlakukan selayaknya istri, bukan seperti ini.


Brak !!!


Rintihan Khadijah nyatanya mengundang seseorang dari balik pintu untuk nekat masuk dan mendobrak.


Dan benar saja, mendapati sosok di ambang pintu kamar, Aksara langsung saja menghentikan aksi nya pada Khadijah.


'Mas Dirga' Lirih Khadijah.


Tajam mata Dirga menatap Aksara, namun bukan Takut Aksara pun justru balik menatap adik nya yang telah lancang masuk kedalam kamar nya.


"Hentikan !!. Atau aku --"


"Apa ?."


Dirga menggantungkan ucapanya, sehingga membuat Aksara semakin murka.


"Apa Hak mu pada dia !!. Aku suami nya !!"


Aksara semakin menjelaskan dan menegas kan status diantara mereka, Benar saja mendengar ucapan Aksara, Dirga hanya bisa terdiam, karena semua perkataan kakak nya benar adanya, 'Siapa dia' Batin Dirga.


Masih dalam suasana hati yang tidak baik dan rasa takut yang melanda, Khadijah hanya bisa menitihkan air mata nya. Terlebih Melihat pertengkaran antara adik dan kakak di hadapannya, semakin membuat kepala Khadijah berdenyut rasanya.


Khadijah memilih bangkit dan bergegas meninggalkan Kamar Aksara. Namun baru beberapa jengkal langkah kaki nya, Semua dalam pandangan Khadijah tampak gelap.


" Brug !!"

__ADS_1


***


__ADS_2