Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Kekacauan Di Pinggiran Barat


__ADS_3

Ketika Toro selesai mengepel, Alura berjalan masuk dengan sombong, di belakangnya ada 4 orang yang mengikutinya. Dia menunjuk ke Toro dan berkata, “Panggil Kak Toro!”


“Kak Toro!” 4 orang yang wajahnya bengkak memanggil Toro bersamaan.


Alura duduk dengan santai di atas kasurnya, dia tersenyum dan berkata, “Kak Toro, ini 4 anak buahku, aku cukup cepat bukan?”


Toro tersenyum dan berkata, “Gendut, mereka masih anak kecil, jangan mencelakakan mereka!”


“Aku juga hanya mencoba saja, pada akhirnya juga harus lihat apakah mereka cocok atau tidak. Hal seperti ini juga harus sama-sama mau, aku bukan orang yang suka memaksa!”


Toro menggelengkan kepala dengan tidak berdaya, orang ini ternyata memiliki pandangan yang sama dengannya. Kalau mengumpulkan anak buah dengan cara seperti ini, dia juga berani jamin dalam 1 minggu, dia bisa mengalahkan semua siswa di sekolah ini. Tapi anak buah seperti ini bahkan tidak bisa mengalahkan preman kecil di jalanan. Itu bukanlah orang yang mau dia cari. Dia berkata kepada 4 orang itu dan berkata, “Halo semuanya, namaku Toro!”


4 orang itu melihat Toro yang begitu lembut, mereka tidak mengerti kenapa Alura yang hebat memanggilnya Kak Toro. Walaupun tidak mengerti, mereka juga memperkenalkan diri dengan sopan.


Siswa yang kekar itu bernama Gunawan, berasal dari Kota Zahra, 20 tahun. Wajah yang terlihat muda dan bersemangat adalah Listo, berasal dari Kota jito, 19 tahun. Rambut pendek sebahu dan memiliki bokong besar adalah Tomi, kampung halamannya adalah Kota Jito, seumuran dengan Listo, setelah itu dia pindah ke kota Intan. Badan yang paling kecil dan kurus bernama Turman, berasal dari Kota Matahari, umurnya paling tua, 21 tahun.


Dari mereka berempat, Listo yang paling jago berbicara. Dengan wajah penuh jerawat, dia membicarakan semuanya. Setelah berkelahi dengan Alura tadi, mereka bisa dibilang tidak bertarung maka tidak saling kenal. Tapi mereka ber 6 menjadi akrab dengan cepat.


Listo terus menatap Toro dan berkata, “Sepertinya kalian tidak mirip siswa, apakah kalian pernah bekerja di luar sana?”


Toro mengangguk dan tersenyum, dia berkata, “”Aku pernah bekerja beberapa hari, bahkan belum ambil gaji tapi sudah mengundurkan diri. Aku kembali ke sekolah untuk pemanasan kembali. Bagaimana dengan kalian? Apakah juga untuk pemanasan?”


Listo berkata, “”


Listo berkata, “Jangan diungkit lagi, aku bahkan tidak menyelesaikan SMA. Sekarang masih muda, jadi ingin belajar sesuatu di sekolah teknik. Jadi ketika terjun ke masyarakat, juga tidak sampai tidak bisa bekerja!”


“Aku tidak menyelesaikan SMP!” Kata Gunawan.


Tomi juga berkata, “Setelah lulus SD, aku bermain beberapa tahun di rumah, sekarang baru datang ke sini!”


Toro beneran tidak bisa mendengarnya lagi, dia takut Turman akan berkata tidak pernah sekolah seperti dirinya. Tapi di luar dugaannya, Turman tersenyum dan berkata, “Aku berhasil masuk ke S1, tetapi rasanya tidak terlalu nyaman, apalagi pacarku belajar jurusan komputer. Dia sudah lulus dan bekerja, jadi aku bisa dibilang datang untuk mengejarnya!”


“Sialan kamu beneran sangat hebat!” Kata Alura sambil mengacungkan jempol. Dia berkata, “Melihat kulit mulus dan rambut keritingmu, pasti banyak wanita yang menyukaimu kan?”


“Masih lumayan, tapi aku sudah punya pacar. Tidak akan mencari yang lain lagi!” Kata Turman menggelengkan kepalanya.


Toro mengangguk dan berkata, “Kamu sangat setia, sepertinya seorang pria yang bertanggung jawab!”


Di bawah arahan Toro, mereka juga membersihkan kamar ini. Seketika kamar asrama seperti berubah bentuk. Listo ingin menggunakan uangnya yang tidak banyak itu untuk traktir yang lain. Walaupun Alura setuju, tapi Toro menolaknya!

__ADS_1


“Biar aku saja!” Turman melirik ke Listo dan berkata, “Dia ini sangat miskin, belakangan ini juga ikut kami makan!”


“Kalian juga tidak perlu ribut. Kami pertama kali datang ke sini, mana mungkin membiarkan kalian yang mengeluarkan uang!” Kata Toro sambil mendorong mereka keluar.


Turman berkata, “Di dalam sekolah sangat kacau, sering kehilangan barang. Kalian jangan meninggalkan barang berharga di dalam asrama.”


“Tenang saja, semua barang berharga ada di kantong kami!” Kata Toro sambil menepuk tas pinggangnya, di dalamnya ada sebuah cek. Walaupun nilainya tidak besar, tapi bagi seorang siswa, bahkan bagi sebuah keluarga biasa juga biaya yang besar. Total 2 Miliar, Lalita yang memberikannya untuk biaya operasional.


Tempatnya tidak jauh, sebuah restoran hotpot di depan sekolah. Toro menyuruh mereka masuk, kemudian pergi mengambil uang ke bank. Karena dia membutuhkan banyak uang untuk berhubungan dengan para siswa ini. Uang ratusan ribu di kantongnya pasti tidak cukup, dia memasukkan uang yang dicairkan ke dalam kartu dan menyisakan 20 juta untuk darurat.


Tapi ketika siang hari, restoran ini sangat penuh. Kalau pergi ke tempat lain, mereka khawatir Toro tidak bisa menemukan mereka. Jadi mereka jongkok di depan restoran sambil menunggu Toro. Ketika melihat Toro kembali, mereka ingin menanyakan apakah masih ada tempat. Kebetulan sekali, ada 1 meja yang baru selesai makan dan pergi. Mereka ber 6 langsung masuk ke dalam dengan senang.


“Bos.  6 porsi daging kambing, yang paling pedas!” Setelah duduk, Alura langsung berteriak dan mengagetkan yang lain. Tatapan mereka seperti menatap orang bodoh.


Walaupun cuaca sudah lebih dingin, tapi mereka tidak perlu makan yang begitu kejam. Toro menyuruh 4 orang itu, “Kalian jangan sungkan, sepertinya hari ini Alura gendut yang akan bayar!”


Alura tertawa dan berkata, “Tentunya aku yang traktir. Pertama adalah untuk melayani kak Toro, kedua adalah ucapan maaf kepada adik-adikku. Jadi hari ini aku si gendut wajib traktir!”


“Kak Alura, kamu beneran sangat realistis!” Kata Gunawan.


Alura berkata, “Kalian belum pernah terjun ke masyarakat, di sana baru namanya realistis.” Tiba-tiba dia melihat ke Tomi dan bertanya, “Kenapa dengan anak ini? Pantatnya gede, tapi kok bicaranya cuma sedikit, takut habis baterai?”


“Baguslah kalau putus, yang lama tidak pergi yang baru tidak akan datang. Di kelas kita banyak wanita cantik, tidak susah mencarinya!”


Tomi akhirnya berbicara, “Kak Alura, kamu jangan ngomong begitu. Itu cinta sejatu aku!”


“Hush!”


Mereka berbicara dengan senang, lalu melihat dari luar masuk beberapa laki-laki yang memakai pakaian Nike. Setelah melihat sekitar, mereka mendorong orang-orang yang belum selesai makan dan duduk di situ. Kelihatannya seperti sedang mendiskusikan sesuatu.


“Kak Toro, bocah-bocah sialan saja, buat apa dilihat!” Tanya Alura.


Toro menatap orang-orang itu dan berkata, “Orang-orang itu masuk dan tidak panggil makan. Kamu lihat, mereka terus menunduk, seperti takut orang lain melihat wajah mereka, pasti bukan hal baik!”


Alura melirik ke sana dengan cepat, dia berkata, “Sialan, apa yang ingin mereka lakukan di pagi hari?”


“Di sini area pinggiran, apapun bisa dilakukan. Siapa yang tahu apa yang mereka lakukan!” Kata Toro sambil mengambil beberapa daging kambing yang masih merah dan langsung dimasukkan ke dalam mulutnya.


“Apa yang kalian lihat?” Tanya Turman ketika menyadari keanehan Toro dan Alura.

__ADS_1


“Tidak ada apa-apa, cepat makan! Bos, tambah 6 botol bir!” Kata Alura mulai berteriak lagi. Mereka ber 4 hanya saling melihat dan mulai makan lagi. Di antaranya Toro menyadari, Turman tidak merokok dan tidak minum alkohol, makhluk aneh beneran ada di mana-mana.


Setelah makan sebentar, tiba-tiba 7 8 orang di dalam restoran hotpot tadi berlari keluar, orang-orang di dalam restoran kaget melihatnya. Ketika mereka sadar, orang-orang itu sudah mengeluarkan pisau dan langsung ditusuk ke arah pria yang sedang berpacaran dengan seorang wanita.


“Aah!” Dari luar terdengar suara teriakan wanita, kemudian wanita itu langsung dipukul pingsan. Kebetulan sebuah mobil Renault berwarna putih yang tidak ada plat berhenti, ketika pintu terbuka, terlihat seorang anak muda berambut panjang tersenyum dingin, “Berani mencari pria lain di belakangku. Lihat bagaimana aku membereskanmu. Cepat kalian semua, jangan sampai mobil polisi datang menjemput kalian!”


Semua orang menonton dari samping, tetapi tidak ada yang menolongnya. Ketika Alura tidak bisa menahan diri lagi, Toro malah menginjak kakinya, dia berkata, “Kita baru datang, jangan mencari masalah!” Yang artinya di sini bukan tempat mereka, jangan mengagetkan mereka.


Akhirnya ada orang baik yang mengeluarkan ponsel dan diam-diam lapor polisi. Saat ini pria yang terjatuh dan terus mengeluarkan darah masih sadar, dia berusaha mengeluarkan ponsel dan berkatak, “Kak Indra, adik…..adikmu dibawa pergi oleh orangnya Sutomo. Apa? Kamu di rumah sakit, jadi kamu tidak peduli adik angkat ini lagi? Sialan!”


Selesai bicara, pria itu langsung pingsan. Setelah 5 menit, mobil polisi datang. Pria itu lalu dibawa pergi, tersisa beberapa polisi yang berada di TKP. Alura hanya menggelengkan kepalanya dan berkata, “Bos, bawa 6 botol lagi. Sial, aku lupa ada yang tidak minum. 5 botol saja!”


Ketika keluar dari restoran hotpot, langit terlihat mendung dan mulai gerimis. Mereka membicarakan kejadian beberapa waktu lalu, Toro tahu mereka berempat lebih tidak peduli daripada Alura, sepertinya ini bukan pertama kali mereka melihat hal seperti ini. Mereka sedang membicarakan tentang Indra tidak sanggup dan sudah dikalahkan oleh Sutomo semalam.


Tidur siang, Toro tidak pernah melakukannya. Tapi sebagai seorang siswa, dia harus beradaptasi. Alura yang terbaring di kasur langsung tidur dengan lelap, dia bahkan mengorok dan membuat Toro tidak bisa tidur. Toro terpaksa menyalakan sebatang rokok dan melihat para siswa yang sedang berjalan menggunakan payung di bawah.


Turman sedang mengirim pesan dengan pacarnya, “Kak Toro, apakah kamu kaget dengan kejadian tadi?”


Toro menggelengkan kepalanya, dia tersenyum berkata, “Aku sudah melihat banyak hal seperti itu!”


“Mana mungkin, kejadian seperti ini walaupun banyak di pinggiran kota, tetapi di tempat lain sangat sedikit. Ooiya, aku lupa tanya, kamu berasal dari mana?” Tanya turman.


“Aku besar di Israel!”


“Hehe, pantesan. Aku kira kamu kaget dengan hal tadi!” Kata Turman sambil menghela nafas, “Apakah di sana lebih kacau daripada di sini?”


Toro mengangguk, setelah sesaat dia membangunkan Toro dari mimpinya. Mereka berjalan ke toilet, Toro berkata, “Gendut, walaupun kita tidak satu geng, tapi di sini lebih kacau dari bayanganku. Kamu harus melakukannya dengan baik, aku tidak ingin membawa mayatmu nanti!”


Alura mengucek matanya dan berkata, “Kak Toro, aku tahu apa yang harus dilakukan. Tujuan kamu kesini untuk apa? Kalau bisa kasih tahu aku, aku juga bisa membantumu!”


Toro menyalakan sebatang rokok dan menghela nafas, “Aku datang berkencan!”


“Baiklah, anggap saja aku tidak tanya. Tunggu kamu mau kasih tahu baru kasih tahu saja, di sekolah ini aku adalah temanmu. Aku juga akan menjaga rahasiamu!”


“Kita bicarakan nanti saja!”


Toro tentu tidak akan memberitahu Alura bahwa dia datang untuk membuat geng baru demi membantu tujuan besar Geng Naga Biru, dan juga tujuan awal adalah menahan geng Wustang. Alura Gendut ini juga bukan orang biasa, dia hanya bisa melihat perkembangan ke depan, kemungkinan dia juga harus membunuh Alura untuk membangun Geng baru dengan lancar.


 

__ADS_1


 


__ADS_2