
Byakta berjalan kemari dengan beberapa orang itu, dia tersenyum dengan ekspresi sombong. Seperti ingin menantang Toro, melihat ekspresinya yang minta dihajar itu, Toro hanya mendengus dingin dan tidak mempedulikannya.
“Dayana, sudah lama tidak bertemu dengan kak Byakta kan? Rindu gak dengan kak Byakta?” Kata Byakta dengan sopan sambil memberikan hadiah, “Ini sedikit niat baikku, semoga kamu semakin cantik, semakin indah, selamat ulang tahun.”
Dayana sedikit terkejut dengan kedatangan Byakta, dia tidak mengundang orang ini. Kenal Byakta dari acara sosial, sejak tahu Byakta terus mengejar Kirania tanpa henti, dia sangat kesal dengan orang ini. Tapi dia juga tidak berani menunjukkannya terlalu jelas. Setelah menerima hadiahnya, dia tersenyum dan berkata, “Terima kasih!”
Byakta berbicara sebentar dengan Dayana, kemudian dia berjalan ke samping Kirania dan berkata, “Kirania, ayahku sudah mulai berbicara kepada paman Cahyani, yang artinya sebentar lagi kita akan segera menjadi keluarga.”
Ucapan ini membuat semua orang bengong, semua terjadi begitu tiba-tiba.
Kirania menatap ke Toro dengan tidak rela. Tapi sebagai anak dari para pebisnis kaya, banyak hal yang tidak bisa mereka putuskan sendiri. Pernikahan antar bisnis sangat sering terjadi, selama ada hubungan bisnis, hal seperti ini tidak susah dilakukan. Melihat orang yang menyebalkan ini sudah mulai bergerak, kapan Toro akan menerima dirinya?
Byakta tidak mempedulikan Toro yang mengerutkan kening itu, dia berkata dengan dengusan dingin, “Rumah kita sudah mulai direnovasi, ayahku bilang akan mengadakan pesta pernikahan untuk kita yang sangat mewah!”
Kirania semakin kaget mendengar kata pernikahan, kalau memikirkan dirinya hidup bersama pria ini, dia sudah pasti tidak tahan. Dia berkata dengan dingin, “Byakta, aku tidak akan menikah denganmu!”
“Kak Byakta dimarahi, haha……” Beberapa anak muda tertawa dengan keras.
Ekspresi Byakta terlihat canggung, dia memaki dalam hati: Dasar wanita jalang tidak tahu diri, masih saja berpura-pura. Kalau kamu berani menolaknya, ayahmu pasti akan menderita. Kalau kamu berani menyinggungku lagi, aku akan menyuruh orang menculikmu, setelah bosan bermain denganmu, aku akan menjualmu keluar negeri.
Tapi, dia tetap tersenyum dan berkata, “Kirania, kamu juga jangan menolak dulu. Kalau paman Cahyani menerimanya, kamu juga tidak mungkin melawannya dan menjadi seorang anak yang tidak berbakti!”
Toro merasa sangat kacau dalam hati, dia pertama kali mendapatkan perasaan seperti ini. Sehingga dia hanya terdiam di sana, tidak tahu harus mengatakan apa. Setelah sadar kembali, dia berdiri ke depan Kirania dan berkata dengan dingin, “Kirania adalah pacarku, pergi kamu.”
Di hadapan semua orang, Byakta merasa sangat malu. Tapi dia sudah belajar pintar, kali ini dia tidak menyerang Toro. Dengan senyuman dingin dia berkata, “Toro, kamu tidak bisa memutuskan hal ini. Tapi, aku akan menyuruh Kirania memberikan undangan kepadamu, siapa suruh kamu adalah mantan pacarnya!”
Tidak menunggu Toro marah, Byakta melanjutkan, “Ayo teman-teman, kita pergi minum-minum!”
Toro sangat ingin menghajar wajah yang sombong itu, tapi dia tidak bisa menemukan alasan untuk melakukannya, dia hanya bisa melihat Byakta pergi dengan seringai. Ketika dia menoleh ke arah Kirania, Kirania sedang menggigit bibir dan air matanya sudah berkumpul di sudut mata.
“Pergi ke kamar aku dulu!” Kata Dayana sambil menarik Kirania.
__ADS_1
“Aku sudah tahu harus berhadapan dengan hal ini cepat atau lambat, hanya saja tidak disangka datang begitu cepat!” Setelah terdiam beberapa waktu, air mata Kirania mulai membasahi pipinya.
Toro menepuk bahunya dan mencoba menghibur, “Kamu bicarakan baik-baik dengan ayahmu, kamu bilang tidak suka dengan Byakta. Ayahmu pasti akan memikirkan perasaan anaknya sendiri, dan tidak memaksamu untuk melakukan hal yang tidak kamu sukai.”
“Aiya!” Dayana menghela nafas dan berkata, “Kakak ipar, kamu tidak mengerti dunia bisnis. Pernikahan kami lebih banyak bukan karena kemauan kami, aku sering berimajinasi dengan Kak Kirania, kami terlahir di keluarga normal, walaupun hidup sederhana, tapi kamu bisa memilih sesuatu yang kami suka.”
“Toro, apakah kamu bisa membawaku pergi?” Tiba-tiba, Kirania menatapnya dengan penuh berharap, dia berkata, “Kita bisa pergi ke kota yang asing dan hidup sesuai keinginan kita.”
Toro tidak tahu bagaimana menjawabnya, melihat kesedihan anak orang kaya ini, dia sangat bersimpati dengannya. Walaupun hanya dalam waktu singkat, dia bisa merasakan kebaikan Kirania. Dia juga menyatakan cinta langsung kepadanya, hal ini memang sangat terharu. Tapi, cinta bagi seorang Toro, adalah sebuah hal yang sangat jauh dan tidak bisa digapai.
Seorang pembunuh yang berlumuran darah di tangannya, entah berapa orang yang sedang mencarinya. Suatu hari mereka pasti datang ke Indonesia, pada saat itu dia akan membawa pertumpahan darah ke orang di sekitarnya, sama saja mencelakakan dirinya.
Setelah berpikir, Toro berkata, “Kabur bukanlah solusi. Tapi aku yang sekarang juga tidak punya kemampuan untuk memberikan kebahagian kepadamu!”
Kirania bersandar di bahu Toro, dengan lembut berkata, “Selama bisa bersama denganmu, itu adalah kebahagiaan terbesarku!”
“Huhu……” Dayana menutup mulut dan hidung dan mulai menangis, “Terharu sekali, kapan kalian akan pergi? Aku akan memesankan tiket pesawat untuk kalian!”
Dari luar terdengar suara ketukan pintu, lalu terdengar suara yang berkata, “Nona, Tuan Carlos meminta anda turun, acaranya akan segera dimulai!”
Tok Tok Tok!
“Dayana, Kirania ada di kamarmu?” Dari luar terdengar suara seorang pria, Kirania langsung melambaikan tangannya. Dayana berkata, “Paman Cahyani, Kak Kirania baru keluar, harusnya sudah di aula perjamuan. Aku dandan sebentar dan segera turun!”
Luar pintu terdengar suara langkah kaki menjauh, Toro menunggu dua nona besar ini berdandan dulu, setelah itu mereka bertiga turun ke bawah. Aula perjamuan lantai satu sudah ada ratusan orang, para pria berpakaian jas rapi, wanita juga memakai gaun dan perhiasan yang mewah, penuh dengan suasana keluarga bangsawan.
“Aiya! Ulang tahunku malah menjadi tempat mereka berteman dan berbisnis!” Kata Dayana sambil menggelengkan kepalanya, dia mengangkat kepala dan menunjuk ke satu tempat, “Itu ada ayahku, ayah Kirania dan juga ayahnya Byakta!”
Toro melihat tiga orang pria paruh baya yang terlihat seumuran, yang satu sedang memegang segelas anggur merah dan terlihat sangat sungkan. Dia menatap ke seorang pria yang terlihat sopan dan berpakaian rapi, “Aku pergi lihat dulu!”
“Lewat ulang tahun Dayana, kita putuskan saja hal ini!” Kata seorang pria dengan rambut yang disisir ke belakang, dia tersenyum sambil mengangkat gelasnya.
__ADS_1
Dia bersulang dengan pria satunya lagi yang terlihat sopan dan berpakaian rapi, lalu pria itu berkata, “Pak Andy, kita sudah menjadi bisnis partner selama beberapa tahun, aku juga melihat Byakta dari kecil. Kita jalankan sesuai maksudmu.”
“Hehe……Kalian dua orang ini, sekarang bergabung bersama, di dunia bisnis mana ada yang bisa menjadi lawanmu lagi!” Kata Pria paruh baya lainnya, yang tidak tinggi, memiliki dahi lebar dan wajah berseri-seri.
“Maaf mengganggu, anda paman Cahyani?” Sekarang, Toro bertanya ke pria yang berpenampilan rapi dan sopan itu.
Tony Cahyani menatap anak muda di depannya, sambil mengangguk dia berkata, “Iya aku. Kamu adalah?”
“Toro Margens!”
Setelah Toro menyebutkan namanya, Tony Cahyani merasa pernah mendengarnya. Tetapi dia tidak bisa mengingatnya sekarang, mungkin tuan muda keluarga mana. Dia menjabat tangannya dan berkata, “Ada apa tuan muda Toro mencariku?”
Berhadapan dengan 3 pasang tatapan yang curiga, Toro sama sekali tidak takut, dia berkata, “Paman Cahyani, Kirania tidak menyukai Byakta, sebagai ayahnya, anda seharusnya memikirkan perasaannya, dan bukan malah menjadikan dia sebagai alat untuk berbisnis!”
“Siapa kamu? Kamu tidak berhak mencampuri urusan keluarga kami!” Kata Andy Mandala dengan dingin. Byakta terus membicarakan hal ini setiap kali pulang. Tadi akhirnya Tony Cahyani menyetujuinya, sekarang malah tiba-tiba muncul satu orang, gimana dia tidak kesal?
Apalagi Andy dari awal sudah punya niat ini, Tony hanya punya satu anak saja, siapa yang bisa menikahi Kirania, itu saja sama mengambil seluruh harta kekayaan keluarga Cahyani. Hanya saja dia tidak mendapatkan kesempatan dan juga khawatir Tony tidak setuju. Sekarang akhirnya ada sebuah bisnis besar, dan kebetulan Tony memerlukannya, tentu dia pasti akan mengungkit hal ini. Siapa tahu Toro malah tiba-tiba keluar, membuat dia sangat marah.
“Aku sedang berbicara dengan paman Cahyani, darimana mulut kepo ini!” Kata Toro dengan dingin.
“Kamu……”Andy dibuat kesal olehnya, dia melihat ke arah ayah Dayana dan berkata, “Pak Carlos, apakah kamu yang mengundang orang ini?”
Carlos melihat Toro sebentar, kemudian menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kalian tolong hargai saya, semua yang datang ada tamu. Aku tidak berharap kejadian tidak menyenangkan terjadi di ulang tahun anakku.”
“Toro, emang kamu siapa!” Byakta tiba-tiba keluar dari samping. Dari tadi dia sudah berada di samping dan menunggu, ketika mendengar Toro memarahi ayahnya, ditambah penghinaan Toro sebelumnya, emosinya langsung memuncak. Dia tentu harus memperlihatkan kehebatan keluarga Mandala di depan calon mertuanya.
Suaranya tidak kecil, langsung menarik semua perhatian orang. Beberapa orang mulai berbisik, ada yang bilang Toro tidak sopan, ada yang bilang Byakta memarahinya dengan tepat. Ada juga yang bilang kenapa orang seperti Toro bisa menghadiri acara ulang tahun ini, dan semua perkataan yang memuji keluarga Mandala.
Toro tentu mendengar semua ucapannya, tapi dia malah tersenyum, senyumannya terlihat begitu jahat. Dia berjalan ke arah Byakta dan berkata, “Lalu emang kamu ini siapa? Kirania jelas tidak menyukaimu, dan kamu masih terus mengejarnya. Aku kasih tahu, kalau kamu berani mengganggu Kirania lagi, aku akan mematahkan kakimu!”
Byakta langsung mundur, karena sebenarnya dia takut terkena api amarah lagi. Tapi mulutnya tetap tidak mau berhenti, “Toro, aku peringatkan, paman Cahyani sudah setuju dengan keluarga Mandala kami, kamu yang tidak seharusnya mengganggu Kirania lagi!”
__ADS_1
Phak!
Toro langsung menamparnya tanpa aba-aba, Byakta terbang sejauh 3 meter lebih dan menabrak orang-orang yang melihatnya. Sepertinya Toro tidak memberi ampun lagi, suasana seketika menjadi dingin kembali.