
Tok...Tok...Tok....
Cecile telah bersiap, kali ini dirinya kembali memakai pakaian tidur yang begitu seksi untuk memikat Andreas.
Wanita itu bergegas membukakan pintu, senyumnya merekah sempurna saat melihat Andreas yang berdiri didepan pintu.
" Ayo silahkan masuk. Aku senang sekali kau mau berkunjung kesini. " ucapnya mempersilahkan.
Andreas tersenyum datar, sudah cukup lama dirinya tak berkunjung ke tempat itu.
Lelaki itu masuk, namun baru beberapa langkah Cecile memeluknya dari belakang.
" Aku sangat merindukanmu. " ia mendekap erat tubuh Andreas dan mencium aroma maskulin yang menguar dari tubuh lelaki itu.
Cecile terkesiap saat tiba-tiba Andreas melepaskan kedua tangannya yang melingkar ditubuh pria tersebut.
" Maaf. Tolong jangan seperti ini. Aku sangat menghargai istriku. " ucap Andreas tegas.
Cecile mundur seketika, dirinya harus mampu menahan diri. Ia tak ingin Andreas pergi dari sana karena tak nyaman dengannya.
" Oh iya. Maafkan aku. Aku hanya spontan saja melakukannya. Bukankah itu yang sering aku lakukan saat kau berkunjung kesini." dirinya beralasan. Iapun mempersilahkan Andreas untuk duduk diruang tamunya.
Keduanya saling mengobrol dan berbasa-basi, Andreas memperhatikan sekeliling.
" Eemm.. Apa kau tidak menawariku minum?
" Oh iya maaf. Aku sampai lupa, sebentar aku akan mengambilkanmu minum."
Cecile berdiri lalu beranjak menuju dapurnya. Saat wanita tersebut sibuk membuat minuman, buru-buru Andreas menyelipkan sebuah CCTV kecil dibalik salah satu bingkai foto yang terpajang diatas meja didekat tembok.
Ia segera kembali ke sofa ketika Cecile telah beranjak dari dapur. Lain Andreas, lain pula Cecile. Wanita itupun telah memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Andreas. Beruntung sekali Andreas meminta minum sebelum ia menawarinya.
" Kali ini aku yakin tidak akan gagal. Andreas kau harus jadi milikku seutuhnya. " seringainya licik.
***
Stevia menunggu didekat apartement yang dimasuki oleh Andreas. Sayang sekali, dirinya belum tahu apartemen siapakah itu. Sang pemilik apartemen tidak keluar dari ambang pintu sewaktu Andreas bertamu kesana.
Hampir setengah jam dirinya menunggu, tetapi yang didalam tidak juga menampakkan batang hidungnya.
" Bagaimana ini? Aku tidak tahu apa yang Andreas lakukan disana. Yah, aku harus bertanya pada orang disekitar sini. Barang kali saja ada yang mengenal pemilik apartemen tersebut." pikir Stevia.
__ADS_1
Tak berselang lama, seseorang yang tinggal di apartemen yang tak jauh dari sanapun keluar. Bergegas Stevia menghampiri wanita paruh baya yang sepertinya akan pergi.
Stevia begitu terperanjat saat wanita itu memberitahukan bahwa sang pemilik apartemen adalah Cecile.
" Andreas. Tega sekali kau membohongiku? Jadi selama ini kau masih menjalin hubungan dengan si rubah betina itu. " batinnya geram.
Stevia sudah tak ingin menunggu lagi, ia akan menangkap basah keduanya jika memang mereka berani berbuat serong.
...-------------...
Andreas merasakan kepalanya berdenyut hebat, entah mengapa tubuhnya terasa begitu panas setelah meminum secangkir kopi dari Cecile.
Di mata Andreas, wanita itu nampak begitu menggoda dengan pakaian tidur kurang bahan miliknya. Sesaat Andreas mencoba meraih kesadarannya, dirinya mencoba melawan rasa itu. Hampir-hampir saja ia mampu menahannya, tetapi hasrat dalam tubuhnya kembali membucah.
Cecile mengambil kesempatan ini membuat Andreaa semakin bergairah. Wanita itu membuka satu persatu kancing kemeja Andreas.
Spontan saja Andreas mendorongnya saat masih sedikit tersadar. Lelaki itu merasakan kepalanya semakin pusing, pandangannya mulai tak jelas. Kini dirinya justru melihat Cecile sebagai istrinya.
" Ste-via?"
Ada rasa lega dalam diri Andreas, iapun membiarkan Cecile mulai menggerayangi tubuhnya. Wanita itu menaiki tubuh Andreas dan kembali membuka satu persatu kancing kemeja pria tersebut.
" Andreas, kau milikku sekarang. "
Ia berniat mencium tengkuk leher Andreas untuk semakin merangsang pria tersebut, lalu meninggalkan jejak kepemilikan disana. Namun, baru saja dirinya akan mencium Andreas, dirinya dikejutkan oleh seseorang yang membuka pintu dengan kasar.
" Hei, apa yang sedang kalian lakukan! " teriak Stevia penuh amarah.
Netra Stevia berkaca-kaca melihat sang suami berada dibawah kungkungan wanita lain dengan dada terbuka. Jangan tanyakan lagi hatinya, wanita mana yang akan kuat melihat suaminya hampir bercinta dengan wanita lain.
Stevia segera mendekati wanita itu, ia menarik Cecile dengan kasar hingga terjatuh dari tubuh Andreas. Ia melihat Andreas memegangi sebelah kepalanya seolah menahan kesakitan.
" Apa yang kau lakukan pada suamiku! " teriaknya dengan suara bergetar. Ia menatap nyalang wanita penggoda tersebut.
Buru-buru Stevia membenahi kemeja Andreas. Ia berniat membawa Andreas pergi dari sana.
Cecile merasa tak terima lantaran mendapat perlakuan kasar dari Stevia. Wanita itu kembali bangkit, dadanya naik turun menahan kekesalan.
" Dasar pengganggu. Siapa yang mengizinkanmu masuk kedalam rumahku tanpa permisi! Andreas sedang bersenang-senang denganku." bentaknya tak kalah kasar.
Stevia kembali mendudukan Andreas di atas sofa, lalu menghampiri Cecile dengan penuh kekesalan.
__ADS_1
" Kau? Dasar wanita tak tahu malu! Sudah menggoda suami orang, masih saja tidak tahu diri." sahutnya kesal.
Hampir saja Cecile menamparnya lantaran tak terima. Namun, dengan sigap Stevia menahan, bahkan menampar wanita itu dengan tangannya yang lain.
Tamparan Stevia cukup keras hingga meninggalkan bekas diwajah Cecile. Wanita itu mengelus pipinya yang terasa panas.
Stevia kembali menatap tajam kepadanya,
" Itu hukuman untuk wanita yang berani menggoda seorang pria beristri. " tegurnya penuh penekanan. Ia segera memapah Andreas keluar dari sana.
***
Stevia memapah Andreas menuju mobil suaminya. Dirinya begitu cemas lantaran Andreas sering berteriak kesakitan.
Ia membaringkan sang suami di kursi bagian belakang, sedangkan dirinya duduk didepan untuk mengambil alih kemudi.
Sepanjang perjalanan Andreas semakin sering berteriak kesakitan, hingga membuat konsentrasi Stevia menjadi pecah. Wanita itu berhenti sesaat untuk memastikan keadaan suaminya.
" Aaaarrghhh,, Aku sudah tidak tahan. Rasanya aku mau mati! " teriak Andreas berputus asa.
Stevia kebingungan, sedikit banyak dirinya tahu jika sang suami sedang terkena pengaruh obat perangsang.
Ia memastikan keadaan sekitar. Dirinya ragu, manamungkin mereka melakukannya di dalam mobil apalagi di jalanan seperti ini.
" Vie?! Aku benar-benar ti-dak ku-at. " ungkap Andreas dengan suara mulai serak.
Stevia mengambil nafas panjang, lalu membuangnya perlahan. Belum habis kekesalannya pada pria itu, tetapi dirinya juga tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada suaminya.
Wanita itu menutup pintu kaca rapat-rapat dan memastikannya terkunci. Perlahan ia berpindah ke belakang, ia tahu betul apa yang dibutuhkan suaminya saat ini.
Benar saja, Andreas seperti ikan yang mendapatkan sebuah umpan. Lelaki itu langsung menyambar bibir Stevia dan dalam hitungan menit ia berhasil membuat wanita itu berada dibawah kungkungannya.
Dengan cukup kasar ia mengoyak pakaian Stevia dan menuntaskan hasratnya pada sang istri. Andreas langsung tak sadarkan diri setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.
Stevia menggerutu kesal, Andreas telah merusak pakaiannya dan membuat wanita itu tersiksa karenanya.
" Jangan harap aku memaafkanmu begitu saja, Andreas! " gumamnya kesal.
Ia terpaksa memakai atasan sang suami lantaran atasannya sudah tak berbentuk lagi. Wanita itu dapat bernafas lega, untung saja tidak ada yang menegur mereka di tepi jalanan yang cukup sepi itu. Iapun segera melajukan mobil menuju apartemen mereka.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya ketigaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗