Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Pembunuh Dari Geng Wustang


__ADS_3

Toro melihat ke Sutomo, Sutomo langsung ketakutan dan berkata, “Di pinggiran barat ini tidak akan bisa melakukan hal besar. Aku tahu kalian bukan orang biasa, tapi kalau ingin berjaya di sini, aku bisa memastikan kepadamu, sebelum geng kalian melebih seribu orang, mereka akan bersatu dan menghancurkannya.”


Toro tidak percaya, “Selama berani melawan, tidak ada hal yang tidak mungkin!”


“Hehe, bukan aku ingin menjatuhkan kalian. Tapi kalian jangan berpikir terlalu polos, pinggiran barat sudah hancur sepenuhnya. Kalian jangan mengira geng-geng itu jauh dari sini, pinggiran barat seperti seekor anjing yang penurut, kalung anjingnya berada di tangan pemiliknya. Jadi kalau kalian ingin menguasai sini, kalian harus melenyapkan Geng Wustang, Geng Tiga Sakti dan juga Geng Awan Api.”


Toro akhirnya mengerti, kenapa Abraham menyuruhnya datang ke tempat ini. Karena hanya dengan mengalahkan geng kelas dua di sini, dia baru bisa berhasil. Dengan begitu Geng Naga Biru juga bisa fokus menghadapi Geng Pelindung Naga. Lalu melihat walikota yang datang mencarinya, sepertinya dari atas juga banyak gangguan. Hitam makan hitam, pada akhirnya Michael yang berada di penjara Golania yang akan menjadi pihak pemenang.


Sutomo menggerakkan badannya, sepertinya ingin berdiri. Toro menyuruh Pisau Tajam membopongnya. Dia bersandar ke sofa dan berkata, “Kak Toro, aku tahu kamu menginginkan orang-orangku. Aku punya ponsel di kantong, setelah kamu menelepon mereka, mereka akan menjadi milikmu.”


“Tidak disangka kamu pintar juga, kamu juga bisa tahu hal seperti ini!” Kata Alura. Dia sudah mengeluarkan ponsel Sutomo dan mulai melihat nomor telepon di atasnya.


“Sejak 16 tahun aku sudah berada di dunia seperti ini, aku tidak bodoh, tidak ada orang yang menghabiskan uang secara sia-sia!” Kata Sutomo sambil tersenyum, “Kalau tidak, Geng Wustang juga tidak akan memberikan tugas sepenting itu kepadaku. Walaupun aku tahu mereka akan menyerangku cepat atau lambat, tapi aku tidak mengira akan secepat itu.”


“Kamu tidak takut kami membunuhmu setelah mendapatkan anak buahmu?”


“Kalau kalian ingin membunuhku, sudah dari tadi. Itu artinya aku masih memiliki kegunaan. Aku akan memberikan teman-temanku, ketika kalian sudah bisa membawa mereka. Aku akan pergi ke kota lain. Kalian tidak perlu mencelakakanku, karana jika kalian tidak menyelamatkanku tadi, aku sudah menjadi mayat di jalan!” Kata Sutomo sambil melihat ke orang-orang Organisasi Pembunuh Langit di luar sana, “Apakah mereka dilatih secara khusus?”


Toro merasa tidak ada orang yang bodoh. Tapi Sutomo ini beneran terlalu cerdik, orang seperti ini kalau tidak mengikuti dirinya, maka harus dimusnahkan. Tapi dia tetap tersenyum dan berkata, “Betul!”


“Orang yang menyelamatkanku itu memiliki kemampuan kaki yang hebat. Yang lain juga terlihat tidak lemah. Seharusnya mereka bisa bersaing dengan pasukan Bulan Sabit dari Geng Bumi Langit, pasukan Pelindung Kaisar dari Geng Pelindung Naga dan juga pasukan Bulu Merak dari Geng Naga Biru!”


“Kamu tahu terlalu banyak?”


“Mungkin kalian tidak tahu, tapi ketiga organisasi ini disembah oleh orang-orang dari dunia ini. Tidak tahu kak Alura dan teman tadi memperhatikannya, apakah ada sesuatu yang spesial dari pembunuh tadi?”


Alura menepuk kepalanya dan berkata, “Kondisinya begitu kacau tadi, aku malah berharap bisa dilahirkan dengan 4 kaki. Tapi aku melihat orang itu memakai pakaian berwarna putih, lalu di bagian dada kiri ada sebuah coretan yang aku tidak bisa mengenalinya.”


Sutomo tidak menertawakan Alura, dengan wajah serius dia berkata, “Itu ada logo ‘Naga’. Logo yang sudah diturunkan turun temurun sejak dulu. Tetapi pasukan Jubah Putih adalah pasukan paling baru dari pasukan Pelindung Kaisar. Kalau orang yang datang berpakaian warna hitam, mungkin kita sudah menjadi mayat!”


Toro mengerutkan keningnya, pemikiran Abraham ternyata benar. Kalau Geng Wustang bisa mendapatkan bantuan dari Geng Pelindung Naga, maka kedua geng ini sudah memiliki kesepakatan, “Coba ceritakan tentang pasukan pelindung kaisar.”


Sutomo tersenyum dan meminta sebatang rokok. Alura menyalakan rokok dan dimasukkan ke mulutnya, setelah menghisapnya dengan dalam, Sutomo baru bercerita, “Pasukan Pelindung Kaisar adalah pasukan pelindung raja zaman dulu, sekarang kita menyebutnya pengawal. Setelah zaman kerajaan runtuh, organisasi ini hancur dan bersembunyi kembali. Kemudian pelan-pelan menjadi Geng Pelindung Naga seperti sekarang. Tapi pasukan intinya tetap Pasukan Pelindung Kaisar. Selama mereka sudah menargetkannya, biasanya sangat jarang ada yang bisa kabur.”


“Sialan, apakah kamu sedang menceritakan sejarah? Kenapa kamu tidak menceritakan kenapa orang yang begitu hebat bisa gagal membunuhmu?” Kata Alura merendahkannya.

__ADS_1


Toro mengangguk, jangankan dia sendiri, dia berani bilang semua orang di sini selain Alura dan Pisau Tajam bisa membunuh Sutomo dalam sekejap. Lalu Pasukan Pelindung Kaisar yang diceritakannya itu tentu tidak akan membiarkan dia kabur.


“Orang selalu bilang kalau wanita memiliki indera keenam, bisa merasakan apakah pria selingkuh atau tidak diluar. Aku juga punya.” Kata Sutomo yang tidak seperti bercanda, “Aku bisa merasakan bahaya 10 detik sebelum terjadi.”


Alura tersenyum dingin dan berkata, “Kalau gak membual bisa mati ya?”


“Mungkin bisa gila!” Kata Pisau Tajam menambahkan.


Sutomo membuat puntung rokoknya dan berkata, “Kalian tidak percaya aku juga tidak biasa apa-apa. Tapi aku sudah punya firasatnya lagi, sepuluh, sembilan, delapan……dua, satu. Datang!”


Pong!


Pang!


Terdengar suara sesuatu yang didobrak, kemudian ada yang berteriak, “Teman-teman, hati-hati!”


Toro menatap Sutomo dengan kaget, “Gendut, Pisau Tajam. Kalian tinggal di sini, aku pergi lihat dulu!”


Ketika Toro sampai di luar, dia melihat orang-orang pembunuh langit sudah mengelilingi mereka dengan santai. Lalu di tengah mereka adalah 4 orang anak muda yang memakai pakaian hitam. Di dadanya memang ada sebuah logo, kalau Sutomo tidak bilang, siapapun tidak bisa melihat jelas logo naga itu. Mereka tidak membawa apapun, hanya berbaris dan menatap semua orang dengan tatapan merendahkan.


Salah satu dari 4 orang itu langsung berbicara, “Kami akan membawa pergi orang yang kalian tolong itu. Kalau kalian bisa menyerahkannya, kalian tidak perlu mati!”


Toro tersenyum dan melangkah ke depan, “Kalian adalah Pasukan Pelindung Kaisar?”


4 orang itu langsung tersenyum dingin dan berkata, “Bisa mengenali kami adalah kesedihan kamu. Sekarang kalian sudah pasti akan mati!”


Toro melihat ke seluruh anggota pembunuh langit, “Teman-teman, siapa yang ingin membunuh mereka, satu orang 200 juta, dan yang sombong ini 2 miliar.”


Tentunya selalu ada pemburu hadiah yang siaga, Toro melihat seseorang dengan wajah mengerikan berjalan keluar. Phoenix Hitam yang berada di samping Toro berbisik, “Namanya Cakar Besi, dia memiliki kemampuan jari yang lumayan!”


“Botak sialan juga berani melawan Pasukan Pelindung Kaisar, mati sana!” Salah satu dari 4 pria tadi sudah mengarahkan tinjunya.


10 jari cakar besi seperti besi baja, dia langsung mengarahkan cakar ke dada pria itu dan sama sekali tidak peduli tinjunya. Terdengar suara teriakan pria itu dan tinjunya mengarah ke samping kepala Cakar Besi.


Gerakan mereka berdua sangat cepat, sama sekali tidak ada waktu untuk menghindar. Kelima jari Cakar Besi langsung merobek logo naga dan membawa daging bercampur merah. Cakar besi berhasil menghindari titik kritikal kepalanya, tetapi tetapi terkena tinju yang begitu kuat. Seketika kulit kepala botaknya langsung pecah.

__ADS_1


Cakar besi terhuyung dan memaksakan diri untuk berdiri. Dia meraba lukanya, lalu mengambil daging darah berwarna merah dan memakannya, sambil bergumam, “Tidak boleh disia-siakan.” Sambil melambaikan tangan ke orang itu.


Pihak lawan tidak menyangka Cakar Besi begitu menjijikkan, dia mengerutkan kening melihatnya. Pria yang lain sudah mulai menggerakkan lehernya dan terdengar suara krak krak. Dia tersenyum dan berkata, “Tidak disangka kamu adalah seorang ahli.”


“Banyak hal yang tidak kamu sangka!”


Cakar Besi langsung jongkok dan mengeluarkan cakar harimau. Dia berlari ke depan, dan pria itu juga bersiap menghadapinya. Terdengar suara angin pecah yang sangat kencang, Cakar Besi sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi rasa pusing di kepalanya membuat dia kehilangan kesempatan untuk menyerang.


Pria itu tiba-tiba mundur ke belakang dan memberi tanda berhenti, “Aku salut dengan kegigihanmu. Tetapi kamu yang terluka bukan lawanku, biarkan yang lain maju.”


Wajah Cakar Besi langsung menjadi semakin kesal, seperti jiwa yang sudah ditertawakan. Dia berteriak keras, “Walaupun aku mati, aku juga akan menarikmu bersama.”


“Cukup!” Toro menghentikannya. Dia mendekat dan melihat luka di atas kepala Cakar Besi, bocah ini masih tersenyum dan bilang maaf, membuat organisasi pembunuh langit malu. Tapi Toro sudah bisa melihat jelas urat di kepalanya yang terluka.


“Cepat diobati!” Kata Toro sambil menendang bokongnya dan menyuruh Hendrawan membawanya masuk.


“Gantian aku yang bergerak!” Si Buas berjalan keluar dengan santai. Badan besarnya itu membuat orang takut melihatnya, dia bahkan menggerakan kedua otot dada yang besar itu.


Pong!


Satu tinjunya langsung membuat pria itu mundur 3 langkah, wajah merahnya juga tidak bisa menutupi ekspresi kaget.


“Buas, aku ingin nyawanya, sekarang!” Tiba-tiba Toro berteriak, karena dia melihat kepala Cakar Besi sudah mengeluarkan cairan berwarna putih, itu adalah plasma otaknya.


“Brengsek kamu!” Si Buas juga menyadari Cakar Besi terjatuh ke bawah. Dia langsung berlari seperti sebuah truk yang siap menabrak, ketika pria itu menghindari, dia menggabungkan kedua tangan dan langsung memukulnya dari atas seperti sebuah palu dan mengenai kepala pria itu.


Dari lehernya terdengar suara “Krak” yang keras. Dia terjatuh ke bawah dan bagian kepalanya sudah datar, kedua bola matanya keluar lewat hidungnya. Seketika langsung tidak bernyawa.


“Ini, ini……” Ketiga pria lain tentu sangat kaget. Sepertinya mereka tidak percaya dalam waktu beberapa detik saja, teman mereka akan menjadi mayat, dan bahkan cara matinya begitu mengenaskan!


Tapi mata Toro sudah memerah, teman yang baru makan dan minum bersama kemarin hari ini mati di depannya. Dia menggigit bibir dan melemparkan jaket ke atas kepala Cakar Besi. Dia menutup wajah yang masih tersenyum walaupun sudah mati itu, lalu menunjuk ke 3 orang tersebut, “Kalian bertiga maju!”


“Hehe……setan sudah marah!” Phoenix yang berada di samping tidak sedih malah senang. Nyawa di matanya seperti tidak ada artinya. Darah dingin di dalam tubuhnya membuat semua orang tidak berani mendekatinya, sebenarnya semua anggota organisasi Pembunuh Langit tahu, keadaan ratu mereka sekarang paling mengerikan.


 

__ADS_1


 


__ADS_2