Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Pertualangan


__ADS_3

Setelah 20 menit kemudian, dia menemukan targetnya. Seorang wanita yang memakai baju hitam setengah lengan yang berongga, jas putihnya ditaruh di samping. Rok pendek yang ketat, tubuh yang tinggi, rambut panjangnya menutupi wajah, kelihatan sedikit misterius. Tapi juga sangat seksi dan modern. Berdasarkan pengalaman selama beberapa tahun ini, Toro memiliki firasat bahwa tampang wanita ini tidak buruk.


Sejak masuk, wanita ini sudah minum banyak alkohol. Tangan putihnya memangku pipi, menghadap ke tempat, terkadang dia juga meminumnya dengan cepat. Alkohol yang dia minum adalah Brandi dan Wiski, semuanya termasuk alkohol yang kuat. Hal ini menandakan perasaan wanita ini sedang tidak baik.


Wanita yang keluar mencari tantangan, termasuk yang paling mudah didapatkan. Selama merasa cocok, saat berbuat pasti akan sangat gila, semua gaya yang berani pasti akan dicoba dan tidak perlu memakai pengaman. Ada juga wanita yang perasaannya sedang tidak baik, dan mendapati masalah di kehidupan ataupun percintaannya. Perasaan mereka sangat bingung sekarang, hati dalamnya juga merasa kosong. Seorang pemburu yang baik akan menjadikannya umpan, walaupun terkadang para wanitanya akan sedikit menolak, tapi tidak sudah mendapatkannya juga.


Toro paling suka wanita yang kedua, karena orang seperti ini jarang muncul di tempat seperti ini. Memiliki tubuh yang bersih, setelah selesai juga tidak merepotkan, jadi berbuat dengan mereka juga lebih lancar dan tuntas. Dia memesan vodka yang paling kuat dan berjalan ke samping wanita itu, dia meletakkan vodka di depannya dan berkata, “Yang ini lebih gampang mabuk!”


Tapi wanita ini sama sekali tidak melihatnya, dia hanya berkata, “Pergi sana!”


Toro semakin tertarik dengannya, dia langsung duduk dan berkata, “Aku bisa diam saja dan menemani kamu minum!”


“Tidak perlu!” Wanita ini memiliki penolakan yang kuat, mungkin karena perasaannya sedang sangat buruk sampai malas berbicara.


Toro memesan vodka dengan alkohol 96%, dia meminumnya pelan-pelan. Seperti yang dia katakan sendiri, dia tidak berbicara sama sekali. Setelah beberapa saat, wanita itu akhirnya mengulurkan tangan dan mengambil vodka dan langsung meneguknya.


“Terima kasih!” Wanita itu akhirnya mengangkat kepalanya, Toro yang melihatnya semakin puas. Wajah kecil yang menggoda ini terlihat sedikit memerah, dia hanya memakai riasan tipis, kedua mata besar yang berair, bagian kelopak matanya sedikit memerah. Dia lebih cantik dibandingkan para artis-artis.


“Apakah kamu juga sedang sedih?” Akhirnya wanita itu menatap ke Toro dan bertanya.


Toro hanya tersenyum pahit dan berkata, “Hidup yang setenang air, terasa sedikit suram dan membosankan, jadi bisa dibilang sedih juga!”


Wanita itu tersenyum menyindir, “Kamu hanya berpura-pura. Aku lihat sepertinya kamu ingin membuat aku mabuk dan mendapatkan keuntungan dariku. Semua pria tidak ada yang baik!”


Toro tidak menyangkalnya, dia berkata tanpa rasa canggung, “Betul katamu, aku datang ke bar untuk mencari kesenangan. Aku sudah duduk di meja bar 2 jam, duduk di sampingmu juga sudah 20 menit. Aku hanya mencari cinta satu malam, kalau kamu tidak berminat, aku juga tidak memaksa. Hal seperti ini memang sama-sama suka, setelah selesai kita semua adalah orang asing yang tidak saling kenal.”


Wanita itu menjentikkan rambutnya. Dia memang sedikit tertegun dengan ucapan Toro, seorang pria yang ketahuan pemikirannya masih bisa begitu tenang, seperti dari awal dia memang tidak ingin menyembunyikannya, “Kamu suka? Aku suka? Orang Asing?” Wanita itu bergumam sendiri, kemudian tersenyum dingin dan berkata, “Pria memang tidak pernah bertanggung jawab!”


Toro menggerakkan bahunya dan berkata, “Aku hanya bertanggung jawab kepada wanitaku. Sekarang aku masih sendiri, jadi lebih suka dorongan birahi.”

__ADS_1


“Hehe……”Wanita itu tersenyum, dia meminum segelas lagi, dengan ekspresi yang tidak berubah, dia berkata, “Kalian para pria hanya bisa membual, sebelum mendapatkannya kalian akan terus memujinya, setelah selesai, kalian tidak akan peduli lagi dan menggoda wanita lain lagi, semua pria adalah orang brengsek!”


Toro menyalakan sebatang rokok dan berkata, “Orang yang melukaimu bukanlah aku, aku hanya bisa memberikan kasih sayang satu malam kepadamu!”


“Kalau begitu apakah kamu akan bertanggungjawab kepada wanitamu dan tidak keluar mencari godaan lagi?” Kata Wanita itu kepada Toro.


Toro menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak tahu, karena sampai sekarang aku belum menemukan wanita yang cocok denganku. Aku tidak bisa berbohong, seorang pria mana mungkin tidak tertarik dengan dorongan birahi, kecuali dia adalah orang yang tidak sanggup!”


Wanita itu memegang keningnya, tiba-tiba tubuhnya bergetar, lalu dia terlihat seperti membuat sebuah keputusan yang besar. Dia mengambil setengah botol vodka yang tersisa dan mau memasukkannya ke dalam mulut. Tapi Toro langsung menahannya dan berkata, “Kamu tidak boleh minum lagi!”


“Kenapa? Kalau mabuk bukannya sesuai keinginan kamu. Kamu bisa membawaku pergi buka kamar, melakukan hal yang kamu inginkan!” Kata wanita itu sambil menggenggam erat botolnya.


Toro membuang puntung rokoknya, dia melihat wanita ini masih sedikit menutup diri, sekarang dia sedang kebingungan. Jadi Toro langsung berkata, “Aku suka bersama dengan orang yang bergairah di atas ranjang, tidak suka dengan pemabuk yang diam saja. Hal seperti ini perlu gairah dari kedua pihak untuk memacu adrenalin!”


“Tapi kalau tidak mabuk, aku tidak akan naik ke atas ranjang denganmu!”


“Baik!” Wanita itu langsung setuju. Dia mengambil gelasnya dan bersulang dengan Toro, Toro tersenyum, dia tahu malam ini pasti akan sangat bersemangat.


Setelah merasa cukup, melihat gaya jalan wanita itu mulai tidak stabil, Toro langsung membopongnya keluar dari bar. Tapi, dia tentu tidak akan membawanya ke tempat yang Lalita atur untuknya. Dia mencari sebuah hotel di dekat sana, dia tidak ingin dikira orang mesum. Cinta satu malam hanyalah pelampiasan nafsu birahinya, dia juga tidak berharap ada seorang wanita yang akan terus mendekatinya nanti.


Wanita adalah hewan yang merepotkan, dan juga termasuk yang aneh. Sebelum kamu mendapatkan tubuhnya, dia sangat angkuh seperti seekor burung merak dan tidak peduli denganmu, bahkan tidak ingin melihatmu. Tapi setelah kamu mendapatkannya, dan menyentuh sisi jiwanya, dia mungkin akan menempel ke kamu. Toro tidak berharap seperti itu.


Setelah mengambil kartu hotel, Toro meletakkan wanita itu di atas ranjang. Di bawah cahaya lampu, lekuk tubuh wanita ini terlihat begitu menggoda, sepertinya dia berumur 25 26 tahun, tidak semalu mahasiswi, tapi tidak juga selepas wanita paruh baya. Umur ini adalah umur yang paling disukai Toro, dan tampang wanita di depannya ini juga sangat cantik, beneran barang yang sangat bagus.


Ketika diletakkan di atas ranjang, wanita itu mulai meringkuk ke samping, tubuhnya terlihat tegang dan tidak nyaman. Dia memeluk dadanya sendiri dan menatap Toro dengan panik, dia terus menggigit bibirnya dan menggelengkan kepala dengan pelan.


Toro tau wanita ini sangat tertutup, tapi dia tidak menyangka dia akan menyesal sekarang. Setelah menghela nafas dia berkata, “Aku sudah bilang kalau kita harus sama-sama mau, kalau kamu tidak rela, kamu boleh pergi sekarang!”


Wanita itu menatap Toro sekali lagi, dengan hati-hati dia berkata, “Kamu serius?”

__ADS_1


Toro mengangguk dan berkata, “Kita sedang cinta satu malam, aku tidak akan memaksa seorang wanita yang tidak ingin, karena akan kehilangan rasa senangnya!” Sambil berkata, Toro mulai berjalan ke arah kamar mandi, dia berkata, “Aku mandi dulu, dan kasih kamu waktu untuk berpikir. Kalau setelah aku keluar kamu masih ada, maka kamu sendiri juga mau!”


Berbaring di bak mandi, Toro merasakan kehangatan dari air hangat, membuat seluruh tubuhnya menjadi santai kembali. Dia menutupi seluruh tubuhnya dengan air dan menikmati rasa tenang ini. Dia tentu tidak berharap ada suara pintu terbuka, mungkin wanita itu sedang bingung di atas ranjang, tapi kalau dia mengeluarkan suara di kamar mandi ini, wanita itu pasti akan kabur dari sini.


Tapi ketika Toro mengambil nafas, pintu kamar mandinya tiba-tiba terbuka. Dia melihat wanita masuk dengan wajah memerah sampai telinga, seperti darah akan keluar dari wajahnya. Dengan suara yang sangat kecil dia berkata, “Aku ingin mandi denganmu!”


Toro tersenyum dan berkata, “Sangat dipersilahkan!”


Kegilaan malam ini, membuat semua tabungan Toro sejak pulang dari Israel terlepas semuanya. Wanita ini awalnya sedikit malu, tapi setelah digoda oleh Toro, rasa malunya langsung hilang, dia mulai merespon dengan liar, dan mulai meminta tanpa henti. Kalau bukan Toro bertubuh kekar, mungkin sudah menyerah.


Pagi hari, Toro terbiasa bangun pagi. Ketenangan hidup di kota, tidak membuat dia lupa masa lalu, juga tidak ingin karena ketenangan ini membuat dia menjadi orang suci, karena tidak mungkin dia tidak menyentuh wanita.


Wanita masih terkulai lemas di dadanya, setelah pertarungan semalam, sepertinya dia kelihatan sangat capek. Dia tidak pulih secepat Toro, dan wanita ini sepertinya sangat capek sampai tidak mau bergerak sedikitpun.


Kedua tubuh ini ditutupi oleh selimut yang tipis pada bagian penting, ada bekas jari di dadanya, kedua bibir mungilnya menempel di dada Toro. Kedua kakinya melingkari kaki Toro, kalau ingin bangun dia harus menggeser wanita ini dulu.


Tapi sekarang baru jam 6 pagi, dia masuk kerja jam 9. Toro tidak tahu di mana tempat kerjanya, tapi sepertinya juga tidak jauh. Dia langsung memeluk tubuh indah ini, ketika jarinya mengelus melewati kulitnya, wanita itu langsung gemetar. Dia memeluk erat leher Toro.


Melihat wajah cantiknya, Toro tidak bisa menahan diri untuk mencium keningnya. Dia mengulurkan tangan dan mematikan ac, pagi hari termasuk dingin, jadi dia menutup mata dan tidur kembali.


Ketika hampir jam 8, wanita itu baru bangun. Walaupun dia masih tetap mempertahankan gaya yang mesra ini, tapi Toro bisa merasakan rasa tidak berdaya dan bingung dari wanita ini, dia terlihat menyalahkan diri sendiri dan juga menderita.


Toro tidak membuka matanya, sama sekali tidak bergerak. Dia bukan dewa yang baik, kenapa wanita ini bisa begini, tentu bukan masalah yang harus dia pikirkan. Mereka hanyalah saling memuaskan kebutuhan masing-masing, tidak perlu bertanggung jawab atas masalah lain. Toro juga tidak punya kewajiban itu, dia yang sudah melewati banyak hal tentu mengerti apa itu cinta satu malam.


Setelah 10 menit kemudian, dia merasakan dingin di dadanya dan juga sedikit berair. Wanita ini sedang menangis, tapi Toro tidak akan memberikan apapun, juga tidak bisa memberikan apapun. Dia berpura-pura tidur kembali.


 


 

__ADS_1


__ADS_2