
...Pucuk di cinta ulam pun tiba. Begitu kata peribahasa....
...☘️...
Menapaki satu persatu anak tangga Bu Gita lantas mengayunkan kakinya menuju kamar sang putra 'Aksara'.
"Aksa ?"
Beberapa kali Bu Gita mengetuk pintu kamar Putra nya. Satu kali dua kali, Bu Gita tidak mendapati sahutan dari Khadijah ataupun putranya.
"Aksara !!"
Bu Gita lantas meninggikan sedikit suaranya, berfikir jika Khadijah ataupun Aksara mungkin saja masih lelap dalam tidur nya.
Jika Aksara bangun siang itu sudah biasa bagi Bu Gita, namun jika Khadijah, agaknya Bu Gita tidak bisa mempercayai nya.
Sudah dengan kekuatan tenaga dalam Bu Gita mengetuk pintu kamar Aksara, masih saja sama, tidak ada tanggapan atau pun jawaban.
"Mah. Ada apa ?, Pagi-pagi udah ribut"
Bu Gita sedikit terkejut dengan suara sang suami yang ternyata sudah keluar kamar karena kegaduhan yang dia lakukan.
"Ini lho pa, Aksa sama Dijah kok belum keluar kamar" ujar Bu Gita pada suami nya.
"Ya biarin saja, mereka kan suami istri, lagian ini juga masih sangat pagi"
Bu Gita lantas menghela nafasnya, menyadari apa yang di ucapkan suami nya memang benar adanya. Namun tetap saja ini tidak biasa bagi Bu Gita yang kerap mendapati Khadijah sudah berada di dapur setiap pagi nya.
"Udah yuk temenin papa baca kora saja"
Tidak ingin terlalu mencampuri urusan putra dan menantu nya, Pak Lukman memilih untuk mengajak istrinya pergi saja.
"Tapi pa ! . Mama cuma pengen memastikan Dijah baik-baik aja"
Tentu Bu Gita kembali merasa khawatir dengan menantu nya, sebab semalaman Khadijah pingsan juga saat berada di kamar Aksara, dan sampai saat ini Bu Gita belum mendapati batang hidung menantu nya.
Ceklek.
Hingga Bu Gita membuka paksa Kamar putra nya, lantas mengedarkan pandanganya ke seluruh sudut ruang yang tampak sunyi dan sepi.
'Kemana ?' batin Bu Gita bertanya.
Di susul pak Lukman yang juga masuk kedalam kamar putranya, keduanya sama bingungnya karena tidak mendapati Aksara maupun Khadijah berada di sana.
__ADS_1
"Nah bener kan kata mama !"
"Kemana ya pa Mereka "
Entah mengapa pikiran buruk seketika merayapi hati Bu Gita, membayangkan mungkin saja Aksara mengusir atau membuang Khadijah begitu saja 'Pikir Bu Gita'.
Namun seketika Bu Gita mengingat jika Khadijah pernah meminta izin untuk menemui Abah nya.
"Apa Dijah dan Aksa ke Jombang ya pa ?"
Mendengar pertanyaan istrinya, Pak Lukman pun lantas mengangkat kedua bahu nya, mengingat bahkan dia tidak tahu soal apa-apa.
***
Lelah mencari kesana kemari, Bu Gita pun memilih duduk di sofa ruang keluarga. Hingga mata wanita paruh baya itu, tertuju pada sebuah ruangan dimana mungkin saja Khadijah berada di sana.
Tidak menunggu lama, Bu Gita di susul Pak Lukman dengan kursi roda nya, mengayunkan kaki menuju kamar tamu.
Lelah mengetuk setiap ruang di rumah nya, kini Bu Gita masuk begitu saja ke dalam kamar dimana Khadijah beberapa hari ini tidur di sana.
Dua bola mata Bu Gita membulat sempurna menyadari dua orang yang sebelumnya dia cari, tengah begitu lelap tidur di atas kasur.
"Gimana Ma ?" Panggil pak Lukman dari ambang pintu.
Namun senyum seketika merekah di wajah keduanya, menyadari jika mungkin saja Aksara telah membuka hatinya untuk Khadijah.
Pemandangan ini terbilang masih cukup langka untuk Aksara yang dengan keras selalu menolak kehadiran Khadijah, padahal rencana menikahi Khadijah juga atas keinginan nya sendiri.
Bu Gita pun tidak begitu saja melewatkan pemandangan indah pagi ini, Wanita paruh baya itu lantas meraih ponsel di saku celana nya, dan mendokumentasikan momen kebersamaan menantu dan putra sulung nya.
"Udah yuk Ma, kita keluar saja" Bisik pak Lukman pada istri nya.
Namun bukan mengindahkan titah suami nya, Bu Gita justru berjalan semakin mendekat pada sisi tempat tidur yang dekat dengan putra nya.
"Ma !. Mau ngapain ?"
Menyadari sang istri akan melakukan sesuatu, pak Lukman pun lantas mencoba menghentikan nya.
Namun melihat senyum seringai di wajah istri nya, belum lagi alis yang tiba-tiba naik dan turun, pak Lukman semakin yakin jika Bu Gita ingin melakukan sesuatu pada menantu dan putra nya.
Pak Lukman pun hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala nya.
"Ehemmmmm !!!!"
__ADS_1
"Astaghfirullah!!" Kaget Khadijah
Tidak hanya Khadijah, Aksara pun sontak terkejut mendengar suara Khadijah yang istighfar di telinga nya.
"Ma !!" Kaget Aksara
Aksara masih mencoba mengumpulkan kembali kesadarannya, mengucek dua bola mata yang rasanya masih ingin terpejam.
Namun tidak dengan Khadijah yang menyadari dua orang mertua nya berada di sana, hanya bisa menundukkan wajahnya, 'Malu ?' Tentu saja.
Khadijah merasa wajah nya terasa panas, dan sudah dapat di pastikan semerah apa Kiki pipi nya.
"Maaf Ma, Pa, Dijah Kesiangan" Khadijah lantas merapikan gamis yang mungkin saja berantakan karena tidur nya, dan beranjak bangkit dari tempat tidur.
Khadijah tidak lagi bisa memberi penjelasan apa-apa sebab dia masih begitu terkejut dengan kedatangan mertua nya.
Disini Aksara baru menyadari jika dia tertidur di kamar istri nya.
"Astaga !!"
"Mama Ngapain di sini ?" Tanya Aksara dengan bodoh nya.
"Kamu yang ngapain di sini Aksa !!"
Meski bernada ketus, namun Bu Gita cukup lega, melihat menantu nya baik-baik saja, bahkan bersama sang putra di samping nya.
"Ngapain pakai pindah kamar segala !!. Bikin Mama panik aja"
Bu Gita masih dalam mode kekesalan nya, sebab sebelumnya dia begitu panik dan khawatir mencari kedua nya, namun tidak di sangka yang di cari justru sedang enak tidur. 'Batin Bu Gita'.
"Udah mandi sana, Mama tunggu di meja makan !"
Setelah mengucapkan itu, Bu Gita dan Pak Lukman lantas keluar, meninggalkan menantu dan sang putra yang tampak malu melihat mereka.
Bu Gita pun terkekeh melihat ekspresi Khadijah dan Aksara yang begitu menggemaskan dengan merah di wajah nya.
"Mama ini !. Mereka jadi malu kan"
Meski lirih namun Aksara dan Khadijah jelas mendengar ucapan Pak Lukman sebelumnya. Dan benar saja mereka memang sangat malu.
Keduanya hanya saling pandang, sekilas Aksara melihat wajah Khadijah, begitu pula sebaliknya tanpa sengaja Khadijah pun juga menatap Aksara. Hingga keduanya kembali merasa malu satu sama lain nya.
***
__ADS_1