Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Tempat Yang Terlupakan


__ADS_3

Mobil mewah pelan-pelan berjalan keluar dari daerah kota selatan, Toro melihat lampu malam menjadi semakin sedikit, hanya tersisa lampu jalan, dia bertanya, “Kita mau pergi ke mana?”


“Ke tempat yang seharusnya seorang pria pergi!” Kata Ibrahim sambil tersenyum, dia lalu memberikan Toro sebatang rokok dan menyalakannya. Tetapi dia malah tidak merokok, dia berkata, “Apakah kamu pernah mendengar penjara Golania?”


Toro menggelengkan kepalanya, dia tahu apa arti Golania, Golania adalah nama orang zaman dulu, tapi dia tidak pernah mendengar tempat itu, “Tempat apa itu?”


“Aku sudah bilang, itu adalah tempat untuk pria. Kata-kata seindah apapun tidak bisa mendeskripsikan sepersepuluh ribu dari tempat itu. Aku pikir kamu akan menyukai sana!” Kata Ibrahim sambil mendeskripsikannya dengan kata-kata yang misterius.


Mobil berhenti di sebuah gudang terbengkalai di luar kota. Toro dan Ibrahim turun dari mobil, Lalita malah menurunkan jendela dan berkata, “Aku akan menjaga wanitamu, jadi aku tidak pergi.”


Ibrahim tersenyum, “Orang yang pernah pergi sekali dan ingin pergi lagi semuanya adalah orang gila, kamu memang bukan milik tempat yang terlupakan itu!”


Toro melihat ekspresi Lalita berubah, dia semakin tertarik dengan tempat itu. Tempat seperti apa yang bisa membuat ekspresi seorang bos berubah, dia ingin melihatnya.


Masuk ke dalam gudang itu, dia melihat banyak orang yang sedang diobati. Sepertinya baru selesai bertarung. Melihat Ibrahim datang, mereka langsung memanggilnya, “Ketua Aula Juli, Tuan Ibrahim”. Ibrahim tersenyum dan mengangguk, kemudian berjalan ke atap gudang bersama dengan Toro.


“Z-5 ?” Mata Toro langsung bersinar, sebuah helikopter hijau dengan 4 baling-baling, yang dapat dikatakan sebagai pendahulu dari helikopter bersenjata di parkir di atap. Lampu berkedip tanda akan segera terbang.


“Memang Tentara Bayaran terhebat di ZO, sudah diubah seperti itu masih bisa mengenalinya!” Ibrahim tidak pelit untuk memuji Toro.


Toro tertegun, Geng Naga Biru beneran sangat luas informasinya, mereka bahkan sudah mengetahui latar belakang Toro. Dia berkata, “Kak Ibrahim beneran otak dari Geng Naga Biru, bahkan latar belakang aku juga sudah ketahuan dengan jelas.”


Saat ini, pintu helikopter terbuka. Seorang pria muda berpakaian seragam kamuflase yang lusuh, dengan tinggi 170 cm, tampang yang biasa, sedang menatap Toro. Kedua matanya sangat gelap dan dalam, seperti ada api pertempuran yang terbakar di dalamnya. Walaupun di wajahnya ada bekas luka pukulan, tapi malah menambah tampang dia menjadi semakin liar.


“Halo, nama saya Jacob!” Orang itu mengulurkan tangan ke Toro.


“Halo, nama saya Toro!” Toro menggenggam tangannya dan langsung ditarik masuk ke helikopter. Pintu helikopternya langsung tertutup, dia juga langsung mencari tempat duduk. Di dalamnya masih ada 3 orang lainnya, semuanya bukan orang yang bisa diganggu. Tapi anehnya, di wajah mereka semua ada luka.


Baling-balingnya mulai berputar, Toro mengerutkan keningnya dan bertanya, “Dia tidak ikut?”


“Ibrahim adalah otak kita, dunia yang akan kita datangi tidak cocok untuknya!” Seorang pria kekar yang berumur 40 tahun mengulurkan tangan ke Toro, “Mario!”

__ADS_1


Toro menjabat tangannya dan berkata, “Toro!”


Di samping ada seorang anak muda ras campuran yang juga mengulurkan tangannya dengan gemetar, dia berbicara dengan Bahasa Indonesia yang tidak jelas, “Kak Setan, namaku adalah David. Aku sudah sering mendengar nama besarmu!”


Toro menatap anak muda ras campuran ini, tingginya sekitar 190 cm, tampangnya cukup tampan. Toro memastikan tidak pernah melihat orang ini, tapi orang ini malah memanggil julukan yang diberikan teman-temannya di kelompok tentara bayaran. Orang lain tentu tidak akan tahu, hal ini membuat dia merasa aneh. Dia berjabat tangan dan berkata, “Halo, Terima kasih!”


Awalnya dia mengira satu lagi yang terlihat dingin itu juga akan menyapanya, ternyata dia malah berbicara kepada pilotnya, “Kenapa tidak terbang, tunggu apa lagi?”


Toro melihat tangan pilotnya bergetar setelah dimarahi, orang itu langsung menerbangkan helikopternya ke langit. Jacob melihat ke orang itu dan berkata, “Dia bernama Irfan, hanya orang bodoh, tidak perlu peduli dengannya!”


Dua lainnya juga tertawa dengan keras, suasananya menjadi lebih tenang. Toro juga ikut tertawa, sekarang perasaan dia seperti berada di kelompok tentara bayaran ZO. Seperti sedang berada di saat sebelum keberangkatan menuju tugas yang berat. Dia malah menikmatinya dan juga sedikit rindu.


Irfan mendengus dingin dan berkata, “Dewa kematian, aku sudah mengingatnya. Kita hitung pulang nanti!”


“Hehe……tiap hari wajahnya cemberut terus, seperti semua orang berhutang padamu!” Kata Mario yang tidak peduli dengan Irfan, tapi Irfan hanya mendengus dan tidak berbicara.


Helikopter sedang terbang di malam hari. Toro berjalan ke arah kompas elektromagnetik, ternyata mereka sedang terbang ke arah utara. Dia lalu duduk dan mengobrol dengan yang lain.


Julukan Jacob adalah dewa kematian. Ketua Aula Juni Geng Naga Biru, pensiunan tentara Indonesia, sekarang menjadi pelatih Geng Naga Biru, bertanggung jawab melatih para anak buah geng.


David, ketua Aula Maret Geng Naga Biru, sering berada di luar negeri. Bertanggung jawab untuk mencari tahu informasi tentang organisasi hitam di seluruh negara. Julukannya adalah Mata Seribu, dia adalah alasan Geng Naga Biru bisa mendapatkan informasi tepat tentang Toro.


Irfan, julukannya raja Neraka. Ketua Aula Mei Geng Naga Biru, pernah menjadi pasukan pengintai selama 5 tahun. Dia bertanggung jawab dengan hukuman di Geng Naga Biru. Selain ketua Geng, dia tidak mempedulikan siapapun.


“Sekarang kalian boleh memberitahuku, Penjara Golania adalah tempat seperti apa?” Kata Toro yang dibuat bingung oleh orang-orang ini. Walaupun dia tidak berani bilang sudah pergi ke banyak tempat, tapi tidak ada tempat yang dia takuti. Kalau orang-orang ini sudah mengetahui identitasnya, maka sepertinya tidak perlu menutupinya?


Ketika David ingin berbicara, Mario langsung mendorongnya dan berkata, “Aku capek dengan Bahasa Indonesia kamu yang aneh itu, biar aku saja!” Dia lalu berkata, “Mungkin kamu tidak pernah mendengar penjara Golania, tapi kamu seharusnya tahu Michael kan?”


Toro mengangguk, Michael bisa dibilang pahlawan Indonesia 30 tahun yang lalu, juga satu-satunya orang yang mempersatukan organisasi hitam di Indonesia bagian utara. Walaupun pada akhirnya hilang bersama sejarah, tapi setiap kali orang mengungkitnya, semuanya mengacungkan jempol untuknya. Bahkan dia yang tinggal berada di Israel dan datang menjalankan misi juga sering mendengar orang ini.


Tapi tidak ada yang tahu orang ini hidup atau mati. Tapi kalau masih hidup mungkin sudah berumur 50 tahun. Toro tidak tahu kenapa dia mengungkit orang ini, dia mendengarkan Mario melanjutkannya, “Michael datang dari tempat ini!”

__ADS_1


Toro merasa semakin menarik, dia mendengarkan Mario yang menceritakan tentang Michael beserta Geng Herkules miliknya. Dia menceritakan dari dia lahir sampai menghilang, Toro seperti sedang membaca novel tentang organisasi hitam. Dia merasa kalau Mario tidak menjalankan organisasi hitam, dia bisa hidup dari menulis.


Setelah 1 jam kemudian, akhirnya dia selesai cerita. Pilot juga memberitahu Toro mereka bahwa akan segera sampai. Dia melihat Jacob mengeluarkan seragam militer dari tasnya, Toro tidak tahu kenapa, tapi melihat orang lain memakainya, dia juga ikut memakainya.


Setelah baling-baling berhenti berputar, mereka turun dari helikopternya. Pohon-pohon di sekitarnya rimbun dan gelap, dan suhu juga semakin menurun. Tidak ada suara burung. Bulan sabit menggantung dari langit, tetapi itu bukan satu-satunya cahaya terang mereka. Sekitar 1 km jauhnya, ada sebuah bangunan yang bersinar, lampu yang terang seperti ledakan nuklir menyinari seluruh langit.


“Lari 1 km, kamu perlu berapa lama?” Tanya Jacob.


Toro tersenyum dan berkata, “Tempat seperti ini, kalau tidak membawa barang, 2 menit.”


“Aku tidak percaya!” Irfan pertama kali berbicara, nada bicaranya lebih dingin dari suhu di sekitar mereka.


“Aku percaya!” David berkata dengan wajah suram. Tapi detik selanjutnya, Toro dan yang lainnya sudah berlari keluar seperti panah yang dilepaskan dari busur. Dari belakang terdengar suara makian David dalam bahasa Inggris, Prancis dan Rusia.


Toro berhenti di bawah tembok besar di depannya, dia menekan jam dan waktunya adalah 110 detik. Menatap gedung yang terang benderang dengan puas, seperti kota kuno. Tembok besar itu terbuat dari granit, jejak waktu yang tertinggal di atasnya, dan lumut hitam dapat terlihat di mana-mana.


Toro tidak pernah menduga Indonesia masih ada bangunan seperti ini, kalau diumumkan keluar, mungkin tidak kalah dengan koloseum dari Roma. Dari dalam terdengar suara raungan pria, seperti suara raungan binatang buas. Kedua pintu yang terbuat dari tembaga terlihat begitu berat, seperti memisahkan dunia dari luar.


“Kamu pasti menjadi juara di olimpiade!”


Jacob sampai setelah 2.30 menit, kemudian Irfan 3 menit, mario 3.10 menit. Lalu setelah 5 menit kemudian, David terjatuh di bawah kaki mereka. Dengan nafas terengah-engah dia berkata, “Bagaimana? Apakah kak Setan sampai dalam 2 menit?”


Tidak ada yang mempedulikannya. Tatapan Irfan juga tidak sedingin tadi lagi, dia berkata, “Toro kamu sangat kuat, namaku Irfan!”


Toro mengangguk ke arahnya, dia sangat menyukai perasaan seperti ini, juga sangat menyukai orang ini. Orang yang bisa mengakui orang lain kuat, dia pasti juga orang kuat juga. Tapi Toro sekarang lebih tertarik dengan kondisi di dalam, karena suara teriakan itu membuat darah di dalam tubuhnya mendidih.


“Sret!” Seketika, ada belasan senjata Herstal p90 yang mengarah ke mereka. Toro sangat mengerti dengan senjata ini, dalam jarak dekat bisa menembus baju pelindung. Jacob berteriak, “Kami adalah orang Naga Biru, biarkan kami masuk!”


Selesai bicara, dia mengeluarkan pistol di pinggangnya dan menembakkannya ke langit. Terlihat sebuah cahaya terbang ke atas langit, sebuah tulisan naga biru terpampang di atas langit dan terdengar suara besi bergesekan yang keras.


Toro melihat dari atas ada sebuah sangkar pengurung binatang buas yang besar yang turun ke arah mereka, sebentar lagi dia bisa melihat tempat yang terlupakan ini. Dunia lainnya, sebenarnya ada apa di dalamnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2