Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Pangeran


__ADS_3

Akhirnya sampai di hari minggu, beberapa hari ini terlihat tenang. Mungkin karena Geng Wustang tidak mendapatkan informasi tentang Toro dan yang lain, sehingga mereka belum bergerak. Lalu Sutomo juga memiliki nyawa panjang, dia ternyata sudah bisa memaksakan diri untuk berjalan 1 2 langkah, lebih cepat sedikit dari perkiraan.


Anak buah Sutomo di sekolah sudah mulai dibawa oleh Alura dan Pisau Tajam. Semua berkat telepon dari Sutomo, hanya saja ada dua orang sahabat Sutomo menghilang. Toro juga bisa menebak apa yang terjadi, tapi juga tidak memberitahu Sutomo. Agar dia tidak terlalu kesal dan menyebabkan lukanya terbuka kembali.


Kembali ke rumah, kali ini dia menelepon Janice dulu, tetapi ponselnya dalam kondisi dimatikan. Dia mendengar Phoenix Hitam bilang kalau Rubah Emas juga mengincar Janice, jadi ketika menemui situasi seperti ini, pasti akan khawatir.


“Phoenix Hitam, bagaimana dengan orang yang aku minta lindungi itu?”


“Aku tidak tahu, aku belum menerima uangnya.”


“Aku pasti akan memberikan uangnya, bukannya belum sampai 1 minggu, cepat katakan!”


“Tidak apa-apa, aku sedang melihatnya. Tapi, hari ini dia terlihat bermain cukup senang dengan temannya, mungkin dia tidak akan pulang!”


“Aku mengerti.”


Toro menggaruk kepalanya, setengah bulan tidak melihat wanita ini, tidak disangka dia sudah menjadi nakal. Dia mengirimkan pesan ke Nikita, bertanya apakah hari ini dia pulang atau tidak. Tapi setelah beberapa waktu kemudian, sepertinya tidak akan dibalas.


“Tidak ada wanita beneran membosankan!”


Sambil menghela nafas, Toro membawa mobil ke pinggiran barat. Hari ini dia tidak membawa siapapun, karena dia ingin mencari wanita. Belakangan ini dia tidak mencari wanita untuk bersantai, sekalian juga bisa melihat tempat masa depan gengnya.


Bar Homani, sebuah bar kelas atas yang berlokasi di timur sekolah teknik bintang cemerlang. Tapi di sini juga bisa melihat orang yang menjual obat terlarang, hanya saja pakaiannya lebih berkelas saja.


Baru duduk, seorang pelayan mendekat bukan untuk menjual alkohol, melainkan obat terlarang, tapi ditolak oleh Toro. Dia mengambil sekaleng bir dan mulai meminumnya, setelah itu matanya mulai mencari mangsa malam ini. Tapi dengan cepat dia menyadari sosok familiar yang duduk di pojok sana. Tidak disangka Raisa minum sampai sini, hal ini membuat Toro merasa aneh, seharusnya orang seperti dia tidak mungkin mencari tantangan sampai ke tempat kacau seperti ini.


Tapi tidak ada yang tidak mungkin, kalau memang begitu, malam ini akan sangat menarik. Toro tidak langsung mendekat, dia berharap muncul beberapa preman kecil yang ingin menggoda wanita ini, kemudian dia akan menunjukkan keahliannya dan menyelamatkannya. Wanita cantik yang ketakutan pasti akan bersamanya malam ini.


Dengan adanya wanita cantik seperti Raisa, Toro tentu tidak peduli dengan beberapa wanita yang mendekatinya. Dibandingkan dengan wanita cantik seperti Raisa, mereka terlalu jauh. Apalagi ketika melihat dua bongkahan dada yang sudah turun itu, Toro langsung kehilangan gairah.


Raisa terus minum tanpa henti, Toro melihat jelas dia sedang minum vodka yang keras, bukan Bacardi seperti yang kemarin. Tapi bagian bawah mata dan pipi wanita ini sudah memerah, sepertinya dia sudah minum agak lama.

__ADS_1


Toro akhirnya mengerti, Raisa bukan datang mencari tantangan, tetapi hanya ingin mabuk sendiri. Wanita ini beneran tidak tahu diri, mabuk sendiri di pinggiran barat sangat gampang diberi obat. Kemudian diperkosa dan dijual ke tempat lain, mungkin juga akan bertemu dengan pemerkosa yang membunuh setelah kejadian.


Toro juga memperhatikan orang-orang yang datang mencari wanita cantik juga terus menatap Raisa. Raisa memang adalah seorang wanita yang sangat cantik, dari badan maupun wajah. Tidak tahu berapa banyak pria yang sudah mulai memperhatikannya.


Tidak sampai 5 menit, ada seorang pria yang terlihat rapi duduk mendekat, dia membawa sebuah cocktail dan berkata, “Malam masih panjang, tidak ada artinya kamu minum sampai mabuk di sini. Habisin ini, aku jamin kamu tidak akan melupakan malam ini.”


Raisa bahkan malas melihat pria ini, dia langsung menghempaskan gelas di tangan pria itu, “Pergi, semua pria tidak ada yang baik!”


Pria itu sepertinya sudah pemain lama, dia tidak marah dan berkata, “Pria juga banyak jenisnya, yang melukaimu pasti adalah pria jahat. Kalau pria jahat, maka lupakanlah. Ayo kita minum bersama, aku akan membantumu melupakan semua hal yang menyebalkan itu, dan menjadi seorang wanita yang bahagia.”


“Aku suruh pergi, dengar tidak?” Teriak Raisa dengan keras. Membuat semua orang langsung menatap ke sini, sebenarnya dari tadi sudah banyak yang menatap ke sini, hanya saja pria ini menyadari semakin banyak tatapan, dia terpaksa menggelengkan kepala dan pergi dari sini.


Toro mengerti perasaan Raisa lebih buruk dari kemarin. Dia mungkin ingin minum sampai mabuk. Kalau beneran ada orang yang memaksanya, Toro harus segera menghalanginya, agar tidak merusak malam yang indah ini.


Memikirkan sampai sini, Toro mengangkat birnya dan berjalan ke sana. Di saat yang sama, seorang anak muda yang memakai kaos pendek dan kalung mutiara hitam juga berjalan ke arah sana.


“Teman, kamu tahu antrian? Malam ini wanita itu adalah milikku, kamu pergi cari yang lain!” Kata anak muda itu sambil merangkul bahu Toro dan sengaja memperlihatkan tato di tangannya. Dia menunjukkan ekspresi bahwa dia adalah organisasi hitam dan menyuruh Toro mundur.


Toro memindahkan tangan itu dan berkata, “Aku berbeda denganmu, aku adalah teman Raisa.”


Toro masih berjarak beberapa langkah ke Raisa, dan suara musik yang keras membuat Raisa tidak melihat ke arahnya. Kedua matanya sudah tidak fokus, dia terus minum tanpa henti.


Toro mengambil kaleng birnya dan mengetuk dada orang itu, dia berkata, “Jangan berlagak preman, aku tidak ingin mencari masalah malam ini. Sebaiknya kamu menjauh, kalau tidak kamu yang akan ketimpa sial!” Setelah berkata jujur, dia terus melangkah ke Raisa.


“Brengsek, kamu berlagak hebat ya? Sialan!” Anak muda itu mana mungkin menahan diri, dia langsung menyiramkan minuman beralkohol di tangannya ke Toro.


Toro juga berdiri di sana dan membiarkannya, ketika botol bir mengarah ke kepala Toro, dia tahu kalau orang seperti ini tidak melihat darah, dia beneran merasa dirinya adalah bos. Dia mengangkat kaleng birnya dan mendorongnya ke hidung orang itu.


“Pang!”


Anak muda itu terjatuh ke lantai dan berteriak kesakitan. Kedua tangannya menutup hidung, darah mengalir keluar melalui sela-sela jarinya. Air mata juga ikut turun, kali ini dia harus mengeluarkan uang untuk operasi hidungnya.

__ADS_1


Toro tidak menyangka dia bisa memberi pekerjaan kepada klinik operasi plastik, karena dia sudah sampai di samping Raisa. Dia menarik tangannya dan Raisa langsung berdiri, Toro memegang pinggang dan memeluknya dengan familiar, “Sayangku, kenapa kamu keluar minum sendiri lagi, aku antar kamu pulang!”


Raisa tertegun sebentar dan mulai memberontak, tetapi ketika melihat wajah Toro, dia tidak melawannya. Malahan kedua tangannya merangkul leher Toro dan berkata, “Kenapa kamu di sini? Kamu mengikutiku ya? Dasar maniak, kamu harus dihukum minum, tapi aku juga ingin minum, kita minum bersama saja!”


“Sudahlah, jangan begitu lagi. Kalau ingin minum, kita pulang minum saja. Wanita secantik kamu pasti akan diganggu di sini!”


“Pulang baru minum? Hehe, baiklah. Tapi dirumah tidak ada alkohol, kamu ada?”


“Di rumahku semuanya ada. Ayo pergi!” Raisa sudah minum lebih banyak dari perkiraan Toro. Toro terpaksa membopongnya keluar dari bar ini.


Ketika keluar dari pintu, Toro melihat 8 ekor anjing yang menghalanginya. Salah satunya adalah anak muda dengan hidung bengkok tadi. Pipa baja di tangan mereka terus mengeluarkan suara “trang trang”, memang terdengar sedikit menakutkan di malam hari.


“Berani memukul aku, kenapa kamu tidak mencari tahu dulu siapa aku. Hari ini adalah hari kematianmu!” Kata pria hidung bengkok sambil menghisap rokoknya, dia menunjuk ke arah Toro dengan pipa baja.


Toro mana ada waktu berbicara lagi dengan mereka, tinju adalah ucapan terbaik. Jadi dia langsung meninju hidungnya sekali lagi, kali ini mungkin dia harus operasi yang lain juga.


Orang-orang itu tidak menyangka Toro akan bergerak secepat itu, paling tidak berbicara sebentar atau berlagak hebat juga boleh. Ketika mereka sadar, anak muda itu sudah terbaring 2 meter dari sini, mulutnya terus mengeluarkan darah.


Pinggiran barat paling tidak takut berkelahi, sudah banyak orang-orang yang mulai menonton di samping. Pejalan kaki yang lebih berani langsung berteriak bagus, tontonan seperti ini lebih menarik dari pertandingan internasional apapun.


Ketika 7 orang disana masih bengong, Toro sudah menggendong Raisa dengan kedua tangannya. Sepatu hak tinggi langsung dimasukkan ke mulut seorang pria yang ketakutan, orang itu ingin mengeluarkannya, tetapi rasa sakit di perutnya membuat dia berlutut ke bawah. Sepertinya ususnya ditendang oleh Toro sampai robek.


“Kakak tampan, semangat!” Orang yang menonton semakin banyak, pria dan wanita yang keluar di malam hari pasti bukan orang biasa. Mereka sudah pernah melihat perkelahian, tetapi yang berdarah dan sedikit cantik ini masih pertama kali. Beberapa perempuan kecil yang berdandan tebal mulai bersorak.


6 orang sisanya baru sadar, setelah mengoceh beberapa kata, dia langsung mengarahkan pipa ke Toro. Berhadapan dengan pemandangan seperti ini, Raisa tentu sangat kaget, dia menutup matanya dan berteriak.


Tetapi suara teriakannya sudah tertutupi oleh suara “Pong Pong Pang Pang”. Dia hanya merasakan tubuhnya naik turun dengan cepat, lalu ada angin kencang yang menembus pakaiannya. Tetapi tidak ada satupun yang mengenainya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia menyadari 8 orang sudah terbaring di bawah.


“Hebat sekali. Aku suka!” Setelah kaget, para penonton mulai bersorak dengan kencang. Mereka tidak pernah melihat orang sehebat ini. Hanya butuh waktu 1 menit untuk mengalahkan 8 preman bersenjata, seperti film laga saja.


Ketika Toro masuk ke dalam mobil Lamborghini, mereka semakin salut dengannya. Tampan, kaya dan bisa berkelahi, ini adalah pangeran berkuda di setiap impian wanita!

__ADS_1


 


 


__ADS_2