
Davira menoleh ke samping kemudian tersenyum tipis sembari menambah kecepatan laju mobilnya. Wanita itu menatap puluhan mobil yang berjejer di depan mereka, dan sepertinya kehadiran mereka sudah disadari oleh orang-orang itu.
Jakob menganggukkan kepalanya sebagai isyarat membuat Davira dan Luca melaju mendahului beberapa mobil, bersamaan dengan itu, keduanya menembaki setiap ban mobil yang mereka lewati.
Dor.
Dor.
Mobil-mobil itu langsung oleng membuat Davira segera menabraknya.
"Mobil ketiga, Jonathan ada di mobil ketiga!" seru Mario setelah berhasil mengapit satu mobil yang mereka semua tahu Nathan ada di dalamnya.
Dor.
"Sial, mereka menembak kaca mobilku!"
"Tahan Mario, jangan sampai mobil yang ini terlepas!" sahut Dex yang kini mengapit dari sisi kanan.
Dex segera menunduk saat kaca jendela mobilnya pecah karena tembakan.
Jakob segera melaju secepat mungkin lalu menabrak mobil yang sedang diapit oleh Mario dan Dex.
Braak.
"Sekarang."
Mario dan Dex segera melipir ke samping dan menabrak mobil yang lain, sedangkan Jakob dan Liam menabrak mobil berwarna hitam secara bersamaan sehingga pada akhirnya mobil itu terbalik.
"Davira! Jonathan ada di sana, Fedrix bantu Davira mengeluarkannya!"
"Aku bisa mengatasinya sendiri! Mobil di depan mulai menyerang, kalian harus menyelamatkan Aaron dan juga Atvita!"
Davira menghentikan laju mobilnya melihat mobil yang di dalamnya terdapat Nathan sudah berhenti berguling.
Mata Davira sedikit melebar melihat asap yang keluar, Davira buru-buru berlari mendekat kemudian berjongkok untuk memastikan bahwa Nathan benar-benar ada di dalam mobil yang sedang dalam posisi terbalik itu.
"Nathan," Davira berniat untuk menarik tubuh Nathan yang masih belum sadarkan diri, kepala pria itu juga terluka.
"Akhh......."
Davira segera menarik tangannya dari cekalan seorang pria yang terluka parah, tanpa pikir panjang ia langsung menembak pria itu hingga tiada lalu kembali menarik tubuh Nathan agar keluar dari mobil yang sudah siap meledak.
"Arghhh ayolah Nathan," Davira berusaha keras menyeret Nathan agar lebih menjauh.
__ADS_1
Blaaar.
Tubuh Davira dan juga Nathan seketika terpelanting.
"Akhhh!"
Davira meringis pelan merasakan sakit pada sikunya yang kini berdarah karena bergesekan dengan tanah. Melihat Nathan yang tergeletak tidak jauh di dekatnya membuat ia segera menghampirinya.
"Sial, siapa orang-orang itu?" Erick menoleh ke belakang, melihat kekacauan yang sedang terjadi.
Beberapa mobil anak buahnya sudah terbalik dan kini mereka terlihat saling menembak, melihat mobil yang ditumpangi Nathan sudah tidak ada membuat Erick menggeram marah.
"Apa yang kalian lakukan?! Singkirkan mobil-mobil itu, dan di mana Nathan sekarang?!" teriak Erick kepada anak buahnya melalui HT yang sekarang tengah ia pegang.
"Aaron di dalam mobil Jeep itu," Fedrix segera menembak mobil Jeep di depannya beberapa kali.
"Kaca mobil itu anti peluru!"
"Bannya!"
Fedrix dan Liam kini menembak ban mobil itu berkali-kali kemudian menghantamkan mobil mereka secara bersamaan.
"Awas!" teriak Mario tepat sebelum puluhan mobil Jeep lainnya datang dan langsung menabrak mobil-mobil anak buah Erick.
"Yang pastinya bukan anak buah Erick! Lihat, mobil-mobil itu juga menyerang!"
Melihat musuh semakin banyak berdatangan membuat Erick berdecak kesal, Erick segera mengeluarkan benda berbentuk nanas kecil kemudian menyembulkan kepalanya keluar jendela.
"Tuan tunggu, orang-orang kita masih tertinggal di belakang!"
"Aku tidak peduli, jika mereka sudah berhasil menyelamatkan Nathan dan juga Aaron, maka Atvita harus tetap ikut bersama kita. Mereka tidak akan bisa menyakiti Emma jika Atvita ada dalam genggamanku!"
Tanpa memikirkan anak buahnya yang tengah diapit dan sedang ditabrak habis-habisan oleh orang-orang yang dia tidak tahu siapa, Erick segera melemparkan granatnya ke belakang.
"Apa itu?"
"Shitt itu granat bodoh!" sahut Dex sembari banting setir, mobilnya langsung berbalik ke belakang membuat yang lainnya melakukan hal yang sama.
Blaar!
Beberapa mobil terpelanting dan bahkan hancur karena ledakan granat itu, Jakob melaju sekencang mungkin. Melihat mobil Jeep di depannya berusaha untuk kabur menjauh membuat Jakob dan beberapa mobil lainnya menabrak mobil Jeep itu berbarengan hingga terbalik.
Braak.
__ADS_1
Jakob menghentikan mobilnya, begitu juga dengan yang lainnya. Mereka semua segera mengeluarkan senjata masing-masing karena saat ini tengah dikepung oleh puluhan orang yang tidak mereka kenali.
"Siapa kalian?" tanya Jakob menatap orang-orang itu dengan penuh kewaspadaan.
Seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan hanya menggunakan kaos berwarna hitam kini keluar dari mobilnya, walaupun pakaiannya sederhana dan cukup berantakan, Jakob tahu bahwa pria yang turun itu adalah pemimpin dari kelompok yang saat ini tengah mengepung mereka.
"Aku yang harusnya bertanya? Apa yang ingin kalian lakukan kepada Aaron, Jonathan dan juga Atvita?" pria bernama lengkap Alvar Martez itu melangkahkan kakinya mendekati mobil yang kini terbalik.
Alvar menatap Aaron yang tidak sadarkan diri kemudian memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mengeluarkan Aaron dari dalam mobil.
"Kami ingin menyelamatkannya," jawab Jakob membuat Alvar tertegun untuk sejenak dengan mata yang terus bergerak memperhatikan sekelilingnya, pria itu tampak begitu gelisah, tidak seperti sebelumnya.
"Periksa semua mobil," perintah Alvar yang mana langsung dilakukan oleh anak buahnya.
Mereka segera memeriksa setiap mobil yang tergeletak di jalan dan membunuh anak buah Erick yang masih hidup.
"Siapa kau ini?" tanya Liam merasa penasaran.
"Kita berada di pihak yang sama jika tujuan kalian adalah menyelamatkan mereka bertiga, aku datang juga untuk melakukannya. Apa hubungan kalian dengan keluarga Xie?"
Jakob tidak langsung menjawabnya, dia pun merasa bingung harus memberi jawaban apa. Jakob tidak merasa berteman dengan Nathan, tapi mereka tidak juga bermusuhan. Dan sekarang dia membantu Nathan, apa itu bisa dikatakan berteman?
"Nathan adalah kekasihku," sahut Davira melangkah mendekat setelah memasukkan Nathan ke dalam mobilnya.
"Aku Davira Handoko, aku tidak tahu kau pernah mendengar namaku atau tidak. Tapi kami semua datang untuk menyelamatkan Nathan, sekarang giliranku yang bertanya. Ada hubungan apa kau dengan mereka bertiga? Kenapa kau ingin menyelamatkan mereka?" tanya Davira dengan tatapan yang begitu berani.
"Aku tidak memiliki hubungan dengan Aaron ataupun Nathan, tapi aku memiliknya dengan Atvita."
Mendengar jawaban Alvar membuat Davira langsung mengerti.
"Tuan, Nona Atvita tidak ada di mobil manapun!" seru salah satu anak buahnya.
Alvar mengusap wajahnya kasar, "Sial, Atvita ada di dalam mobil yang berhasil kabur. Mereka sudah jauh dan kita tidak akan bisa mengejarnya, apa yang sebenarnya terjadi di sini? Aku tidak mengerti, kenapa tiba-tiba Atvita datang ke Spanyol dan ditangkap oleh orang-orang itu!"
Davira dan Jakob saling menatap satu sama lain, mereka bisa melihat raut khawatir yang begitu kentara di wajah Alvar.
"Kami akan menjelaskan semuanya, kita akan menyelamatkan Atvita. Tapi sebelum itu kita harus membawa Aaron dan juga Nathan ke tempat yang aman, mereka perlu di obati."
"Bagaimana jika mereka melakukan sesuatu kepada Atvita? Orang-orang itu bisa membunuhnya."
Davira menggelengkan kepalanya cepat membuat Alvar mengernyit.
"Atvita tidak akan dibunuh."
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu?"