TAKDIR CINTA KHADIJAH

TAKDIR CINTA KHADIJAH
BAB 31. TERKEJUT


__ADS_3

...Bila masa nya cinta akan tiba, Maka tidak ada yang akan lebih berkuasa selain dua insan yang saling mencinta....


...☘️...


Waktu menunjukan pukul 21.55


Sudah semakin larut dan Aksara belum terlihat menampakkan batang hidungnya. Beberapa lembar surah pun juga telah selesai Khadijah baca.


Indahnya rembulan malam, membuat Khadijah ingin berdiri di ambang jendela kaca kamar nya, menatap dari kejauhan betapa indahnya Sang Maha Pencipta menciptakan Surya ditengah gulita yang menyapa.


Tidak seperti malam-malam biasanya, ibukota kali ini tampak sepi dan sunyi, hingar bingar kota yang tidak lagi terdengar, membuat Rembulan muncul tidak hanya sendiri, karena ada banyak bintang yang menemani.


Cukup menyenangkan bagi Khadijah yang memang menyukai Alam, namun kini harus tinggal di perkotaan, pemandangan semacam ini tentu sangat jarang terjadi.


Senyum manis di wajah Khadijah seolah tidak pernah lekang, memandangi indahnya rembulan malam yang bersanding dengan Kerlip bintang gemintang.


"MashaAllah"


Jujur Khadijah sangat menikmati indahnya tata Surya di hadapan nya. Indah dan begitu menenangkan tentu nya.


Hingga tanpa di sadari oleh Khadijah, dari kejauhan Aksara tengah memandang wajah cantik nya. Khadijah yang tanpa balutan cadar menutupi wajah nya.


Entah sejak kapan Aksara telah berada di sana. Namun yang jelas saat ini, dia pun tengah menikmati Maha karya sang pencipta di wajah istri nya.


Meski sangat tipis, namun jelas terlihat senyuman di wajah tampan Aksara. 'Kagum ?' Mungkin saja.


Namun senyuman itu tidak bertahan lama, karena saat ini senyum itu sudah pudar begitu saja. Menyadari tidak hanya dirinya, yang tengah menikmati Kecantikan di wajah Khadijah.


Dari jarak yang cukup jauh, Aksara dapat melihat bagaimana Dirga juga tengah menatap Khadijah dengan tatapan penuh cinta.


Tatapan yang tentu sangat mudah untuk di artikan oleh Aksara, Karena Aksara tentu tahu, jika Adiknya juga memendam rasa cinta pada istri dadakan nya.


Semua yang terjadi antara dirinya dengan Khadijah bukan merupakan kesengajaan, bahkan sebelumnya tidak ada niatan Aksara untuk menjadikan Khadijah istirnya.


Pun Aksara juga tidak mengetahui jika Khadijah merupakan pujaan hati dari Dirga adik nya.


Namun nyatanya kenyataan berkata sebaliknya, hingga saat ini Aksara sah menjadi suami Khadijah.


Dan entah perasaan dari mana, namun Aksara tidak begitu menyukai tatapan Dirga pada Khadijah .'Cemburu ?' mungkin saja.


Ini merupakan kali ke dua Aksara melihat dengan jelas wajah Khadijah, dan juga mungkin saja ini merupakan pertama kalinya bagi Dirga menikmati keindahan maha karya di wajah Khadijah. Tentu Dirga pula tidak akan begitu saja melewatkan nya.


Dirga tahu ini dosa, namun hati nya yang tengah terluka butuh di sembuhkan , meski hanya bisa memandangi wajah cantik Khadijah dari kejauhan saja.


Menyadari semakin tidak terkendali situasi, Aksara pun memilih untuk berlalu begitu saja.


Entah sudah seperti apa kemarahan di hati Aksara, yang jelas kini hatinya juga butuh untuk di sembuhkan seperti Dirga.


'Kecewa ?' mungkin saja


Kilatan api jelas terlihat menguasai hati Aksara. Hingga tanpa terasa Aksara menghentikan langkah kaki nya, menatap sebuah pintu besar di hadapan nya dengan begitu tajam.

__ADS_1


Ada keraguan di wajah Aksara, namun dari balik pintu kamar itu. Aksara meyakini jika setelah ini, hati dan pikiran nya tidak akan bisa baik-baik saja.


Ingin rasanya Aksara mengabaikan perbuatan Adiknya, namun hati kecilnya mengatakan untuk tidak mengizinkan , siapapun termasuk adik nya, menatap dan mengagumi wanita yang telah sah berstatus istri seorang Aksara Virendra Brawijaya.


Brak !!!


Dengan langkah jenjang nya, Aksara masuk begitu saja kedalam kamar Khadijah. Tentu kedatangan Aksara sontak membuat Khadijah terkejut.


Hingga dua bola mata Khadijah menatap tidak percaya pada Aksara yang kini berjalan semakin mendekati nya.


'Mas Aksa' batin Khadijah dengan tatapan penuh tanya.


'Apa tujuan kedatangan Aksara' Batin Khadijah.


Namun entah dorongan dari mana, Aksara langsung saja meraih pergelangan tangan Khadijah, menarik cepat tubuh istri nya dan mendekap Khadijah dalam pelukan nya.


Sikap Aksara tentu membuat Khadijah kembali terkejut bukan main.


Berada sedekat ini dengan Aksara, jujur saja membuat Khadijah merasa gugup dan berdebar rasa nya.


Srakkk !!.


Dengan gerakan cepat pula, Aksara menutup hordeng yang sebelumnya terbuka di kamar Khadijah.


Dari kejauhan tampak mata Dirga menatap keintiman antara Kakak nya dengan wanita yang begitu dia cinta.


'Sakit?' tentu saja.


Sampai di sini, Dirga menyadari jika tatapan nya pada Khadijah, tidak begitu di sukai oleh Aksara.


Sementara Aksara saat ini, masih begitu menikmati aroma wangi yang menguar dari rambut Khadijah.


Rambut panjang yang tengah tertutup oleh balutan hijab yang di kenakan nya.


Aroma lembut yang baru pertama kali Aksara mencium nya, tidak menyengat dan begitu menyenangkan masuk ke dalam indra penciuman Aksara.


"Mas ?"


Hingga beberapa kali panggilan Khadijah, Aksara abaikan begitu saja.


Tidak mendengar panggilan Khadijah, atau memang sengaja 'Entah lah' . Yang jelas Aksara masih dalam posisi sama, memeluk Khadijah seperti sebelum nya.


"Mas Aksa !"


Deg.


Aksara baru menyadari, entah sudah berapa lama dia menenggelamkan wajahnya di celekuk leher Khadijah.


'Bodoh !!' Batin Aksara dalam hati nya.


Cepat-cepat Aksara melepaskan pelukan nya, hingga untuk sesaat membuat Khadijah merasa bingung dengan sikap suami nya.

__ADS_1


"Mas Aksa Baik-baik saja ?"


Khadijah yang masih bingung dengan perubahan sikap Aksara, lantas kembali bertanya.


"Kau !!" tunjuk Aksara pada Khadijah.


"Apa kau sengaja menggoda pria lain di luar sana !!" ketus Aksara


Mendengar ucapan dari suami nya, jujur Khadijah belum sepenuhnya memahami apa maksud perkataan nya.


Khadijah pun lantas menautkan kedua alisnya, menatap heran pada lawan bicara nya. Namun Khadijah mencoba untuk memahami apa yang saat ini ingin Aksara katakan namun tidak tersampaikan.


"Lupakan Saja !!"


Lagi-lagi Aksara berbicara dengan nada ketus nya.


Melihat sikap labil suami nya, Khadijah baru menyadari ada kesalahan di hati Aksara, 'Cemburu' mungkin saja.


'Namun pada siapa ?' pikir Khadijah.


Khadijah masih berusaha menggabungkan kepingan kata suami nya yang sampai saat ini hanya membuat dia bingung saja.


"Maksud Mas Aksa bagaimana ?"


Dengan suara lembut Khadijah kembali bertanya.


"Jika niat mu ingin menggoda laki-laki di luar sana, terserah!!"


Khadijah lantas tersenyum pada Aksara. Menyadari mungkin saja, terjadi perubahan di hati suami nya.


"Mas..."


Lembut, mendayu merdu suara Khadijah terdengar menelusup masuk ke telinga Aksara.


"Bagaimana aku bisa menggoda laki-laki lain di luar sana, sementara disini ada Mas Aksa yang tentu sangat perlu untuk Ku goda"


"Dan kenapa Khadijah harus menggoda laki-laki lain di luar sana, Sementara disini ada Mas Aksa yang jelas halal untuk Khadijah"


Deg.


Runtuh sudah pertahanan Reader, Eh. Aksara. Mendengar perkataan Khadijah.


Jujur kalimat itu begitu melegakan dan menyenangkan bagi Aksara. Namun entah mengapa justru membuat Aksara merasa bingung harus bersikap bagaimana.


'Salah tingkah ?' mungkin saja.


Sementara Aksara yang tidak bisa berkutik dengan gombalan Khadijah hanya bisa terdiam seribu bahasa.


Hingga pada akhirnya hanya hembusan nafas saja yang keluar dari mulut Aksara.


***

__ADS_1


__ADS_2