
Doni menyerahkan Kirania kepada seorang anak buah yang tidak terlalu parah lukanya. Kemudian berdiri membelakangi Toro, “Kak Toro, target mereka adalah aku, kamu bawa kakak ipar pergi dari sini!”
Doni tahu kehebatan Toro, waktu itu dia berhasil menahan Lalita. Tapi dengan kondisi sekarang, dia seorang mau bertarung dengan orang-orang yang selalu memegang pisau dan berlumuran darah ini, dia pasti akan kalah. Walaupun bisa bertahan sampai bantuan datang, akhir dari Doni dan teman-temannya sudah ditentukan.
Doni merasa dirinya tidak berguna, tetapi dia tiba-tiba merasa punggungnya lebih ringan. Dia melirik ke arah tatapan Toro yang penuh aura membunuh itu, tetapi wajahnya masih tetap tersenyum, Seketika rasa paniknya langsung menghilang. Selama beberapa tahun ini, dia pertama kali melihat aura membunuh yang begitu hebat. Tidak tahu kenapa, dia merasa Toro bisa menyelesaikan masalah ini.
“Coba ceritakan, apa posisi kamu di Geng Naga Biru? Kenapa berani membawa orang untuk menghancurkan tempatku!” Kata Franky sambil menatap ke Toro. Dia mengambil sarung tangan buatan khusus, di atas sarung tangannya terlihat ada duri-duri tajam yang berkilauan. Sambil berkata sambil berbicara.
Toro juga menatap Franky, dia berkata, “Kamu emang siapa?”
“Sialan, kamu bahkan tidak mengenal Kak Franky tapi berani datang mengacau!” Seorang pria kekar dengan berat 100 kg lebih berteriak dengan wajah menyeramkan.
Di dalam Geng Pelindung Naga, Franky adalah anak buah pertama ketua Aula Harimau. Selain orang-orang penting di kota Intan, orang-orang yang bermain di jalanan tidak ada yang berani mengganggunya, semuanya juga menghormatinya dan memanggil di Kak Franky. Sekarang tiba-tiba muncul seseorang yang tidak pernah didengar, lalu dia berbicara dengan nada begitu. Kak Franky bisa menahannya, tapi tidak dengannya. Dia mengangkat tangan dan ingin menampar Toro.
“Pergi kamu!” Toro langsung meninju wajah orang itu, dia terjatuh ke belakang dan menimpa beberapa orang lainnya. Suara teriakan kesakitan terdengar di mana-mana.
“Hebat juga!” Kata Franky sambil menepuk tangan, dia berkata, “Aku adalah tangan kanan ketua Astrea, ketua Aula Harimau Geng Pelindung Naga, kamu orang apa?”
“Dia adalah wakil ketua Aula Desember kami!” Kata Doni dengan keras. Ini adalah keberanian dari anggota organisasi hitam. Sama sekali bukan anggota kelas rendah yang sok hebat di jalan, setiap hari suka memamerkan tato dan ketika bertemu orang hebat langsung ciut nyalinya.
“Ooh, ternyata posisinya kurang lebih sama denganku!” Kata Franky sambil mengangguk, dia berkata, “Tidak peduli apa statusmu, hari ini kamu jatuh ke tangan aku, itu artinya kamu tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini. Semuanya, hajar mereka!”
Seketika ada 5 orang yang langsung bergerak, mereka ber 5 adalah orang yang sering bertarung. Bukan hanya kejam, tapi juga sering bertarung bersama sehingga sangat kompak. Mereka saling menjaga depan belakang, entah berapa banyak orang yang dihancurkan oleh mereka.
Tapi sayangnya hari ini mereka bertemu dengan Toro. Walaupun mereka sangat kompak, tapi di mata Toro, mereka penuh dengan kelemahan. Toro langsung menyerang Franky, karena membunuh raja duluan adalah hal yang paling benar dari dulu.
“Pong!”
Franky menyilangkan tangannya dan menahan tendangan ke perutnya. Seketika dia langsung mundur beberapa langkah, tangannya juga terlihat bergetar. Kekuatan dari tendangannya hampir saja mematahkan lengannya, rasa sakit membuat dia terdiam 3 detik.
“Sret!” Toro mengambil pisau tempur dari celananya, 5 orang itu langsung mundur di waktu yang bersamaan. Tapi ada dua orang yang terlambat 0,01 detik, leher mereka langsung mengeluarkan darah dan menyemprot ke mana-mana.
Kirania tiba-tiba berteriak kencang dan pingsan. Karena aura membunuhnya sudah keluar, Toro tidak akan menahan diri. Dia berharap hal ini tidak menyebar keluar, dan menyebabkan masalah.
__ADS_1
“Bunuh semuanya!” Kata Franky dengan mata memerah. Dia langsung mengarahkan tinju ke Toro.
Toro tiba-tiba meloncat dan berputar 360 derajat, kakinya langsung mengenai bahu Franky dan membuat dia bertekuk lutut. Pisau Toro sudah sampai di kepalanya.
Franky langsung berguling di lantai dan menghindari serangan kritikal itu. Tapi tetap bertambah satu luka di wajahnya. Sekarang kondisinya semakin kacau, anak buahnya mulai menyerang Toro, terdengar suara teriakan sakit di mana-mana.
Harimau yang hebat juga tidak bisa melawan kawanan serigala. Para anak buah Doni memang sudah terluka dari awal, sekarang mereka semua tumbang. Semua orang Geng Pelindung Naga juga orang yang kejam, mereka terus menggerakkan senjatanya dan membuat orang-orang yang di lantai berlumuran darah.
Tidak sampai 1 menit, sudah ada belasan mayat di lantai. Doni terus melindungi anak buah yang membopong Kirania, tangannya juga terkena satu tusukan. Melihat hampir dikalahkan, Toro tiba-tiba berbalik dan membunuh beberapa orang Geng Pelindung Naga dan menyelamatkan mereka.
Sekarang hanya tersisa Toro bertiga, lawannya masih ada 20 an orang. Walaupun mereka semua mengerumuninya, tapi tidak ada yang berani bergerak lagi. Karena siapapun yang berhadapan dengan Toro, pasti akan mati.
“Cepat hajar!” Kata Franky sambil menendang anak buahnya. Para anak buahnya terpaksa menggigit bibir dan menyerang lagi.
Toro menggunakan satu tangannya untuk membopong Doni. Kemudian dia terlihat seperti para ahli di dalam film, tendangan berputarnya langsung menjatuhkan orang-orang yang menyerangnya.
Doni bengong melihatnya, apakah ini masih disebut pertarungan? Ini sudah tingkat lebih tinggi, bahkan lebih hebat dari ahli bela diri di dalam film!
Anak buah Geng Pelindung Naga yang terjatuh di lantai ternyata tidak sanggup berdiri. Darah mengucur keluar dari sudut bibir mereka, seperti organ dalamnya diaduk-aduk oleh Toro. Walaupun tidak mematikan, tetapi mereka sudah kehilangan keberanian untuk bertempur.
Anak buah itu menelan ludah. Dia lebih terkejut dengan kemampuan Toro dibandingkan rasa sedih karena kehilangan temannya. Apakah ini masih kemampuan yang dimiliki seorang manusia?
Doni melepaskan atasannya dan membungkus lukanya, dia menggunakan gigi dan tangan satu lagi untuk mengikatnya. Setelah itu dia membawa golok dan berjalan ke arah Franky, dua orang anak buah yang ingin menghalanginya langsung dibunuh, “Franky, kamu menggali kubur sendiri. Hari ini adalah hari kematianmu!”
Franky berada tidak jauh dari Doni, tetapi dia sudah takut dari tadi karena Toro. Melihat ekspresi Doni yang menyeramkan berjalan ke arahnya, dia langsung menyuruh belasan anak buahnya, “Tahan dia, orang kita akan segera tiba!” Dia mendorong anak buahnya dan dirinya malah naik perlahan ke lantai dua.
Doni walaupun tidak sehebat Toro, tapi dia juga membunuh orang dengan satu tusukan. Para anak buah itu mulai ketakutan dan mundur, tetapi semakin mereka begitu semakin cepat mereka mati. Di lantai sudah penuh dengan mayat, tetapi dia tetap berlari ke lantai 2. Anak buahnya yang tersisa itu juga mengambil senjata dan ikut naik ke atas.
Toro lalu menggendong Kirania dan bergumam sendiri, “Kirania, karena kamu, aku beneran terkena jebakan orang!”
Berjalan ke depan pintu, dia meletakkan Kirania di atas kursi, kemudian melihat pintunya dikunci dengan rantai besi. Rantai besinya termasuk yang paling biasa. Tiba-tiba Toro mengambil meja bar kecil dan melemparkannya ke arah kaca. Ketika kacanya pecah berserakan dimana-mana, dia menggendong Kirania dan berjalan keluar.
Kondisi di luar juga sangat menegangkan, semua teriakan membunuh terdengar di mana-mana. Banyak sekali orang organisasi hitam yang saling membunuh, semuanya sudah penuh dengan darah. Kondisinya lebih parah dari dalam. Toro lalu melihat nomor plat yang dia kenal berada tidak jauh darinya, dia berjalan ke arah sana dan mengetuk jendela mobil, “Kak Lalita, kalau menggunakan aku sebagai ujung tombak, kamu juga harus kasih tahu aku dulu. Kalau terjadi sesuatu dengan Kirania, jangan salahkan aku marah!”
__ADS_1
Diikuti jendela mobil yang turun perlahan, Lalita dengan ekspresi tidak enak berkata, “Ini adalah pergerakan rahasia dari setiap ketua aula Aku tidak bisa memberitahumu, Toro, mohon pengertiannya!” Dia turun dari mobil, lalu menatap ke Kirania, “Dia tidak apa-apa kan?”
Toro menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Ketika ingin berbicara sebentar dengan Lalita, dari mobil turun seorang pria berumur 42 43 tahun, orang ini memakai kacamata bingkai emas, tinggi sekitar 180an, memakai jas berwarna hitam. Dia memberikan kesan seperti seorang pelajar yang baik kepada orang lain, sambil menunjuk ke arah mobil dia berkata, “Letakkan dia ke dalam mobil dulu?”
“Terima kasih!” Toro meletakkan Kirania di dalam mobil. Lalita lalu memperkenalkannya, “Toro, ini adalah ketua Aula Juli, semua orang memanggilnya Ibrahim, dia adalah otak dari geng kita!”
“Aku mendengar Lalita merekrut seseorang yang sangat berbakat dalam pertarungan, sepertinya memang begitu!” Kata Ibrahim sambil mengulurkan tangannya.
Toro berjabat tangan dan berkata, “Kalau kamu adalah otak dari geng kita, berarti orang yang menjebakku juga adalah kamu?”
“Betul!” Ibrahim langsung mengakuinya, dia tersenyum dan berkata, “Itu adalah maksud dari Ketua Geng. Dia ingin melihat kemampuanmu, apakah cocok untuk menjadi wakil ketua!”
“Sekarang?”
“Kamu tentu sangat sanggup!”
“Kak Lalita, bukannya kamu bilang kamu bisa menentukan sendiri posisi wakil ketua ini?” Kata Toro yang bingung, dia merasa Lalita tidak perlu menipunya dalam hal ini.
Lalita berkata, “Toro, aku memang dapat memutuskannya dulu. Tapi sekarang ada pergerakan di geng kita. Geng Naga Biru kita sedang membuat sebuah rencana besar, mulai malam ini, semua fokus utama akan berpindah ke kota Intan. Jadi posisi ini juga menjadi semakin penting!”
“Kalau kamu sudah mengatakan sebanyak itu, berarti kamu juga tidak akan merahasiakan soal rencana besar itu kepadaku kan?!”
“Dalam 2 tahun mempersatukan organisasi hitam di bagian utara, dua tahun kemudian bersiap untuk bergerak ke selatan!” Lalita merasa dia masih berhutang dengan Toro, sehingga sikap lantangnya juga berubah menjadi canggung, dia berkata, “Kamu tidak akan mundur dari Geng Naga Biru karena hal ini bukan?”
“Kalau begitu aku harus memikirkannya baik-baik!” Toro merasa curiga ketika melihat penampilan Doni yang begitu berani, ditambah suara pertarungan dari luar tadi, dia langsung tahu dirinya terkena jebakan dari strategi ini. Siapapun tidak suka dan perasaan ini, tapi dia tetap sedikit salut dengan Ibrahim, karena Toro baru sadar dengan strategi ini sampai akhir, dia juga salah satu orang yang berbakat!
Melihat Toro sedang menatapnya, Ibrahim tersenyum dan berkata, “Kalau begitu kamu harus mempertimbangkan dengan baik, karena ini adalah strategi paling besar yang belum ada sebelumnya. Kalau bisa berhasil pasti akan mendapatkan kekuasaan yang paling tinggi, uang dan wanita yang tak terbatas, kesempatan seperti ini tidak datang setiap hari!”
Dia menatap ke arah lain dan berkata, “Di sini bukan tempat untuk berbicara, polisi sudah datang!”
Toro juga melihatnya, anak buah dari kedua geng mulai berlarian. Dua mobil polisi berhenti, dan para polisi mulai mengejar mereka. Dia mengangguk dan berkata, “Kalau begitu kita pergi ke tempat yang cocok untuk berbicara!”
Lalita menghela nafas, dia memegang keningnya dan merasa pusing, setelah itu dia berkata, “Kalau kamu sudah memutuskannya, maka kamu akan pergi ke sebuah tempat yang tidak akan terlupakan seumur hidup!”
__ADS_1