Terbelenggu Cinta Si Culun

Terbelenggu Cinta Si Culun
KEKESALAN STEVIA


__ADS_3

Andreas terbangun dari tidurnya, entah mengapa pagi ini tubuhnya terasa remuk. Dirinya menatap pantulan mentari yang sudah mulai meninggi dari balik kaca kamarnya.


" Di kamar? " gumamnya pelan. Seingatnya ia menemui Cecile tadi. Akan tetapi, Bagaimana bisa ia berada dikamar sekarang?


Ia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi kemarin. Yah, ia masih ingat saat Cicile hendak membuka pakaiannya. Namun, setelah itu dirinya lupa apa yang terjadi seterusnya.


Seketika dirinya teringat akan Stevia.


" Apa jangan-jangan Stevia yang membawaku pulang? Jadi dia tahu kalau aku berada di apartemen Cicile kemarin?" batinnya berpikir keras.


Buru-buru Andreas bangun. Yah, dia harus segera menemui istrinya. Pasti Stevia marah besar lantaran tahu bahwa dirinya menemui Cecile secara sembunyi-sembunyi.


Andreas keluar dari kamarnya dan memperhatikan sekeliling. Dirinya tak menemukan Stevia di sekitar sana. Lalu dirinya berinisiatif untuk mencari istrinya di dapur. Namun, belum sempat ia kesana, Stevia tiba-tiba muncul dari arah ruang makan dengan pakaian olah raga yang begitu seksi.


Andreas memandangi istrinya dari atas ke bawah. Stevia mengenakan tank top ketat yang hanya menutupi sebagian dadanya hingga menunjukkan perutnya yang ramping. Belum lagi legging selutut yang dikenakan wanita itu begitu ketat hingga menunjukkan setiap lekuk tubuhnya.


Wanita itu hendak pergi begitu saja tanpa menghiraukan keberadaan suaminya.


Buru-buru Andreas menahannya ketika hampir tiba di ambang pintu.


" Hai, kau mau kemana dengan pakaian seperti ini! " ungkapnya dengan raut tidak suka.


Stevia berdecih pelan, hatinya masih kesal pada Andreas.


" Tentu saja berolah raga. Apa kau tidak lihat, bukankah ini setelan untuk berolah raga. Aku dan Tomy sudah janjian tadi untuk jogging bersama, setelah itu kami akan pergi ketempat gym." jawabnya tanpa menatap lawan bicaranya.


Andreas merasa aneh mendengar apa yang barusan Stevia katakan.


" Jogging? Bersama Tomy? Dengan pakaian seperti ini? Tidak,, tidak boleh! Aku tidak akan mengizinkan sebelum kau mengganti pakaianmu dan menungguku terlebih dahulu." tolaknya tegas.


Stevia menyeringai,


" Begitukah? Kau tak mengizinkan istrimu berpakaian seksi bersama pria lain. Sedangkan kau sendiri? Kau justru asyik berkencan tanpa sepengetahuan istrimu. Sudahlah jangan halangi aku! Tomy sudah menungguku. "


Stevia hendak berlalu, tetapi Andreas kembali menahannya.


" Sudah kubilang jangan. Aku akan menjelaskan semuanya." tegas Andreas.


Hati Stevia terlanjur kesal mengingat Cecile yang telah berada diatas suaminya. Kali ini ia enggan menuruti kata-kata Andreas. Wanita itu tetap memaksa untuk keluar dari apartemennya.


Andreaspun tak mau kalah, ia bersikukuh menghalangi istrinya untuk keluar.


" Minggir! " bentak Stevia.


" Tidak. Aku tidak akan membiarkanmu pergi!" tegas Andreas kembali.


Stevia tetap bersikeras. Lantaran kesal istrinya terus-terusan memaksa, dengan terpaksa Andreas memanggul wanita itu seperti karung beras menuju kamarnya.

__ADS_1


" Aaaaaa..."


" Andreas turunkan aku! " pinta Stevia. Wanita itu terkejut saat Andreas tiba-tiba memanggulnya. Ia memukul-mukul punggung sang suami.


" Kau tak akan kemana-mana dan tak akan bisa kemana-mana. Aku akan menguncimu dikamar." paksa Andreas.


Bukan Stevia namanya jika tak mempunyai solusinya. Spontan wanita itu menggigit pundak Andreas hingga pria tersebut berteriak kesakitan.


" Aaaarrrghhh.. "


" Kenapa kau menggigitku!" bentak Andreas kesal. Seketika ia menurunkan istrinya karena refleks.


" Itu hukuman untuk pria yag suka berselingkuh di belakang istrinya. " sahut Stevia.


Ia menginjak salah satu kaki Andreas saat pria itu berniat mencegahnya pergi.


" Aaaarrrghh..Vie jangan kabur."


Andreas h berniat mengejar istrinya, namun terlebih dahulu ia mengambil sweater panjang untuk menutupi tubuh Stevia nanti.


...----------------...


Stevia langsung menuju apartemen Tomy. Ia menyeringai penuh kemenangan karena berhasil mengelabui sekaligus mengerjai suaminya. Setidaknya itu bisa sedikit mengobati rasa kecewanya pada Andreas.


Stevia mengetuk pintu apartemen Tomy. Tak berselang lama pintupub terbuka. Netra Tomy membola dengan sempurna saat melihat penampilan wanita dihadapannya.


Stevia tersenyum senang,


" Tomy, bagaimana? Apa kita jadi joging bersama pagi ini? " tanyanya bersemangat.


Fantasi Tomy buyar sudah mendengar kata-kata Stevia. Ia memperhatikan sekitar, untung saja tidak ada Andreas disana.


" Oo...Oh tentu saja jadi. Justru kupikir kau tidak jadi, aku tidak yakin Andreas mengizinkanmu pergi. Ayo, masuklah terlebih dahulu. Aku belum mengganti pakaianku. " ajak Tomy.


Keduanya masuk ke dalam apartemen. Kebetulan adik Tomypun sedang libur kuliah. Pemuda itupub tak kalah kagetnya melihat body seksi Stevia. Bahkan pemuda itu sama sekali tak berkedip melihatnya.


" Hei, kau juga libur kuliah ya?" sapa Stevia berbasa-basi.


Pemuda itu tak menjawab, ia bahkan belum mengalihkan pandangannya.


" Eehheermmm..."


Tomy berdehem untuk memperingatkan sang adik. Pemuda itu seketika gelagapan dan baru menjawab sapaan Stevia.


" I,, iya Kak. " jawabnya gugup. Ia tetap saja memandangi Stevia saat wanita itu berlalu dari hadapannya.


Tomy mempersilahkan Stevia duduk di ruang tamu sambil menunggunya berganti pakaian. Namun, bukannya buru-buru, iapun memilih berbasa-basi sembari memperhatikan pemandangan yang belum tentu akan terulang kembali.

__ADS_1


Saat keduanya asyik mengobrol, Andreas tiba-tiba masuk begitu saja. Pria itu berjalan tergesa-gesa dan segera menghampiri istrinya. Ia kesal, dirinya tahu Tomy dan Adiknya sedang mencuri kesempatan untuk memandangi Stevia.


" Vie. Cepat pakai ini. " ia berniat memakaikan sweater pada istrinya.


Stevia memberengkut kesal,


" Tidak. Aku tidak mau, aku nyaman seperti ini. Bukankah pria menyukai wanita yang seksi. Benar kan Tomy, Alan? " panggil Stevia pada kakak beradik itu. Keduanya kompak tersenyum sambil menganggukkan kepala.


Andreas semakin kesal,


" Hei, apa yang kalian lihat! Cepat balikkan badan! " bentak Andreas kesal.


Keduanya seketika berbalik, mereka bisa melihat kekesalan di wajah Andreas.


" Vie. Ayolah cepat pakai ini. Aku tidak suka tubuh istriku menjadi tontonan siapapun. " bujuknya halus.


Stevia berdecih kembali,


" Tapi kau juga suka melihat wanita berpenampilan seksi bukan?" sindir Stevia.


" Tolong dengarkan penjelasanku. Tapi kumohon pakailah sweater ini terlebih dulu. " bujuk Andreas.


Stevia tak menggubris, dirinya justru berlari-lari di dekat Tomy.


Andreas mengejar istrinya, kini keduanya lebih mirip anak kecil yang bermain kejar-kejaran.


Lama-lama Tomy risih dengan keduanya, ia merebut sweater itu dari tangan Andreas.


" Biar aku saja yang memakaikannya!"


Steviapun akhirnya menurut, ia membiarkan Tomy memakaikan sweater itu padanya.


" Terima kasih. " ungkap Stevia lega.


" Sekarang kalian selesaikan masalah kalian secara baik-baik. Jangan seperti anak kecil yang sama-sama egoisnya. " tegur Tomy.


Keduanyapun duduk berjauhan, Andreas memberanikan diri mendekat pada sang istri.


" Vie. Kumohon dengarkan dulu. Aku tak pernah berniat selingkuh darimu. Kedatanganku ke rumah Cecile semata-mata hanya ingin mencari kebenaran. Dia sudah lama menjadi sekertaris kakak. Aku curiga dirinyapun ikut terlibat dalam hal ini." jelas Andreas.


" Lalu bagaimana hasilnya? Hasilnya, kau tergoda dengan wanita itu bukan? sindir Stevia kembali.


" Aku telah memasang sebuah CCTV yang telah dilengkapi alat penyadap di apartemen Cecile. Semoga itu bisa membantu kita untuk memperoleh bukti kebenaran. " sahut Andreas.


Stevia terdiam, agaknya ia bisa sedikit menerima alasan yang disampaikan suaminya. Iapun berharap kejahatan Stefan akan segera terungkap.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya ketigaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2