Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Masuk Penjara Lagi


__ADS_3

Air mata Byakta mengalir keluar, dia memuntahkan dua gigi dari mulutnya. Seketika dia berkata dengan suara tangisan yang keras, “Toro, kamu berani menghancurkan gigiku, hari ini aku akan menghabisimu!” Setelah berdiri, dia berlari ke arah Toro.


“Pengawal!” Teriak Andy dengan keras, dan dua orang pengawal langsung bergegas datang.


Lalu, Toro dengan cepat menangkap leher belakang Byakta, dia menghantamnya dengan lutut yang keras. Wajah Byakta langsung memerah, dia memegang perutnya dan berlutut di lantai.


“Hajar bocah ini!” Teriak Andy dengan kesal. Ketika melihat anaknya dihajar seperti itu, dia sangat marah.


Salah satu pengawalnya langsung mengarahkan tinju ke Toro, Toro melihat dua orang pengawal ini adalah professional, melihat tubuh dan rambutnya, seharusnya mereka pensiunan tentara. Tapi dia juga tidak menghindar sama sekali dan mengarahkan tinju juga.


Orang-orang di sekeliling mulai menjauh, karena takut mengenai mereka. Kirania dan Dayana yang baru keluar dari toilet tidak tahu apa yang terjadi, ketika ingin masuk melihatnya, mereka malah terdorong keluar oleh kerumunan.


Pong!


Kedua tinju saling bertumbuk, wajah pengawalnya langsung berubah. Pengawalnya mundur 3 langkah dan setelah menghentakkan kaki dia baru berdiri stabil. Darah mengalir keluar dari tangan sampai ke tinjunya, dia berkata kepada pengawal lainnya yang baru mengangkat Byakta, “Orang ini seorang ahli!”


Pengawal satunya lagi mengangguk dan bertanya, “Kamu tidak apa-apa?”


“Tidak apa-apa!” Pengawal yang pertama itu mencoba mengangkat tangannya, dia berkata, “Hanya saja tangan ini tidak bisa digerakkan lagi!”


“Kita serang bersama!”


Setelah berteriak keras, kedua pengawal menyerang Toro. Gerakan mereka sangat gesit, kerjasamanya juga baik. Kalau melawan orang biasa, pasti sudah kalah dari tadi. Tapi Toro bukanlah orang biasa, berhadapan dengan 20 tentara khusus dan dia masih bisa membunuh rajanya. Sekarang berhadapan dengan 2 orang pensiunan tentara pasti bukan masalah besar.


Gerakan mereka sangat cepat, tapi orang-orang yang tidak mengerti bela diri juga bisa melihatnya, Toro masih sangat santai. Tidak sampai 5 ronde, tinju Toro langsung mengenai wajah pengawal yang lengannya terluka tadi, karena pukulan yang kuat, pengawalnya langsung terbang keluar dan terjatuh ke kue ulang tahun 20 tingkat itu.


Orang-orang bersorak kaget, mereka tidak pernah melihat keahlian seperti ini. Kalau pukulan itu mengenai orang biasa, kalau tidak mati pasti terluka parah. Lalu pengawal itu sudah pingsan di atas kue tersebut.


“Cari mati!” Pengawal satunya lagi sedang berada di belakang Toro, sikunya diarahkan dengan cepat ke kepala Toro, kalau terkena serangan ini, mungkin Toro harus menghabiskan sisa hidup di atas ranjang rumah sakit. Sepertinya dia tidak tahu kondisi temannya, tapi dia sudah bersiap untuk membunuh Toro.


Jari kaki kiri Toro berputar di lantai, dia dengan cepat mengayunkan kakinya. Pengawal itu tidak menyangka reaksi lawannya secepat itu, ketika ingin menarik kembali tangannya, tangannya langsung bertabrakan dengan kaki Toro. Tapi dia tidak menyangka lagi, kekuatan kaki Toro sudah cukup membuat suara tulang patah terdengar dari tangan pengawal itu, sekarang dia terjatuh lemas di lantai.


Toro memegang sebatang rokok, dan berjalan ke depan Andy. Dia berkata, “Siapa yang ingin kamu bunuh tadi?”


Wajah Andy menjadi pucat, dia sedang membopong anaknya yang pingsan itu, seketika juga tidak tahu harus mengatakan apa. Melihat Toro maju lebih dekat, dia langsung berkata, “Bocah, ini adalah negara hukum. Kamu memukul anakku, aku akan membuat kamu bangkrut!”

__ADS_1


Tony dan Carlos saling bertatapan di samping, mereka juga tidak tahu harus menggunakan ekspresi apa untuk berhadapan dengan anak muda ini. Seperti kata Andy, ini adalah negara hukum, mereka tentu tidak pernah melihat keahlian seperti ini. Film action di negara Indonesia saja tidak menegangkan seperti tadi.


“Oh? Membuat aku bangkrut?” Kata Toro sambil mengulurkan tangannya dan menjambak rambut Andy, Andy terus berteriak kesakitan dan minta dilepaskan. Tapi Toro tidak mau, dia berkata, “Aku sudah lama menahan diri, kamu tidak bisa menjaga anakmu dengan baik, dan membiarkan dia terus mencari orang untuk membuat masalah denganku!”


Phak!


Tamparan yang kuat ini membuat Andy pusing, telinganya berdengung kencang. Toro berkata, “Kesalahan anak adalah kesalahan ayahnya!”


Phak!


Toro menamparnya sekali lagi, lalu berkata, “Aku adalah musuh alami bagi kalian para orang kaya!”


Phak!


“Palingan aku bangkrut seperti yang kamu katakan, karena aku juga tidak punya harta apapun!”


……


Ketika tamparan satu per satu mengenai wajah Andy, semua orang menatap Toro seperti seorang iblis. Tamparan itu seperti masuk ke dalam hati mereka, mereka juga kasihan dengan ayah dan anak keluarga Mandala ini, mereka menyinggung seseorang yang tidak takut apapun, sehingga mendapatkan akhir seperti ini.


“Tenang saja, aku tidak apa-apa!” Toro menepuk bahu Kirania. Karena dia sudah melakukannya, maka juga tidak takut polisi, nanti pasti ada solusinya.


Toro membuang puntung rokoknya. Polisi sudah datang, dan yang pemimpinnya adalah orang yang dia kenal. Toro tersenyum dan berjalan mendekat, dia berkata, “Ternyata kamu yang datang menangkapku!”


“Kamu mencari masalah lagi, kali ini masalah besar!” Kata Gracia. Karena dia melihat kondisi yang sangat parah, di dalam sini juga tidak ada satupun keluarga biasa. Di hadapan semua orang, dia berkata, “Borgol tersangkanya, telepon rumah sakit sekarang juga!”


Ketika Toro masuk ke mobil polisi, orang dari rumah sakit sudah sampai. Gracia bertanya, “Kamu tidak boleh mengandalkan kemampuan bela diri dan terus mencari masalah bukan?”


“Mereka yang mencari masalah denganku dulu!”


“Kamu kembali ke Indonesia tidak sampai 1 bulan, dan sudah terjadi 4 kali pertarungan. Apakah kamu mengerti kalau kamu masuk ke penjara kali ini?”


“Kalau aku masuk ke penjara, kamu jangan lupa datang melihatku!”


“Sampai sekarang masih saja begitu, aku lihat bagaimana kamu bisa melepaskan diri kali ini!”

__ADS_1


Toro melihat pemandangan di luar, sambil berfikir bagaimana menyelesaikannya. Dia mengeluarkan ponsel dan mengirimkan sebuah pesan, mungkin pesan ini bisa membuat dia tidak perlu dipenjara.


Sampai di kantor polisi, seperti biasa dia harus diinterogasi dulu. Toro tentu tidak bisa menjelaskan apapun lagi. Dia yang memukul orangnya, dia juga yang memulainya, walaupun karena provokasi dari lawannya, dan ada juga Kirania dan Dayana yang menjadi saksi, tapi sangat jelas dia memukul orang duluan, kali ini dengan cepat dia dikurung ke dalam penjara.


Toro menyalakan sebatang rokok, bersandar di dinding penjaranya. Dia berfikir, selanjutnya ayah dan anak keluarga Mandala pasti akan mencari pengacara untuk menggugatnya, walaupun dia memiliki Janice sebagai pendukung keuangan, tetapi ini pasti tidak bisa diselesaikan dengan uang saja. Sesuai yang dikatakan Gracia, dia sengaja menyerang orang dan lukanya cukup parah. Sesuai hukum Indonesia, paling tidak harus dipenjara 1 – 3 tahun.


Tidak ada ponsel dan jam tangan, Toro juga tidak tahu jam berapa. Tapi dari kejadian sampai sekarang, mungkin sekitar jam 3 sore. Sampai sekarang masih belum ada pergerakan, sepertinya kali ini kesulitannya sangat besar!


Seperti yang dipikirkan, Kirania dan Dayana sudah berada di kantor polisi, Lalita sudah berada di sini juga. Mereka bertiga duduk di ruangan direktur, di atas meja ada sebuah cek, hal ini membuat direktur Agus terus berjalan ke sana kemari, dia berkata: “Beneran tidak bisa! Sekarang sedang masa susah, orang ini tidak bisa dilepaskan. Ketua Aula Lalita, bukan aku tidak mau menghormatimu!”


Lalita juga pusing, dia pernah bertemu Toro beberapa kali dan tidak merasa Toro adalah orang yang ceroboh. Kenapa dia bisa melakukan hal seperti ini, sampai menepuk sandaran kursi, dia langsung berdiri, “Direktur Agus, apakah ada cara untuk melepaskan diri terlebih dahulu?”


Direktur Agus melambaikan tangannya dan berkata, “Beneran tidak ada, pihak lawan sudah menggunakan nama wakil wali kota, sekarang aku tidak punya hak untuk melepaskannya!” Dia berpikir sebentar, kemudian dia berkata, “Tapi, kalau pihak lawan bisa membatalkan gugatannya, aku bisa menjadi orang tengah. Kalian rugi sedikit uang dan masalahnya akan gampang diurus!”


Tatapan Lalita yang dingin terlihat bergerak, dia berkata, “Direktur Agus, aku tahu harus bagaimana!”


Toro sedang memikirkan cara di dalam penjaranya, kalau beneran tidak bisa dia akan menggunakan caranya sendiri. Penjara sekecil ini mana mungkin mengurungnya. Kalau mau keluar hanya masalah waktu saja, tapi mulai sekarang dia akan menjadi buronan.


Ketika dia sedang berfikir, tiba-tiba Gracia muncul di depan jeruji besinya. Satu orang polisi membukakan pintunya, Toro tersenyum dan berkata, “Kenapa? Kamu datang melepaskanku?”


Gracia menggelengkan kepalanya, setelah polisi itu pergi, dia baru berkata, “Toro, apakah kamu orang dari Geng Naga Biru?”


Toro berfikir sebentar dan bertanya, “Kenapa?”


“Aku melihat Lalita datang lagi!” Kata Gracia sambil melihat penjaranya, dia lalu berbisik, “Tangkap saja aku, ketika kamu keluar dari sini, langsung kembali ke Israel. Setelah semuanya tenang kembali, kamu baru pulang,”


“Aku kira kamu punya solusi yang bagus!” Kata Toro sambil menggerakkan bahunya. Dia sebenarnya sangat berterimakasih kepada Gracia, karena nyali polisi wanita ini beneran sangat besar. Tapi kalau Toro beneran melakukannya, mungkin akan merusak karir Gracia kedepan. Toro tidak suka berhutang budi.


Toro menatapnya dan berkata, “Terima kasih niat baikmu. Tapi aku tidak bisa melakukannya, kamu tenang saja, aku punya solusi sendiri!”


Gracia tersenyum pahit, dia beneran tidak tahu Toro punya solusi seperti apa. Tidak tahu kenapa, dia memiliki kesan baik dengan anak muda yang terus mencari masalah ini. Mungkin karena ada aura Toro yang memesonanya, Toro selalu begitu percaya diri, walaupun berada di kondisi ini, dia juga sama sekali tidak memohon dan mengeluh.


“Apa yang kamu butuhkan? Telepon? Atau mencari orang lain, aku bisa membantumu!” Kata Gracia.


Toro menggelengkan kepalanya, dia juga tidak punya orang untuk dicari. Walaupun dia pernah memeriksa semua orang keluarga Margens, dan juga tahu dia punya seorang kakek yang hebat dan misterius, tapi dia tidak pernah berpikir untuk mencarinya. Seperti mereka yang tidak pernah mencari dirinya juga, dia sudah terbiasa dengan identitas yatim piatu. Mereka meninggalkannya, dia juga meninggalkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2