TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 56. MENGAGUMI


__ADS_3

...Apapun yang terjadi kamu tetap hebat hari ini...


...☘️...


Setelah berada di dalam kamar mandi lagi Khadijah meneliti tubuhnya sendiri, menatap dalam kaca besar di hadapannya memastikan jika dia tidak salah mengenakan pakaiannya.


Namun rasanya malu sekali, 'pikir Khadijah' , terlebih tatapan Aksara pada dirinya yang seolah tidak berkedip sebelumnya, hal itu juga Khadijah ketahui sebab beberapa detik sebelum nya, Aksara terpaku menatap nya , dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Khadijah.


Sejujurnya lingerie ini tidak begitu buruk dari kebanyakan lingerie yang Khadijah ketahui, sebab hampir seluruh bagian lutut Khadijah tertutup oleh bahan satin premiumnya. Namun meski menutup seluruh bagian paha dan lututnya, bagian dadanya tetap saja terbuka, dan mungkin saja mengundang selera banyak pria, termasuk Aksara.


Namun setelah mengenakan outer lingerie nya, Khadijah merasa lebih baik, sebab bagian dada dan bahunya tertutup. Meski tetap saja pakaian tersebut masih terasa sempit dan begitu melekat di tubuhnya, 'pikir Khadijah'.


Tidak ingin membuat Aksara menunggu lama, Khadijah pun bergegas untuk kembali keluar dari kamar mandi , karena Khadijah sendiri juga tidak tahu pasti apa tujuan Aksara menghampirinya, sebab rasa terkejut sebelumnya membuat Khadijah lupa untuk bertanya 'ada apa'.


"Maaf Mas" ucap Khadijah dengan tertunduk malu, tidak lupa dengan wajah merah jambu.


Khadijah merasakan pipinya terasa panas, setiap kali berhadapan dengan sosok laki-laki yang telah sah sebagai suaminya. Terlebih saat ini Khadijah yang tengah menggunakan pakaian serta minim bahan.


Mendengar permintaan maaf dari Khadijah, Jujur saja Aksara makin terpaku dengan suaranya. Entah mengapa saat ini suara Khadijah selalu menjadi candu bagi Aksara.


"Mas !"


Beberapa kali Khadijah bertanya pada Aksara , namun Aksara terus saja diam dan hanya menatap dirinya.


"Apa pakaian ini tidak cocok untukku?"


Menyadari tatapan Aksara, Khadijah pun sadar diri, karena mungkin saja pakaian yang dikenakannya tidak cocok untuk dirinya.


"Baiklah jika begitu, Aku akan berganti dengan pakaian ku sebelumnya" ujar Khadijah.


Namun belum sempat Khadijah melangkah kembali ke kamar mandi, Aksara lebih dulu mencekal pergelangan tangan Khadijah, untuk menahannya agar Khadijah tetap bersamanya.


"Maaf. Maaf. Em maksudku bukan seperti itu !!" Aksara pun merasa gelagapan berbicara pada Khadijah.

__ADS_1


Sontak hal itu menuai rasa penasaran di hati Khadijah, Mengapa sebelumnya Aksara seolah mendiamkannya, jika memang pakaian itu tidak buruk untuk dikenakannya, 'pikir Khadijah'.


Mendengar penuturan Aksara, Khadijah pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Sebab dirinya juga tidak memiliki bahan untuk diperbincangkan.


"Aku memesan berapa makanan"


"Sore tadi kita belum sempat Makan, sebaiknya kita makan dulu, baru setelah itu beristirahat" ucap Aksara.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, apa yang di rasakan Khadijah ,ternyata dirasakan pula oleh Aksara. Tidak hanya Khadijah, namun ternyata Aksara pun juga merasakan lapar di perut nya.


Khadijah pun lantas mengangguk, dan mengekor langkah Aksara yang lebih dulu berjalan keluar kamar. Tidak jauh dari kamarnya, di sana terdapat sebuah dapur dengan meja makan yang cukup besar, hingga muat untuk 6 orang .


Namun yang tidak disangka adalah, ternyata Aksara sudah menyiapkan semuanya, bahkan piring dan sendok pun tidak lupa Aksara siapkan untuk kedua nya.


Makan sore yang kemalaman kali ini agaknya cukup menggugah selera Khadijah, Aksara menyiapkan beberapa menu yang tentu cocok di lidah Khadijah.


Meski belum tahu bagaimana rasanya, namun melihat dari tampilannya tentu Khadijah sangat menyukainya. Hingga air liurnya saja membuncah di seluruh rongga mulutnya.


"Mas Aksa mau makan apa"


Menyadari hal itu, Khadijah pun lantas menganggukkan kepalanya, dan kembali duduk dengan tenang di kursinya. Khadijah tentu tidak ingin memaksa Aksara, sebab hal itu mungkin saja akan membuat Aksara murka pada dirinya.


Tidak bersedia untuk dilayani, Khadijah pun memilih mengambil makanan untuk diri nya sendiri.


Setiap gerak-gerik Khadijah tentu tidak luput dari penglihatan seseorang tidak lebih dari penglihatan seorang Aksara, dan hal itu pula tentu diketahui oleh Khadijah, yang merasa sedikit tidak nyaman dengan sikap Aksara pada dirinya.


Namun yang tidak disadari oleh Khadijah adalah, justru Aksara begitu menikmati pemandangan di hadapannya, penampilan lain dari Khadijah tentu membuat Aksara tidak sanggup untuk memalingkan matanya. Beberapa kali bahkan terlihat Aksara, susah payah menelan ludahnya.


Khadijah sangat jauh berbeda, dari kebanyakan wanita di luar sana, dari kebanyakan wanita yang Aksara temui dan sempat mendekatinya.


'Mengagumkan' gumam Aksara dalam hati nya.


Entah apa yang terdapat dalam diri Khadijah, namun Aksara merasakan terdapat pesona yang luar biasa dari istrinya.

__ADS_1


"Mas Aksa baik-baik saja ??"


Melihat Aksara yang terus saja diam dengan menatap dirinya, tentu hal itu membuat Khadijah ingin sekali bertanya.


Mendengar pertanyaan Khadijah, Aksara pun seketika memalingkan wajahnya. Jujur entah apa yang telah dirasakannya, dan Aksara sendiri tidak memahaminya.


'Mungkinkah dia telah jatuh cinta ?' Batin Aksara.


Namun tidak !. Jika diingat kembali, Khadijah bukan merupakan tipe Aksara selama ini. Aksara selalu menjalin hubungan dengan seorang wanita yang jauh berbeda dengan Khadijah.


Jangankan menggunakan cadar seperti halnya Khadijah, menjalin hubungan dengan wanita berhijab saja rasanya Aksara tidak pernah.


Namun Entah mengapa setiap kali berhadapan dengan Khadijah, Aksara merasakan jantungnya bertahun tak menentu, seolah terdapat sebuah magnet besar yang tengah menariknya untuk masuk ke dalam pelukan Khadijah, wanita di hadapannya, yang telah sah berstatus sebagai istrinya.


"Fokus aja pada makananmu !, tidak perlu memikirkan ku !" ucap Aksara dengan mengunyah makanan di mulutnya.


Hal itu seketika membuat Khadijah menggelengkan kepalanya, sebab Aksara selalu saja abai dan mengacuhkan dirinya, bahkan pertanyaannya pun selalu dijawab Aksara sekena nya.


Tidak ingin pusing memikirkan tingkah suaminya, Khadijah pun memilih kembali fokus dengan makanannya. Sebab tubuh lelahnya tidak bisa lagi untuk menunggu lebih lama , Khadijah membutuhkan kasur, untuk segera merebahkan tubuhnya.


Tidak berselang lama, keduanya telah selesai dengan makanan yang ada di piring masing-masing, sebelum tidur Khadijah menyempatkan untuk membereskan meja makan, meski Aksara melarangnya, namun Khadijah tetap melakukannya.


Melihat Khadijah dengan tampilan berbeda, yang begitu menggoda tentunya, Entah mengapa Aksara tidak ingin melewatkan begitu saja, namun dia juga masih belum cukup yakin dengan perasaan nya sendiri.


Akankah Aksara benar-benar mencintai Khadijah atau hal ini hanya karena nafsu Semata. Aksara hanya tidak ingin kembali membuat Khadijah merasakan kecewa.


Pernikahan ini sudah barang tentu membuat Khadijah merasa tersiksa, terlebih perasaan Aksara yang belum menentu, tentu hal itu juga sedikit banyak membebani pikiran Aksara.


Tidak ingin gegabah, Aksara membutuhkan sedikit waktu untuk benar-benar meyakinkan diri dan hati, Jika dia memang benar telah memantapkan dirinya untuk Khadijah.


***


Last Up Today ya kakak Readers Fillah. Semoga Up hari ini cukup mengobati, Sebab sebelumnya Mangkir beberapa hari 🤗🤗🤗🙏🙏🙏 .

__ADS_1


Sehat dan bahagia Selalu kakak-kakak Semua 🤗🤗🙏


__ADS_2