Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Raja Penjara Golania


__ADS_3

Mereka istirahat tidak sampai 3 menit, pertempuran yang baru sekali lagi meledak. Seorang pria yang sepertinya sudah tidak bisa menahan diri karena tekanan mental, langsung menyerang orang yang terluka parah dan berada di dekatnya itu.


Seketika, pertempuran di dalam jaring kawat sekali lagi mendidih. Semua orang mengeluarkan suara raungan yang menggila dan memenuhi langit malam ini.


Walaupun sudah bertarung lewat 3 jam, walaupun sudah sangat kelelahan, tapi pertarungan kali ini mereka tidak hanya menggunakan tangan dan kaki, bahkan gigi dan bagian tubuh manapun yang bisa menyerang digunakan menjadi senjata mereka. Gigitan seperti seekor binatang buas menunjukkan sifat paling asli seorang manusia. Kemudian satu per satu tumbang, dan orang yang berhasil bertahan juga penuh dengan darah yang sudah mulai membeku.


Toro juga mulai merasa lelah, walaupun bertambah luka baru di tangan, darahnya masih tetap mendidih. Setelah pertempuran yang kedua kali ini, orang-orang yang tersisa di dalam jaring sekitar 30an. Mereka mulai menghemat tenaga dan mencegah orang lain menyerang duluan. Walaupun Toro sangat hebat, tapi dia juga tidak bisa bertahan terus menerus. Luka di tubuh Abraham juga lebih banyak, tapi orang yang dibunuhnya juga yang paling banyak. Sekarang dia sedang bersandar di jaring kawat dan bernafas dengan keras.


Tapi, Toro dari tadi memperhatikan seorang wanita yang berada tidak jauh darinya. Wanita ini terlihat cantik, tapi tidak ada aura lembut seperti wanita kota. Kali ini dia yang menyerang duluan, tetapi ada 5 orang pria yang menyerangnya dan mencabut anggota tubuhnya. Darah segar, organ tubuh, kaki, lengan dan bahkan makanan yang belum dicerna semuanya terbang ke atas langit.


“Ketua Geng, semangat! Setelah melewati putaran ini, kamu akan menang!”


“Bos, jangan biarkan mereka menang, bunuh mereka!”


“Toro, kamu harus semangat. Aku ingin menang dari diri sendiri sekali!”


Tapi pertempuran terlalu berdarah-darah, orang-orang yang tidak terbiasa sudah mulai membungkuk dan muntah. Toro juga melihat seorang wanita yang berumur sekitar 20 tahun, tampangnya tidak kelihatan lemah, tetapi tubuhnya penuh dengan darah. Dia sedang memegang perut agar ususnya tidak keluar. Toro beneran sangat salut dengannya, dia langsung mengangkat wanita ini.


“Keluar!” Diikuti teriakan Toro yang keras ini, wanita itu langsung dilempar keluar melewati jaring kawat setinggi 3 meter itu. Selain merasa sedikit kasihan, sebenarnya ini adalah pertempuran para pria. Wanita ini mungkin akan mengikuti jejak wanita itu, kalau dia terus berada di sini, hanya kematian yang menunggunya di sini.


Pertempuran dimulai setelah Toro melempar wanita itu keluar. Toro tidak menunggu di serang, dia langsung menggunakan tangannya yang berlumuran darah itu untuk merobek kepala dan badan seorang pria bermata satu. Tentu dia juga harus membayarnya, perutnya juga tergores oleh pisau, darah segar mengalir keluar dan membasahi kemejanya.


Tapi saat ini, seorang pria kekar yang berada paling dekat dengan Toro, karena tenaganya sudah terkuras habis, wajahnya yang menyeramkan itu penuh dengan keringat, urat-urat yang kelihatan itu sudah tertutupi oleh darah. Tinjunya berubah menjadi cakar dan menggunakan sisa tenaganya untuk berlari ke arah Toro. Orang-orang yang lain juga seperti sudah mendiskusikannya, mereka langsung menyerang Toro. Karena dengan begini, mereka tidak akan dikalahkan oleh seorang anak baru.


Toro meludah darah, tidak peduli dengan darah segar dari luka, dia juga membuka sepuluh jarinya dan menangkap sepasang tangan yang bersiap mencakarnya itu. Setelah itu terdengar suara “krak”, lalu diikuti suara teriakan kesakitan pria tadi. Setelah saling menggenggam tadi, 10 jari pria itu langsung dipatahkan oleh Toro, rasa sakit itu seperti 10 jarum yang menusuk ke jantungnya, membuat pria itu kesakitan setengah mati.


“Berani mengganggu bos, aku akan membunuhmu!” Seorang anak muda dengan kedua kaki yang penuh dengan darah itu, mengangkat kaki dan menendang ke arah perut Toro.


Toro tentu sudah melihatnya, sekarang pertempuran terakhir ini semuanya mulai menyerang dia dan Abraham. Toro langsung menghindar dan menggunakan tangan kanan untuk menangkap kaki anak muda itu, seketika dia menggunakan siku tangan kirinya dan dipukulkan ke kaki anak muda itu. Setelah itu langsung terdengar suara kesakitan yang begitu keras, kakinya sudah bengkok 90 derajat. Toro langsung mencengkeram leher belakangnya dan menghantamkan wajahnya ke jaring kawat itu.


“Ahh!” Wajahnya tertabrak ke jaring kawat dan langsung berbentuk wajah di jaring kawatnya.


Toro langsung menjadi semakin buas, darah dan keringat terus bercucuran. Dia meninju hidung seorang pria dan kakinya menendang pria yang lain. Tinju, tendangan, lalu dia menendang jaring kawat dan memanfaatkan loncatan itu untuk menendang seorang pria dan membuatnya tumbang.


Toro menghapus keringatnya yang banyak itu, darah segar membuat wajahnya terlihat lucu. Tapi tidak ada yang merasa lucu, yang ada hanya rasa ketakutan yang besar. Kemudian melihat orang-orang yang tumbang di sampingnya, kemudian pria yang ditendang dan tumbang ke tanah tadi sudah kejang dan berhenti bernafas.

__ADS_1


Sekarang seluruh jaring kawat hanya tersisa 2 orang. Yang satu Abraham dan satu lagi Toro. Luka Toro lebih ringan dari Abraham, lengan Abraham yang satunya sudah terlepas. Ketika dia berjalan, tangannya bergerak ke kiri dan ke kanan sendiri.


“Toro, kamu sangat memuaskanku!” Kata Abraham sambil menatap Toro dengan mata yang tertinju itu dan senyuman yang sangat jelek.


“Kamu juga!” Toro langsung mulai membungkus lukanya, kemudian dia mencoba memegang lengan Abraham dan memasangnya dengan keras. Dia berkata dengan lemas, “Sedikit parah, sepertinya harus dipakaikan jarum baju!”


Abraham memegang lengan dan mulai bisa merasakannya, dia tersenyum dan berkata, “Tidak masalah.” Dia kemudian menoleh ke sudut gelap yang tidak jauh dari sini, “Raja Penjara, kamu sudah menonton dari tadi, sudah saatnya kamu membiarkan aku bertemu denganmu!”


Toro melirik ke sudut yang gelap itu, dari awal dia sudah memperhatikan bayangan orang itu. Awalnya dia mengira orang itu hanya penonton, ternyata orang itu adalah Raja Penjara. Orang itu berjalan keluar diikuti oleh aura yang gelap, aura yang tidak bisa diterangi oleh lampu manapun.


Pria ini berumur sekitar 50 an, tinggi 180 cm, seluruh tubuhnya penuh dengan otot yang kekar. Kalau bukan seluruh tubuhnya penuh dengan darah, dengan wajahnya itu, dia pasti termasuk pria yang tampan dan juga sangat dewasa. Apalagi tato naga merah di tubuhnya itu, sama sekali tidak kalah dengan bekas luka di tubuh Toro. Sebuah aura yang sangat mendominasi keluar menyelimuti seluruh area itu.


“Abraham, ketika aku masih ada, kamu hanyalah ketua aula dari Geng Naga biru. Tidak disangka sekarang kamu menjadi bosnya!” Kata pria itu sambil meloncat ke dalam jaring kawat.


Abraham tersenyum dan berkata, “Orang-orang di jalanan selalu bilang bos Michael sudah meninggal. Aku tidak percaya, sekarang aku beneran bisa melihatmu!”


“Hehe……” Bos Michale tiba-tiba tersenyum dan berkata sambil melihat Toro, “Pantesan kamu bisa mengalahkan teman-teman aku dari penjara Kuningan, ternyata kamu menemukan seorang petarung yang hebat!”


Dia meregangkan badan dan terdengar suara krak krak. Seperti sebuah mesin yang siap beroperasi, dia melanjutkannya, “Pertarungan ini dimenangkan oleh Geng Naga Biru kalian, aku tidak akan mengingkari janjiku. Sekarang kalian berdua serang bersama!”


“Michael Raja Penjara? Bos Geng Herkules yang pernah menguasai area utara?” Tanya Toro sambil menatap pria ini.


“Masih ada yang mengingatku!” Kata Michael dengan senyuman jahat, dia berkata, “Tapi itu juga tidak bisa mengubah nasib kalian.”


“Pong!” Selesai berkata, Michael seperti sebuah peluru yang ditembakkan, Kekuatan ledakan itu bahkan membuat Toro terkejut. Abraham juga seperti layangan yang terputus, dia berlari menghadapinya. Ketika Toro melihatnya, Abraham sudah terjatuh ke jaring kawat yang berubah bentuk, kemudian pelan-pelan terjatuh dan memuntahkan darah segar.


Abraham pelan-pelan berdiri dan berkata, “Aku tidak segampang itu dikalahkan olehmu!”


“Kalau dikalahkan oleh ku, berarti mimpi kamu untuk menguasai bagian utara hanyalah mimpi!” Kata Michael sambil menunjukkan aura mendominasi, auranya itu tidak membuat orang jijik, malah membuat orang merasa bahwa ini adalah aura seorang bos yang sesungguhnya.


Toro sangat menyukai orang ini, dia mempunyai perasaan seperti akhirnya bisa bertemu. Dia berjalan ke samping Abraham dan berkata, “Kamu bukan lawannya, biar aku yang lawan!”


Abraham menatap Toro dengan sedikit kaget. Toro juga tidak memperdulikan dia yang seorang bos, dia melepaskan kemeja dan merobeknya, kemudian membungkuk lukanya kembali. Tubuhnya juga terlihat penuh dengan bekas luka yang tak terhitung, dia mengepalkan tinjunya dan berlari keluar seperti seekor macan.


Pong! Pong! Pong!

__ADS_1


Tinju dan tendangan yang saling bertabrakan, Toro juga mengeluarkan seluruh tenaganya. Michael juga harus hati-hati. Setelah terdengar suara teriakan dari Michael, gerakan mereka berdua seperti hanya tersisa bayangan, saking cepatnya membuat orang yang melihatnya bengong. Keahlian seperti ini sudah tidak tahu berapa tahun tidak pernah muncul.


“Aku dengar dari Lalita kalau Toro sangat kuat, tidak disangka begitu kuat!” Kata Jacob memujinya.


Mario juga melanjutkan, “Awalnya aku mengira bos sudah sangat gila. Ternyata di atas langit masih ada langit, sepertinya Geng Naga Biru kita sudah mendapatkan harta karun!”


“Kak setan, dia……”


“Diam kamu!”


“Pergi kamu, aku hanya tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik saja. Aiya, kak Mario, maaf kak Mario, ah!”


Pong!


Tabrakan keras kali ini membuat mereka berdua mundur beberapa langkah, kemudian sama-sama duduk di lantai. Di mata mereka penuh dengan rasa salut, Michael tersenyum dan berkata, “Aku sepertinya sudah tua, mulai sekarang ini adalah dunia anak muda seperti kalian!”


Toro juga tersenyum, “Ternyata memang bos yang terkenal di Indonesia waktu itu, kehebatannya tidak berkurang sama sekali!”


“Plang!” Seorang pria paruh baya dengan bau alkohol seperti terjatuh dari langit, dia berbaring di jaring kawat. Dia mulai marah, “Bos, sudah selesai belum. Kakak ipar sudah mau lahiran!”


“Sialan, aku beneran lupa!” Michael tiba-tiba berdiri, dia bertanya, “Bagaimana kondisinya?”


“2 orang itu terus berjaga di depan pintu, kami tidak ada yang masuk, bagaimana bisa tahu!” Selesai berkata, orang itu langsung tertidur di antara bekas pertempuran yang berdarah.


Michael berkata, “Bocah Abraham, 4 orang di penjara Golania boleh kamu bawa pergi. Aku tidak berbicara denganmu lagi karena ada urusan lain!” Kemudian dia menatap ke Toro dan berkata, “Bocah, kalau kamu membutuhkan aku, datanglah ke sini dan cari aku. Walaupun kamu menghancurkan tempat berdoanya orang Jepang sekalipun, aku bisa menjagamu dengan aman. Tapi hanya sekali saja!”


“Terima kasih!” Melihat Michael membawa orang mabuk itu pergi, Toro sedikit kecewa dengan dirinya yang terlahir lebih telat 20 tahun. Kalau tidak, mungkin dia bisa bertarung dengannya di pertempuran menguasai area utara itu.


Abraham berjalan kemari dan membopong Toro, dia berkata, “Tidak ada yang paling kuat, hanya ada yang lebih kuat. Mengikuti aku, kamu pasti akan bertemu yang lebih kuat darinya!”


Toro tersenyum dan berkata, “Aku sangat menantikannya!”


 


 

__ADS_1


__ADS_2