TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 72. PETUALANG PAGI


__ADS_3

...Sendiri terkadang merasa sepi, namun kadang-kadang juga lebih baik seperti ini ...


...☘️...


Meski pagi menjelang, namun agaknya Aksara meras jika saat ini selalu malam, Aksara begitu bersemangat setiap kali akan memulai petualangan nya bersama Khadijah.


"boleh aku melakukan nya ?"


Khadijah pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Wajah merona Khadijah tampak menggemaskan bagi Aksara.


Tanpa sadar Khadijah mendongakkan wajah nya, mulai mengusap lembut pipi dan alis Aksara, samai ada saat Khadijah menautkan kedua tangan nya di leher Aksara. Terlihat jelas mata Aksara yang begitu menginginkan dirinya.


Dan Khadijah telah memantapkan hatinya untuk melayani sosok laki-laki yang sah sebagai Suami nya, entah untuk yang ke berapa kali nya.


Cup.


Sebuah kecupan singkat mendarat begitu saja di bibir ranum Khadijah.


"Apa kau menyukainya ?" bisik Aksara


Khadijah terperangah, dia pun membulatkan kedua bola mata nya , mendengar pertanyaan sang suami, sungguh rona merah di wajahnya kini semakin terlihat.


Aksara semakin mendekatkan wajahnya pada Khadijah, mengusap lembut bibir ranum milik istrinya , tidak butuh waktu lama, Aksara melahap dan **********, dengan gerakan lembut namun menuntut, hingga Aksara merasa tubuh Khadijah menegang begitu saja.


Di saat yang bersamaan Aksara pun menghentikan aktivitasnya. Hal itu seketika membuat Khadijah terkejut dan menatap bingung Aksara.

__ADS_1


"Ada apa mas ?"


Mendengar pertanyaan Khadijah , Aksara pun lantas tersenyum.


"Jika kita terus melakukanya dan kamu hamil lalu bagaimana ?" Tanya Aksara dengan nada sedikit menggoda


"Maksudnya?"


"Kuliah mu nanti nya ?"


"Aku cuti saja. Seperti sebelumnya" Kelakar Khadijah dengan tawa kecil di bibir nya.


Keduanya lantas tertawa bersama, mengingat kekonyolan kecil diantara mereka, meski keduanya sudah berada dalam suasana panas pagi ini.


Khadijah lantas tersenyum dan tersipu malu, merasakan sentuhan tangan Aksara yang telah bersiap untuk memulai aksinya.


Pagi ini Khadijah terasa mulai terbiasa dengan kegiatan berpetualang bersama Aksara, dan lagi-lagi Aksara seolah menjadi raja, sebab Khadijah memberi hak penuh atas dirinya pada Aksara.


Satu tangan Aksara aktif menelusup masuk kedalam baju yang di kenakan Khadijah. Mulai agresif menjelajah.


Aksara pun melepaskan pagutan nya tatkala Khadijah mulai kehabisan udara, Khadijah kini mulai menikmati setiap sentuhan dari sang suami.


Rasa lelah, dan sakit yang Khadijah rasakan, kini berubah menjadi sesuatu yang sangat Aksara tidak menuntut hanya mendapatkan kepuasan dirinya saja, namun juga membuat Khadijah puas dengan dirinya.


Suara kenikmatan lolos begitu saja , tatkala Aksara meremas miliknya, hal itu tentu membuat Aksara semakin bersemangat untuk melanjutkannya aksinya, melihat Khadijah menggelinjang tidak karuan, tentu Aksara tidak sabar berlama-lama.

__ADS_1


Aksara kembali memulai aksinya, dengan mencari pengait bra yang di kenakan oleh Khadija. Perlahan Aksara melepaskan pengait milik Khadijah , satu persatu dia longgarkan, sampai seluruhya terlepas, hingga begitu bersemangat Aksara melempar begitu saja kacamata Khadijah ke segala arah.


Sesuatu yang cukup besar dan menarik pandangan Aksara terekspos sempurna tepat di depan wajah nya. Sesuatu yang sejak semalam selalu menjadi candu bagi diri nya. Tidak butuh waktu lama salah satu benda di hadapannya menjadi sasaran kebrutalan nya.


Menyesap dan melahap tanpa ampun dan tanpa jeda tentu nya, membuat sang pemilik menggelinjang seketika, menahan segala rasa yang menyesakkan dada, namun sangat menyenangkan rasanya. Dan Khadijah juga mulai menyukai dan menikmati semua aktifitas yang Aksara lakukan pada dirinya.


Sentuhan lembut bibir Aksara membuat Khadijah susah payah menelan ludahnya. Aksara begitu memanjakan dirinya.


Tidak ingin melewatkan begitu saja kedua nya, Aksara berganti pada sisi lainya, Aksara kembali melahap nya, mengusap lembut sisi lainya, dan tidak memberikan kesempatan untuk mendiamkan hidangan dari Khadijah yang begitu menggoda.


Sungguh nikmat dan sangat menggoda bagi Aksara, hingga berkali kali melahap habis, menyesap dengan rakus benda kenyal di hadapannya.


Sampai pada saat penyatuan panjang yang terasa menegangkan, kenikmatan yang sulit untuk di ceritakan. Aksara berhasil menyatukan kembali miliknya.


Hingga tanpa celah sedikitpun Aksara menenggelamkan milik nya ke dasar lembah dibawah sana.


Berkali-kali Aksara mengeluarkan semua yang ingin sekali dia tanamkan pada Khadijah, Aksara pun membusungkan dadanya tatkala dia mencapai puncak kenikmatannya.


Suara erangan tanda kenikmatan begitu menggema di sudut ruang gelap kamar Aksara dan Khadijah.


 Terdengar rintihan lembut dari bibir Khadijah, hingga membuat Aksara tidak tega untuk melanjutkan nya. Sebab dia yakin jika Khadijah masih merasa sakit setiap kali dia melakukan nya, Namun hal ini hanya masalah intensitas penyatuan mereka, semakin sering di lakukan justru akan semakin tidak terasa sakitnya, 'Pikir Aksara'.


Meski tidak tega, namun Aksara tetap menghentak miliknya, hingga Khadijah pun merasa telah sampai pada puncak nya.


Tamparan sinar Surya yang masuk melalui celah jendela, menyatukan dua anak manusia yang kini tengah dimabuk Asmara. Dibawah temaram lampu keduanya habiskan untuk saling memberikan kasih sayang dan kenikmatan.

__ADS_1


***


__ADS_2