TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 73. MANDI KE DUA


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 10.15


Khadijah dan Aksara baru saja selesai dengan ritual mandi pagi untuk yang kedua kalinya. Aksara dan Khadijah yang baru menikmati indahnya biduk rumah tangga tentu membutuhkan banyak waktu untuk selalu bersama.


Jika bukan karena pekerjaan yang menanti dirinya, tentu Aksara masih betah untuk berlama-lama dengan Khadijah.


"Aku akan mengantar mu ke rumah mama"


Khadijah menghentikan gerakan tangannya yang tengah memakaikan dasi untuk Aksara, tatkala mendengar ucapan suami nya.


"Tapi Mas, Di apartemen masih ada beberapa barang ku, apa tidak sebaiknya kita kesana dulu?"


Khadijah jelas tahu jika ucapan Aksara bukan semata meminta dia pulang ke rumah mama saja, namun lebih pada, menghindarkan Khadijah dari gangguan Marissa.


Sejujurnya jika terpaksa memang harus bersama dengan mantan kekasih suaminya, Khadijah juga tidak merasa takut sedikitpun, namun Khadijah memilih menghargai keputusan suami nya.


"Biarkan saja, Lain waktu kita beli saja yang baru" ucap Aksara


Khadijah terperangah.


Baju yang sebelumnya Khadijah bawa saja, semua masih baru dan belum semua dia pakai, menyadari hal itu, Khadijah pun hanya menghela nafas dalam saja.


"Terserah mas Aksa saja bagaimana baiknya"


Mau berdebat pun rasa-rasanya Khadijah tidak akan sanggup melawan suaminya. Pada akhirnya Khadijah menurut dengan semua ucapan suami nya. Terlebih untuk pulang kerumah sang mama mertua, tentu karena Aksara lebih tahu bagaimana sifat Marissa.


***


Tidak butuh waktu lama Aksara dan Khadijah telah sampai di kediaman Bu Gita, beberapa pelayan telah bersiap menyambut keduanya, sudah cukup lama Khadijah tidak menginjakkan kaki di rumah tersebut, namun tampaknya suasana masih tetap sama, hanya saja mungkin saat ini dan seterusnya dia akan tinggal satu kamar dengan Aksara.


"Aksa !!. Mama dan papa ingin bicara dengan mu !!"


Baru beberapa langkah Aksara dan Khadijah menginjakkan kaki di rumah, suara nyaring Bu Gita telah lebih dulu mengagetkan keduanya. Keduanya pun berbalik dan menatap Bu Gita dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Dijah"


"Iya Ma" Jawab Khadijah dengan terbata.


Terlihat aura kemarahan di wajah Bu Gita, namun entah karena sebab apa. Khadijah menyadari ada sesuatu yang membuat ibu mertua nya tidak baik-baik saja. Namun untuk saat ini Khadijah tidak berani untuk bertanya.


"Kamu langsung naik saja ya, sekarang kamar kamu di atas sama Aksa !"


"Mama juga sudah pindahkan semua barang mu ke sana"

__ADS_1


Tentu berbeda nada bicara Bu Gita ketika berbicara pada Khadijah dan Aksara, sebab sebelumnya Bu Gita terdengar ketus pada putranya, namun saat dengan Khadijah, nada bicaranya berubah.


Khadijah sadar jika mungkin ada sikap suami nya yang membuat kedua orang tua nya murka.


"Baik Ma"


Setelah mencium punggung tangan ibu mertuanya, Khadijah menurut dan bergegas menapaki satu persatu anak tangga, menuju kamar Aksara.


Sementara Aksara masih terlihat berada di bawah sana, berbicara dengan sang mama, yang entah membicarakan apa, sebab Khadijah tidak lagi dapat mendengar nya.


Tidak butuh waktu lama Khadijah berdiri tepat di depan pintu kamar Aksara.


Ceklek.


Suasana terasa sedikit aneh, sebab ini merupakan kali pertama Khadijah menginjakkan kaki secara resmi sebagai salah satu pemilik kamar tersebut.


Sejujurnya mungkin merupakan kali kedua Khadijah menginjakkan kakinya disana, namun segar di ingatan Khadijah dimana saat itu Aksara membuatnya pingsan dan tidak sadarkan diri setelah nya.


Berada di dalam kamar Aksara tentu saja menyenangkan bagi Khadijah, terlebih ini untuk pertama kalinya dia bisa menikmati dan mengamati setiap sisi dari ruangan yang selalu di gunakan oleh suaminya, sebagai tempat beristirahat setelah seharian dengan kegiatan nya. 'Pikir khadijah'.


Terlihat Aksara yang ternyata juga gemar membaca, terdapat sebuah rak berukuran cukup besar berada di sudut ruang kamarnya, ada bermacam-macam jenis bacaan yang Khadijah lihat di sana.


***


"Mama tidak mau kamu bermain Api Aksa !!"


"Bersikap tegas lah terhadap Marissa !!"


"Termasuk dengan tidak memberikan dia tempat tinggal !!"


Sudut bibir Aksara pun terangkat ke atas, menyadari jika sang Mama telah mengetahui Marissa berada di apartemennya.


Namun tidak heran sebab setiap informasi dan apapun yang menyangkut Aksara dan Dirga, tidak sulit untuk Bu Gita dapatkan, mudah saja jika hanya untuk untuk mendapatkan informasi mengenai putra-putranya 'Pikir Aksara'.


"Ma !!"


Menyadari kekhawatiran sang Mama, Aksara pun meraih bahu Bu Gita dan menenangkan wanita di hadapannya.


Seperti kebiasaan Aksara, sebelum berbicara dia akan meminta sang mama untuk duduk di sampingnya, dan lebih dulu menenangkan hati orang tua nya.


"Mama Tenang saja, Aksa tahu batasannya"


"Lagi pula mengenai tempat tinggal itu bukan Aksa, tapi justru Khadijah, dia lah yang memberikan izin pada Marissa"

__ADS_1


Bu Gita tercengang.


Mendengar ucapan Sang putra, tentu saja bagi Bu Gita tidak bisa begitu saja percaya, mengingat dulu Aksara sangat mencintai Marissa, bahkan setelah perpisahan antara keduanya, Bu Gita tidak lagi mendapati, Aksara menjalin hubungan dengan wanita lain di luar sana.


"Kamu yakin ???"


"Jika mama tidak percaya, mama bisa tanyakan sendiri pada Khadijah"


Bukan tanpa Alasan, Sebab memang tidak ada yang Aksara tutupi dari sang mama, dan mungkin ketika Bu Gita mengetahui hal itu langsung dari Khadijah, Bu Gita akan paham dan lebih mempercayai ucapannya.


Mendengar nama Khadijah di sebut oleh putra nya, tentu saja membuat Bu Gita melunak seketika. Meski sempat merasa kesal, agaknya Bu Gita mulai mempercayai ucapan putranya.


Informasi dari Dion pagi tadi, nyatanya mampu membuat Bu Gita berpikir keras dengan kehadiran Marissa dalam kehidupan Sang putra.


"Oke nanti mama tanya sama Dijah"


Meski mulai mempercayai ucapan sang putra, namun Bu Gita tidak bisa serta-merta percaya semuanya tanpa mencari tahu dari Khadijah.


Mendengar hal itu Aksara pun mengangkat sudut bibirnya, seraya menganggukkan kepala.


***


Sementara Aksara masih diinterogasi sang Mama, Khadijah justru terpukau dengan walk in closet yang ada di kamar Aksara.


Bukan hanya banyaknya pakaian Aksara yang membuatnya terpukau, namun juga nyatanya Bu Gita telah mempersiapkan baju-baju miliknya serta banyak pula baju dan gamis baru yang disiapkan oleh ibu mertuanya.


Di sudut lain, Khadijah mendapati pakaian dalam wanita, dan tentu itu untuk dirinya, serta lingerie yang juga disiapkan oleh ibu mertua nya.


Semua terlihat begitu pas dengan ukuran tubuh nya. Dan banyak hal lain yang membuat Khadijah merasa heran dengan semua yang telah ibu mertua nya siapkan.


"Kamu sedang apa sayang ?"


Khadijah pun terkejut mendengar suara dari Aksara yang tiba-tiba telah berada tepat di belakangnya.


Aksara lantas meletakkan tangannya pada pinggang ramping Khadijah, meletakkan dagunya pada bahu wanita di hadapannya, sesuatu yang mulai Aksara sukai saat ini menenggelamkan wajahnya di celekuk leher jenjang Khadijah.


"Mas, Sudah selesai ?"


Mendengar hal itu Aksara pun mengangguk kan kepalanya, sebagai jawaban atas pertanyaan Khadijah sebelum nya.


***


Assalamualaikum 😊🙏🤗.

__ADS_1


Alhamdulillah bisa melanjutkan kembali Cerita yang tertunda, Semoga kedepannya lebih di mudahkan dan di lancarkan.


Terima kasih yang sudah setia 🤗🤗🙏


__ADS_2