Tentara Bayaran Top Di Kota

Tentara Bayaran Top Di Kota
Memerlukan Bantuan Lagi


__ADS_3

Kalau bukan karena Toro membunuh anaknya bos Kelompok Tentara Bayaran yang bernama Reynold dengan dukungan 20 lebih tentara khusus, dan menjadi buronan berharga 200 miliar lebih dan dikejar oleh kelompok tentara bayaran Reynold, dia juga tidak perlu dikirim oleh bos Adam ke sini. Sebenarnya dia juga tidak mempedulikan julukan tentara bayaran top, tapi dengan kejadian ini sudah cukup menggemparkan seluruh dunia tentara bayaran.


Bos Adam mempertahankan nyawa Toro dan hanya mengambil semua uangnya. Jadi dia terpaksa menjadi satpam dan menahan emosi dari bos yang cantik tapi sombong ini.


Kelompok Tentara Bayaran Reynold yang disebut sebagai raja tentara bayaran tentu sangat hebat. Tapi tentara bayaran ZO juga rangking 5 dunia, mereka sama sekali tidak takut. Toro mengerti prosedur di dunia tentara bayaran, ZO selalu mendukung para tentara yang muda, para tentara senior sudah tidak penting. Dia bisa hidup dan kembali, semua karena Adam yang masih mempertimbangkan hubungan selama ini dan membantunya.


Jadi, ketika pulang ke dalam negeri Toro langsung mencari pekerjaan. Kalau tidak, seorang jenius tentara bayaran seperti dia, mungkin akan kelaparan atau menjadi perampok. Kalau sampai tahap seperti itu, dia lebih memilih mati daripada melakukan hal yang begitu tercela.


Melihat pelanggan yang keluar dari salon kecantikan, Toro selalu mengangguk pelan ke arah mereka. Para wanita itu selalu berbisik dan mengedipkan mata ke arahnya.


“Dia itu satpam baru? Tampan juga!”


“Iya, lihat badannya itu. Sayang sekali kalau hanya jadi satpam!”


“Lihat badanmu ini, kamu bisa menjadi sugar mommynya!”

__ADS_1


“Kenapa bukan kamu saja, kalau sampai ketahuan suami, tamatlah riwayatku!”


“Sudah malam, pulang dulu! Masih banyak kesempatan untuk bertemu dengannya, tidak perlu menjadi sugar mommynya, menjadi teman satu malam dengannya juga tidak buruk!”


Ucapan yang terus terang seperti ini terus berdengung di telinga Toro. Dia hanya tersenyum dingin dan menyalakan sebatang rokok. Sekarang, dia tidak ada perasaan untuk melayani para wanita itu.


Toro menguap melihat waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam lebih, pekerjaan yang membosankan selalu membuat orang bingung. Ketika dia menjalankan misi di peperangan, dia bisa tidak tidur beberapa hari. Sekarang, dia mulai beradaptasi dengan ketenangan di sini dan mulai menyukai kondisi yang santai ini.


Setelah jam 1 subuh, semua pelanggan sudah pergi semua. Felysia keluar memanggilnya, “Kak Toro, sudah tidak ada orang lagi. Kamu boleh masuk dan tidur!”


“Kak Kirania mana?” Toro tahu bos cantiknya itu sengaja menakutinya. Mana ada orang yang ke salon kecantikan sampai subuh.


Sesuai ucapan Kirania, tempat tidur Toro adalah sebuah gudang. Tempatnya tidak besar dan penuh dengan alat sapu ngepel, ada juga peralatan yang rusak. Selain itu semua, hanya ada satu ranjang dan meja ranjang, di atas meja ranjang ada sebuah lampu biasa.


Setelah menghisap sebatang rokok, Toro pun tertidur. Mungkin karena terlalu banyak minum malam ini, baru saja tertidur sebentar, dia terbangun karena ingin ke toilet.

__ADS_1


Membuka pintu toilet di ujung, dia mendengar ada suara air mengalir. Toro berpikir mungkin ada yang lupa mematikan kran airnya. Kemudian dia berjalan masuk, tiba-tiba melihat sesosok wanita cantik yang sedang membasuh wajahnya, dia memakai baju tidur berwarna hitam.


Di bawah rambut panjangnya ada pinggang tipis yang bisa digenggam, dan seluruh pinggulnya terpampang di depan mata Toro. Di dalamnya ada celana pendek sutra berwarna putih yang menjulang tinggi. Dari belakang, sosok ini benar-benar sempurna, seksi dan menawan.


“Bantu ambilkan handuk untukku.” Setelah mendengar suaranya, orang ini ternyata adalah Kirania. Toro hanya tersenyum pahit dalam hati. Lebih baik dia tidak membantu, karena bukan hanya tidak akan mendapatkan berterima kasih, tapi juga akan mendatangkan masalah.


Tapi Toro sekarang sangat terburu-buru, dia langsung memberikan handuknya dan masuk ke dalam. Dia menutup pintu dan akhirnya bisa buang air kecil.


Setelah itu, dia membuka pintunya pelan, Toro merasa sedikit bersalah. Dia ingin melihat apakah Kirania masih ada atau tidak, tidak ada suara sama sekali.


Setelah membuka pintunya, dia langsung melihat wajah yang sangat cantik itu. Kirania yang melihat Toro langsung tertegun, peralatan mandinya terjatuh ke lantai, kedua matanya terbesit kaget dan marah, dia langsung menutup bagian dada dan bawahnya, seketika merasa tangannya tidak cukup untuk menutupi tubuhnya.


Kirania sangat kesal sampai gemetar, walaupun dia sudah 20-an lebih, tapi ia masih perawan. Dia tidak pernah tampil di depan pria seperti sekarang, dan Toro juga hanya memakai ****** ***** pendek. Dari dulu dia sudah merasa Toro punya niat buruk, sama sekali tidak ada kesan baik, sekarang dia lebih yakin lagi.


Kirania berusaha menenangkan diri dan mengambil handuk untuk menutupi badannya. Dia menatap Toro dengan sangat marah, “Ini adalah toilet wanita, apakah kamu tidak punya malu sama sekali?!”

__ADS_1


 


 


__ADS_2