Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Pacar Palsu


__ADS_3

Toro mengangkat bahu tak berdaya, “Di luar tidak ada tandanya, mana aku tahu?”


“Kamu yang memberikan handuk kepadaku barusan?” Kata Kirania dengan wajah memerah.


Toro berkata dengan nada meminta maaf, “Iya aku.”


“Dasar mesum! Kenapa kamu bahkan tidak memiliki sopan santun dan etika, apakah ibumu tidak mengajarimu?”


Ekspresi Toro sedikit berubah, dia tahu Kirania tidak suka dengannya. Sekarang dia hanya melihat punggungnya, terlebih dia masih memakai baju tidur. Tapi ekspresinya seperti sudah disentuh.


“Jangan membicarakan ibuku!” Kata Toro yang terlihat marah. Sejak kecil dia sudah kehilangan kedua orangtuanya, jadi dia paling takut orang mengungkit keluarganya. Dia langsung berkata dengan kesal, “Aku meminta maaf atas kecerobohan tadi. Jika kamu masih tidak puas, kamu bisa menyuruhku pergi. Lagipula aku juga tidak memakai baju sekarang, dan kamu masih menatapku juga!”


Kirania baru sadar sekarang, Toro memiliki dada yang berisi dan kekar, otot-otot yang kuat, dan garis-garis yang hampir sempurna. Seluruh tubuh penuh dengan kekuatan. Yang paling mengejutkannya adalah banyak bekas luka yang dalam maupun dangkal pada tubuh yang kuat itu. Bagaimana orang biasa bisa memiliki bekas luka yang begitu menyeramkan?


Seketika, Kirania sedikit tertegun. Dia terus menatap tubuh Toro.

__ADS_1


Melihat dia tidak berbicara, Toro juga merasa tidak boleh membiarkan situasi terus seperti ini, “Sudah malam, cepat pergi tidur. Kita bicarakan besok kalau ada masalah lagi. Kalau sampai kelihatan oleh orang lain, aku sih tidak masalah, tapi kamu yang seorang wanita akan susah menjelaskannya nanti!” Sambil melambaikan tangannya, dia berkata “Selamat Malam!”


Melihat Toro keluar dari sana, jantung Kirania terus berdetak kencang. Dia memegang wajahnya yang panas, di benaknya terus bermunculan tubuh kekar yang sulit dilupakan itu. Dia memarahi dirinya dalam hati, kenapa tidak memecat Toro sialan itu dan membiarkannya pergi begitu saja. Tapi ketika teringat Toro masih bekerja di bawah perintahnya, dia pasti punya cara untuk menyiksanya. Kita lihat orang ini bisa sombong sampai kapan.


Kembali ke kamarnya, Toro berusaha menenangkan teman baiknya, kondisi yang menegangkan tadi sudah membuat temannya berdiri tegak. Kemudian dia dengan cepat tertidur, ini adalah tidur yang paling nyenyak belakangan ini. Walaupun ada beberapa gangguan kecil, tapi dibandingkan kehidupan di ZO, sama sekali tidak perlu dimasukkan ke dalam hati.


Keesokan harinya jam 5.30. Toro terbangun, sama seperti ketika menjadi tentara, dia sudah terbiasa bangun pagi. Setelah mencuci wajahnya, dia memulai lari 10 km dengan mengitari salon kecantikan. Setelah 2 jam, dia kembali.


Tapi belum masuk, dia melihat Kirania memegang handuk dan tersenyum ke arahnya. Kemudian dia mendekat dan mengelap keringatnya, perubahan sikapnya dalam waktu semalam sangat cepat, sambil mengelap keringat dia berkata, “Toro, kamu pergi lari lagi? Di rumah kita kan ada treadmill, kenapa harus pagi-pagi keluar untuk lari pagi, hati-hati masuk angin nanti.”


Kalau bukan dia memanggil namanya, Toro masih merasa dia sedang berbicara dengan orang lagi. Karena kemarin adalah pertemuan pertama mereka, jadi dia mundur dengan hati-hati dan berkata, “Kak Kirania, ada apa ini?”


Toro sangat sulit membayangkannya, apa yang membuat seorang wanita berubah secepat ini. Tapi dia langsung mengerti ketika melihat seorang pria keluar dari salon kecantikan itu. Walaupun belum pernah bertemu dengannya, tapi melihat penampilannya, pasti anak orang kaya.


“Bantu aku, kalau tidak aku tidak akan memaafkanmu atas kejadian semalam.” Kata Kirania dengan pelan.

__ADS_1


Toro menggunakan jari telunjuk untuk menyentuh dagunya, dengan suara lantang berkata, “Kirania, kenapa kamu tidak memperkenalkan aku dengan tamu yang baru datang ini?”


Kirania terlihat canggung, tapi dia berpura-pura malu dan berhasil menghindari tangan Toro, dia berkata, “Dia adalah Byakta Mandala!” Kirania lalu melihat ke pria itu dan berkata, “Ini adalah pacar yang aku bicarakan tadi, namanya Toro Margens!”


Byakta Mandala adalah anak konglomerat yang kaya raya, mengenakan pakaian merek internasional kelas atas, dengan jam tangan Piaget Altiplano di pergelangan tangannya, dan gantungan kunci Rolls-Royce edisi terbatas di tangannya.


Duduk di ruangan VIP salon kecantikan, Felysia mengantarkan minuman untuk mereka. Toro meminumnya tanpa berbicara, karena takut ketahuan jika terlalu banyak bicara.


Byakta Mandala merasa tidak senang, dia mencoba memulai pembicaraan, “Kamu kerja di mana?”


“Aku membantu Kirania di sini!” Kata Toro sambil tersenyum, dia meletakkan gelasnya dan bertanya, “Kalau boleh tahu, ada apa kamu datang ke sini hari ini?”


Byakta mendengus dingin, kemudian dia menatap ke arah Kirania dengan lembut dan berkata, “Kirania, paman menyuruhku untuk datang melihatmu. Semalam aku datang ke sini, tapi kamu entah pergi ke mana. Paman ingin menyuruhmu jangan bergaul dengan orang-orang yang tidak jelas.”


Orang yang tidak jelas? Toro mengerutkan keningnya dan berpikir dalam hati: Bocah, kamu sebaiknya tidak menyinggungku.

__ADS_1


 


 


__ADS_2