Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
KENYATAAN


__ADS_3

Keringat dingin membasahi seluruh tubuh Stefan. Kali ini dirinya tidak bisa berkutik, Andreas telah berhasil membongkar aibnya di seluruh para anggota dewan direksi. Mereka saling berbisik, menggunjing dan tidak menyangka jika Stefan sejahat itu.


Pak Wildan menitikkan airmata kekecewaan. Pria tua itu mengusap kacamatanya yang basah. Ia tak menyangka anak yang ia besarkan meskipun bukan dari rahim istrinya, tega melukai adiknya hanya demi harta.


Andreas memang sangat beruntung waktu itu. Saat ia memasang kamera cctv, keesokan paginya Stefan ternyata mendatangi apartemen Cecile.


Ia menceritakan semua rencana jahatnya terhadap Andreas kepada Cecile. Termasuk, percobaan pembunuhan dan menghasut para petinggi perusahaan. Stefan yakin nanti pada rapat direksi dirinya akan mampu membuat Andreas lengser dari jabatannya.


Stefan meminta Cecile untuk kembali ke kantor setelah ia berhasil menghancurkan Andreas. Ia ingin menikahi Cecile setelahnya, tetapi Cecile menolak. Cecile justru marah-marah dan menganggap Stefan sebagai biang dari segala kekacauan dalam hidupnya.


" Pak Stefan? Apa anda masih mau mengelak? Atau anda ingin mengatakan jika video ini hanyalah rekayasa belaka. Saya dapat menjamin keaslian video ini. Kita bisa memanggil pakar telematika untuk membuktikan keasliannya. " ucap Andreas bersungguh-sungguh.


" Oh ya, satu lagi. Mengenai PT Oxford saya telah menemukan beberapa kecurangan, dan ini ada kaitannya dengan Pak Stefan. Mereka telah menukar beberapa bahan bangunan dan material di proyek mereka beberapa tahun kebelakang. Namun, data-data yang masuk, menunjukkan pemakaian bahan-bahan kualitas terbaik dan itu telah diperiksa dan mendapat persetujuan Pak Stefan. Bisa anda jelaskan tentang hal ini Pak Stefan? Aku memeriksa anggaran renovasi yang sangat besar di beberapa hotel dan apartemen lama. Itu disebabkan kerusakan beberapa infrastruktur akibat pemakaian material berkualitas kurang memadai. " tambah Andreas semakin memojokkan.


Kini sudah tidak ada lagi cela untuk mengelak, PT Oxfordpun jadi terbawa-bawa dalam masalah ini. Andreas membagikan fotocopy pemalsuan berkas yang dicuri Stefan pada seluruh yang hadir.


Stefan tampak begitu geram sekaligus tegang. Rasanya ia ingin meninju Andreas hingga pria itu tak mampu bangkit lagi.


Dada Pak Wildan begitu sesak, hatinya teramat perih. Kini masalah intern keluarganya jadi terbuka du khalayak umum.


" Cukup, Hentikan! Rapat kali ini saya tutup. Ini masalah pribadi keluarga kami. Harap yang lain segera meninggalkan ruang meeting. " pintanya dengan suara serak menahan kesedihan.


Seluruh para anggota dewan membubarkan diri satu persatu. Kini hanya tinggal Pak Wildan, Andreas dan Stefan diruangan tersebut.


Stefan sudah tak mampu membendung kemarahannya, ia menghampiri Andreas dan meninju lelaki itu seketika..


" BUUGGHH.."


" Kau?! Kau sumber kesialan dalam hidupku!" maki Stefan terhadap adiknya.

__ADS_1


Andreaspun tak kalah geramnya, kini nampak sudah kebusukan Stefan di depan matanya. Pria itu menghapus setetes darah diujung pipinya, lalu membalas tonjokan Stefan.


" BUUGGHH..."


" Harusnya aku yang marah, dasar pria bermuka dua! Aku sangat menghormatimu sebagai kakak. Tapi, apa balasannya! Kau malah menusukku dari belakang." sahut Andreas tak kalah kesalnya.


Pak Wildan merasa miris melihat pertengkaran kedua putranya. Ia tak sanggup melihat salah satu maupun keduanya saling baku hantam seperti ini.


" Cukup...cukup Andreas, Stefan?!


Pinta lelaki tua itu tersedu-sedu. Kata-katanya sungguh menyayat hati, ia menjatuhkan dirinya di kursi kembali. Pak Wildan sudah tak mampu lagi membendung air matanya, akhirnya yang ia takutkan benar-benar terjadi. Perpecahan dalam keluarganya akan segera mencuat ke permukaan.


Andreas dan Stefan merasa iba, keduanyapun ikut duduk dibangkunya masing-masing. Namun, keduanya tetap memperlihatkan tatapan tajam penuh kebencian satu sama lain.


Disela-sela tangisnya, Pak Wildan mencoba untuk mencari duduk permasalahan dan berusaha menjadi penengah bagi kedua putranya.


" Stefan kenapa kau melakukan semua ini, Nak? Kenapa kau tega melukai adikmu sendiri? Apa ini ada hubungannya dengan pembagian warisan? " tanyanya dari hati ke hati.


" Karena kau pilih kasih! Kalian selalu berkata jika kalian tidak pernah membeda-bedakan kami. Tapi kenyataannya kalian selalu mengelu-elukan Andreas semenjak kecil." jawabnya dengan suara yang semakin meninggi.


Andreas dan Pak Wildan terkesiap. Terutama Pak Wildan, ia merasa tak pernah bersikap seperti itu pada putranya.


" Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu? Kami sama sekali tak pernah berpikir hingga kesana. Mungkin semenjak kecil Andreas lebih berprestasi dibandingkan dirimu. Tapi kami menyadari, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. " Pak Wildan mengingat masa kecil kedua putranya.


Yah, Andreas memang sudah pandai sedari kecil, ia selalu mendapatkan predikat siswa berprestasi sedari dulu.


Pak Wildan mulai menyadari,jika saat dirinya dan Bu Renata memuji Andreas. Stefan selalu saja pergi meninggalkan mereka. Namun, beliau pikir sebagai anak kecil itu merupakan hal yang biasa. Nyatanya, itu merupakan sumber petaka keluarganya saat ini.


Stefan tiba-tiba menangis,

__ADS_1


" Dulu sebelum ada Andreas, kalian sangat menyayangiku dan memanjakanku. Saat mama mulai hamil, kalian selalu berkata akan menyayangi kami berdua. Namun, setelah Andreas lahir kalian malah menyuruh baby sitter untuk mengurusku karena kalian terlalu fokus pada putra kandung kalian! " ungkap Stefan berlinang air mata.


" Setelah Andreas beranjak sekolah, dia lebih berprestasi dari pada aku. Aku sadar diri, aku hanyalah anak dengan kemampuan biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa dariku." ungkapnya miris.


" Tapi apa salah jika aku juga ingin merasakan dipuji dan dielu-elukan seperti Andreas? Apa memang sama sekali tidak ada yang bisa dibanggakan dariku? Yah, aku iri. Aku sangat iri padamu! " ia menunjuk Andreas dengan sorot mata nyalang.


" Aku ingin menjatuhkanmu, aku ingin kaupun merasa sebagai anak tak berguna. Aku mendekatimu sedari dulu, menjejalimu dengan game dan kesenangan. Agar kau teledor, agar kau juga jadi sepertiku. Biasa saja dan dianggap tak berguna. " ucapnya penuh penekanan di akhir kalimatnya.


DEG...


Hati Andreas seakan terhujam oleh kata-kata kakaknya. Ia tak menyangka jika Stefan menyimpan dendam padanya sedari kecil.


Stefan melanjutkan kembali kata-katanya.


" Dan sekarang Pak Tua. Kau menunjuk putramu yang tak berguna itu untuk memimpin perusahaan hanya karena dia anak kandung keturunan Dirgantara. Bukankah sudah jelas bukan? Aku ini memang bukan siapa-siapa. " ucapnya sambil menyeringai.


Pak Wildan tersentak, Stefan sepertinya sedang salam paham kepadanya.


" Itu tidak benar, Nak. Papa sangat menyayangimu sedari dulu. Maafkan jika selama ini kau merasa seperti itu. Tetapi kami sama sekali tak berniat untuk pilih kasih pada kalian." sanggah Pak Wildan.


" Papa memang tak menunjukmu sebagai pimpinan perusahaan ini. Tapi, itu bukan berarti Papa tidak memikirkanmu. Asal kau tahu, Papa telah menyiapkan dana dan membangun sebuah perusahaan untukmu. Meskipun, tidak sebesar Dirgantara's Company. Namun, berbekal kemampuanmu, Papa yakin perusahaan itu mampu tumbuh menjadi perusahaan raksasa. Kau akan lebih terhormat dengan membesarkan perusahaanmu sendiri. " jelasnya terbata-bata. Pria itu menatap sayu pada putra sulungnya.


Stefan terkesiap, ia tak menyangka jika Papanya telah memiliki rencana lain untuknya. Apa itu artinya ia yang salah sangka? Apa memang selama ini praduganya tidaklah benar?


Stefan mencoba berdiri menahan bobot tubuhnya yang terasa berat. Rasa bersalahnya ikut timbul mendengar penjelasan sang Papa. Namun, ia tidak siap. Hatinya terlalu sakit untuk menerima kebenaran. Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan ruangan itu tanpa berpamitan.


" Stefan! " Kak Stefan! " panggil Paj Wildan dan Andreas bersamaan. Akan tetapi mereka tak mampu menahan kepergian lelaki tersebut.


" Mungkin Stefan butuh waktu untuk menenangkan diri. " Pak Wildan mencoba memaklumi.

__ADS_1


Bersambung,


Jangan lupa tinggalkan jejak kaluan disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya ketigaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..


__ADS_2