Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Semua Kesalahan Termaafkan


__ADS_3

Para pengawalnya tersenyum karena ternyata memang saling kenal, dia langsung mengancamnya, “Lepaskan Kak Lalita, atau kami akan membunuhnya!”


Toro langsung marah besar, “Kamu pulang untuk cari mati? Apa yang aku katakan tadi, kalau aku tidak menelponmu maka jangan kembali. Kenapa kamu masih kembali ke sini!”


“Aku……aku khawatir padamu!” Kata Kirania dengan suara gemetar.


“Bocah, sepertinya hubungan kalian tidak biasa! Aku hitung……”


“Hitung apa!!!” Tatapan Toro menjadi dingin, sinar matanya terlihat begitu tajam. Dia berkata dengan dingin, “Lepaskan dia!”


Lalita melihat ke arah pengawalnya dan berkata, “Lepaskan dia.”


Toro terkejut, awalnya dia bersiap untuk melawan. Karena wanita di tangannya ini penting bagi mereka, jadi orang-orangnya tidak akan berani melukai Kirania. Hanya saja dia tidak menyangka Lalita akan berbicara duluan.


Sebenarnya para pengawalnya sudah sangat tertekan, setelah mendapatkan perintah, mereka langsung melepaskan Kirania. Kirania langsung berlari ke arah Toro dan Toro memeluknya dengan satu tangan. Suasana di ruangan begitu sunyi, hanya tersisa suara tangisan seorang wanita.


Lalita memecah kesunyiannya, dia berkata, “Kita tidak ada dendam apapun, aku kalah darimu, terserah apa yang akan kamu lakukan padaku!”


Suara Toro juga menjadi lebih tenang, dia melepaskan Lalita dan berkata, “Aku sama denganmu, aku punya cara bagi yang tidak mau bicara baik-baik ataupun juga yang bersedia. Orangmu yang mencari masalah denganku terlebih dulu, aku juga tidak salah memberi mereka pelajaran. Sekarang kita sudah impas!”

__ADS_1


Lalita menatap ke Toro, pada akhirnya dia hanya bisa menghela nafas. Dia tidak tahu kenapa dirinya tidak bisa memiliki niat membunuh terhadap pria asing ini. Seharusnya sekarang adalah waktu terbaik untuk bertindak, dia berkata, “Aku tahu maksudmu, orang dari Geng Naga Biru tidak akan mencari masalah denganmu lagi.”


Toro menggerakkan bahunya dan berkata, “Kerugian salon kami beserta uang renovasi harus kalian bayar. Tidak masalah bukan?”


“Sudah seharusnya!” Lalita berkata begitu hanya karena dia ingin merekrutnya. Keahlian seperti ini juga termasuk sedikit di Geng Naga Biru. Jangan melihat dia yang seorang wanita, orang yang bisa menjadi Tuan Gereja di Gereja Desember, pasti bukan orang biasa.


Kirania menghapus air matanya dan berkata, “Barang-barang di sini juga tidak seberapa, sudahlah!”


Toro mengangkat dagunya dan tersenyum, “Bagaimanapun aku sudah menghabiskan banyak tenaga. Cepat sana, minta uangnya!”


Kirania tidak berani bertengkar dengan Toro di depan tatapan orang-orang. Berhadapan dengan pria yang kekar di depannya ini, dia hanya berkata, “Berikan saja 20 juta.”


Toro tidak bisa berkata-kata. Meja teh dan sofa kulit asli yang dia hancurkan juga tidak hanya 20 juta. Dia mendorong kening Kirania dengan jarinya, lalu berkata, “Kamu ini, aku sudah membantumu di sini, kamu malah minta 20 juta saja. 20 juta hanya cukup beli satu meja teh saja. Mereka adalah orang kaya, biarkan mereka keluarkan lebih banyak lagi!” Dia menoleh ke arah Lalita dan tersenyum, “Bos cantik, bagaimana menurutmu?”


Kirania terdiam melihat sikap Toro. Toro menyalakan sebatang rokok dan berkata, “Aku juga tidak minta lebih. Meja teh 20 juta, sofa 60 juta, dan juga kerugian bisnis 40 juta, total 120 juta!” Dia menggerakkan badannya dan berkata, “Malam ini aku juga sangat lelah, bagaimanapun juga harus diberikan kompensasi 100 juta, ditambah lagi bos, karyawan dan para pelanggan yang harus diberi uang kompensasi sekitar 300 juta. Bos cantik, kamu tidak masalah, 'kan?”


“Kamu kira uang kami turun sendiri dari langit? Sekali minta langsung ratusan juta, apa kamu masih tahu malu?” Kata Lalita yang terlihat tidak senang, karena kerugian di sini tidak lebih dari 200juta!


“Siapa suruh kamu tidak mengurusi bawahanmu dengan baik!” Kata Toro sambil menghisap rokoknya, asap rokok yang dia buang menyelimuti wajah Lalita. Toro lalu berkata, “100 juta yang aku minta, kamu berikan ke bawahanmu untuk berobat saja. Lihat, aku adalah orang yang begitu baik!”

__ADS_1


Lalita mendengus dingin dan berkata kepada orang di sampingnya, “Aku tidak ingin omong kosong dengan orang seperti ini, berikan 400 juta untuknya. Dia benar-benar lebih jahat dari kita!”


Salah satu pengawal kekarnya mengangguk, melihat kepergian orang itu, Toro mengulurkan tangannya, “Kak Lalita, masalahnya sudah selesai, ayo duduk ke kantor!”


Sebenarnya Toro ingin mengalah, tapi tidak disangka Lalita sungguh masuk ke dalam. Tidak disangka wanita yang kejam dan ingin mati bersamanya tadi, seharusnya adalah orang yang sangat menjaga harga diri, sekarang kenapa tidak mau orang mengalah dengannya.


Setelah menelepon ambulan, mereka juga tidak peduli dengan Sunakim lagi. Duduk di dalam kantor, Toro menunjuk ke arah pengawal Lalita dan berkata, “Sobat, kamu juga pasti sudah haus. Bantu tuangkan kopi untuk yang lain!”


Toro melotot ke Kirania yang mau berdiri, Kirania terpaksa duduk kembali. Setelah kopinya disajikan, Toro mengangkat gelasnya dan berkata, “Di sini tidak ada alkohol, aku menggunakan kopi untuk bersulang denganmu. Kita termasuk berkenalan lewat pertarungan!”


Lalita dan yang lain juga sangat menghormatinya, mereka mengangkat kopinya dan meminum sedikit.


Toro mengeluarkan rokok lagi dan membagikan satu per satu, tidak disangka Lalita juga merokok. Toro menyalakan rokok untuknya dan berkata, “Aku adalah orang baik. Biasanya kalau orang lain tidak menggangguku, aku tidak akan mengganggu mereka. Kesalah pahaman hari ini selesai sampai di sini!”


Pengawal kekar semuanya mengangguk, Lalita menghisap rokoknya dan meniupnya pelan-pelan. Dia terlihat tenang seperti tidak ada yang terjadi, tapi di dalam hatinya tetap sangat salut dengan kemampuan Toro, dia bertanya, “Siapa namamu?”


“Aku ya?” Toro menunjuk dirinya dan berkata, “Toro Margens!”


“Aku sudah mengingatmu!” Kata Lalita sambil melihat kukunya, dia menatap Toro dan berkata, “Jujur, selain Tuan Geng sendiri, kamu orang kedua yang membuatku salut!”

__ADS_1


 


 


__ADS_2