
Semua orang melihat ke arah ketua geng Awan Api, senyumannya lebih cerah dari rambutnya, “Tentang urusan pembagian area kekuasaan di pinggiran barat!” Dia melihat ke arah dua ketua geng lainnya dan melanjutkan, “Intinya adalah membagi pinggiran barat menjadi tiga bagian.”
“Bagi tiga kepalamu! Sialan, benar-benar kurang kerjaan, apa yang ingin kalian lakukan?” walaupun beberapa ketua geng sudah mengetahui tujuan pertemuan ini, tetapi masih saja ada yang membuat kehebohan karena tidak terima.
Seketika beberapa ketua geng yang sudah merencanakan dari awal langsung berdiri dan memukul meja, “Roni, sekali buka mulut langsung bilang pembagian daerah, jadi maksudmu, orang-orang geng Koni yang mendekati 1.000 orang ini harus menuruti kalian? Tidak mungkin. Sehebat apapun kalian, di sini tetap pinggiran barat, matipun aku tidak akan setuju!”
“Sialan, benar katanya. Kita semua punya daerah dan bisnis masing-masing. Kami tidak mencari masalah, tetapi juga tidak takut dengan masalah.”
“Sialan, siapa yang tidak mempertaruhkan nyawa di sini. Ada ratusan geng di pinggiran barat, apa kalian bisa mengatur semuanya dengan baik? Mau cari masalah, hah?”
“Tidak, matipun aku juga tidak akan setuju!”
Ketua geng Tiga Sakti menepuk tangannya, “Kalian jangan emosi dulu, tujuan mengundang kalian ke sini untuk mendengarkan pendapat kalian. Aku ingin bertanya, untuk apa kalian masuk ke kalangan ini?”
“Brengsek, untuk apa ditanyakan lagi? Semua juga demi uang, dengan adanya uang, kita bisa meniduri wanita setiap hari. Siapa yang ingin berkelahi setiap hari?”
Toro bertanya kepada Tengkorak, “Siapa nama ketua geng Tiga sakti itu?”
“Orang-orang di organisasi memanggil ayahnya pangeran ketiga. Setelah ayahnya pensiun dan menyerahkan tahta kepadanya, dia juga dipanggil pangeran. Aku dengar dia memiliki bisnis dengan negara Niponia, tetapi tidak tahu detailnya!”
Toro mengangguk, geng Wustang memiliki hubungan dengan negara Niponia. Sekarang geng Tiga Sakti juga sama, sepertinya dua geng ini bukan geng yang benar. Geng Awan Api terlihat lebih enak dipandang mata. Kalau selanjutnya kondisi memperbolehkan, dia akan menyuruh Iblis untuk bersandar dengan geng ini. Dia segera mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan singkat.
Iblis menunduk dan membaca pesannya, kemudian melirik ke arah Toro dan saling bertukar pandangan, seketika dia langsung mengerti!
Saat ini, Wusman tiba-tiba tertawa dan berkata, “Mungkin kalian tidak tahu, tetapi jika aku menjelaskannya, kalian pasti mengerti. Biar aku perkenalkan, dia adalah ketua aula Macan di geng Pelindung Naga, orang-orang memanggilnya kak Cahaya.”
Cahaya memegang kepala botaknya dan berteriak, “Jangan mengajak aku, aku datang ke sini untuk urusan lain. Tetapi kalian lebih baik diam, siapa yang berisik akan kubunuh semua keluarganya.”
Begitu Bos geng Pelindung Naga berbicara, orang-orang yang menolak tadi langsung mulai terdiam. Tetapi masih banyak yang menaruh curiga, “Oh, Kak Cahaya ya. Menurut Anda, setelah kami dibagi tiga, bagaimana dengan bisnis kami? Bagaimana kami harus menjelaskannya kepada anak buah kami? Bagaimana pembagian daerah kekuasaan nantinya? Banyak hal yang harus dipertimbangkan, tidak boleh terburu-buru.”
“Brengsek, kamu tuli atau apa, aku bukan datang untuk mengurusi hal ini!”
Tengkorak berbisik di telinga Barbar, “Bos, sepertinya kita harus menerima pembagian ini. Entah apa tujuan geng Pelindung Naga, kita tidak bisa menyinggung mereka.”
Barbar tersenyum dan berkata, “Apa salahnya menerima, bukannya lebih baik kalau seperti itu? Hari ini aku pasti orang pertama yang setuju, siapa yang berani menolaknya akan aku bunuh!”
__ADS_1
Toro tersenyum dingin dalam hati, tidak disangka Barbar memiliki sikap seperti ini. Dia mengira Barbar adalah orang yang suka menjilat, tapi ternyata dia punya rencana sendiri. Baginya, mengikuti geng manapun juga pasti menguntungkannya.
Tiga geng besar meminta Wusman untuk mewakili pertemuan ini, dia mulai menjelaskan rencana pembagian. Toro sungguh tidak tertarik, jadi dia berjalan ke belakang. Melihat Beruang Hitam dan Merak bersandar di dinding dengan lemas, dia sengaja menabrak Beruang Hitam, “Hai, kamu tidur ya?”
Beruang Hitam membuka matanya, wajahnya terlihat seperti baru bangun tidur, “Siapa kamu? Hmm? Kenapa aku merasa pernah melihatmu?”
Toro tersenyum dan berkata, “Dulu aku juga pernah berada di daerah kota Timur.”
“Sialan, apa hubungannya denganku. Pergi sana!”
“Harus sopan Beruang Hitam!” kata Merak yang berganti posisi ke samping Toro, “Teman, kamu ikut bos yang mana?”
Toro menunjuk ke arah Barbar dengan tidak berdaya, melihat bosnya bisa tertidur di tempat seperti ini, dia beneran termasuk orang aneh di organisasi hitam. Tetapi kalau dipikir lagi, tidak peduli ikut geng mana, dipindahkan ke daerah mana, semuanya lebih baik dari daerah kekuasaan Barbar yang sekarang.
Merak tersenyum dan merangkul bahu Toro, dia berbisik sambil mengedipkan mata, “Teman, gimana kalau kita jalan-jalan keluar sebentar?”
Toro merasa senang, tidak disangka Merak dari geng Wustang adalah pemain lama di bidang ini. Tetapi dia juga tidak boleh terlalu memperlihatkan kemauannya, “Hehe, kak, aku masih harus melindungi keamanan bos.”
“Kalau ada yang ingin membunuhnya, kamu juga tidak bisa melindunginya. Contohnya ketua geng yang tadi!” kata Merak sambil memukul pantat Toro yang montok.
“Beruang Hitam, lindungi ketua ya. Aku keluar dulu.”
Toro dan Merak turun lewat tangga dan masuk ke salah satu kamar. Mereka langsung mulai berciuman begitu sampai. Entah karena dinding yang tidak kedap suara, atau suara ketua-ketua geng yang sangat nyaring sehingga mereka bisa mendengarnya dengan jelas.
Dalam sekejap mereka sudah tidak berbalut pakaian, Toro mengambil pengaman yang ada di meja. Dia tidak ingin tertular penyakit karena hal ini, walaupun dia pernah melihat informasi diri Merak dan tahu kalau wanita ini sehat, serta sangat hebat dalam bidang ini, terlebih lagi dia juga sangat pemilih. Pria yang bisa menidurinya juga bisa dihitung dengan jari, tetapi dia juga harus berjaga-jaga.
Gerakan mereka begitu liar dan penuh nafsu, melakukannya di tempat yang begitu berisik malah membuat mereka merasakan gairah yang tidak bisa diungkapkan. Toro juga menyadari sesuatu yang sangat menarik di tubuh Merak. Sebuah tato merak besar yang indah dari punggung sampai pahanya.
Sebenarnya dia mengira merak dan phoenix adalah sebuah tato. Seperti tato tengkorak yang ada di badan Tengkorak. Dia mendengar cerita dari artis tato, sebenarnya merak dan phoenix adalah dua tato yang berbeda. Merak adalah tato wanita, seperti seorang wanita yang dibuat di bagian punggung menyerupai gadis yang pemalu. Sedangkan Phoenix adalah tato pria, biasanya kepala phoenix dimulai dari bagian leher menyerupai seorang pria yang menunjukkan diri.
Tato di tubuh Merak adalah tato Merak, lalu tato di tubuh Phoenix Hitam adalah Phoenix. Kedua wanita ini terlihat seperti sepasang.
Tiga jam kemudian, setelah Toro selesai mandi, Merak sudah pergi. Dia berjalan kembali ke ruang rapat yang membosankan itu, tetapi sekarang suasananya sudah sangat ramai. Para ketua geng yang sudah bosan mengisap rokok sudah mulai menggunakan obat terlarang, dan juga mulai mengeluh, “Sialan, barang-barang sekarang tidak ada yang murni!”
Ketua geng lain yang berasa di sampingnya tersenyum datar dan berkata, “Air murninya boleh juga, kamu mau tidak!”
__ADS_1
“Pergi sana, brengsek!”
Di dalam kondisi seperti ini, Toro merasa dirinya seperti anak baik. Apakah dia juga harus memakai obat terlarang dan bermain dengan wanita agar bisa beradaptasi dengan dunia organisasi hitam?
Hingga jam 2 sore, orang-orang sudah mulai lapar. Akhirnya tiga geng besar mengeluarkan sebuah rencana yang terlihat baik, rencana “Satu geng dengan dua kepemimpinan”. Tetapi rencana ini memang termasuk baik, karena yang tidak sekolah juga tahu bagaimana pembagian ini. Hampir lebih dari setengah ketua geng yang setuju, ada yang tidak bersuara, tetapi juga tidak menolak. Mereka hanya merasa tidak senang.
Wusman malah tertawa dan berkata, “Pisah juga punya keuntungan, mendapatkan uang dan bermain wanita bersama baru nikmat. Kami juga tidak akan memaksa para ketua geng yang tidak mau, dan kedepannya kita semua tetap teman!”
Cahaya berkata, “Kalau kalian sudah selesai, sekarang giliranku!” Cahaya juga orang aneh, sepertinya dia tidak terlalu tertarik dengan pembagian daerah kekuasaan, setelah berbicara di awal tadi, dia sama sekali tidak ikut campur lagi.
Wusman tersenyum dan berkata, “Kak Cahaya, Anda adalah bos geng Pelindung Naga, apa pendapat Anda terhadap pertemuan kali ini?” Seketika, semua orang langsung mengerti, Cahaya ini datang tanpa diundang. Ucapannya tadi hanya karena dia menghargai ketiga geng besar, sepertinya dia punya tujuan lain.
Cahaya memegang kepala botaknya dan berkata, “Geng Pelindung Naga tidak tertarik dengan urusan ini. Tujuanku datang ke sini sangat sederhana, aku dengar masalah kakakku adalah perbuatan ketua geng di pinggiran barat. Kalau dia bisa maju dan membiarkanku balas dendam, aku akan segera pergi!”
Toro mendengar bisikan orang-orang, sepertinya muncul seorang ketua geng berbakat di pinggiran barat. Dia telah melakukan hal tak senonoh kepada kakaknya Cahaya, bahkan dia tidak menemukan petunjuk apapun setelah 1 minggu. Kebetulan ada pertemuan hari ini, jadi dia untuk melampiaskan emosi untuk memastikan posisinya.
“Hai, Kak Cahaya. Aku yang melakukannya kepada kakakmu, waktu itu dia sangat senang, seharusnya kamu berterima kasih kepadaku!” kata Iblis yang tiba-tiba berdiri. Dia tersenyum lebar.
“Kamu?” Cahaya menatap tajam Iblis, para ketua geng yang lain kaget mendengarnya.
Toro hanya bisa tersenyum tidak berdaya. Bocah itu sampai sekarang masih tidak bisa diam, pasti jari jahatnya yang menyebabkan semua ini, tetapi di hatinya muncul sebuah ide jahat.
Iblis mengangguk, dia terlihat seperti tidak berdaya, “Kak Cahaya, tidak, seharusnya aku adalah kakak iparmu, kalau begitu aku akan memanggilmu Cahaya. Aku sudah memberikan kesenangan kepada kakakmu, kamu pasti tidak ingin tahu proses detailnya, tetapi semua sudah terjadi. Kamu jangan terlalu marah, kulihat kamu sepertinya sudah mau masuk menopause, kalau tidak mau lebih awal ya jangan marah. Sudahlah, tidak ada lagi yang ingin kukatakan. Hari ini banyak ketua geng lain di sini, aku akan memberimu harga diri, jadi kita anggap saja tidak terjadi apapun, ok?”
Kepalan tinju Cahaya sudah mengeluarkan suara, dia sangat kesal dengan sikap Iblis, “Baik, besar sekali ya nyalimu. Sepertinya geng Pelindung Naga sudah lama tidak menunjukkan kehebatannya kepada geng seperti kalian ini. Beraninya kamu menginjak-injak kehormatan geng Pelindung Naga!”
Iblis menggelengkan kepala, “Cahaya, mana mungkin aku berani? Lagian kita juga sudah dewasa, jangan tidak sopan. Coba tanya kakakmu, aku sangat menyayangi dan bersikap sopan kepadanya. Kamu seharusnya menanyakannya dulu sebelum datang mencariku.”
Bocah itu melanjutkan perkataannya saat melihat Cahaya yang kesal dan tidak berbicara, “Kamu bahkan tidak bisa melindungi Kakakmu, apa aku bisa beranggapan bahwa jika suatu hari ibumu diperlakukan sama, maka kamu akan datang ke pinggiran barat untuk mempertanyakan siapa ayah tirimu?”
“Jangan harap bisa keluar hidup-hidup dari sini hari ini!” kata Cahaya marah. Walaupun ketua tiga geng besar di sini tidak tahu harus bagaimana, tetapi Iblis sudah melihat tatapan Toro, dia menyuruhnya untuk membunuh.
__ADS_1