
“Ganti rugi, dan bawa anjing-anjing ini pergi dari sini.” Kata Toro yang tidak mengindahkannya.
Saat ini, salah satu pria kekar langsung mengeluarkan golok dan berteriak, “Berengsek, apakah kamu tahu sedang berbicara dengan siapa? Cari mati!”
“Berhenti!” Kata Lalita dengan pelan. Walaupun terlihat kesal, pria kekar itu tetap mundur. Lalita sudah melihat aura membunuh di mata Toro. Aura bawahannya masih kalah dengan aura Toro, walaupun dia yang seorang Ketua Gereja dari Gereja Desember Geng Naga Biru, masih merasa sedikit bergejolak hatinya.
“Sekarang aku ingin berunding denganmu. Bawahanku menghancurkan salonmu, kamu juga sudah melukai mereka. Jadi kita impas!” Kata Lalita sambil melihat kukunya yang baru dimanikur itu. Dia melanjutkan, “Kalau tidak mau berunding, kamu tetap harus ganti rugi kepada kami. Jadi tahu diri sedikit, kamu……”
Belum selesai bicara, dia langsung melemparkan sesuatu ke arah Toro. Toro menghindarinya, tetapi wajahnya tetap terasa sakit, dia mencoba memegang wajahnya dan melihat kelima jarinya menjadi merah, di dalam hatinya dia berpikir: Wanita ini adalah seorang ahli.
“Hajar!” Teriak Lalita. 8 pria bereaksi dengan cepat, di saat yang sama mereka mengeluarkan senjata dan berlari ke Toro.
Di tangan Toro juga ada senjata, Lalita tiba-tiba berdiri dan melemparkan sesuatu ke Toro lagi. Kali ini Toro langsung menahannya, dan ketiga pisau kecil itu mengarah ke salah satu pria kekar yang berlari ke arahnya.
Lalu, Toro terkejut melihat pria itu hanya sedikit muntah darah dan lanjut mengarahkan golok ke arahnya. Sepertinya orang itu memakai pelindung di tubuhnya.
Tang! Tang! Tang!
Toro menggenggam senjata dan bertabrakan dengan golok para pria kekar itu. Detik selanjutnya dia sudah sampai di samping Lalita, Lalita yang melihatnya langsung menopang sofa dan mencoba meloncat ke belakang. Tapi ketika dia mendarat, sebuah pisau tempur sudah berada di lehernya.
__ADS_1
Ce, cepat sekali! Lalita adalah penanggung jawab bagian pembunuhan di gereja Desember. Keahliannya tentu lebih hebat dari orang biasa, tapi dalam waktu sesingkat ini dia sudah dikalahkan. Pria di depannya ini sudah menahan lehernya yang putih itu. Satu tangannya lagi menyentuh bagian dada yang lembut, karena dia tidak pernah memakai bra, rasa lemas dan geli langsung menyerangnya.
Toro juga merasakan kelembutan di tangannya dan sedikit terkejut. Tetapi Lalita tiba-tiba mengangkat kakinya, sepatu hak tinggi menyerang kepala Toro dengan penuh kekesalan. Toro berusaha tenang dan menggerakkan pisau tempur di tangannya itu. Seketika darah merah mengalir keluar, kaki Lalita pun berhenti di udara.
“Turunkan kakimu!” Kata Toro tanpa ingin diragukan.
Lalita terpaksa menurunkan kakinya kembali, dia merasakan panas di area lehernya. Ternyata Toro menggunakan lidah untuk menjilati luka di lehernya, bahkan dia, seorang pemimpin yang sering melakukan tugas pembunuhan juga tidak tahan dan memerah wajahnya. Di dalam hatinya dia sudah membunuh Toro dan keluarganya berkali-kali.
Srek!
8 pria kekar itu langsung mencabut senjata api mereka di saat yang sama, dan berteriak, “Lepaskan kak Lalita, kalau tidak kami akan membunuhmu!”
“Cepat lepaskan kak Lalita, kalau tidak aku akan menembakmu!”
Benar-benar ada seseorang yang menembak ke atas, kalau orang lain mungkin akan ketakutan. Tapi Toro sudah terbiasa dengan hujan peluru, suara tembakan hanyalah sebuah lagu cinta baginya. Dia tersenyum dingin dan berbisik di telinga Lalita, “Sayang, suruh orangmu mundur, kita bicara berdua!”
Merasakan daun telinganya dijilati, Lalita sangat marah. Sejak kapan dia pernah menjadi sandera seperti ini. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya, dia menutup matanya dan berteriak, “Tembak!”
8 pria kekar itu tertegun, Lalita seperti seekor singa betina yang marah besar, dia berteriak, “Aku menyuruh kalian tembak, ini adalah perintah!”
__ADS_1
Orang-orang itu tentu tidak berani menembak. Salah satunya berdiri keluar dan berkata, “Jangan melukai kak Lalita, kami akan menerima persyaratanmu!”
“Terlambat!” Toro berkata, “Kalau kalian tidak ingin melihat bos kalian mati, tunggu diluar sekarang. Aku tidak akan mengatakan untuk yang kedua kalinya, aku hanya akan membuktikannya.”
“Aku suruh kalian tembak, apakah kalian semua tuli?” Teriak Lalita dengan kesal, “Aku akan mati bersama berengsek ini!”
8 pria kekar itu saling bertatapan, pemimpin mereka berkata, “Kak Lalita, ini tidak sepadan.” Dia menatap ke Toro dan berkata dengan lembut, “Kami akan mundur. Tapi kami peringatkan, kalau kamu berani melukai kak Lalita, Geng Naga Biru kami akan membunuh semua sanak saudaramu, termasuk orang di salon ini.”
“Terlalu banyak bicara, 3……” Toro mulai berhitung, seketika mereka berdelapan langsung berlari keluar. Sekarang hanya tersisa para bawahan yang terluka parah di lantai, Sunakim juga sangat kesakitan, dia tidak menyangka orang ini begitu hebat. Sekarang kondisinya semakin parah.
Lalita menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya, kemudian dengan cepat dia menenangkan diri kembali. Tidak tahu apa yang terjadi dengannya hari ini, kenapa dia bisa dikacaukan oleh seorang pria busuk. Dulu ketika berada di kondisi yang lebih berbahaya lagi, dia bisa membereskannya dengan cepat. Dia harus memikirkan cara, tidak boleh menjadi pasif.
“Karena aku sudah terjatuh ke tanganmu, cepatlah kalau kamu mau membunuhku. Kalau tidak, katakan apa yang kamu inginkan!” Kata Lalita.
Toro merasa salut dengan kemampuan adaptasi wanita ini. Kalau bukan dirinya bisa mengalahkannya secepat ini, mungkin kejadiannya tidak akan segampang sekarang, dia berkata, “Ini lebih mirip ucapan manusia, sebenarnya hal ini……” Baru ingin bicara, 8 pria kekar itu kembali lagi ke dalam.
Sekarang bertambah satu orang lagi, Toro berteriak kesal dalam hati. Orang itu adalah Kirania, sekarang dia ditangkap dan ditodong senjata oleh dua orang pria. Kedua matanya terlihat begitu ketakutan, wanita sungguh merepotkan.
“Toro, tolong aku!” Sambil berkata, air mata Kirania turun melewati wajahnya, dia sudah ketakutan sampai tidak tahu harus bagaimana.
__ADS_1