Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
MALAM PENYATUAN


__ADS_3

Stevia hampir tersendak saat menikmati coklatnya. Ia melirik pria yang duduk disampingnya, lalu dengan segera mengalihkan pandangannya lurus ke depan.


Entah mengapa bulu kuduknya ikut meremang mendengar apa yang baru saja dikatakan suaminya. Jika sudah berkaitan dengan kata " gairah " ia yakin ujung-ujungnya Andreas pasti akan kesana. Ia lupa jika pria itu sangat menunggu-nunggu malam pertama mereka yang terlewat.


" Sayang, kenapa kau gugup seperti itu? Sudah, tenang saja. Aku tidak akan merebut coklat itu darimu. " kekeh Andreas ketika Stevia tanpa sadar menelan coklat batangan dengan ukuran yang cukup besar.


Wajah Stevia merona, ia malu saat Andreas menertawakannya. Buru-buru ia menelan coklat dimulutnya agar cepat turun ke kerongkongan.


" Ini, makanlah lagi. "


Andreas kembali memberikan sepotong coklat padanya.


" I, ini sudah cukup. Bisa-bisa tubuhku melar jika makan coklat sebanyak itu." tolaknya gelagapan.


Andreas kembali terkekeh, dirinya sungguh gemas melihat Stevia jadi salah tingkah karenanya.


" Ini yang terakhir. Ayolah, setelah ini aku tidak akan memaksamu lagi. " bujuknya pada sang istri.


Stevia menatap curiga pada Andreas, tetapi dirinya tetap membuka mulut saat pria itu menyuapkan sepotong coklat untuknya.


Hup....


Andreas melancarkan serangan tiba-tiba. Pria itu langsung menyambar bibir mungil milik sang istri begitu coklat masuk kedalam mulutnya. Stevia terkesiap, dirinya ikut membuka sedikit mulutnya saat lidah Andreas mendorong masuk kedalam.


Mereka sangat menikmati coklat yang secara bergantian masuk kemulut keduanya. Tanpa terasa, coklat itu telah lumer dan habis begitu saja.


Keduanya melepas tautan bibir, Andreas dan Stevia menertawakan satu sama lain ketika bibir mereka telah belepotan oleh coklat.


" Kau seperti anak kecil saja. Lihatlah, mulutmu kotor sekali. " kekehnya sembari menunjuk bibir Andreas yang kotor.


Andreaspun tertawa menanggapi ejekan istrinya.


" Kau juga sama saja. Lihatlah, bibirmupun belepot semua. " sindirnya balik.


Stevia ingin menghapus noda coklat dibibirnya, tetapi Andreas menghalangi tangannya yang hendak menyentuh coklat tersebut. Pria itu menatap penuh arti dengan jarak pandang begitu dekat pada sang istri.

__ADS_1


" Biar aku saja yang membersihkannya." cegah Andreas.


Stevia seolah terhipnotis, ia membiarkan Andreas mencium dan menjilat bekas coklat yang ada dibibirnya. Kini berganti wanita itu yang melakukan hal yang sama.


Ciuman yang awalnya hanya iseng-iseng saja nyatanya mampu membuat keduanya larut dalam gairah. Andreas dan Stevia kembali bercumbu, namun kali ini ciuman itu menjadi lebih liar. Keduanya saling berpagut, bertaut lidah dan saling bertukar saliva.


Andreas berhasil membuat Stevia terbuai dalam ciumannya. Perlahan lelaki itu mendorong tubuh Stevia hingga wanita itu terbaring diatas ranjangnya.


Satu persatu Andreas berhasil melepas apa yang menghalanginya untuk menyaksikan kemolekan tubuh Stevia. Tanpa sadar, wanita itu telah polos dalam kungkungan sang suami. Lelaki itu melepas tautan bibirnya, ia menatap penuh hasrat tubuh yang begitu ia dambakan selama ini.


Stevia berusaha menutupi tubuh sebisanya, ia benar-benar malu. Untuk pertama kali ia polos di hadapan lawan jenis. Ia memalingkan wajah lantaran tak mampu bersitatap dengan suaminya.


" Kau tak perlu malu. Kau sangat cantik dan hanya aku yang boleh melihatnya. " Andreas menyingkirkan tangan Stevia yang menghalangi pandangannya.


Perlahan Stevia memberanikan diri untuk menatap sang suami.


" Berjanjilah. Setelah ini hanya aku saja satu-satunya wanita yang ada dibenakmu. Kita berjanji untuk saling setia apapun yang terjadi. "


Stevia menegakkan jari kelingkingnya.


" Baiklah, aku berjanji akan setia padamu. Kau satu-satunya wanita yang aku cintai. " pria itu menautkan kelingkingnya.


Stevia lega, sekarang ia pasrah jika Andreas ingin meminta haknya. Satu persatu ia membuka pakaian sang suami hingga keduanya kini telah polos bersama.


Andreas menikmati setiap inci apa yang ada dalam tubuh istrinya. Ia tak ingin melewatkan satupun yang ada dalam bagian diri sang istri. Keduanyapun akhirnya melakukan penyatuan raga.


Stevia merasakan sakit dan perih saat untuk pertama kali gawangnya dibobol oleh senjata pamungkas milik Andreas. Namun, perih itu hanya sesaat, perih itu telah terbayarkan oleh kenikmatan tiada tara saat tubuhnya mendapatkan pelepasan.


Wanita itu tergolek lemas, meskipun Andreas melakukannya dengan perlahan, tetapi ubi kayu milik Andreas memiliki ukuran jumbo. Dalam sekali sentakan, ia seolah mampu meluruhkan seluruh sendi-sendi dalam tubuh Stevia.


Pria itu tersenyum bangga melihat istrinya tergolek tak berdaya. Ia segera menutup tubuh polos Stevia dengan selimut. Wanita itu tertidur akibat kelelahan setelah pergulatan panjang mereka.


Perlahan Andreaspun berangsur- angsur masuk ke dalam selimut. Ia tidur sembari memeluk hangat tubuh polos Stevia dari belakang. Bibirnya menyapu tengkuk leher jenjang milik istrinya yang terasa begitu lembut dan ditumbuhi bulu- bulu halus hingga menimbulkan sensasi tersendiri bagi dirinya.


" Beristirahatlah dulu, sayang. Setelah ini kita akan nikmati ronde- ronde berikutnya. "

__ADS_1


...------------...


" Eeummm,, jam berapa ini?"


Stevia mengucek kedua matanya. Ia menatap jam yang tergantung di dinding kamar. Waktu menunjukkan pukul sebelas malam.


Ia baru ingat, dirinya baru saja melakukan pergulatan panas dengan Andreas. Seingatnya, ia langsung terpejam setelah merasakan sensasi penuh kelegaan dalam tubuhnya. Mungkin karena lelah dengan setumpuk pekerjaan tadi siang, membuat wanita itu tak mampu menahan kantuknya lagi.


Stevia baru menyadari, dirinya masih polos saat ini. Sebuah senyum mengembang di kedua sudut bibirnya mengingat kejadian tadi, ia kini telah menjadi milik Andreas seutuhnya.


Wanita itu hendak beranjak, tetapi ia mampu merasakan tangan Andreas yang melingkar erat di perutnya. Wanita itu menengok sekilas, sang suami ternyata masih tidur dan tubuh pria itupun masih belum tertutup sehelai benangpun.


Ia mencoba memindahkan tangan kekar Andreas, namun dirinya terkesiap saat tiba-tiba tangan Andreas mencengkram salah satu benda bulat kenyal miliknya.


" A-Andreas?"


Stevia menggigit bibir bawahnya. Sentuhan pria itu berhasil membuat tubuhnya merasakan sensasi sengatan luar biasa ke seluruh tubuhnya.


" Mau kemana kau? Aku menunggumu sedari tadi."


Lelaki itu berbicara sembari memejamkan matanya. Tangannya begitu nyaman berada disana. Sesekali ia memelintir bagian puncaknya hingga menimbulkan ******* halus di bibir istrinya.


" A- aku mau ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Badanku rasanya lengket semua. " jawab Stevia beralasan dengan suara setengah mendesah akibat sengatan-sengatan aneh yang diciptakan suaminya.


Andreas menyeringai,


" Tugasmu saja belum selesai, mana mungkin kau bisa membersihkan diri."


Stevia terkesiap, pria itu seketika membalikkan tubuhnya. Andreas kembali melancarkan serangan bertubi-tubi. Dengan keadaan seperti ini tentu saja dengan mudah pria itu melahapnya.


" Aku tak akan melewatkan malam ini begitu saja. " ucap Andreas saat ia berhasil menguasai sang istri dalam kungkungannya.


Stevia pasrah, gencatan senjata tak mungkin terelakkan. Apalagi jika senapan itu telah siap membidik mangsanya.


Malam ini terasa begitu panjang dan menguras tenaga. Namun satu hal, kepuasan adalah yang utama. Yah, malam ini yang menjadi saksi persatuan cinta keduanya untuk pertama kali. Malam penyerahan seluruh jiwa dan raga dua insan yang tengah dimabuk asmara dalam ikatan halal sebuah pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2