Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
STEVIA VS CECILE


__ADS_3

Setelah kepergian keluarga Stevia, Andreas langsung menyusul Stevan di kamarnya. Ia khawatir sang kakak akan menceritakan hal ini pada Cecile sebab Cecile adalah sekertaris Stevan.


Ceklek...


Stevan menengok saat mendengar seseorang membuka pintu kamarnya . Ia tengah berselonjor diatas ranjang sambil memainkan ponselnya. Tadinya Stevan ingin menghubungi Cecile, namun Andreas keburu masuk ke kamarnya.


" Kak, aku mohon jangan katakan ini pada Cecile. Aku takut dia marah dan kecewa padaku. " ungkapnya cemas.


Stevan sebenarnya geram dengan pria tersebut, ia rasa Andreas terlalu serakah ingin mendapatkan dua wanita sekaligus. Akan tetapi, ia harus tetap bersikap baik pada Andreas.


" Bukankah kau akan menikah sebentar lagi? Kau tidak boleh mempermainkan perasaaan wanita. Pasti hati Cecile akan hancur saat tahu kau memilih wanita lain. " ujarnya berseloroh.


Andreas mendudukkan kasar tubuhnya ditepi ranjang Stevan. Pandangannya keatas menatap langit-langit kamar. Jujur saja pikirannya sedang galau saat ini.


" Aku sama sekali tidak menyukai Si Culun kak. Kau tahu itu sejak dulu kan? Aku hanya mencintai Cecile. Aku terpaksa menerimanya kembali sebab Papa ingin Culun jadi menantunya. Saat aku menolak, tiba-tiba Papa terkena serangan jantung. Dokter mengatakan bahwa Papa tidak boleh terlalu banyak pikiran dan juga stress." jelas Andreas.


Stevan merasa aneh sebab baru sekarang dirinya tahu Papanya punya riwayat jantung. Akan tetapi, itu tak penting baginya. Yang terpenting adalah Andreas masih berharap pada Cecile, jadi peluangnya untuk membuat Andreas kecewa dan terluka masih terbuka lebar.


Stevan berharap setelah ia berhasil menguras kekayaan Pak Wildan, iapun akan membawa Cecile bersamanya. Ia ingin melihat Andreas terpukul dan terpuruk sama seperti apa yang ia rasakan selama ini. Selalu di nomor duakan.


" Baiklah. Tapi, kau jangan membohonginya lama-lama. Hatinya pasti akan semakin sakit bila mengetahui hal ini dari orang lain. " nasehat Stevan.


Andreas mengangguk dengan penuh kesungguhan. Benar kata Stevan, ia harus memberitahu Cecile secepatnya.


" Makasih Kak. Kau selalu bisa kuandalkan. " Pria itu merengkuh dan merangkul bahu kakaknya. Ia sangat mempercayai kakaknya tersebut.


...--------...


Malam ini Andreas mendapat undangan dari designer langganannya untuk menghadiri sebuah fashion show di salah satu hotel mewah yang terletak di pusat kota. Kebetulan dirinya tahu, Steviapun ikut bergabung di acara tersebut.


Andreas berniat mengajak Cecile untuk menghadiri acara tersebut. Ia sengaja ingin memperlihatkan pada Stevia bahwa dirinya masih setia bersama Cecile hingga saat ini.


Andreas telah tiba disana terlebih dahulu. Ia duduk dibangku depan, netranya menatap kearah panggung dimana beberapa model sudah mulai berlenggak lenggok diatas catwalk.


Perhatiannya tertuju pada wanita yang sebentar lagi akan memasuki panggung catwalk. Ia terkejut, ternyata Stevia menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan. Wanita itu tersenyum sembari melambaikan tangan kearahnya. Dengan segera Andreas memalingkan wajahnya, ia takut Stevia akan besar kepala dan berfikir yang tidak-tidak tentangnya.


" Maaf, aku sedikit terlambat. Jalanan sangat macet barusan. " seorang wanita berpenampilan seksi memeluk punggungnya dari belakang.

__ADS_1


Andreas sudah tahu siapa yang datang, dengan sengaja ia mencium pipi Cecile untuk memanas- manasi Stevia. Keduanya saling bersitatap dan duduk berdempetan sekarang.


" Kau sangat cantik malam ini. " Andreas kini mencium jemari tangan kekasihnya.


" Terima kasih. Kau romantis sekali hari ini. " Cecile mengapit lengan Andreas dan berganti mencium pipi pria disampingnya.


Netra Andreas melirik keatas panggung. Momentnya begitu pas, posisi Stevia kini ada dihadapannya. Ia bisa melihat raut kekesalan Stevia saat menatap pasangan itu.


Kesal? Tentu saja. Dada Stevia seolah bergemuruh melihat calon suaminya bermesraan dengan wanita lain. Andreas sepertinya sengaja untuk pamer kemesraan didepannya. Meskipun mereka tidak memiliki perasaan apapun, setidaknya Andreas bisa menghargainya sebagai calon istri.


" *Sabar Stevia,, sabar. Anggap saja mereka hanya angin lalu. " batinnya mencoba mengelak, namun pada kenyataannya pria itu berhasil menghilangkan konsentrasinya.


" Aww*..."


Hampir saja Stevia terjatuh akibat highheels yang ia kenakan. Untung saja ia berhasil menjaga keseimbangan badannya. Namun netranya tak mampu lepas dari dua orang yang begitu menyebalkan baginya. Apalagi, Andreas seolah menertawakan kesialannya kali ini.


Pria itu menyeringai, dirinya puas lantaran berhasil membuat Stevia terbakar cemburu.


" Rasakan pembalasan dariku. " batinnya puas.


...********...


" Bagaimana jika setelah ini kita happy fun di club biasa. Aku masih ingin bersamamu malam ini. " pintanya dengan tatapan memohon.


Andreas tersenyum menanggapinya, rasanya iapun ingin melepaskan beban yang terasa berat di kepalanya.


" Baiklah. Ayo, kita habiskan malam ini bersama-sama. " ia mengecup puncak kepala Cecile penuh kelembutan.


Tanpa mereka sadari, seseorang telah berdiri dengan nafas yang menggebu dibelakang mereka. Stevia seolah tengah menangkap basah pasangan selingkuh. Sedari tadi Loly memintanya untuk bersabar, tapi wanita itu sama sekali tak menggubrisnya.


" Lepaskann!!"


Stevia menarik tubuh Cecile dengan kasar agar menjauh dari Andreas.


Awww...


Andreas terperangah melihat Cecile hampir terpental gara-gara Stevia.

__ADS_1


" Hei,, apa-apaan kau! Apa kau sudah gila! " bentak Cecile sambil mencoba mengembalikan keseimbangannya. Matanya menatap nyalang pada Stevia.


" Kau yang gila ! Bisa-bisanya bermesraan dengan calon suami orang. Apa kau sudah tak punya urat malu, hah! " bentak Stevia tak terima.


Loly dan Andreas masih jadi penonton. Ternyata ganas juga jika wanita dan wanita saling berkelahi memperebutkan seorang pria.


" Apa maksudmu?! Jangan bermimpi ya! Andreas adalah kekasihku dan dia hanya cinta kepadaku! " Cecile menarik kasar tangan Andreas agar mendekat padanya.


Tindakannya membuat Stevia semakin terbakar amarah. Iapun menarik paksa Andreas dengan cukup kuat hingga pria itu berhasil direbut olehnya. Ia mengambil jemari tangan Andreas dan mensejajarkan dengan jemari tangannya. Ia memamerkan sepasang cincin yang melingkar dijemari keduanya.


" Coba lihat ini. Ini adalah bukti bahwa Andreas adalah calon suamiku. Dan mulai sekarang, kau harus menjauhinya." tegas Stevia kembali.


Kini Andreas yang merasa tak terima sebab ia sangat membenci wanita disampingnya.


" Cukup!! Culun,, hentikan omong kosongmu. Aku pasti akan membuat perjodohan ini dibatalkan. " ia menghempaskan kasar tangan Stevia yang menggandengnya.


Cecile terkesiap mendengar panggilan tak asing yang Andreas lontarkan pada wanita tersebut.


" Andreas, apa dia teman SMP kita yang kampungan itu? " tanya Cecile memastikan.


" Iya, dia Si Culun. Gadis kampungan yang Papa jodohkan denganku dulu. Sekarang Papa memaksaku untuk menikah dengannya lagi. " Andreas menatap sinis pada Stevia.


Cecile menyeringai, dia teringat gadis yang selalu dia bully dahulu. Rasanya ia ingin mengulang masa-masa itu kembali. Wanita itu mendekati Stevia sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


" Oh,, jadi kau culun yang selalu kegenitan pada Andreas dulu? Dan sekarang, kau ingin masuk ke kehidupan kami lagi, hah? Rasakan ini!!"


Cecile berniat menampar pipi Stevia. Namun, dengan sigap Stevia mencengkeram erat pergelangan tangan wanita itu hingga tak mampu berkutik.


Senyuman sinis terukir di wajah cantiknya. Rasa sakit hati akan ingatan dimasa lalu kembali terlintas dipikirannya. Saat Cecile dan teman-teman satu gengnya meledek dan membully dirinya di sekolah. Matanya nyalang menatap Cecile penuh kebencian.


" Kau pikir aku gadis lemah yang bisa kau tindas semaumu, haahh!!


PLAAKKK...


AAHHH..


Satu tamparan dari Stevia terasa begitu nyeri dipipi Cecile. Steviapun menghempaskan cengkramannya hingga membuat Cecile terjatuh ke tanah.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karyaku yang ketiga. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2